NovelToon NovelToon
Kaisar Dewa Penguasa Pedang

Kaisar Dewa Penguasa Pedang

Status: tamat
Genre:Akademi Sihir / Perperangan / Naik Kelas / Epik Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:522.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jin kazama

Takdirku di tentukan oleh diriku sendiri, jika ada yang mengatakan aku lemah,akan aku hancurkan dengan pedangku,jika ada yang mengatakan aku sampah akan aku bunuh dengan pedangku, jika seluruh dunia ingin menundukkan aku, akan ku tebas dengan pedangku sekalipun itu adalah Dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Pedangku suka terbang sendiri.

Bab 34. Pedangku suka terbang sendiri.

"Jujur, aku tidak pandai berbasa basi. Sekarang aku akan bertanya. Apakah kamu mau menjadi kekasihku ?"

Di tanya secara langsung seperti itu Alina tercengang. "Bukankah ini terlalu cepat ?" Batinnya dengan hati yang bergejolak. Tetapi pada akhirnya dia menganggukkan kepalanya dengan malu malu.

"Bagus. Sekarang mari kita bertiga pergi ke Kerajaan Varmillion bersama sama. Aku akan memperkenalkanmu kepada kedua orang tuaku." Kata Revan mengejutkan kakek dan cucunya itu.

"Apa ? Pergi ke Istana ? Apakah itu artinya kita akan menemui Raja dan Ratu ?!" Tanya kakek tua itu tercengang.

"Tentu saja, memangnya siapa lagi. Aku adalah anak mereka dan mereka adalah orang tuaku. Sudah ayo kita berangkat ke Istana. Di sana adalah tempat yang lebih nyaman untuk di tinggal. Kata Revan lagi sambil tersenyum.

Sontak saja mulut kekek tua itu berkedut mendengar apa yang di katakan oleh Revan.

"Tentu saja nyaman. Lagi pula itu adalah Istana Kerajaan." Batin kakek tua mengumpat dalam hati.

Ya. Dia hanya bisa mengucapkan keluhan itu di dalam hatinya.

"Himdal." Itu nama orang tua ini Pangeran. Kata kakek itu.

Revan hanya mengangguk singkat dan kemudian mengajak keduanya menyewa kereta kuda beserta kusirnya untuk layanan sekali jalan.

Setengah jam kemudian Kereta kuda itu berhenti di depan gerbang Istana Kerajaan Varmillion. Di depan gerbang itu ada dua penjaga yang sedang bertugas. Pada awalnya kedua penjaga gerbang itu mengerutkan kening. Namun saat tahu jika yang keluar dari kereta kuda adalah Pangeran kesembilan mereka segera mendekat dan membungkuk dengan hormat lalu menyapa.

"Selamat datang kembali Pangeran kesembilan." Kata kedua penjaga itu bersamaan.

Ya, terima kasih atas kerja keras kalian. Apakah kak Willy sudah pulang ?" Revan.

"Sudah Pangeran. Pangeran Willy sudah kembali sejak kemarin siang."

Sekali lagi Revan mengangguk sebagai tanggapan.

Tidak lama kemudian datang lima Penjaga lainnya. Mereka membungkuk dan memberi hormat pada Revan.

"Haist ! Sudah sudah kalian jangan membungkuk terlalu dalam begitu. Aku sangat tidak menyukainya."

Ucap Revan dengan nada yang terdengar tidak puas.

Revan bukanlah orang yang gila hormat. Dia tidak suka jika ada orang yang lebih tua membungkuk padanya dengan begitu hormat.

Sebelum pergi meninggalkan gerbang, Revan mengambil sebuah kantong berisi 1000 koin emas dari cincin penyimpanannya.

Di dunia ini cincin penyimpanan harganya sangat mahal. Hanya para bangsawan sekelas Pangeran Kerajaan saja yang memilikinya. Adapun barang yang mirip dengan cincin penyimpanan yaitu kantong penyimpan.

