NovelToon NovelToon
Kenikmatan Papa Bob

Kenikmatan Papa Bob

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Tamat
Popularitas:174.1k
Nilai: 5
Nama Author: ELLIYANA

Sebelumnya mohon jangan bom like 🙏🙏🙏Nama Ku Arumi. terlahir kaya, tapi kemudian orang tua ku jatuh bangkrut karena di tipu oleh saudara dari Ayah ku sendiri
Aku yang biasa hidup serba ada dan mewah kini harus hidup serba kekurangan, di tambah Ayah yang mulai sakit-sakitan ibu ku yang dulu bertangan halus sekarang sudah kasar karena menjadi buruh cuci. kami terpaksa tinggal di rumah kontrakan kecil. pengap lembab membuat Aku sering marah nggak terima dengan keadaan ini sampai ahir nya aku bertemu Papa Bob om dari teman ku, biar usia nya sudah tua tapi bentuk tubuh nya sangat perfeksionis Aku suka bahkan sering hayalin Dia.
Dari Papa Bob Aku tau bagaimana nikmat nya bercinta, aku tau ini salah tapi Aku tidak bisa membohongi hati Ku kalau Aku sangat mencintai Papa Bob biar orang bilang Aku sugar baby nya Papa Bob ya biar saja yang jelas Aku benar mencintai nya dengan tulus dan itu semua ternyata tidak cukup perbedaan usia kami lah yang selalu membuat Aku sering ribut dan berantem tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ELLIYANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#34. judul : kenikmatan Papa Bob. harap bijak dalam membaca.

Sebentar Aku berdiri setelah tas besar ku kancing, salah juga kalau Aku ngeloyor pergi gitu aja Tampa permisi sama hal nya kayak orang yang lupa berterima kasih, Aku nggak mau begitu. Naomi selama ini begitu baik padaku urusan fikiran nya begitu mana Aku itu penilaian nya sendiri.

" Gue mau pulang ke rumah ortu" jawab Ku memutuskan tampa mau melihat Naomi, bukan membencinya tapi aku memang sudah bertekad pergi, sudah cukup beberapa hari ini Aku terombang ambing dari rumah satu ke rumah satunya dan itu sangat menyakitkan.

Setelah pamit dengan baik-baik Aku langsung pergi dari rumah Naomi, sempat Naomi menahan agar Aku tidak pergi dari rumah nya. Naomi minta maaf sambil menangis Aku rasa Dia sudah menyesal dengan ucapannya sendiri.

Aku memaaf kan nya, tapi karena hati Ku sudah terlanjur sakit Aku tetap pergi setelah ku jawab kata permintaan maaf nya.

Naomi mengantar Ku sampai kedepan pintu gerbang dengan mata yang terus basah, sedih memang tapi hati Ku benar-benar sakit tidak menyangka teman yang ku kira tulus sayang pada ku ternyata hanya menggap ku sebagai pencari perhatian seolah Aku ini minta belas kasihan dari nya apakah pantas seorang teman yang katanya menganggap aku saudara berfikir seperti itu.

Jauh sudah langkah Ku sambil terus berfikir kemana harus pergi dan apa selanjutnya, mengingat keadaan Ayah yang sedang sakit Aku sedih tapi apa yang bisa ku lakukan, tidak mungkin Aku mengadukan keadaan ku sekarang.

Intinya Aku nggak mau nyusahin Ayah dan Ibu, Setelah lelah Aku duduk di pinggiran jalan. Untuk mengistirahatkan Kaki ku yang rasanya sudah capek, tidak ada yang bisa ku lakukan selain menangis.

Aku tidak perduli dengan tatapan orang-orang yang melewati Ku biar lah mereka menertawakan, Aku sudah tidak perduli.

Hari mulai gelap ku lanjut kan langkah yang nggak tau akan sampai kemana, memang Aku egois terkesan tidak tau diri tapi itu lah sifat Ku.

Aku melihat sekeliling entah jalan mana yang sudah ku lalui aku juga sudah nggak tau karena terlalu sibuk meratapi nasib, Aku takut bagaimana kalau ada orang jahat tiba-tiba cerita-cerita Naomi kembali menghantui fikiran ku.

