Spin off Kings and Queens dan My Darling...
Disaat Eléonore Blair McGregor bertemu dengan Billy Gallagher Luna, dia masih berusia lima tahun. Elle dan Billy melakukan perjanjian 15 tahun kemudian, Elle akan meminta sesuatu pada Billy di hari ulangtahunnya ke 20.
Sayang, Billy mengalami kecelakaan di usianya ke 15 yang mengakibatkan amnesia berat dan hanya ingat keluarga intinya. Billy melupakan semua terutama Elle dan janjinya.
Elle berusah membuat Billy ingat tapi tidak berhasil hingga Billy berpacaran dengan seorang gadis. Elle akhirnya menyerah dan menerima cinta Eliot. Disaat Elle sudah bersama Eliot, Billy mengingat semuanya. Sekarang giliran Billy mengejar Elle tanpa perduli statusnya.
Generasi ketujuh klan Pratomo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lunch
Eliot dan Galena langsung heboh mendengar ucapan Eléonore yang mengatakan bahwa dirinya hamil. Nyaris Eliot lupa dengan infus yang ada di tangannya kalau Galena tidak mengingatkan.
"Sabar calon ayah ... Ingat itu infus masih nempel tahu nggak !" omel Galena.
"Aku terlalu antusias. Tapi yang hamil Elle, kok aku yang muntah-muntah?" Eliot menatap Galena dan Eléonore. "Apakah ini namanya kehamilan simpatik?"
"Nggak, kamu cuma salah makan saja," jawab Galena kalem.
***
Charles dan Raine langsung antusias mendengar Eléonore hamil anak pertama. Bahkan Charles langsung menghubungi besannya, John Tudor, untuk memberitahukan kabar gembira ini. Setengah jam kemudian, kedua orang tua Eliot tiba di kediaman keluarga McGregor.
Raine akhirnya paham kenapa menantunya muntah-muntah tadi saat makan cake buatannya dan Eléonore. Karena mirip saat dirinya hamil Eléonore, malah Charles yang ngidam dan muntah-muntah. Charles bahkan mengalami morning sick parah selama sebulan.
***
"Kita semakin tua, Charlie ..." ucap John sambil menyesap wine bersama Charles McGregor.
"Sudah wajar kan... Elle dan Eliot memang tidak menunda punya anak. Haaaahhh... Kita menjadi Opa dan Grandpa... Sekarang aku merasakan bagaimana menjadi iparku si Radhi jelek itu !" sungut Charles ke ipar dan juga saingannya dulu saat balapan F1.
John Tudor terbahak. "Ya ampun, Charlie... Bahkan setelah sekian puluh tahun ... Kamu masih saja ribut dengan Radhi? Untung Radhi di Dubai."
"Tidak ribut itu kurang afdol..." jawab Charles cuek.
***
"Kamu tinggal saja di rumah mommy atau rumah mama ..." ucap Raine yang khawatir dengan putrinya yang sedang hamil muda.
Galena tadi sudah memberikan jadwal kontrol Eléonore ke rumah sakit Portland apalagi dulu Raine melahirkan Edward dan Eléonore di rumah sakit itu.
"Tidak usah mommy. Biar aku dan Eliot di rumah sendiri. Kan mommy dan Daddy juga dulu cuma berdua, tidak di rumah Opa Alaric," senyum Eléonore.
"Yakin kamu ?" tanya Raine.
"Mommy percaya sama Elle deh. Lagian rumahku kan dekat dengan rumah kalian semua," kekeh Eléonore yang merasa gemas dengan ibu dan mertuanya karena super cemas.
"Ma, kasih kepercayaan pada aku dan Elle. Kami bisa jaga diri kok," timpal Eliot yang sudah mendingan setelah mendapatkan obat anti mual dari Galena.
Raine berpandangan dengan Emilia.
"Raine, ingat kita dulu juga bagaimana kan?" senyum Emilia mencari jalan tengah.
"Iya sih. Tapi untuk kali ini kalian jangan ngeyel. Kalau ada apa-apa, langsung hubungi mommy atau mama. Oke?" Raine menatap serius ke putri dan menantunya.
***
Oxford University
Kabar kehamilan Eléonore membuat semua anggota keluarga Pratomo merasa berbahagia karena akhirnya akan ada anggota keluarga baru. Tentu saja Billy mendengar sendiri dari sang kakak, Galena. Pria itu pun ikut berbahagia saat mendengar adik angkatnya hamil dan Billy bertekad hendak mengucapkan selamat sendiri ke Eléonore.
Bagaimana pun mereka masih bersaudara meskipun dulu lebih dari sekedar saudara. Billy belum tertarik untuk mencari pengganti Eléonore karena bagaimana pun, kuliahnya semakin padat dan semakin njelimet. Billy melihat dirinya ada jadwal kosong dan bertepatan di hari kerja, bukan weekend. Pria itu sudah membuat rencana akan ke London pada hari itu.
