Dinda Amelia seorang wanita mandiri yang sukses dalam karir nya tapi ia harus rela melepaskan karirnya itu karena harus menuruti perintah suaminya Arya baskara yang baru ia nikahi selama satu tahun atas perjodohan orang tuanya, pada awalnya pernikahan mereka berjalan lancar Dinda merasa bahagia menjadi istri Arya yang sabar dan penyayang, tetapi ternyata semua sikap dan kasih sayang nya hanya sebuah kepalsuan belaka, selama ini Arya telah berbohong karena di belakang Dinda ia telah menyembunyikan wanita lain yang ternyata adalah istri simpanannya, apa sebenarnya motif Arya untuk menikahi Dinda dan bagaimana Dinda melepas kan diri dari jebakan pria pembohongan itu??
simak kisah selengkapnya hanya di noveltoon...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niya_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Mas Alvin Minggu depan kita ada undangan pertemuan antar pengusaha dari Asosiasi pengen Muda kemungkinan acaranya akan diadakan di Bali masing-masing perusahaan harus mengirimkan dua orang sebagai perwakilan dari perusahaannya, Mas mau ikut?" tanya Dinda kepada Alvin yang sedang sibuk di meja kerjanya.
"Tentu saja kita harus ikut acara itu adalah acara yang diadakan setiap tahun kita bisa menambah koneksi di sana dan membicarakan berbagai macam kemungkinan di dunia bisnis," jawab Alvin yang menghentikan sejenak pekerjaannya.
"Jadi siapa yang akan mewakili perusahaan kita Mas?" tanya Dinda serius.
"Ehm bagaimana kalau kita berdua saja sekalian kita berbulan madu sayang, gimana kamu mau?" ajak Alvin yang seketika berubah genit.
Dinda berpikir sejenak. "ehm boleh deh Mas hitung-hitung kita healing kesana Mas, " jawab Dinda.
"Oke bener yah aku akan booking tiket pesawat dan hotel sekarang, " sambung Alvin.
"Iya, " sahut dinda menyakinkan.
Seminggu berlalu Dinda sudah menyiapkan segala keperluan untuk tiga hari ke depan di Bali bersama Alvin.
Pagi-pagi sekali mereka sudah berada di bandara. Pesawat yang membawa mereka menuju ke Bali terbang tepat waktu, sepanjang perjalanan di pesawat Alvin terus saja menempel kepada istrinya itu.
Menunjukkan rasa cinta dan perhatian yang begitu besar kepada Dinda, sehingga membuat Dinda merasa begitu dicintai dan disayangi oleh suaminya itu.
"Kenapa kamu dari tadi liatin Mas terus? Mas ganteng yah, " canda Alvin kepada istrinya itu sambil menatap dalam mata Dinda.
"Iya kamu ganteng banget Mas aku makin cinta sama kamu, " bisik Dinda yang kemudian menyandarkan kepalanya ke bahu Alvin.
Alvin dengan lembut kemudian mengelus rambut Dinda dan menciumnya.
"Ehm, " Alvin berdehem kencang sembari memberi kode kerlingan mata kepada Dinda.
"Kamu kenapa Mas? Kamu kelilipan? "tanya Dinda polos.
"Mas tiba-tiba jadi pengen, " bisiknya dengan suara lirih.
Dinda yang mendengar hal itu spontan langsung menutup mulut alvin dengan tangannya.
"Astaga Mas lihat-lihat tepat kenapa, " protes Dinda.
"Maksud Mas nanti di hotel, " jelasnya.
"Oh…sabar yah Mas tiga puluh menit lagi kita sampai di hotel, " kata Dinda sambil tersenyum ke arah Alvin.
"Tiga puluh menit yang sangat lama buat Mas, " ucapnya lagi sambil cemberut.
"Kamu kaya anak kecil deh Mas pake segala cemberut segala, " ucap Dinda sambil mencubit pipi Alvin gemas.
"Aw… Aw," Rintih Alvin sambil memegangi pipinya yang merah akibat cubitan Dinda. "Awas yah nanti aku balas tanpa ampun saat di hotel," balas Alvin.
Dinda hanya bisa menahan tawanya di pesawat karena melihat sisi childish suaminya itu.
Setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan selamat di bandara Ngurah rai Bali.
Mereka berdua langsung menaiki taksi menuju ke hotel yang mereka sudah booking sebelumnya , acara yang akan mereka hadiri akan berlangsung pada malam harinya di hotel yang sama dengan hotel yang mereka tempati jadi masih banyak waktu bagi mereka untuk berduaan sekaligus menikmati bulan madu di sana.
Setibanya di kamar hotel Alvin langsung saja mengunci kamarnya dan menutup gorden, Dinda sampai terheran melihat kelakuan suaminya itu.
Tanpa basa basi Alvin langsung menarik tangan istrinya itu ,kemudian mencium lembut bibir Dinda lalu Dinda pun membalas ciuman itu yang semakin dalam dan intens.
Kemudian Dinda menarik tubuhnya, nafasnya terengah-engah dan wajahnya memerah karena malu, tapi Alvin tidak memberikan jeda lama ia langsung menekan lagi bibir Dinda. Dengan jari jemari mereka yang saling bertaut keduanya berjalan menuju ranjang kenikmatan perlahan Alvin mulai membuka pakaian Dinda dan terjadilah pertukaran peluh di antara kedua insan yang sedang jatuh cinta itu.
Acara pertemuan antar pengusaha dimulai Alvin dan Dinda sudah bersiap untuk pergi, dengan penampilan terbaik mereka, tentu saja keduanya harus tampil maksimal agar tidak dipandang remeh oleh orang lain.
"Sayang kamu udah siap? " tanya Alvin.
"Sudah Mas, " jawab Dinda.
"kamu cantik," puji Alvin sambil tersenyum.
"Kamu juga ganteng Mas," balasnya.
mereka berdua kemudian berjalan menuju venue tempat acara digelar di sana sudah terdapat banyak orang dari kalangan pebisnis dan pengusaha terkenal mereka saling bercengkrama dan membicarakan bisnis yang sedang hype sekarang.
Di antara banyak nya orang itu ternyata di sana ada Arya mantan suami Dinda yang datang dalam acara tersebut mewakili perusahaan ayahnya ia datang bersama seorang sekretaris nya. Dari kejauhan ia sudah melihat kedatangan Alvin dan Dinda yang tampak serasi.
"Ya, lihat tuh mantan istri mu makin cantik sekarang suami nya juga ganteng serasi banget mereka, " ucap Rehan salah satu teman dekat Arya yang sama-sama hadir di acara itu.
"Diem lo, " jawab Arya yang sedikit kesal wajahnya memerah karena merasa cemburu melihat kebahagiaan yang ditujukan Dinda bersama suami barunya. Sangat berbeda dengan kehidupan nya sekarang yang kesepian tanpa ada sosok pendamping di sisinya.
Arya kemudian keluar dari venue itu sejenak, untuk menghisap sebatang rok*k guna menenangkan pikiran nya diikuti oleh Rehan yang juga mengekor di belakang Arya.
"Lo sih ya, bini lo udah cakep begitu mana kaya lagi malah di sia-sia in dan milih cewek problematik," ledek Rehan sembari menghisap sebatang rok*k di tangannya.
Arya kemudian mengeluarkan asap rok*k dari mulutnya dan mengeluarkan napas panjang." Udah deh jangan di ungkit lagi emang gue yang salah," sahutnya.
"Maaf Pak Arya, acara perjamuan akan segera dimulai semua tamu undangan diminta untuk berkumpul," ucap sekretaris wanita cantik bernama Sella yang merupakan sekretaris Arya.
"Oke kalau begitu saya kesana sebentar lagi thank you Shela," jawaban Arya.
Arya buru-buru mematikan rok*k yang ada di tangannya kemudian mengikuti Shela menuju ke venue.
"Ya, sekretaris lo antik juga," bisik Rehan.
"Stt, lo jangan berani-beraninya gangguin dia, orangnya galak, " jawab Arya pelan.
"Masa sih, " sahut Rehan tak percaya.
"Pokoknya jangan gue udah ngingetin lo yah, " ucap Arya sambil menunjuk kepada Rehan.
"Iya deh gue nurut sama lo, " sambungnya sambil berjalan menuju venue acara.
Jangan lama- lama upnya