NovelToon NovelToon
Our Love Story

Our Love Story

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: D'wie

S.1.

Cinta bertepuk sebelah tangan ternyata memang amat sangat menyakitkan. Hal inilah yang Vanilla rasakan. Karena kecewa yang tak terperi, akhirnya membuat Vanilla memilih pergi. Di saat Vanilla menghilang, barulah Sky menyadari akan arti kehilangan. Mampukah Sky meraih kembali belahan jiwanya, sementara ia tahu Vanilla sudah memiliki pasangan bahkan sudah akan menikah.

S.2
Kecelakaan yang menimpa calon pengantinnya membuat Thierry memaksa Earth, si penabrak menjadi pengantin pengganti dan mengandung anaknya. Sikap Thierry yang dingin perlahan menghangat saat mengetahui Earth mengandung, tetapi perubahan itu ternyata hanya sementara. Semua berubah saat Helen akhirnya sadar dari koma. Semua masalah semakin rumit. Hingga suatu peristiwa tak terduga terjadi membuat Earth akhirnya memilih pergi jauh dengan membawa kedua anak kembarnya.

Akankah mereka kembali dipertemukan dan akankah Earth mampu memaafkan kesalahan Thierry?

Sekuel Benih Sang Cassanova

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Thirty Four (Earth 6)

Sekeluarnya dari bandara, seorang sopir pribadi yang diutus khusus sang ayah langsung menyambut kedatangan Earth sambil membungkukkan sedikit tubuhnya. Earth mengangguk dengan elegan kemudian menyerahkan mini koper miliknya kepada sang sopir.

Melihat bagaimana Earth disambut tidak menimbulkan pertanyaan apa-apa di benak Thierry. Ia masih bersikap tenang sebab memang sebelum berangkat mereka sudah merancang apa yang akan mereka katakan nanti.

Yah, Earth yang tidak ingin membuat orang tuanya bersedih apalagi kecewa pun merangkai cerita. Bukan bermaksud berbohong, Earth hanya ingin semuanya tetap baik-baik saja. Tak ingin membuat keluarganya terbebani dengan apa yang ia alami.

Thierry diam-diam melirik Earth yang tampak begitu tenang. Sepanjang perjalanan, Earth melemparkan pandangannya ke arah luar jendela.

Tak lama kemudian, mobil yang ditumpangi Earth dan Thierry telah tiba di depan sebuah gerbang yang begitu tinggi menjulang. Gerbang berwarna coklat keemasan itupun terbuka secara otomatis saat mobil telah tepat berada di depan gerbang. Adanya sensor pengenalan mobil otomatis membuat pintu gerbang terbuka secara otomatis saat mobil-mobil milik penghuni mansion tersebut berada tepat di depannya.

Dahi Thierry mengernyit saat melihat gerbang tinggi menjulang itu terbuka. Ia bisa melihat kalau pemilik hunian tersebut bukanlah orang biasa. Apalagi saat mobil dibawa masuk ke dalam sana, melewati jalan yang dibuat khusus untuk para penghuninya. Di tepi jalanan di tumbuhi pohon-pohon rindang yang memperasri pemandangan.

Thierry pikir, jalan menuju kediaman Earth hanya beberapa meter saja, tapi nyatanya, ternyata mereka butuh waktu beberapa menit untuk mencapainya.

Dari dalam mobil, Thierry bisa melihat sebuah bangunan super megah. Mata Thierry sedikit terbelalak hingga akhirnya mobil itu berhenti di dekat air mancur. Sang sopir pun keluar dan membukakan pintu untuk Earth disusul Thierry.

Sebenarnya sang sopir penasaran, siapa laki-laki yang dibawa Earth. Setahunnya selama bekerja di kediaman Sanches, baru satu kali Earth membawa laki-laki ke sana. Dia adalah Leonard, sahabat Earth.

Matanya makin membelalak saat melihat Thierry meraih pinggang Earth sambil melangkah ke dalam mansion.

Sementara itu, setelah melihat mansion orang tua Earth membuat Thierry bertanya-tanya, siapa Earth sebenarnya?

"Selamat datang, Nona," ujar kepala pelayan yang menyambut kedatangan Earth.

