NovelToon NovelToon
Kau Milik Ku

Kau Milik Ku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gadis Nias

Cinta yang membutakan segalanya,
Dan bila hati sudah jatuh cinta seberat apa pun rintangan akan ku lalui demi mendapatkan cinta mu yang seutuhnya.
😍😍😍😍😍😘😘😘😘😘😘😘



>>>>>>>>>>><<<<<<<>>><<<






Hai🖐 thank's buat yang udah mampir di Novel ku kali ini.😘
Mohon dukungannya💪 di Vote, subscribe, like, dan komen/saran. 🙏

Salam hangat dari Author 😍
~ Gadis Nias ~

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Nias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

***

Elys berlari terbirit-birit menaiki tangga lantai dua, ingin menghindar dan menutup diri di kamar namun aksinya tidak berhasil. Alvado persis seperti orang gila sehingga begitu cepat mengejar dan menarik kembali tubuh wanita itu.

"Kau harus masuk penjara, ayo ikut dengan ku!" tubuh Elys terseret melewati anak tangga begitu saja, ia memberontak namun tak kuasa lagi pegangan tangan pria itu semakin erat sehingga begitu enteng tubuh Elys terhempas masuk kedalam mobilnya.

" Aku mohon jangan lakukan ini Valdo, aku minta maaf sepertinya aku khilaf, " ia panik dan takut, membayangkan kantor polisi ia hampir saja pipis di celana. Sebelum ia berbuat pikirannya tidak sampai tertuju kepada Alvado yang ternyata sangat pendendam. Elys pikir saat menyerang Yuki semua akan berlalu begitu saja namun kenyataannya salah, akibat ulahnya ia mendapat karma.

"Minta maaf kata mu, kau pikir dengan maaf mu Yuki cepat sembuh?"

Plak!

Alvado sedikit ngakak namun masih terlihat emosi, tangannya pun kembali melayangkan tamparan diatas kepala perempuan itu. Kali ini Elys sudah tidak bisa terselamatkan, melihat Alvado yang begitu tegas ia hanya pasrah dan menunggu hukuman selanjutnya.

***

" Alvado mohon tenang, duduk sebentar dan ini minum lah,"

Saat sampai di dalam kantor polisi Alvado masih terbawa emosi sehingga salah seorang dari kepolisian yang merupakan sahabat lamanya dari Sekolah Menengah Atas, ia mencoba menenangkan Alvado agar tidak bertindak lagi kepada Elys. "Kalian harus memberi hukuman yang berat untuk wanita itu Des, kau tau Yuki sampai saat ini masih tidak sadarkan diri!"

Ia meraih botol minumnya dengan kasar dan meneguknya, tatapan matanya mengintimidasi kearah Deswan, berharap sahabatnya ini bisa menangani dan memberi hukuman yang setimpal untuk wanita sialan itu.

"Iyah sabar Do, masalah ini juga harus secepatnya kita selesaikan!" Deswan mengangguk tersenyum sembari mengusap - usap bahu Alvado agar sedikit tenang dan berhenti dengan aksi gilanya.

Drap!

Drap!

Drap!

Langkah kaki terdengar nyaring saat Robert dan Cakra memasuki ruangan kepolisian, mereka juga menyusul saat Alvado memberi kabar tentang penangkapan orang yang menabrak Yuki.

"Om!"

"Ah Deswan,"

Mereka saling menyapa, om Robert yang mengenal Deswan merasa lega saat mengetahui dia yang menangani masalah itu. "Siapa pelakunya?" tanya Robert menatap Deswan juga Alvado secara bergantian, matanya memandang sekeliling namun disana ia hanya menemukan seorang wanita dengan penampilan yang sangat menyedihkan.

"Wanita ini om, kita masih tidak tau motif kejadiannya mungkin setelah ini kami akan mengambil keterangannya," Deswan menyahut seraya menunjuk kearah seseorang wanita, dahi Cakra mengerut saat baru menyadari jika wanita itu adalah Elys.

"Elys?" beberapa pasang mata serentak menatap kearah Cakra, apa lagi Valdo dan Robert mereka bingung kepada nya ternyata ia mengenali Elys. "Apa kau mengenalnya?" Valdo membuka suara dengan tatapan tajam kearah Cakra. "Yah, tapi tidak terlalu akrab!" Cakra mengangguk namun pikirannya penuh dengan tanda tanya besar, atas dasar apa Elys melukai Yuki?

"Cakra, aku mohon tolong aku!" kali ini Elys berharap ia mendapat pertolongan, wajahnya yang menyedihkan ia tunjukan kepada Cakra saat pria itu menatapnya. "Aku rasa kau pantas menerima hukuman Elys, siapa pun disini tidak akan menolong mu!" Cakra mana peduli dengannya, apa lagi memberi pertolongan hatinya tidak tergerak kasihan sedikit pun.