***
Museum London
Paula adalah orang yang paling heboh saat tahu Eléonore hamil. Dia langsung mengangkat dirinya sebagai Aunty of The Year membuat Eléonore cekikikan.
"Berapa bulan ini Elle ?" tanya Paula sambil mengusap perut Eléonore.
"Jalan tiga bulan."
"Dan kamu tidak ngeh kalau kamu hamil?"
Eléonore menggelengkan kepalanya. "Aku kan tidak terlalu memperhatikan karena kita kan sibuk banget bukan ?"
"Iya, pameran, exhibition dan kunjungan King Henry bersama Prince Louis ... Mana juga ada King Sean Léopold, King Ronald ... Ampun."
Eléonore tertawa kecil karena para Oomnya datang ke acara kenegaraan yang berpusat di museum London. Mau dibilang Eléonore tidak mau diketahui sebagai kerabat keluarga bangsawan itu tapi tetap saja, Sean dan Ronald serta Henry mengenali Eléonore.
Ketiga pemimpin negara itu tidak mempermasalahkan Eléonore bekerja di museum karena tahu bahwa keponakan mereka bekerja disana.
"Eliot bagaimana?"
"Aku yang hamil, dia yang ngidam dan morning sick," gelak Eléonore. Sebenarnya Eléonore kasihan pada suaminya yang tidak bisa berangkat kerja karena merasa lemas luar biasa. Charles sampai mengirimkan Mortimer untuk menjadi supir Eléonore selama Eliot tepar.
"Beruntungnya kamu, Elle. Jadi kamu tetap produktif tapi Eliot yang merasakan semuanya. Itu yang adil !" seru Paula heboh.
"Tapi kasihan lho, Paula. Eliot itu tidak bisa mencium bau kopi karena langsung muntah padahal dia harus minum kopi tiap pagi," ucap Eléonore yang hanya bisa mengucapkan maaf karena memang Gawan bayi.
"Oh poor Eliot..." Paula cekikikan membayangkan wajah manyun Eliot.
"Eh, sudah banyak pengunjung. Ayo, kita kerja," ajak Eléonore.
***
Tanpa sepengetahuan kedua wanita itu, sepasang mata biru menatap mereka.
Kamu tambah cantik Elle.
Billy menunggu sampai jam makan siang baru dirinya menghampiri adik sepupunya.
***
Eléonore sedang membawa bekal buatan Mortimer dan hendak ke taman belakang museum untuk makan siang disana, tampak terkejut melihat Billy berdiri di dekat patung buatan Brown.
"Kak Billy?" panggil Eléonore.
Billy menoleh. "Halo Elle. Mau makan siang ?"
Eléonore mengangguk. "Makan siang bareng yuk. Morty bawanya kebanyakan. Iya benar aku hamil tapi bukan dibawakan macam kuli."
Billy tertawa. "Morty memikirkan kalian berdua."
"Tidak begini juga !" Eléonore memperlihatkan tiga tumpuk kotak bekal. "Paula tidak mau membantu karena dia bilang itu buat bumil."
Billy menghampiri Eléonore dan mencium pipinya. "Selamat ya atas kehamilan kamu. Semoga sehat semua sampai lahiran..."
"Aamiin. Terima kasih kak Billy," senyum Eléonore dengan wajah berbinar. "Yuk makan bersama."
Billy mengangguk dan mengikuti Eléonore ke taman belakang bersama bumil itu.
***
"Sudah jalan berapa bulan?" tanya Billy sembari makan salad nya. Elle benar. Ini terlalu banyak untuk bumil.
"Hampir tiga bulan. Alhamdulillah kemarin di USG bagus semua," senyum Eléonore.
"Bagaimana dengan Eliot? Kok tidak datang makan siang ?" Billy celingukan.
"Eliot kena sindrom cauvade."
Billy tertegun. "Eliot kena morning sick?"
"Semuanya. Kasihan deh kak. Cium bau kopi, muntah. Maunya makan pisang dan ayam goreng sampai Mortimer dan aku bosan buatnya ..." gelak Eléonore karena hampir dua Minggu ini menunya ayam goreng setiap hari.
Billy tersenyum. "Namanya juga kamunya lagi hamil."
Eléonore mengangguk. "Kak Billy jadinya ambil apa?"
"Neurosurgeon. Kuliahnya semakin sulit apalagi kan berhubungan dengan otak."
"Untung aku tidak ambil kedokteran karena aku sendiri bisa pingsan saat proses pembedahan."
"Padahal Mbak Lena dan mbak Rania cuek saja..."
Eléonore cemberut. "Mereka kan memang dokter jagal !"
Billy tertawa.
"Kak Billy tidak cari pacar lagi ?"
Billy menggelengkan kepalanya. "Belum tertarik."
Eléonore hanya mengangguk. "Jangan kelamaan menjomblo."
"Iya Elle."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️