Daffin Alenio.R anak lelaki dengan wajah bulat, senyum manis, tubuh pendek yang dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya
Ia tinggal di panti asuhan, ntah apa penyebab orang tua nya menitipkannya atau mungkin membuangnya di sana, daffin tak peduli dengan semua itu karena bunda panti sudah seperti ibunya sendiri, daffin berpikir bahwa memang orang tuanya tak menginginkannya, ia tak membenci mereka hanya saja sedikit kecewa
Sampai suatu hari setelah ia masuk sekolah menengah atas, semuanya berubah dan hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang mengaku ayahnya
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
BxB❎
BL ❎
Brothership ☑️
Family Love ☑️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asyafa Bnb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulat Lagi
Pagi yang cerah ditemani kicauan burung yang indah, sangat menyenangkan. apalagi cuaca yang sejuk karena semalam hujan
Daffin sedang diam dibalkon nya sekarang, menikmati sejuknya alam. Ia menutup kedua matanya dengan senyum manis yang ia tunjukan diwajahnya, sangat segar batinnya
Cklek
"sudah bangun ternyata" itu adalah suara daddy-nya David
Daffin menoleh, "udaranya sangat sejuk Daddy, nanti Afin ingin main ditaman belakang" ucapnya dengan antusias, David terkekeh melihat itu
"emm baiklah, sekarang kita sarapan terlebih dahulu" Ucap David sembari membawa Daffin kedalam pangkuan koala nya
Daffin mendengus, "padahal afin sudah besar". David yang mendengar itu lagi lagi terkekeh
"kamu akan tetap menjadi bayi Daddy sampai kapanpun" Ucap david sembari memberikan kecupan diseluruh wajah Daffin, anak itu merenggut geli
***
Sementara di ruang makan seluruh keluarga Robertson sudah menunggu David dan bintang utama mereka, Daffin.
"kenapa lama sekali" ucap Gallan
"pasti Daddy memonopoli baby" ucap Deon
"aiissh menyebalkan, seharusnya aku saja yang menyusul baby" ucap Falend
"orang tua sialan" gumam Dion yang dapat didengar oleh semuanya
"sudahlah, besok dan seterusnya juga kalian masih dapat bergilir mendekati baby, tapi besok aku dulu" ucap Fernand
Darren mendengus, "sudah jelas besok adalah hariku dengan baby" ucapnya mengundang tatapan tajam dari Fernand
"Selamat pagi semuanya.." teriakan itu mengalun indah dipendengaran mereka semua, orang yang mereka tunggu akhirnya datang juga
"selamat pagi baby" ucap mereka serempak
"uhh dimana bang Devon dan bang Jean?" tanya Daffin yang menyadari bahwa kedua Abang nya itu tak ada, hanya ada Petras selaku ayah dari kedua abangnya
Daffin duduk dikursi samping David dengan dot kesayangannya yang selalu ia bawa jika sedang makan
"paman... Afin tadi bertanya dimana Abang Devon dan Abang Jean?" Daffin bertanya kembali dengan wajah kesal bahkan matanya sudah berkaca kaca akibat diabaikan
"eh eh.. Maaf tadi paman sedang menggunakan ini, untuk mendengarkan laporan perusahaan" Petras merasa bersalah sekarang, ia menggunakan headset ditelinga nya sehingga tak mendengar apapun, jika saja Frans tak menyikut nya tadi mungkin ia akan terus mengabaikan Daffin
"heyy, maafkan paman oke, nanti paman belikan apapun yang kamu mau" Petras mencoba merayu Daffin agar bocah itu tak marah lagi padanya
Daffin menoleh pada Petras, dapat bocah itu lihat ketulusan dimata pamannya itu
Daffin mengangguk,"Afin maafkan tapi janji ya belikan Afin apapun" ucapnya dan dibalas anggukan setuju oleh Petras
"lalu tadi kamu bertanya apa hm?" tanya Petras
"bang Devon dan bang Jean kemana?" Daffin mengulangi pertanyaan nya tadi
"oh mereka paman tugaskan untuk menggantikan paman di perusahaan yang terdapat sedikit masalah, tenang saja mereka tak akan lama.." ucap Petras menggantung perkataannya
"hanya seminggu" lanjutnya, Daffin tentu saja melotot terkejut, satu Minggu itu lama bagi seorang Daffin
"kenapa lama sekali sih, kenapa tidak paman saja yang pergi" ucap Daffin
"jadi.. Kamu ingin paman pergi ya" ucap Petras dengan nada suara sedih dan raut wajah sedih yang dibuat buat tentunya
"bukan begitu paman, paman jangan menangis af-" ucapan Daffin terpotong
"sudah, sekarang sarapan dulu nanti lanjut lagi mengobrol nya" ucap Jeremy, mereka semua mengangguk
sarapan dimulai dengan khidmat tanpa ada yang bersuara, Daffin terus saja mencuri pandang pada Petras semua orang menyadari itu dan mereka hanya terkekeh dengan tingkah sang bayi
***
Seperti ucapan Daffin tadi pagi pada David, bahwa anak itu ingin bermain ditaman belakang Mansion setelah sarapan
Kini bocah itu berada di taman belakang dengan Sam yang menjaganya dengan jarak yang cukup jauh karena semua itu atas permintaan Daffin sendiri
sementara untuk semua keluarganya mereka berada di dalam mansion dengan kegiatan mereka masing masing
"paman.. Di sini cuacanya sangat sejuk ya" ucap Daffin sembari menoleh pada Sam, dan Sam hanya membalasnya dengan mengangguk sembari tersenyum
"naik naik kepuncak gunung~"
"tinggi tinggi sekali~"
"kiri kanan kulihat saja banyak pohon rambutannnn~"
Sam yang mendengar nyanyian tuan kecilnya itu hanya tersenyum tipis saja, bisa bisanya ia mengganti lirik diakhir
"uwahhh..." kagum Daffin saat melihat hewan yang pertama kali ia lihat dimansion ini, ulat.