"Bibi Mey," sapa Earth seraya tersenyum. "Mommy dimana, Bi?"

"Masam ada di dapur, Nona. Nyonya sedang menyiapkan makan malam istimewa untuk menyambut kepulangan Nona," ungkap bibi Mey membuat Earth tertawa renyah.

"Mommy terlalu berlebihan."

Bibi Mey ikut tertawa. Tapi begitulah sang nyonya, ia memang selalu memanjakan keluarganya itu. Hal itulah yang membuat semua keluarga menyayanginya.

Shenina selalu melakukan yang terbaik untuk keluarganya. Berkaca dari masa lalunya yang menyedihkan membuatnya ingin membahagiakan anak dan suaminya. Ia merasa begitu beruntung memiliki Rainero sebagai pasangannya. Semenjak menikah, hidupnya berubah 180°. Tak ada lagi Shenina yang malang. Yang ada hanya Shenina yang beruntung.

Saat Earth hendak melangkah masuk ke mansion, bibi Mey menatap bingung ke sisi kanan Earth. Earth yang sadar ke mana arah pandang di bibi Mey pun mengulas senyum seraya memperkenalkan Thierry pada Bibi Mey.

"Bi, perkenalkan dia Thierry. Dia ... Nanti bibi juga tahu. Kami masuk dulu!"

Thierry mengangguk sekilas pada Bibi Mey. Bibi Mey pun sedikit membungkukkan badannya.

"Apa itu pacar nona Earth? Tampan. Mereka terlihat begitu serasi," gumam Bibi Mey yang mengira Thierry merupakan kekasih Earth.

Earth pun mengajak Thierry menyusuri mansion.

"Dia tadi kepala pelayan di mansion ini," konfirmasi Earth agar Thierry tidak kebingungan.

Tanpa banyak bicara, Thierry mengangguk pelan.

Tak lama kemudian, Earth pun telah tiba di dapur. Melihat sang ibu sedang sibuk menyiapkan makan malam, Earth pun segera memeluk tubuh Shenina dari belakang.

"Earth," tebak Shenina.

"Ck, selalu saja ketahuan. Padahal aku sudah diam-diam."

Shenina terkekeh, ia kemudian membalikkan badannya dan memeluk Earth.

"Kau itu putri mommy. Bahkan kalaupun mata mommy ditutup, mommy tetap akan bisa mengenalimu."

Earth terkekeh.

"Daddy mana, Mom?"

Daddy sedang mandi. A

Mungkin sebentar lagi turun.

"Apa mommy sudah memberitahu Sky akan kedatanganku?"

Shenina mengangguk, "mereka tadi juga sudah di jalan."

Lalu Shenina melirik Thierry yang tampak berdiri tenang. Namun dalam hatinya sebenarnya gugup bukan main.

"Earth, kau membawa kekasihmu?" goda Shenina yang juga berpikir Thierry adalah kekasih Earth.

Baru saja Thierry melangkah maju untuk memperkenalkan diri, tipe-tipe Sherina merasakan aroma gosong dari belakangnya.

"Astaga, mommy hampir lupa!" Shenina segera membalikkan badannya. Sambil memeriksa masakannya, Shenina meminta Earth dan Thierry ruang keluarga sambil menunggu kedatangan Sky dan Vanilla.

Saat berada di ruang keluarga, Sky dan Vanilla pun datang bersamaan dengan Rainero yang keluar dari lift. Melihat Earth, Vanilla pun segera berlari hendak memeluk Earth, tapi dengan cepat Sky menahan tubuh Vanilla dari belakang.

"Sayang, jangan berlarian!" sergah Sky membuat Earth memutar bola matanya. Ia pikir Sky terlalu berlebihan, tetapi setelah mengetahui alasannya Ia pun menganggapnya wajar.

"Sky, aku hanya ingin ... "

"Aku Earth. Tapi ingat, kau sedang hamil saat ini jadi jangan berlarian."

"Astaga, maaf! Aku lupa." Vanilla terkekeh. Padahal dirinya yang sedang hamil tetapi justru Sky lah yang selalu mengingatkannya.

"You're pregnant, right?"

Vanilla mengangguk. Earth pun segera berdiri dan memeluk Vanilla dengan senyum merekah.