Putus asa terpaksa Aku minta bantuan om Bob untuk menyelesaikan masalah ku, kalau nggak Dia siapa lagi cuma Om Bob pengharapan Ku satu-satunya.

" Halo Om..." sapa ku sambil menangis sungguh aku takut berada di luar saat ini.

" Ya Halo sayang kamu kenapa?" tanya Om Bob dari seberang ya mungkin Dia dengar suara tangis ku.

" Jemput Arumi Om " ucap ku dengan perasaan amat pedih tidak ku jawab apa yang di tanya Om Bob.

" Kamu di mana.." terdengar suara Om Bob panik ya mungkin suara mobil ngebut yang baru lewat dapat di dengar nya.

" Hik...Arumi di pinggir jalan Om" jawab Ku terputus-putus antara sedih dan takut.

" Hah...serlok serlok sayang " kata Om Bob terkejut mungkin Dia panik.

Aku sudah sangat ketakutan dengan pandangan kabur ku lihat batre ponsel ku tinggal tujuh persen, Ku matikan langsung Aku harus serlok lokasi sebelum ponsel ku mati karena kehabisan daya.

Aku coba serlok entah lah masuk nggak nya ketempat om Bob tiba-tiba ponsel ku redup dan langsung padam.

Aku terduduk lagi di trotoar, semoga saja nasib baik masih berpihak kepada ku doa ku dalam hati, Ku lihat sekeliling tidak ada orang lalu lalang agar sedikit mengurangi rasa takut.

Suara-suara binatang malam mulai terdengar, Aku merasa sesak karena ketakutan, semua yang jelek-jelek terbayang di fikiran ku.

Ku lihat sekeliling gelap Aku semakin takut hingga tidak berani menarik nafas Ku sendiri, ku pejamkan mata hanya Air mata yang terus meleleh.

Sekian lama Aku menunggu om Bob tidak datang juga, membuat Aku pasrah dengan keadaan seandainya ada orang jahat datang ingin membunuh Ku juga Aku sudah pasrah, ada sedikit penyesalan telah pergi dari rumah Naomi tapi ku tepis karena pergi atas kemauan ku jadi tidak perlu menyesal.

Fikiran ku lelah batin Ku juga capek, aku tertidur dengan posisi duduk entah berapa lama, tiba-tiba ada sinar yang membuat mata ku silau.

" Sayang bangun lah" kudengar suara Om Bob begitu dekat, Aku mendengar tapi untuk membuka mata Aku sangat takut.

" Bangun lah" kata Om Bob sambil mengusap-usap kepala ku. Perlahan aku buka mata untuk mengintip benar Om Bob atau bukan.

" Om" lirih Ku lalu menghambur memeluk Om Bob setelah ku tau benar-benar Dia, Rasa lega sedih pokoknya campur aduk ku tumpah kan dengan menagis dalam pelukan om Bob.

Ketakutan yang tadi nya merajai fikiran ku menguap karena sudah ada Om Bob sebagai penguat.

" Kamu kenapa sayang?, kok malem-malem di luar kamu berantem sama Naomi?" tanya Om Bob.

Aku tidak mengelak pertanyaan nya dalam pelukan nya aku mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan nya, " Coba cerita apa kalian berantem karena Om?" tanya nya lagi dan Aku mengangguk lagi mengiyakan.

Tiba-tiba Om Bob melerai pelukan Ku dengan sedikit kasar, Aku kaget hampir jatuh tidak percaya dengan perlakuan nya, Ku tatap Om Bob. Perasaan Ku langsung nggak enak ini kah laki-laki yang ku sayangi ini kah laki-laki yang mati-matian ku bela sampai aku berahir seperti gelandangan di pinggir jalan.

" Arumi kita nggak bisa lanjut... " ucap nya bikin dada Ku Langsung panas, Aku tidak menyangka Om Bob sepicik ini dan seketika omongan Naomi seperti terbukti di depan mata Ku.

" plakkk" satu tamparan Aku hadiahkan di pipi Om Bob sebelum Dia menyelesaikan ucapannya, memang Aku masih bocah dan Anak ingusan tapi dari kata-kata nya aku bisa simak kalau Dia mau kami putus dan berpisah setelah membuat pertemanan Ku hancur.