"ih kita ketemu lagi hehe" ucapnya dengan memandangi ulat kecil itu
"tapi warna kamu berbeda ya, yang waktu itu warnanya hijau sekarang coklat" ucapnya dengan senyum yang terus menghiasi wajah manisnya
"tapi bulu kamu tetap lebat hehe Afin suka" Daffin terus mengobrol dengan ulat bulu tersebut seolah ulat itu membalas ucapannya
sementara Sam hanya melihat dari jauh dengan tatapan meneliti, karena takut terjadi sesuatu pada tuan kecilnya, Sam mendekati Daffin yang masih berjongkok itu
"tuan kecil .." panggil Sam saat sudah dekat, Daffin masih diam ditempat nya
"tuan..." Sam terus memanggil sembari terus mendekat, Sam terkejut dengan yang dilihatnya sekarang
Sam Dejavu dengan kejadian ini hanya bedanya saat itu tuan kecilnya sudah memegang ulat itu dan Daniel yang membentak nya
"taun kecil ayo" ucap Sam lalu memangku paksa Daffin untuk ikut masuk kedalam mansion
"Paman... lepaskan afinnnn, Afin ingin bermain..." teriak Daffin berontak digendongan koala Sam
"tidak tuan, hewan itu berbahaya" ucap Sam mencoba memberikan pengertian
"Tidak paman lepas .. Lepas huwaaaaa..... Paman Sam jahat..huwaa hiks" pecah sudah tangis Daffin
Semua orang tua ternyata sedang berkumpul diruang tengah kecuali anak anak mereka.
Sikembar, Falend, Gallan yang izin berkumpul dengan teman mereka, Fernand pergi kuliah, Gio serta Darren pergi ke rumah sakit karena ada jadwal operasi dadakan sementara Daniel, Fero, Gevano pergi ke pesta perusahaan teman mereka
"kenapa Sam?" tanya Gerald
"kenapa baby menangis?" tanya Jeremy
"apakah ia terluka?" tanya Frans
"apa yang terjadi?" tanya petras
"baby kenapa?" tanya David
Semuanya bertanya secara serempak saat Sam membawa Daffin yang menangis digendongan nya saat masuk kedalam mansion
"maaf tuan, tuan kecil menangis karena saya membawa nya masuk dengan paksa" ucap Sam sembari menyerahkan Daffin yang masih menangis pada David, David terus mengusap punggung kecil yang bergetar itu
"kenapa kau membawa nya dengan paksa Sam!?" tanya Gerald dengan aura dingin yang sangat mendominasi
"ma-maaf tu-" ucapan Sam terpotong
"jelaskan dengan benar Sam!" tekan Frans
"tuan kecil bermain dengan ulat bulu tuan, jadi saya bawa masuk dengan paksa sampai tuan kecil menangis" penjelasan Sam tentu saja membuat kelima pria itu melotot terkejut
"baby... Jangan bermain dengan hal yang berbahaya seperti itu oke" nasihat Jeremy sembari mengusap surai Daffin
"hiks..hiks.. Ta-tapi mereka lucu opa hiks... Afin ha-hanya hiks ingin hiks bermain" ucap Daffin dengan tangis yang menyertai setiap ucapannya, Sam sudah pergi dari sana
Kelima pria paruh baya itu terkekeh gemas dengan ucapan Daffin apalagi wajah yang memerah seperti kepiting rebus, hidung yang mengeluarkan cairannya, mata yang sembab, dan jangan lupakan bibir peach yang bergetar itu
'Sangat menggemaskan' batin kelima nya
🐻🐻🐻
Vote + Like + Comment ❤️