Apa jadinya bila seseorang menawarkan kita untuk menikahi putrinya secara tiba-tiba??
Armand Wicaksana secara sadar menerima pernikahan dengan seorang wanita yang tengah hamil oleh kekasihnya yang tidak mau bertanggung jawab.
Meskipun sang istri, Carissa Wilhelmina selalu bersikap tidak baik padanya.
"Jika anak ini lahir, aku ingin kita bercerai" ucap Carissa.
"Terserah saja, aku ikuti permainanmu" balas Armand acuh sembari berjalan meninggalkan Carissa.
Akankan mereka bisa menjalankan rumah tangga yang sesungguhnya?
Ataukah justru Armand menyerah dengan sikap Carissa???
Yuk kepon novel baruku...
Happy reading....😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Oktana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Armand
Azura kini sudah di tangani dokter, batita itu mengalami demam tinggi sampai step. Indah tak henti-hentinya menangis, ia khawatir terjadi apa-apa pada sang cucu.
"Ibu tenang, Azura takan kenapa-kenapa" Armand mencoba menguatkan sang ibu.
"Ibu takut Mand, ibu takut" balas Indah sembari terisak.
Di tengah kepanikan, ponsel Indah tiba-tiba berdering, terlihat no yang menghubungi Indah beri nama besan gila yang tak lain dan tak bukan adalah Abimanyu.
"Hallo, Pak!" sapa Indah.
"Hallo Bu, kok rumah Ibu kosong? Ibu bawa Azura kemana?" tanya Abimanyu.
"Azura sedang sakit Pak Abi, sekarang saya dan Armand sedang di rumah sakit" jawab Indah.
"Sakit? Sakit apa cucu saya? Sekarang Ibu ada di rumah sakit mana?" terdengar suara Abimanyu yang panik.
"Rumah sakit Sehat Husada" jawab Indah.
"Saya akan kesana sekarang" ucap Abimanyu..
Tak lama Abimanyu datang dengan raut wajah panik menghampiri Indah dan Armand.
"Dimana cucu saya? Kenapa dia bisa sakit? Kalian buat cucu saya sakit" Abimanyu datang langsung marah-marah.
"Apa sih datang-datang langsung marah-marah, gak jelas anda itu Pak" kesal Indah.
"Saya khawatir pada cucu saya" balas Abimanyu.
"Anda tidak lihat kami juga khawatir, tapi Azura sedang di tangani. Tak usah berlebihan juga Pak, anda tidak tahu apa-apa tentang anak saya" ucap Armand dengan kesal.
"Ibu juga, kenapa sih Bu harus kasih tahu dia kalau Azura sakit, ribet kan urusannya" kesal Armand pada Indah.
"Dia nanya Azura di mana, ya ibu jawab jujur saja. Ibu tak tahu dia bakal begitu" balas Indah.
"Duduk dulu Pak, tarik nafas jangan gaduh karena saya juga sedang pusing memikirkan kondisi Azura" perintah Ahmad pads Abimanyu.
Abimanyu pun akhirnya diam menuruti perintah Armand, karena ia tidak mau di bentak oleh Armand apalagi Indah.
Tak lama seorang dokter keluar dari ruang rawat Azura.
"Ayahnya baby Azura?" panggil dokter.
"Saya dok!" Armand berdiri.
"Azura terkena demam berdarah, untung segera anda bawa kemari. Sekarang demamnya sudah turun, tetapi jika demam lagi, panggil saja saya" ucap dokter.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih dokter" balas Armand.
Kini ia lega mendengar jika demam Azura sudah turun.
"Demi kebaikan Azura, saya akan membawa dia untuk tinggal di rumah saya" celetuk Abimanyu sesuka hatinya membuat Indah dan Armand langsung melotot tajam.
"Tidak! Sampai kapanpun saya tidak akan memberikan Azura pada siapapun termasuk anda! Enak saja mau Azura, semua yang ada pada Azura sudah legal milik kami. Anda walaupun kakek biologisnya tetapi Azura sudah sah secara hukum milik kami" bentak Armand.
"Saya ini wali yang sah, saya akan ambil Azura jika dia sudah sembuh apapun caranya. Jika kamu bandel, saya akan ambil Azura secara paksa dengan menyewa preman" ancam Abimanyu.
"Oh jadi anda berniat kotor rupanya, baiklah Tuan arogan, siapa yang akan menang nantinya. Tunggu saja, seorang Armand tidak akan bisa di permainkan oleh siapapun. Lihat saja nanti" balas Armand dengan wajah yang memancarkan aura kemurkaan.
