Li Chen, Lelaki Jenius dalam Bidang Beladiri mengakhiri hidupnya karena pelatihannya tersendat dan tertahan selama 5 tahun.
Roh nya berpindah ke Tubuh Sampah di dunia lain.
Dengan Bantuan System, bisakah dia menguasai dunia ini?
-----
Tahapan Kultivasi:
Fana:
•> Pembersihan
•> Pemurnian
•> Kondensasi Qi
•> Transformasi
•> Kesengsaraan
•> Kaisar
•> Jiwa
•> Nirwana
•> Half Way Saint
------
Adept:
•> Saint
•> Holy Saint
•> Monarch
•> Holy Monarch
•> Soul Separation
•> Perfect Soul
•> Nihility
•> Creation
•> Half Way Immortal
------
Immortal:
•> Earth Immortal
•> Sky Immortal
•> Golden Immortal
•> Profound Immortal
•> Immortal King
•> Immortal Emperor
•Half Way God
-----
Dewa (Awal):
•>Dewa Putih
•>Dewa Kuning
•>Dewa Biru
•>Dewa Merah
Dewa (Jendral):
•> Dewa Perunggu
•> Dewa Perak
•> Dewa Emas
•> Dewa Giok
•> Dewa Puncak ( Dewa Api, Dewa Air, Dewa Kematian,Dewi Kehidupan,dll.)
Dewa (Kaisar):
•> Kaisar Dewa
•> Kaisar Langit
•> Sang Maha Dewa
-------------------
Contoh:
•> Half Way Saint Awal, Menengah, Puncak
•> Mulai tahapan Saint, dibagi 4 tingkat:
- Awal
- Menengah
- Akhir
- Puncak
•> Mulai tahapan Dewa, tingkatannya dibagi menjadi 100, contoh:
•> Dewa Kuning tingkat 100
•> Sang Maha Dewa tingkat 100
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon czaesar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34. Arc Pertandingan Dua Belas Benua (8)
Setelah dia keluar dari kamar Mo Feng, dia pun mulai mencoba berkomunikasi dengan Shen Tong yamg berada di Ruang Kehidupan Sistem.
"Oi, Ku bisa mendengarku?" tanya Xu Yuan dari dunia asli
"Ada apa tuan? Aku baru saja bangun dari tidurku." ucapnya sambil menguap.
"Salah satu dari saudaraku membangkitkan Bloodline Naga." ucapnya serius
"Bloodline!?! Kalian kan masihlah bocah yang berumur tidak lebih dari 18 tahun! Apakah hal itu mungkin?" tanya Shen Tong.
Xu Yuan yang tak terima dengan apa yang dikatakan Naga bawahan nya pun langsung pergi menuju Ruang Kehidupan nya walaupun harus mengorbankan jutaan Poin Tukar, dan saat dia sampai di Ruang Kehidupan nya, dia memancarkan aura keadilan dan aura kesucian.
"Ini!?! Aura ini!?! Raja Naga Cahaya?" batinnya kaget
Dan setelah Li Chen sampai di Ruang Kehidupan, dia melesat ke depan Shen Tong.
"Naga Cahaya? Apakah ini kau tuan?" ucapnya sambil menitikkan air mata.
"Hoi! Aku ini Li Chen! Bukan Raja Naga kalian yang dulu!" ucapnya sambil mendengus kesal karena dia adalah tipe orang yang tidak suka untuk dibanding-bandingkan.
"Akhirnya, setelah jutaan tahun aku menunggu... Kejayaan Klan Naga akan kembali!" ucapnya terharu
"Tuan!" ucapnya dengan tegas dan kembali serius
"Kau harus mulai mencari para prajurit Naga mu, karena mereka sudah bereinkarnasi dari lama dan mungkin akan menjadi bantuan terbesarmu. Selama mereka sudah membangkitkan Bloodline nya, mereka akan mengakui bahwa kau adalah Tuan mereka."
"Baiklah, selama mereka mengakui ku sebagai Tuan nya, mereka akan berada dalam Kejayaan Abadi." Sesaat setelah itu dia mulai memulihkan Qi nya di ruang kehidupan. Setelah beberapa minggu dia di ruang kehidupan, dia akhirnya kembali ke dunia asli untuk menyelesaikan pertandingannya.
"Sudah berbulan-bulan aku memulihkan Qi ku di ruang kehidupan tetapi masih saja aku hanya bisa menggunakan seperseratus Qi asliku." ucapnya sambil mendengus kesal.