Tidak sepraktis cincin penyimpanan yang mudah di bawa kemana mana. Tapi tetap saja kantong penyimpan ini masih sangat di minati. Itupun hanya Bangsawan kaya saja yang memilikinya.

Revan memberikan kantong itu pada penjaga dan berkata dengan ringan.

"Bagikan dengan Penjaga yang lain secara merata. Ingat berikan itu pada Anak dan Istri kalian, belikan juga meraka pakaian yang bagus, belikan mereka makanan yang bergizi agar mereka selalu sehat.

Aku ingin anak anak merasa bangga pada orang tua mereka. Aku ingin mereka merasa nyaman dan aman menjadi bagian dari Kerajaan Varmillion ini." Setelah itu dia mengajak Alina dan kakek Himdal untuk masuk menuju ke Istana Kerajaan.

Di sisi lain para Penjaga yang mendengarnya langsung bersorak dengan riang gembira. 1000 koin emas di bagi 7 orang. Astaga itu adalah uang yang sangat banyak. Dan Pangeran kesembilan melempar kantong itu seolah olah itu bukan apa apa.

Para Penjaga merasa sangat terharu dengan apa yang di katakan oleh Pangeran kesembilan. Mereka semua semakin menghormatinya sebagai calon Putra Mahkota.

Setelah tiba di depan pintu masuk Istana. Penjaga ku tu segera membu gkuk hormat padanya. Melihat imi semua Rwban menghela nafas panjang. Dia sangat tidak terbiasa dengan perlakuan hormat seperti itu.

"Bangunlah. Dan juga, temui Ayah jika anaknya Pangeran kesembilan telah pulang dan membawakannya calon menantu." Ucap Revan tenang.

Para Penjaga pun sontak terkejut dengan apa yang dia katakan oleh Revan. Begitu pun Alina dan juga kakek Himdal. Mereka tidak menyangka jika Revan akan begitu blak blakan.

Aula Kerajaan Varmillion.

Raja Julian dan Ratu Elizabeth sudah tiba dan duduk di kursi kebesaran yan telah di sediakan. Para Selir dan kedelapan Pangeran semuanya juga berkumpul. Saat mendengar Pangeran kesembilan pulang dengan membawa calon menantu seluruh Istana langsung gempar.

Dan kini mereka semua penasaran dengan calon menantu yang di katakan oleh sang Pangeran kesembilan. Ketika semua sudah berkumpul. Pangeran kesembilan pun datang dengan seorang kakek tua dan gadis muda berusia 16 tahun.

Setelah berdiri di hadapan Raja dan Ratu, Revan segera berlutut dengan satu kaki dan tangan kanan di telakkan di dada. Di ikuti oleh seluruh orang yang ada di Aula tanpa terkecuali.

Dengan hormat dia berkata.

Hormat kepada Raja dan Ratu Kerajaan Varmillion, semoga kedamaian dan kesejahteraan selalu menyertaimu dan seluruh penduduk di wilayah Kerajaan Varmillion."

Raja Julian dan Ratu Elizabeth saling pandang, lalu tersenyum dan keduanya mengangguk dengan puas.

Dengan tenang Raja Julian berkata

"Bangunlah." Kemudian semua orang langsung bangun dan duduk kembali di tempat yang telah di sediakan.

"Putraku, aku dengar kamu membawakan kami berdua calon menantu. Benarkah itu ?"Tanya Raja Julian penuh dengan rasa antusias di matanya.

Itu karena Putranya selama ini selalu mengasingkan diri untuk berlatih sepanjang waktu. Dan kabar kalau dia pulang dengan membawa calon menantu tentu saja berita yang sangat mengejutkan bagi semua orang.

"Ya Ayah. Perkenalkan ini adalah Alina dan ini adalah kakek Himdal. Alina adalah orang yang aku sebutkan sebagai calon menantu kalian."