"Dasar wanita gila!" mendengar nya, emosi Alvado kembali memuncak ia berdiri dari duduknya hendak memberi pelajaran lagi kepada wanita itu. "Alvado, kau harus sabar!" tangan Deswan sigap menahannya dan mendudukannya kembali, dari dulu sahabatnya ini memang sangat emosional sekali ia bertindak sama sekali tidak memberi ampun lagi.

Benar-benar sudah tidak menahan emosi lagi sehingga Alvado segera menyuruh Deswan dan polisi lainnya agar Elys segera di proses, hatinya masih tidak tenang jika ia tidak mendengar sebesar apa hukuman yang akan di terima Elys atas perbuatannya.

***

"Valdo siapa wanita itu sebenarnya?"

Kini Robert, Alvado dan Cakra tengah berada di sebuah Rumah Sakit tempat Yuki dirawat, mereka tampak lelah setelah pulang dari kantor polisi. Hati mereka sangat tenang sebab Elys diberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

"Wanita gila yang sengaja mencelakai Yuki Pah!" jawab Alvado menyandarkan punggungnya sambil memijit pelipisnya, kali ini baru ada kelegaan di hatinya setelah Elys diproses. "Atas dasar apa Do, apa mereka punya masalah?" Robert sedikit menyelidikinya, karena dari gerak gerik Alvado ia seperti menyimpan kebohongan.

"Maafkan aku Pah, ini semua salahku,,," ia menggantung ucapannya seraya menatap Cakra seperti sedang menunggu penjelasan darinya. " Maksud mu apa Do, kenapa malah ini salah mu?" om Robert mengerutkan dahinya, semakin bingung dengan ucapan anak laki-lakinya itu. "Wanita itu selingkuhan ku yang diketahui Yuki dalam beberapa bulan yang lalu, mungkin ia dendam karena Yuki menamparnya," kata nya dengan lesu, menghela nafas panjang sembari menundukan kepala. Valdo pasrah jika saat ini om Robert kembali memarahi dan menyalahkannya.

Cakra sedikit tersentak kaget, ternyata selama ini lagi Elys bermain gila kepada kakaknya Yuki. Sungguh miris kehidupan wanita itu. "Astaga, jadi kau yang menjadi dalang dari semua ini? Alvado Papah kecewa padamu!" pikiran pria paruh baya itu kembali teringat dimana saat Yuki menjelaskan semua perbuatan bejat kakaknya, sangat kecewa bahkan ia memaki dalam hati karena di balik ulah Valdo anak gadisnya yang menjadi sasaran.

"Valdo minta maaf Pah?" wajahnya sangat menyedihkan, seakan baru menyesali semuanya. Berlutut di depan Robert sambil menggenggam kedua tangan dan terisak tangis disana. Cakra yang menyaksikan semua itu ikut terharu, dari pandangan mata Alvado sungguh-sungguh pria itu sangat menyesal. Mungkin ini semua terjadi dalam hidupnya karena pengaruh Elys, wanita itu sangat licik begitu mudah baginya mencari pria sebagai mangsanya.

Robert membuang nafasnya kasar sembari memalingkan wajah kearah lain, perlahan tangannya menepis tangan Alvado lalu berdiri dari duduknya. "Percuma jika kau minta maaf, lihat lah adikmu terbaring tidak sadarkan diri sekarang. Papah harap kau harus belajar dari kesalahanmu agar tidak terulang kembali," Om Robert berdiri merapikan kembali kemejanya dengan pandangan kearah Cakra, tampak pemuda tampan itu hanya diam membisu menyaksikan keduanya.

"Cakra, apa kau ingin pulang?"

"Ohh i-iyah om, sepertinya aku juga harus pulang sekarang," ia tersentak dan lagi-lagi menjawabnya dengan gugup, tampaknya ia tersenyum kikuk sambil menggaruk tekuknya. "Ya udah, kalau begitu ayo!" Robert tersenyum kecut, tanpa memperdulikan Alvado yang masih berlutut di lantai ia melangkah keluar bersama Cakra meninggalkan ruangan rumah sakit itu.

Alvado mengangkat wajahnya, menatap sendu punggung Papahnya yang tanpa perasaan sedikit pun meninggalkannya di sana. Ia menghela nafasnya panjang lalu beranjak memasuki ruang rawat Yuki.

...****************...

BERSAMBUNG...

1
Qaisaa Nazarudin
Aku pikir ini tadi bunyi motor, Ternyata bunyi tinju ya..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Selingkuhan Valdo dan Mantannya Cakra..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Tadi aja sok soan jual mahal,Di cium aja udah meleleh..
🌺Bunga_Ros⁹⁷
/Heart/
Castello96
baguss mulai.mampir❤️❤️👍👍
🌺Bunga_Ros⁹⁷: Thank you so much😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!