Hai...ini karya pertama aku jadi kalian harus dukung ya .
sinopis
Ini sudah modern tapi entah mengapa orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads tampan yang berada di pesantren jauh dari rumah mereka .
Namaku Ghania faneha Qhonita gadis tomboy yang selalu keluar malam dan balapan motor secara liar di tengah -tengah jalan raya .Suatu hari orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads yang tampan .
Agar anak mereka bisa merubah diri dengan berjalannya waktu .
Akankah Qhonita mau di jodohkan atau malah sebalik nya??
Yuk simak kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon metri annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
...Ketika wanita tak lagi cerewet, tidak mau lagi beradu pendapat dengan pria ,tidak lagi mengeluh ,tidak lagi nanya sedang apa,di mana dan kapan pulang .Saat itulaj pria harus merasa cemas mungkin ia sudah lelah dan kehilangan rasa kepadamu ,Jadi bersyukurlah jika wanita mu masih mengeselakan dengan segala kecemasan dan kecemburuan nya dan keluhan nya itu artinya ia masih perduli sama kamu . Jangan lelah untuk menghadapi wanita mu ....
...Jagalah hati kita sendiri...
...Buta mata, tidak nampak jalan di dunia ....
...Buta akal, tidak nampak jalan pengetahuan....
...Buta hati , tidak nampak jalan ke akhirat ....
Dua pasangan tertidur pulas , dan tak terasa akhirnya sampai juga .
Dan sudah ada pemberitahuan bahwa kereta api sudah sampai di Palembang .
''Qhon , bangun kita sudah sampai di pondok pesantren Ar-Riyadh palembang .'' ucap Putra membangunkan Qhonita .
''Hah cepet banget perasaan habis sholat shubuh tadi kita masih di mobil .'' ingat-ingat Qhonita karena ia sibuk tidur .
Putra tak menghiraukan Qhonita yang masih di depan gerbang pondok pesantren .Ia sibuk mengeluarkan koper dan berjalan ke depan gerbang .
''Ayo masuk mungkin Ummi sama Abi terkejut dengan kedatangan kita tiba-tiba .'' sahut Putra mengandeng tangan Qhonita dan berjalan menuju rumah Ummi .
''Assalamualaikum , rumah baru semoga kalian semua bisa nerima Qhonita disini .'' ucap Qhonita melangkah masuk .
Banyak para santri bertanya-tanya siapa yang di gandeng oleh Putra , ada yang mengagumi kedatangan Qhonita dan ada juga tidak suka dengan kedatangan Qhonita .
Qhonita dan Putra sudah sampai di depan rumah Ummi Sanum .
''Assalamualaikum .'' salam dari keduanya .
''Waalaikum'salam , sebentar ya masuk aja pintunya di buka .'' ucap Ummi dari dapur dan di saat ia melihat siapa yang datang matanya bulat seperti kelereng .
''Qhonita , mantu Ummi , Abi mantu kita datang Abi.. Abi... Abi.. aduh Abi kemana pula , Ayo masuk Qhon ajak istri mu masuk Put jangan diam aja .'' cerocos Ummi dengan senang .
'' Ummi ....'' jawaban Putra terpotong dengan pertanyaan Ummi .
'' Kenapa kalian cepat kesini , apa ada masalah ? atau apa .'' tanya Ummi tak menghiraukan Putra yang duduk dengan tangan mengetuk-ngetuk meja .
''Ummi , Abi ....'' Putra masih diam dengan senyum lembutnya inilah jika Ummi sedang senang ia tak menghiraukan orang .
'' Gak ada apa-apa Mi , kita baik-baik aja Abi mana Mi terus Dian ,azkadina kemana mereka kok sepi .'' tanya Qhonita tak melihat keberadaan mereka semua .
'' Azkadina sama Dian lagi sekolah , Abi kayaknya lagi di kantor pesantren Qhon , sebentar ya Ummi panggil kan lewat Santri di sini .'' ucap Ummi keluar rumah dan menyuruh santri yang ada di sekitar situ untuk memanggilkan Abi .
'' Nak sini sebentar Ummi mau minta tolong .'' ucap Ummi memanggil santri yang mau lewat di sana .
'' Iya Ummi , minta tolong apa .'' tanya santri dengan sopan .
'' Tolong panggilkan Abi ya suruh pulang sebentar .'' sahut Ummi .
''Iya Ummi Putri panggilkan dulu , Asaalamualaikum .'' salam Putri berlalu pergi ke arah kantor .
Ummi menjawab salam dari Putri lalu masuk ke rumah , untuk membuatkan minumam dan cemilan.
'' Gak usa repot-repot Mi , nanti Qhonita bisa sendiri ambil .'' ucap Qhonita masih sungkan dengan keberadaan nya di sana .
Putra dan Ummi hanya diam dak mengangkat tangan mereka pertanda tak tau apa yang di pikirkan Qhonita .