"Oh ! Begitukah, jelaskan detailya ? Bagaimana kalian bertemu dan latar belakang ada yang di milikinya."Kata Raja Julian dengan tenang.

Di sisi lain wajah Alina sudah pucat pasi. Tapi Pangeran Revan menggenggam tangannya dengan lembut dan tersenyum menenangkan. Alina hanya diam dan mengangguk pelan.

Revan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Lalu berkata

Singkatnya Kami berdua bertemu secara tidak kebetulan. Waktu itu aku sedang menjalankan misi untuk membasmi para Bandit yang ada di Kota Astra.

Saat kami sedang mengantri untuk memasuki gerbang aku bertemu dengan Alina dan Himdal untuk pertama kalinya. Mereka berdua di ganggu oleh Bandit jahat yang ingin melukai Kakek Himdal. Karena kesal aku membunuhnya. Benarkan kak Willy ?!" Kata Revan sambil memandang ke arah kakaknya.

Dengan mantap Willy mengangguk dan berkata "Ya, kamu membunuhnya dengan satu tebasan." Ucap Willy dengan canggung.

Satu tebasan. Pembunuhan instan seperti dulu saat rombongan orang dari Kerajaan Golden Eagle datang berkunjung. Semua orang merinding mendengarnya. Mereka merasa ngeri mendengar betapa santainya Pangeran kesembilan mengatakan hal itu.

Seolah ingin semua orang diam Raja Julian pun mengangkat tangannya. Sontak semua orang menjadi tenang kembali.

"Lanjutkan." Kata Raja Julian.

Revan mengangguk dan kembali bercerita

Setelah aku membunuh bandit itu aku menghampiri kakek Himdal dan Alina, mereka semua sangat takut pada awalnya, tapi setelah mengetahui kami datang untuk menolong akhirnya mereka berdua tenang.

Saat aku melihat Alina ternyata dia sedang sakit. Ternyata dia memiliki akar elemen es yang sangat kuat hingga elemen itu menyakiti tubuhnya sendiri. Aku membantu meringankan sakitnya dengan memberikannya obat.

Setelah misi selesai aku meminta kak Willy untuk pulang karena aku ingin melihat keadaan Alina. Ternyata saat itu elemen dinginnya sedang kambuh dan membuatnya kesakitan.

Hingga akhirnya aku membantunya meringankan rasa sakit dan dingin di tubuhnya. Tapi hawa dingin di tubuhnya tak kunjung reda dan Alina masih saja mengeluh kesakitan. Tak tega melihatnya , akhirnya aku memilih solusi yang paling cepat. Aku memeluknya dengan erat sambil memberikan energi panas ke dalam tubuhnya hingga rasa sakinya menghilang. Karena sama sama terbawa suasana kami berciuman cukup lama. Setelah itu aku merasakan hal berbeda terjadi padaku .

Ada perasaan ingin menjaga, melindungi , dan memiliki yang begitu kuat di hatiku. Jadi aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku dan dia menerimanya , setelah itu disinilah kita sekarang". Kata Revan dengan senyum malu-malu di wajahnya.

Diam, sunyi. Itulah suasana Aula saat itu. Semua orang di sana tidak tahu bagaimana cara berekspresi.

Melihat semua orang diam dan Raja Julian juga diam Revan menjadi agak panik. Lalu dengan cepat dia berkata

"A anu A ayah tenang saja, nanti aku akan memberikanmu banyak cucu yang tampan sepertiku dan juga gagah sepertimu, jadi restuilah kami Ayah." Kata Revan agak tergesa gesa.

Raja Julian terkejut sejenak, lalu dia tertawa terbahak bahak

Hahahaha !

Sontak saja kata kata Revan itu membuat suasana yang tadinya canggung kini pecah menjadi canda tawa.

Hahaha !

Semua orang juga tertawa tanpa bisa di tahan lagi. Bahkan Ratu Elizabeth pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Putranya yang konyol itu.

