NovelToon NovelToon
Become The Duchess Of Lala Land

Become The Duchess Of Lala Land

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Action / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:370.4k
Nilai: 5
Nama Author: Harsie Alive

Hahh.... hahh...

arrkkkkhh!! Ampun!! ampun!! sakit sekali!!

kumohon, aku mohon ampun buuu....

Suaraku bergetar memohon ampun pada ibu Tiriku yang menjambak rambutku dan menampar wajahku berkali-kali. Tatapannya yang tajam dan pukulannya yang kasar tak akan ku lupakan bahkan sampai aku mati.

ini kah takdirku? aku hanya ingin hidup bahagia, meski hanya sehari saja. Jika aku hidup kembali, kumohon Tuhan, Langit, Dewa atau apapun itu, kumohon berikan aku setetes kebahagiaan agar dahagaku terpuaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sihir Hitam

Shuvin bersama Aaron dan Dasha diikuti Max tangan kanan Pangeran Aaron berpindah menuju lokasi sisa pabrik yang dimaksud dengan menaiki kereta kuda yang berpindah menggunakan portal.

Mereka tiba di kota tua Plato yang jumlah penduduknya terus menurun dari tahun ke tahun karena para anak muda memilih meninggalkan wilayah itu akibat kehancuran ekonomi belasan tahun lalu.

Kota tua itu kini bagai kota terbengkalai, penduduknya dihuni 70% orang tua berusia lanjut hingga disebut sebagai kota jompo karena menampung orang tua dari berbagai sudut negeri.

"Kenapa kota ini sangat sepi? Padahal tanahnya terlihat subur dan ada bau sihir kuat di sini!" ucap Shuvin yang menatap heran pada kota itu.

" Bau sihir!?"

"Kuat?"

Dasha dan Aaron menatap Shuvin dengan wajah heran. Bagaimana mungkin tanah kering dan tandus dengan warna hitam pekat itu disebut subur dan bagaiman bisa tanah kota tua itu disebut memiliki kekuatan sihir yang hebat?

" Ohh ayolah kak, aku tahu kota ini begitu buruk, jadi bisakah jangan mengatakan hal sarkas seperti itu?" ucap Aaron dengan wajah heran.

Shuvin malah mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Aaron. Insting nya dan penciumannya yang tajam terhadap bau sihir tidak pernah salah. Dari ingatan tubuh itu, dia jelas sekali mengetahui bahwa dirinya mampu membedakan berbagai macam bau pengguna sihir.

" Nyonya, yang bisa menggunakan penciuman tingkat tinggi hanya para pengguna sihir yang sudah mencapai tahap Kaisar, dan salah satunya adalah Duke, suami anda," terang Dasha.

" Nyonya, apa mungkin anda bisa?" tanya Dasha penuh selidik.

Dia tentu tidak asing dengan tingkatan para pengguna sihir, sebab dirinya sendiri sudah berada di tingkat Jenderal terutama dengan sihir manipulasi miliknya. Yang saat ini saja sedang menutupi aura keberadaan mereka demi melindungi diri dari musuh yang tidak diinginkan.

Shuvin memiringkan kepalanya. Sekali lagi dia mengingat bahwa dalam aturan dunia sihir ada lima belas tingkatan yang dimiliki para penyihir. Dan manusia hanya bisa mencapai tingkat ke 14 belas yakni Pembasmi Abadi, itu pun tidak ada yang pernah melihat seseorang sungguh-sungguh memiliki tingkat mengerikan itu.

" Mungkin penciumanku saja yang terlalu tajam, aku tidak mungkin memiliki tingkat sihir sehebat itu!" ucap Shuvin.

Aaron dan Dasha mengangguk membenarkan. Mereka tidak mau berpikir yang berlebihan terutama mengenai tingkatan pengguna sihir. Jika ada orang lain yang telah mencapai tingkat tertentu, pasti alam akan memberikan tandanya.

"Bagaimana cara mengetahui tingkatan sihir seseorang?" tanya Shuvin di tengah perjalanan mereka.

" Cukup bermeditasi selama beberapa menit di bawah guyuran sinar matahari pagi, pusatkan pikiran pada titik Aura sihir, maka akan muncul aura yang memenuhi tubuhmu saat menatapnya di bawah sinar matahari,"

"Tetapi untuk melakukan ini sebaiknya menjauhkan diri dari orang mencurigakan, terutama jika tingkatan sihir semakin tinggi,"

"Anda tahu alasannya, karena anda berasal dari kekaisaran," ucap Aaron dengan tatapan datar saat membicarakan masalah kekaisaran dan tingkat pengguna sihir.