"Wow, ternyata tembakkan mu sangat jitu, Sky!" goda Earth membuat Sky tersenyum bangga.

"Wajar saja siapa dulu daddy nya. Kalian tahu, kalian pun jadi hanya dalam satu kali tembakan. Satu tembakan jadi dua anak daddy yang tampan dan cantik. Jadi, siapa yang lebih jitu?" timpal Rainero membuat Earth, Vanilla, dan Sky terkekeh.

"Oh, ya?" goda Earth.

"Kau tidak mempercayai kata-kata Daddy mu ini?"

"Percaya. Percaya. Selain mommy, daddy adalah orang yang paling aku percayai di dunia ini," ungkap Earth yang langsung beralih memeluk sang ayah.

"Kau terlalu membanggakan dirimu, Sayang. Harus kau ingat, semua bisa terjadi karena aku yang menjadi istrimu." Shenina mengingatkan Rainero akan masa lalunya. Rainero pun tersenyum lebar. Ia memang takkan melupakan itu. Berkat malam panas yang ia lewati tanpa sengaja itulah, ia akhirnya bisa memiliki buah hati pun menemukan cinta sejatinya.

"Ya, ya, ya, kau memang yang terbaik sweet heart," ucap Rainero.

Shenina kembali sadar ada sosok yang sejak tadi memperhatikan mereka.

"Oh ya, Dad, lihat, sepertinya putri kita sudah menemukan pujaan hatinya."

Semua mata kini mengikuti arah pandang Shenina.

Earth yang paham pun membawa Thierry mendekat ke arah kedua orang tuanya.

"Mom, Dad, perkenalkan, dia Thierry. Dia ... Suamiku."

"APA???" seru semua orang kompak. Tampak sekali raut keterkejutan di wajah mereka.

"Kau jangan bercanda, Earth! Ini tidak lucu," ketus Sky. Kentara sekali ia kesal kalau memang apa yang Earth katakan itu benar. Bagaimana bisa Earth menikah tanpa sepengetahuan keluarganya.

"Sky!" sergah Shenina agar Sky bisa mengontrol emosinya. "Ayo, kita duduk dulu!"

Waktu makan malam sekitar 15 menit lagi. Semua menu telah selesai dimasak. Masalah penataan, Shenina serahkan kepada Bibi Mey. Jadi mereka bisa mengorek sedikit informasi mengenai apa yang barusan Earth katakan.

"Maafkan aku paman, bibi, karena aku sudah menikahi Earth tanpa izin maupun sepengetahuan kalian. Semua terlalu tiba-tiba. Aku sudah mengenal Earth sejak senior high school. Setelah tamat, kami kehilangan komunikasi. Dan beberapa bulan yang lalu, kami kembali dipertemukan. Aku yang terlanjur jatuh hati pun memaksa Earth agar mau segera menikah denganku. Aku hanya tidak ingin kembali terpisahkan dengan Earth. Aku mohon, paman dan bibi dapat memaafkan tindakan gegabah ku itu."

Thierry mengatakan itu dengan ekspresi yang begitu meyakinkan. Ia bahkan membungkukkan tubuhnya menunjukkan permohonan maafnya yang mendalam.

Earth yang melihat akting Thierry mencibir dalam hati. Betapa suaminya itu pandai sekali berakting.

Rainero mengalihkan tatapannya pada Earth yang sebenarnya gugup bukan main. Namun Earth yang memang pandai mengontrol ekspresinya justru terlihat tenang.

"Earth, benar apa yang laki-laki itu katakan? Kau bukannya dipaksa atau diancam menikah dengannya?"

Bagaimanapun, Rainero merasa ini terlalu tiba-tiba. Ia masih belum percaya dengan apa yang putrinya dan laki-laki itu katakan.

"Apa yang Thierry ucapkan benar, Dad. Dia memang sedikit memaksa, tapi bukan memaksa dengan ancaman. Sebab sebenarnya aku pun sudah sejak lama menyukainya. Dia memaksa sebab aku belum ingin menikah. Tapi Thierry yang tidak ingin kehilanganku lagi terus membujukku hingga akhirnya aku pun setuju. Aku mohon maafkan kami mom, Dad."