-----
Penonton mulai memenuhi arena, Para Keluarga Bangsawan pun mulai berdatangan. Banyak Tetua Sekte datang jauh-jauh hanya untuk menyaksikan pertandingan ini.
"Hari ini adalah Final dari Pertandingan Dua Belas Benua, antara Hong Li sang jenius yang tiada tanding dari Sekte Agung Suci dan Li Chen sang kuda hitam yang tidak diduga-duga sebelumnya." ucap juri.
"Mulai!"
Hong Li yang tidak ingin berlama-lama langsung mengeluarkan pusaka nya yang merupakan Pedang Spiritual Tingkat Tinggi dan langsung mengeluarkan Jurus tingkat Surgawi nya.
"Teknik Pedang Bawah: Tebasan Petir Surgawi"
Setelah Hong Li mengucapkan jurusnya, mulai muncul Petir dari pedangnya dan mulai menyambar ke Li Chen. Li Chen yang hanya bisa menggunakan Qi Spiritual sedikit pun terpaksa membuat Pelindung Spiritual dengan sisa Qi nya yang sedikit.
Walaupun Li Chen hanya menggunakan sedikit Qi Spiritual, kekuatan Qi Spiritual nya bahkan setara dengan tahapan Saint Puncak. Hanya intensitas Qi nya yang berkurang dari sebelumnya.
"Ini!?! Bagaimana Mungkin? Bahkan Tetua di Sekte harus terbaring beberapa bulan untuk memulihkan diri setelah terkena jurus tersebut." Batin Hong Li yang mulai cemas.
Hong Li pun mulai merasa bersemangat sekaligus cemas, dia bersemangat karena bisa melawan orang yang setara dengan nya. Tapi dia merasakan tekanan yang membuat dirinya cemas saat dia melihat sosok Li Chen.
Hong Li pun mulai menyerang membabi buta, padahal sebelumnya Hong Li memiliki julukan "Jenius Yang Sangat Tenang". Karena Hong Li tidak pernah tersulut emosi saat di provokasi musuhnya.
"Hahaha, akhirnya musuh yang sepadan!" teriak Hong Li sambil memakan sebuah Pil berwarna Merah Darah.
"Bagaimana bisa murid seorang Immortal kalah melawan Kultivator Biasa?" pikir Immortal Gu Yan.
"Dia akan menjadi seseorang yang berbahaya di masa depan. Aku harus membunuhnya jika ada kesempatan." batin Gu Yan
Hong Li yang mengonsumsi Pill Darah pun kehilangan kesadaran nya. Matanya mulai memerah, dia mulai menyerang lebih brutal dan membabi buta.
"Dia harus segera dibuat pingsan atau dia akan membahayakan peserta Li Chen" ucap seorang Tetua dari Sekte lain yang tertarik dengan Li Chen.
Sesaat setelah seorang Tetua ingin menyelamatkan Li Chen, Immortal Gu Yan pun mulai mengancam semua tetua yang hadir disana.
"Siapa yang berani!?" ucapnya menekan dengan tenaga dalam.
Li Chen yang merasa harus disudahi dengan cepat pun langsung memberikan pukulan kosong.
"Pukulan Kosong" ucap Li Chen dengan Lantang.
Tangan Hong Li yang terkena pukulan kosong Li Chen pun putus dan membuat Hong Li seketika pingsan.
Immortal Gu Yan yang merasa ada kesempatan untuk membunuh Li Chen pun langsung turun ke arena dan menyerang Li Chen.
"Beraninya kau membuat murid ku seperti ini?! Hari ini adalah hari kematian mu!" ucapnya menggelegar.
Saat serangan dari Immortal Gu Yan mendekatinya, serangan itu ibarat ter netralisir.
"Siapa yang berani!?" ucapnya tak terima karena serangan nya di hilangkan.
Turunlah sang raja dari takhta nya dan mengeluarkan aura keadilan sekaligus Aura Mencekam.
"Ini!?! Guru?" ucap Li Chen
Sang Raja Dua Belas Benua yang tak lain tak bukan adalah guru Li Chen, Wang Chu.
"Hoi Pak Tua! Ternyata kau raja disini. Guru apa yang tak pernah mengajarkan muridnya sesuatu," ucap Li Chen kesal.
"Haishh, aku juga tak ingin jadi Raja bocah. Ini adalah tugas yang harus ku emban."
"Sudahlah, kau kuanggap menang, kembalilah ke Sekte dahulu. Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu." ucap Wang Chu dan setelah itu Li Chen pun langsung pergi untuk kembali ke sekte.
"Nah, sekarang haruskah ku bereskan hal yang ada disini?" ucap Wang Chu dengan aura menekan.