Sebab jika kekaisaran sampai tahu seseorang memiliki kemampuan tinggi maka dengan sengaja mereka akan ditargetkan terus menerus dan diajak duel tanpa henti demi menekan kekuatannya dan membuktikan pada rakyat bahwa kekaisaran tidak terkalahkan.

Sebenarnya sikap ini muncul karena pergolakan politik, itu sebabnya wilayah Lala Land selalu diserang oleh negara lain. Dan Shuvin mengetahui itu semua.

Shuvin mengangguk," Saat kembali ke mansion, aku akan mencobanya, aku juga penasaran dengan kemampuan nafas api merah dan sudah sejauh mana tingkatan ku!" batin Shuvin.

Tak beberapa lama mereka akhirnya tiba di bagian terdalam kota itu. Tempat paling jauh dan terbelakang yang tidak pernah lagi dijamah oleh manusia.

Sebuah gubuk tua yang dibangun di atas tanah, diantara tumbuhan bambu yang menjulang tinggi ke atas langit berdiri kokoh dengan kondisi halaman dan sekitar yang berantakan bak terjadi perang.

Sniff! Sniff!!

Hidung mancung Shuvin bereaksi, dia mencium bau busuk yang sangat pekat!

Bau busuk yang justru lebih mengerikan dari bau Lilian, monster yang sudah dikalahkan itu.

" Huwekkk... Bau apa ini!!" ucap Shuvin sambil menutup rapat hidungnya. Dia sudah mau muntah karena mencium bau busuk itu.

Aaron dan Dasha saling menatap sejenak, mereka memang mencium bau aneh, tapi tidak sampai pada tahap ingin muntah.

" Kak apa kau hamil? Baunya tidak sepekat itu!?" celetuk Aaron dengan mulutnya yang asal bicara.

Plakkk!!

"Mulutmu kampret!"ketus Shuvin sambil memukul kepala Aaron dengan keras bahkan berbunyi nyaring.

Bagaimana mau hamil? berdekatan dengan Duke saja dia jarang.

"Yahh... Gak usah marah kak, kan aku nanya,'" balasnya membela diri.

Dasha sendiri sampai terkikik geli, tapi dia sembunyikan dengan menundukkan kepalanya ke bawah.

"Sial, baunya pekat sekali, ini bau sihir hitam!"

" Siapa yang menggunakan sihir hitam sampai sebanyak ini!!!" Shuvin berdecak heran.

Aura tempat itu sangat gelap dan terkesan mistis seolah tempat itu akan segera melahirkan makhluk-makhluk menyeramkan dengan kekuatan yang tidak terkendali.

" Tempat ini berbahaya, sangat bau!" ucap Shuvin.

" Kenapa kakak bilang begitu? aku tidak merasakan bahaya apapun!" ucap Aaron.

Shuvin menggelengkan kepalanya," Sudah sampai mana tingkat sihirmu!?" tanyanya pada Aaron.

" Emmm... Itu rahasia," ucapnya melirik Dasha, tak ingin pelayan itu mengetahuinya.

" Cih... Saya juga tidak penasaran!" ucap Dasha dengan wajah datarnya.

"Aaron!" panggil Shuvin dengan wajah kesal.

" Tingkat Ra-raja.." ucapnya dengan suara berbisik.

Shuvin memijit pelipisnya," Ternyata kau lemah!" ucapnya dengan nada mengejek sambil memandang remeh si pangeran mahkota.

" Uhuk-uhuk!!"

" Ka-kakak bilang aku lemah!? Aku tingkat raja loh kak!? Coba tanya pangeran negeri mana yang bisa menembus tingkat raja!? Hanya aku kak!!" protesnya tak senang karena dirinya diremehkan. Karena memang hanya Aaron pangeran yang berhasil menembus tingkat raja dengan status pangeran dan usia semuda itu.

Pangeran negeri lain hanya sanggup menembus tingkat Jenderal dan Panglima.

Shuvin menatapnya sinis lalu menarik Dasha ke sisi lain tempat itu, keduanya berdiri sambil bersedekap dada menatap Aaron dengan tatapan mengejek.

" Dia lemah Sha, jangan mau sama pria lemah!" celetuk Shuvin sambil melirik ke bawah tubuh Aaron.

Aaron terbelalak, dia menatap ke bawah, titik apa yang dimaksud Shuvin? Apa dia disebut lemah karena tingkatannya atau karena keperkasaannya!?

" Benar nyonya, saya tidak mau pada pria lemah!" balas Dasha sambil memandang titik yang sama.