Rainero dan Shenina menghela nafasnya. Jujur mereka kecewa dengan keputusan yang Earth ambil tiba-tiba dan tanpa sepengetahuan mereka. Tapi sebagai orang tua mereka hanya bisa memasrahkan keputusan sang anak. Anak-anaknya sudah dewasa. Ia yakin, setiap keputusan yang diambil pasti sudah melalui berbagai pertimbangan. Mereka hanya berharap keputusan yang mereka ambil itu merupakan keputusan yang terbaik.

"Jujur, daddy kecewa karena kau menikah secara tiba-tiba seperti ini. Tapi kau sudah dewasa. Mommy dan Daddy tidak bisa menentang keputusan kalian. Namun ... " Rainero lantas mengalihkan pandangannya pada Thierry yang kini sudah kembali duduk di samping Earth. "Kau ... " Rainero menunjuk pada Thierry. "Aku harap kau menjaga Earth dengan baik. Sekali saja kau mencoba mempermainkan apalagi menyakitinya, maka aku akan membuatmu menyesal," ucap Rainero dengan nada mengancam.

Jam makan malam tiba, Shenina pun meminta semuanya agar segera menuju meja makan. Sejak tadi hingga makan malam berlangsung, Sky tampak diam. Sesekali ia menatap tajam Thierry.

Hingga saat jam makan malam selesai dan Shenina meminta anak-anaknya beristirahat di kamar masing-masing. Kamar Earth dan kamar Sky berada di lantai yang sama. Sekeluarnya dari lift, dengan cepat Sky meringsek tubuh Thierry ke dinding membuat Earth dan Vanilla memekik tertahan.

"Kau ... aku harap semua yang kau katakan tadi sebuah kejujuran. Kalau sampai kau menyakiti saudari kembarku, aku takkan tinggal diam. Aku pasti akan menghancurkan mu. Ingat itu!"

Bugh ...

"Itu hadiah karena sudah menikahi saudariku tanpa izin kami, keluarganya!"

Setelah memberikan satu bogem mentah ke rahang kiri Thierry, Sky pun segera berlalu sambil menggandeng Vanilla hingga ia pun menghilang masuk ke kamarnya.

"Thierry, kau tidak apa-apa?" tanya Earth khawatir.

Ingin rasanya Thierry mengumpati Sky atau melampiaskan kekesalannya pada Earth. Tapi Thierry sadar, ini bukan waktu yang tepat. Ia pun menghela nafasnya untuk menetralkan kekesalannya.

...***...

...HAPPY READING ❤️❤️❤️...

1
hana
baca perjuangan sky kok jadi inget ceritanya mark yang gabut kerja jadi sopir 🤣
tiar rosmawati
/Cry/
tris tanto
pintu kali ceklek
Muslika
tor g ada karya baru lagi kah
Siti Nurjanah
pasti leon di kasih obat perangsang
Siti Nurjanah
para orang tua lg ngeprank anaknya
Siti Nurjanah
pasti orang suruhan reinero yg menculik Ernest
Siti Nurjanah
sebenarnya ada apa antara claudy dan leon?
Siti Nurjanah
apa yg menghubungi helen itu ernest?
Siti Nurjanah
wah siap " itu si ikan teri ma si helen
Siti Nurjanah
si ikan teri egois.
Siti Nurjanah
aaah untung eart luhat si ikan teri itu dgn kepala nya sendiri jalau dia itu masih cinta ma pacarnya . ayo eart kamu pergi aja dgn anakmu itu
Siti Nurjanah
biarkan sja itu ikan teri bingung sendiri. enak aja main kabur demi pacar yg gak jelas . yg sah aja malah diabaikan bahkan baru hamil
Siti Nurjanah
helen siuman kah?
Siti Nurjanah
hamil kali di earth
Siti Nurjanah
wah siap siap sky cepat ikut i Henry
Siti Nurjanah
itu kan suami mada kecilmu vanilla
Siti Nurjanah
ayo sky cepat selidiki henry dan hanny sebelum terlambat
Siti Nurjanah
itu pasti sky lg menyamar
Siti Nurjanah
pergi aja vanilla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!