[Selamat tuan, anda berhasil menyelesaikan tugas]
[Anda menerima 100 poin dan uang tunai yang langsung masuk ke rekening anda]
[Sebagai bonus anda menerima uang 500.000 karena telah menyelesaikan misi kurang dari waktu yang ditentukan]
"Haah.. Apa ini?" Julian terkejut, apakah ia baru saja menyelesaikan tugas dari aplikasi aneh yang ada di ponselnya itu.
Julian yang penasaran segera memeriksa mobile banking yang ada di ponselnya dan benar saja ternyata nominal uang di rekeningnya telah bertambah. Julian sedikit bingung, bagaimana aplikasi ini bisa tau nomor rekeningnya.
Privilege App System, Aplikasi aneh yang tiba-tiba muncul di ponselnya membuat Julian yang penasaran dan semakin tertarik untuk mencoba.
Akankah aplikasi ini dapat mengubah kehidupannya yang malang….
Simak terus kisahnya hanya di sini !
Jangan lupa tinggalkan like dan komen ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zarans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
One Night St4nd
[Tuan, Tugas Khusus akan segera upgrade menjadi tugas terbatas seperti sebelumnya]
[Segera terima untuk hadiah yang lebih besar]
Suara Rabbit membuat Julian semakin bersemangat, sekilas ia menoleh ke arah meja tempat dimana Alex dan yang lainnya berada untuk memastikan langkah yang akan ia ambil.
"Ayo." Julian tersenyum sambil membantu Azura bangun dari kursinya.
Julian merangkul Azura berjalan dengan sedikit oleng, aroma vanila dari tubuh gadis itu seakan menghipnotis Julian untuk lebih dekat lagi dengannya.
...🍀🍀🍀...
Julian menatap gadis yang sedang tertidur lelap dalam pelukannya, ini pertama kalinya dalam hidup ia melakukan ini dalam keadaan sadar, benar-benar sadar.
Setiap step yang ia lakukan semalam benar-benar terekam dalam memorinya, layaknya gayung bersambut Azura pun merespon semuanya dengan baik membuat Julian sangat menikmatinya.
Detak jantung Julian berdegup kencang, ia sudah memutuskan langkah apa yang akan ia lakukan saat gadis ini nanti terbangun.
Wajah tenang sang gadis membuat Julian merasa seperti terhipnotis. Setiap lekukan wajahnya terlihat sangat cantik, hidung, mata bahkan bibirnya membuat si joni kembali terbangun hanya dengan menatap gadis ini.
Julian pun memilih untuk mandi sambil mencoba untuk menenangkan si joni yang sudah kegerahan. Ternyata benar kata orang, kalau sudah sekali memainkan joni maka itu akan membuat terus ketagihan.
Setelah selesai dengan ritual mandinya Julian keluar sambil memantapkan hatinya, ia sedikit grogi untuk berhadapan dengan Azura yang pasti sudah bangun.
"Kemana gadis itu?" Julian memandang ke sekeliling kamar.
Gadis itu sudah pergi, tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Hati Julian seakan terasa ngilu, ia ditinggalkan sendiri tanpa kejelasan tentang hubungan mereka.
"Ternyata begini perasaan pangeran saat cinderella pergi begitu saja," lirih Julian sambil mencari ponselnya.
Banyak panggilan masuk dari Alex semalam, ia memunguti pakaiannya satu persatu dan segera memakainya.
Julian kembali merebahkan tubuhnya, ia bertanya-tanya kenapa gadis itu pergi begitu saja. Bukankah seharusnya atau setidaknya dia berpamitan terlebih dahulu, atau memang begini cara mainnya.
[Selamat tuan, anda berhasil menyelesaikan tugas khusus]
[Anda menerima 5000 poin dan uang tunai sebesar tiga ratus juta yang langsung masuk ke rekening anda]
[Sebagai bonus anda menerima uang lima seratus juta karena telah menyelesaikan misi kurang dari waktu yang ditentukan]
[Selamat anda berhasil menyelesaikan tugas acak]
[Anda berhasil melakukan skinship dengan lawan jenis dan menerima 3000 poin serta uang tunai sebesar lima puluh juta yang langsung masuk ke rekening anda]
[Selamat anda menyelesaikan tugas terbatas]
[Anda menerima 10.000 poin dan uang tunai sebesar delapan ratus juta yang langsung masuk ke rekening anda]
[Sebagai bonus anda menerima uang lima puluh juta karena telah menyelesaikan tugas ini]
Beberapa notifikasi muncul melalui hologram yang terpampang di hadapan Julian, ia bisa langsung mendapatkan banyak tugas dengan satu target.
Waktu masih menunjukan pukul 06.30 pagi, Julian segera bergegas pulang. Nanti siang, ia sudah ada janji dengan Lucas untuk mencoba beberapa resep yang telah dibuatnya.
Julian duduk di dalam taksi menuju ke apartemennya, ini pertama kalinya Julian duduk di dalam taksi tanpa harus mencemaskan nominal angka yang tertera di argo taksi yang sedang ia naiki.
Julian tiba di depan apartemennya dan mendapati Alex yang berdiri di sana dengan wajah curiga.
Setelah pintu terbuka, kicauan Alex menggema di seluruh ruangan. Ia terus mengungkit kelakuan Julian yang menghilang begitu saja dan tak bisa dihubungi.
"Jadi begini.. Aku bertemu dengan seorang perempuan, kami berkenalan. kemudian dia mengajakku tidur. Namun.. " ujar Julian mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
Alex tercengang setelah mendengar cerita yang terlontar dari mulut sahabatnya itu. Alex sudah cukup familiar dengan apa yang terjadi.
Namun, saat itu keluar dari mulut Julian yang selama ini terkenal naif, lugu dan sangat bersahaja membuat ia seperti sedang bermimpi.
"Apa ini mimpi?" Alex menampar Julian cukup kuat.
"Apa yang kamu lakukan!" protes Julian kesal.
"Aku hanya ingin memastikan jika ini nyata," ujar Alex tertawa.
"Itu istilahnya one night stand, biasa dilakuin sama yang mau mau aja," jelas Alex singkat sambil menatap Julian nakal.
Julian mengangguk mengerti, ia sering mengenal istilah seperti itu. Alex mengingatkan agar Julian tidak terlalu sering bermain dengan orang yang tidak dikenal, karena itu cukup berbahaya.
Seakan paham, Julian kembali mengangguk. Rabbit pernah mengatakan jika sistem telah menyeleksi target dengan baik, sehingga ia tak perlu khawatir tentang itu.
"Jadi, bagaimana rasanya? Apa gadis itu cantik?" tanya Alex penasaran.
"Heum.. Aku malah berencana ingin mengajaknya berkencan saat ia bangun. Tapi dia malah menghilang," jelas Julian sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Haah, pantas saja susah dihubungi. Lagi buka bungkus hahaha," ejek Alex sambil berjalan masuk ke kamar Julian.
Bersambung..
"Menyala Abangkuhh"
"yang bener aje, Rugi dong? "