Aaron sontak menutupi titik keberadaan tanda perjakanya, wajahnya memerah karena malu belum lagi dia seperti ditelanjangi hidup-hidup oleh dua wanita menyeramkan itu.

"Kak Shuvin apa yang kau lihat hah!!??"

" Dan kau Dasha, beraninya kau memandangku seperti itu!!!" protesnya sambil menatap nanar keduanya.

Shuvin dan Dasha hanya berbisik-bisik sambil melirik Aaron dengan sesekali menertawakan pria itu.

" Akrhhh... Kalian lihat aku, aku tampan, tubuhku bagus, mana mungkin di bawah sini lemah dasar perempuan mesum!" protesnya sambil berteriak dan melompat-lompat seperti bocah tantrum.

" pfthhh... Hahahahhahaha...." Shuvin dan Dasha tertawa terbahak bahak melihat wajah kesal Aaron, mereka berhasil menjahili pria itu.

Tetapi di saat yang sama, tiba-tiba...

Grruuuukkkmmk..... Grudukkk.... Grusuukkkkk...

Gempa bumi yang hebat terjadi, tanah bergetar begitu hebat seolah bumi akan terbelah. Shuvin, Dasha, Aaron dan Max segera duduk menunduk di atas tanah sambil menatap sekeliling.

Kini bau busuk tadi selain pekat, Aaron dan Dasha juga mencium bau menjijikkan itu.

" Sihir hitam!!" pekik Shuvin merasakan aura gelap dan busuk yang hendak memangsa siapapun yang datang ke tempat itu.

" Semuanya berhati-hati, sihir ini digunakan untuk melindungi tempat ini dari orang-orang seperti kita, sepertinya pemilik pabrik ini telah memberikan segel sihir hitam penjaga!" teriak Shuvin sambil berusaha bangkit berdiri.

Bumi berguncang begitu hebatnya, tekanan yang begitu kuat mereka rasakan, Aaron, Dasha dan Max sampai pusing bahkan telinga mereka berdengung saking menyeramkannya suara yang mereka dengar.

Tapi berbeda dengan Shuvin, wanita itu tampak biasa saja, dia tidak terpengaruh sama sekali dengan getaran dan tekanan besar itu.

" Ka-kak... ba-bagaimana bisa kakak bertahan!?" teriak Aaron yang sedang berusaha melawan tekanan mengerikan itu.

Shuvin tersadar kalau orang di sekitarnya hampir ambruk.

" Sial, aku juga tidak tahu!!" teriak Shuvin.

Dia mengeluarkan pedang Nafas Api Merah, pedang dengan motif ombak di punggung seperti milik Evan tetapi pedang ini diliputi dengan aura api merah yang menyala-nyala bak api neraka.

Shuvin mengaktifkan penglihatannya, dia bisa melihat sebuah kristal hitam ditanam di halaman rumah itu.

" Itu sumbernya!" ucap Shuvin.

Dia berlari menerjang titik itu tetapi di saat yang sama tanah mulai terbelah.

Drakkkk.... Brauuukkk....

" Sialan!!!"

" Aaron, selamatkan Dasha!! Selamat kan Dasha!!" pekik Shuvin yang terjatuh ke dalam celah lubang itu.

" Kak Shuvin!!" pekik Aaron melengking.

" Nyonya awas!!!" Dasha juga berteriak kencang sambil berusaha melawan tekanan hebat itu.

1
naura✨
luar biasa 👍
yeppo27
Luar biasa
Marlialeeya
🤣🤣🤣🤣🤣
Sutami Andriani
👍👍👍
Desi deshiny
ada masa nya duke akan bucin..tp pada saat itu duches jgn lirik lagi si duke sialan
Desi deshiny
lanjoot thor
Lhina Bright
suka banget sm cerita kaya gini. apa kagi pemeran cewek nya badas, bar bar dan kejam, tdk mudah di tindas
E H Mukti
❤️❤️❤️❤️
NOiR🥀
nice 👍
NOiR🥀
so touching penulisannya.
Annie Soe..
Apa ya benang merahnya shuvin era modern vs duchess shuvin ??
Penasaran ....
Andi Ilma Apriani
bagus bangeeettt thooorrr...
D'mok Swin
terbaik sis
ira kasih
serrruuuu..... teri,a kaaih thor...💚
Linda Agustina Wardhana
lebay amat sih pindah dimensi haddeehhhh kirain badas gk menye2 bgtu, malah tmbh lebay
Laya Anita
Kereeennn
T O P banget !!!!
Nining Chili
🥰🥰🥰
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
mewek dach
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
eh eh gimna
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
cukup sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!