''Qhon , gak nyaman ya disini ?'' tanya Ummi dengan wajah lesu .
'' Eh enggak kok Mi, Qhonita nyaman banget di sini , dan juga disini banyak santri pasti seru .'' sahut Qhonita senyum dengan indah .
'' Ya sudah kalian istirahat lah di kamar , pasti lelah perjalanan jauh .'' suruh Ummi .
Dua pasangan itu menuju kamar Putra setelah masuk , Qhonita melihat isi kamarnya dan ada foto keluarga di sana semuanya Qhonita kenal tapi siapa perempuan yang sangat dekat dengan Putra .
Qhonita berpikir keras , ia malu jika menanyakan tentang siapa perempuan itu .
Lama berpikir akhirnya Qhonita memutuskan untuk bersih-bersih dahulu .
Putra duduk di dekat jendela kamar ia memperhatikan santri-santri yang bermain , ada juga yang hanya duduk di teras .
''Put , mandilah dulu sebentar lagi magrib .'' ucap Qhonita sudah bersih dan rapi .
'' Iya , kamu mau kemana?'' tanya Putra heran dengan Qhonita sudah rapi .
'' Gak kemana-mana aku bantu Ummi , masak dulu nyiapin makan kita nanti .'' pamit Qhonita berlalu pergi ke arah dapur .
Qhonita berjalan menuju dapur ia melihat di sana Ummi sibuk berkutat di dapur sendirian .
'' Assalamualaikum Mi , masak apa sini Qhonita bantu .'' ucap Qhonita menawarkan diri .
''Waalaiakum'salam Qhon , gak usa kamu duduk aja biar Ummi yang masak .'' sahut Ummi masih sibuk dengan sayur mayur .
Qhonita berinisiatif ia yang akan membuat bumbu dan Ummi yang akan memasaknya nanti , tak lupa ia membuat nasi goreng kesukaan Putra .
'' Mi , wangi banget kayaknya ada yang masak nasi goreng nih harum banget sampe kamar .'' ucap Putra tiba-tiba masuk ke dapur .
'' Kmau ini ngagetin aja Put , itu Qhonita yang masak nasi goreng bukan Ummi .'' tunjuk Ummi ke arah Qhonita yang pokus .
Putra memperhatikan cara masak Qhonita , ia berniat memvidiokan cara masak Qhonita , tanpa sepengetahuan nya .
''Gak usa vidio Aku malu , hapus ya .'' sahut Qhonita sambil naruh nasi goreng ke piring .
''Eh iya-iya Saya hapus .'' ucap Putra menghapus vidio yang ia rekam tadi .
'' Panggilanya kok saya kamu aku , yang romantis dong .'' sahut Mendengarkan pembicaraan mereka .
Putra pergi ke meja makan ia tak menghiraukan protesan Ummi .
Qhonita menyiapkan air minum dan makanannya di taruh di meja makan , Dian , Azkadina keluar dari kamar mereka dengan seragam sekolah .
'' Makan dulu ya , kalian harus ada isi perut agar gak sakit atau gak konsentrasi dalam belajarnya .'' ujar Qhonita mengambil piring mereka satu-satu dan mengisi nya dengan nasi beserta lauk pauk juga .
Dengan telaten Qhonita menyiapkan semuanya walaupun ia belum sepenuhnya bisa masak , tapi dengan menyiapkan segalanya itu bisa menutupi kalau ia bisa masak .( Ngerti gak maksudnya 😅) .
Semua makan tanpa bersuara dan hanya boleh berkomentar jika sudah selesai , Tapi Qhonita belum mau makan ia sedih dan merindukan Orang tuanya . Padahal baru satu hari berpisah dari mereka . Mungkin belum terbiasa .
Ummi yang melihat itu mengusulkan untuk Putra jangan dulu mengajar di pesantren , temani dulj Qhonita kasian ia sendirian nantinya .
'' Kak Qhonita mana Mi , kok gak sarapan bareng kita , apa ia gak mau ya .'' ucap Dian.
'' Enggak jangan bicara gitu , Kak Qhonita sedih dan ia belum bisa sesuai dengan keadaan di sini dan di runahnya .'' jelas Ummi .
Dian diam ,Azkadina hanya mangut-mangut mengerti maksud Ummi ,dan tak lama kemudian ia pamit untuk ke sekolah Abi pun sama ia hatis mengurus pesantren .
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung .
Jangan lupa like komen and vote yang banyak ya .
Made By: Metri pramisti
hadejhhh
DISINI MAU LIAT AUTHOR APA PUTRA JDI USTADZ TEGAS, ATAU USTADZ YG GIK MIKIRIN PRASAAN ISTERINYA..
SEMUA BLM DIJELASKN SIAPA2 WANITA YG MAU JDI PELAKOR SELAIN USTADZAH CACA,, TERUS APA JUGA ADA USTADZ CALON PEBINOR NII..
jadi cerita nya sedikit
semangat