Di sisi lain Para Pangeran pun tercengang mendengar kata kata saudara kesembilan mereka. Caranya mendapatkan wanita sangatlah unik. Willy pun juga menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepala. Tak tahu harus berkomentar seperti apalagi.

Raja Julian dan Ratu Elizabeth tersenyum lembut dan berkata

"Jika itu memang sudah menjadi pilihanmu kami berdua tak masalah. Aku dan ibumu akan memberikan restu atas hubungan kalian, kami secara pribadi membebaskanmu untuk memutuskan pilihan. Tapi kamu harus menjaganya baik baik, kamu tahu sendiri bagaimana pandangan para Bangsawan. Bagi mereka status sangatlah penting" Kata Raja Julian.

"Ya Ayah. Terima kasih kasih, lagi pula aku bukanlah orang yang tidak masuk akal. Tapi jika ada Bangsawan yang bermulut kotor entah kenapa pedangku suka terbang sendiri." Katanya sambil tersenyum lebar.

Mendengar jawaban Putranya Raja Julian langsung terdiam, kelapanya mendadak pusing. Dengan gusar dia memijit mijit pelipisnya.

1
Rusdi Bintang
coba ninggain jejak
Armoire
Thor napa Api hitam ga dikasih nama sekalian ? Kan ada Ryu, Reiji... Api Hitam kasih nama juga lah ... Rey mungkin ...??? Nama salah satu mantan w sih hahahaha 🤣😂🤣😂
Mirsah Usman
tidurrrr dan tidur lagi
Iqbal deti
ko kelapa thor
Muhammad Azrori
BPOM
Megi Mariska
Karya yang luar biasa, walaupun banyak typo nya
Megi Mariska
Kok tiba2 jadi ordinary god lev 9 sich ...??? Kan sebelumnya masih DEMI GOD 9....??? Sing bener sing endi...???
Megi Mariska
"Semua" Thor... Bukan "suami" 😭😭😭😭
Megi Mariska
"Menawar orang sakit" ... Wkwkwkwk... Laku berapa Thor harganya....??? 😅😅😅😅
Maksudnya "merawat orang sakit" kah ....??? 😭😭😭😭
Megi Mariska
Ya kagak usah di ulang2 melulu lah Thor... Dari awal qt dah tau kok lok MC nya tampan cenderung cantik. tatap mata yg tajam, berambut putih bla bla bla bla..
Masa 1 chapter bs 2-3 di ulang2 🙄🙄🤦‍♀️🤦‍♀️
Megi Mariska
Kebanyakan penjelasan n penjambaran, w malah Ora mudeng Thor 🙄🙄🤦‍♀️🤦‍♀️
Megi Mariska
Jadi ganti judul aja... Legenda Koki DEWA Penguasa 🙄🙄🙄🙄
Megi Mariska
Taik loe Thor... Kasih pasangan MC nya ma cewe miskin yg ga sederajat, udah miskin. kegatelan, ga tau malu, ga bisa jaga harkat martabat sebagai wanita baik2... Dasar rubah cewe berkedok kelinci, awal pura2 cewe pemalu n pendiam tapi ternyata cewe ga tau malu n kegatelan yg gede in nafsu
Megi Mariska
Hadeh mulai muncul drama bucin2 an nya ... 🙄🙄🙄🙄
Megi Mariska
Bosan Thor... Latihan ma boneka melulu sampe ber-bab-bab ... 🙄🙄🙄🙄
Muhammad Azrori
punya saudara namanya Ghulu Thengleng
Muhammad Azrori
tebasan kehancuran kenapa tidak di tampilkan
Muhammad Azrori
kok empat, bukannya 2 dari 5 telah mati?.
@Onlov□~□
ditunggu season 2 nya thor
Ardi Provision
lalu anggur yang dibuat apa pengaruhnya sama mc???
apa gak ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!