Aku kecewa dan sedih seketika tubuh ku luruh pandangan Ku gelap Aku tidak tau apa-apa lagi, Entah di mana Aku tiba-tiba terbangun Aku berada dalam ruangan serba putih.

Aku bangun dan duduk baru Ku sadar sekarang Aku berada di rumah sakit dan Aku sendirian, Aku menangis mengingat kejadian semalam begitu tega dan tidak punya hatinya Om Bob membuat hidup Ku berantakan.

Dari sini Aku berfikir Naomi tidak salah aku lah yang salah terlalu sensitif dan mengambil keputusan dengan gegabah, bagaimana kalau Ayah dan ibu tau apa yang harus aku jelaskan kepada kedua orang tua ku sungguh Aku terluka sedih.

1
D_wiwied
gausah lama2 up nya thor, endingnya mau sampe oart berapaaa.. nunggu berminggu-minggu cerita cm muter disitu2 aja, dicepetin aj alurnya
Erliza Rosyanda: sabar mbak 🤭✌️🙏
total 1 replies
D_wiwied
jangan dikasih hati Rumi, laporin aja kalo perlu jebloskan ke penjara sekalian
D_wiwied
bagaimanapun salah orang tua, seorang anak ttp tdk akan terima jika ibunya diperlakukan dg tdk baik.. bagus Rum hajar aja sekalian tu anak tak tau diri, udah menumpang tp ga punya etika
D_wiwied
aneh aja masa sesama sodara sepupu tidak tau sih, dulu bapaknya yg curang sekarang ganti anak dan istrinya 😤😤
D_wiwied
ga usah insecure Bob
D_wiwied
semoga segera sadar dr amnesia panjaaangnya
D_wiwied
bau2 nya dah mau tamat nih, dah ga byk konflik.. om Bob jg udah bahagia hidupnya walopun arumi blm ingat jg, nanti dibikin ingatnya pas liburan trs ketemu sm ibunya 😆😁
D_wiwied
kirain bangun2 terus sadar Arumi nya, bisa mengingat kembali ga amnesia lagi, ternyata... 🙄🤷‍♀️🤷‍♀️
D_wiwied
dulu aja kamu juga ngebet tiap ketemu sama om Bob, sekarang malah dibikin amnesia.. buruan dibikin ingetlah thor ga usah lama2, capek nunggu up nya
D_wiwied
jangan kelamaan ngasih hukuman ke om Bob, thor.. heran ada dendam apa sih thor 😆😆😆
D_wiwied
siapa tuh, mantan apa kakaknya 🤔🤔
D_wiwied
ga rela bener aku thor, udah djbela2 in sampe kakinya diamputasi mlh Arumi nya amnesia, ga adil bgt buat om Bob..
mana Arumi nya dibikin songong lg, jd ilfeel deh
D_wiwied
sepertinya bakalan jd spt sinetron ikan terbang, ga kelar2 selalu ada masalah baru.. ga usah dilama2 in Thor drpd bikin males baca mana lama bgt up nya, bikin yg happy ending aja ya
D_wiwied: iya Thor sama-sama, ttp semangat menulis ya 👍👍
total 2 replies
D_wiwied
kapokmu kapan buu, sukurin deh
D_wiwied
semakin tdk suka dg watak ibunya arumi, ga pantes disebut orang tua 😤
D_wiwied
laah gimana ceritanya ini thor
masa pemeran utamanya meninggal 🤨
semoga ga beneran, hanya imajinasi om Bob sj
D_wiwied
ya senyum lah orang hbs dpt jatah ya om /Facepalm/
D_wiwied
duuh Arumi baru sadar dah main nyosor aja kamu
D_wiwied
thanks thor sdh up lagi, kirain udah ga dilanjutkan
Erliza Rosyanda: iya maaf ya sedikit tersendat masih lanjut kok 😊 sehat-sehat ya bersama keluarga terimakasih suportnya 🙏🙏🙏
total 1 replies
D_wiwied
masih belum puaskah bu, tu anakmu sampe koma lho 😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!