Abimanyu menjadi terkesiap melihat pria yang secara hukum negara masih menjadi menantunya itu bersikap menyeramkan. Ia tidak menyangka bahwa pria pendiam dan sabar seperti Armand jika sudah marah akan menakutkan itu.
"Tadinya aku hanya menggertak saja, dia jadi marah beneran" ucap Abimanyu dalam hatinya.
"Kedatangan Anda hanya membuat huru-hara saja, dasar menyebalkan" kesal Indah.
Indah lalu mengajak Armand masuk kedalam ruang rawat Azura.
"Bu, aku minta KTP Ibu" pinta Armand.
"Untuk apa Mand?" tanya Indah heran.
"Pinjam saja Bu" pinta Armand.
Indah segera memberikan KTP miliknya pada Armand, ia segera pergi walau di luar ia berpapasan dengan Abimanyu namun Armand tak peduli.
5 hari di rawat di rumah sakit, Azura sekarang sudah pulih dari sakitnya. 5 hari pula Armand sibuk mengurus dokumen dirinya dan Indah, ia kini akan membuat keputusan yang besar akan hidup keluarganya.
Armand segera membawa Azura pulang, tetapi ia tidak membawa motornya melainkan ia menaiki sebuah taksi.
"Mand dimana motor kamu?" tanya Indah.
"Nanti saja ceritanya Bu, ayo cepat kita harus bawa Azura" balas Armand.
Walau bingung, Indah menurut saja apa yang di katakan sang putra.
Taksi itu melaju, namun Indah heran kenapa tidak ke arah rumahnya.
"Loh Mand ini bukan ke arah rumah kita?" tanya Indah.
"Memang bukan Bu, sudah nanti saja aku akan ceritakan" jawab Armand.
Taksi itu kini berhenti di depan sebuah hotel bintang 3 yang sedikit jauh dari tempat tinggalnya.
"Hotel Mand?" tanya Indah.
Armand mengangguk.
"Ayo bu, ayo masuk!" ajak Armand.
Armand pun segera memasuki hotel itu, berjalan menuju kamarnya.
Pintu kamar itu terbuka, memperlihatkan ruangan yang sudah di penuhi koper.
"Mand ada apa ini sebenarnya?" tanya Indah.
"Aku akan membawa ibu dan Azura ke Swiss. Aku akan bekerja di sana, aku rasa ini waktu yang tepat untuk membawa kalian karena aku sudah mulai terusik dengan ancaman yang Pak Abimanyu ucapkan sewaktu di rumah sakit" ungkap Armand.
Indah seketika ternganga dengan rencana yang Armand akan lakukan, indah berfikir kenapa sewaktu Azura di rawat, Armand terlihat sibuk dan suka sekali menghilang dan inilah jawabannya, Armand dengan matang mempersiapkan semua ini.
"Mand apakah ini berlebihan? Hmmm maksud ibu apakah kita harus tetap pindah demi menghindari Pak Abimanyu?" tanya Indah.
"Ini lah jalan satu-satunya supaya dia tidak terus berulah. Aku muak dengan tingkah laku dia Bu, dia pikir dia siapa bisa seenaknya menekan kita dan membawa paksa Azura. Aku bukan Armand yang dulu, yang terus saja mengasihani orang, yang akhirnya orang itu menikam ku dari belakang" jawab Armand.
"Ibu juga heran kenapa sikapnya labil sekali padahal sudah berumur. Baiklah Mand, Ibu akan ikut kemanapun kamu pergi demi Azura" ucap Indah.
"Ibu jangan Khawatir, aku sudah menyewa rumah bekas dulu aku tinggal di sana kebetulan penyewa yang sekarang pindah. Kim temanku yang bantu soal rumah. Aku sudah mempersiapkan semuanya Bu" ungkap Ahmad.
"Kamu benar-benar hebat Mand, kamu bisa sematang ini mempersiapkan kepindahan kita" puji Indah.
"Aku pria Bu harus tegas, apalagi sudah menyangkut Azura. Tugasku melindungi kalian berdua. tiga hari lagi kita pergi ke Zurich, semoga saja Azura bisa sehat" balas Armand.
Jujur saja ia merasa lelah, Armand pun langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang satunya karena ia memesan kamar yang terdapat dua ranjang.
"Oh ya Bu, kartu SIM punya ibu keluarkan dan buang aja, nanti Pak Abimanyu terus menghubungi Ibu. No SIM baru sudah aku belikan" perintah Armand.
Indah menurut, ia segera mengeluarkan kartu SIM lalu Indah patahkan.