WARNING!!!
- Harap bijak dalam menyikapi cerita ini.
- Cerita ini mengandung kekerasan fisik.
- Terdapat beberapa bagian kata yang terdengar kasar.
Menceritakan seorang gadis bernama Aurora Lexa Antonius yang dibesarkan di keluarga yang cukup berpengaruh. Suatu hari dia di usir oleh keluarganya hanya karna fitnah dari ibu tiri dan saudari tirinya.
Mampukah Aurora membalaskan dendamnya pada mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Avista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekelompok Lalat Kecil
Ia terus berjalan ke arah parkiran mobilnya berada. setelah Aurora sampai, ia pun mulai masuk dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata - rata. ia ingin memperbaiki moodnya terlebih dulu sebelum ia datang ke perusahaan AL group.
Aurora semakin mempercepat laju kendaraannya, ia ingin sekali melampiaskan amarahnya.
Di persimpangan jalan saat Aurora akan membelokkan mobilnya, ternyata sudah ada beberapa mobil yang mengikuti Aurora dari arah belakang.
Aurora yang melihat itu semua pun menyeringai bak iblis karna telah menemukan mangsanya. Aurora melajukan kendaraannya menuju jalan sepi di sekitar daerah itu.
mobil - mobil itu pun mulai menembaki kendaraan Aurora dengan brutal. di samping kiri mobilnya, ia melihat mobil lain yang mencoba untuk menabrak bagian samping mobil Aurora agar jatuh ke dalam jurang yang ada di sebelah kanan nya.
Sebelum itu terjadi, Aurora menancapkan gasnya dengan kecepatan di atas rata - rata. dan semua mobil penguntit itu pun mengikuti mobil Aurora kemana pun ia mengendarai mobilnya.
Akhirnya, ia menghentikan mobilnya secara mendadak sehingga menimbulkan suara decitan yang begitu nyaring. dan terjadilah benda keras yang menabrak bagian belakang mobil Aurora secara berurutan, semua orang yang ada di dalam mobil itu pun mulai keluar satu persatu. dan melangkah kan kakinya ke arah mobil Aurora.
Aurora tetap bersikap tenang tanpa ada guratan ketakutan sama sekali yang terlihat di wajahnya. ia pun tersenyum menyeringai karna ia bisa melampiaskan emosinya pada mereka semua.
Aurora tidak langsung turun dari mobilnya, karna ia sedang mengamati situasi di sana.
" Hei ******, keluar kau!" ucap salah satu pria sambil mengetuk kaca mobil Aurora dengan sangat keras.
Aurora yang mendengar panggilan itu pun, keluar dari dalam mobilnya secara tiba - tiba. dan itu membuat beberapa pria yang ada di sana jatuh terjungkal ke bawah.
Aurora keluar dengan wajah datar dan mata elangnya yang siap memangsa siapa saja yang ada di depannya.
" Wah cantik juga mangsa kita hari ini." ucap salah satu pria yang ada di sana sambil menatap Aurora dengan tatapan penuh nafsu.
" Kau benar, kita harus berterimakasih nanti sama nona muda." ucap pria di sampingnya.
Aurora yang mendengar perkataan pria itu pun menaikkan salah satu alisnya, ia percaya orang yang menyuruh mereka semua adalah orang yang pernah memiliki masalah dengannya.
" Apa mau kalian." ucap Aurora dengan tatapan dinginnya.
" Membawamu ke markas kami, karna bos kami ingin menemui mu." ucap salah satu pria yang ada di sana.
" Kau ingin membawaku? jangan harap." sahut Aurora dengan tersenyum sinis pada mereka semua.
" Seret dia sekarang, dan kita bawa ****** ini ke hadapan bos." ucap pria yang Aurora yakini adalah ketua dari para pria ini.
Mereka semua yang mendengar perintah dari ketua tim mereka pun, melangkahkan kakinya maju ke arah Aurora. Aurora yang memang sangat membutuhkan pelampiasan untuk meredakan amarahnya pun tidak akan menyia - nyiakan kesempatan itu.
Dan tanpa basa basi lagi, ia pun mulai maju ke arah semua orang yang ada di depannya. Aurora menerjang mereka satu persatu dengan tangan kosong, sedangkan mereka ada yang membawa sebuah pistol dan juga pisau kecil. tapi itu tidak akan membuatnya mundur sama sekali.
Bughhh ...
Bruakkk ....
Krakkk ....
Bughhhh ....
Bughhh ...
Bughhh ...
Akhhhh ....
Dor ....
Dorr ....
Aurora pun meliuk - liuk kan tubuhnya ke sana kemari saat tembakan yang mereka pegang keluar dari sarangnya. semua tembakan dan serangan yang mereka berikan pada Aurora, tidak ada satupun yang berhasil melukai tubuhnya.
Aurora terlalu lincah dalam menghindari semua serangan itu. semua orang yang ada di sana merasa geram dengan Aurora.
" Boleh juga kemampuanmu." ucap ketua tim yang ada di sana. Aurora yang mendapat pujian darinya pun hanya tersenyum miring.
Dari arah belakang Aurora, ada yang ingin memukul kepalanya dengan benda keras. tapi sebelum itu terjadi, Aurora sudah membalikkan tubuhnya menghadap pria itu dan menendang nya hingga terlempar beberapa meter dari sana.
Bughhhh ...
Brughhh ....
Akhhhh ...
Bughhh ...
Dor ....
Dor ....
Krakk ...
Aurora pun kembali menyerang mereka satu - persatu orang - orang yang ada di sana. 1 vs 17 orang bagi Aurora itu tidak masalah. ia malah terlihat semangat untuk membabat habis semua orang yang berani mengusik dirinya.
Aurora merebut salah satu pistol yang di pegang oleh mereka dan mulai menembaki semua orang yang berani mengusik ketenangan nya. dan ia hanya menyisakan ketua tim untuk ia interogasi nantinya.
Ketua tim yang melihat pemandangan itu pun hanya bisa membelalakkan matanya. ia tidak menyangka seorang gadis remaja mampu mengalahkan mereka semua hanya dalam kurun waktu 20 menit saja.
Kekuatan Aurora merupakan malapetaka bagi dirinya yang sejak awal memang mengincar Aurora, karna suruhan pemimpin mereka. mereka kira hanya seorang gadis kecil saja, mereka mampu membawanya ke markas. ternyata dirinya terlalu menganggap remeh kemampuan Aurora.
" Kurang ajar kau ****** kecil!" Bentak ketua tim itu yang melihat semua anak buahnya terkapar di atas tanah dengan kondisi yang sangat mengenaskan
sedangkan Aurora yang sekali lagi mendengar perkataan itu pun, tersenyum menyeringai ke arah pria tersebut. membuat pria itu merinding ketakutan hanya dengan melihat senyuman Aurora.
Aurora melangkah maju dengan perlahan ke arah pria itu dengan aura yang cukup mencekam.
" Ja..jangan mendekat, pergi kau dari sini!" ucap pria itu dengan menggigil ketakutan.
Aurora yang melihat reaksi dari pria itu pun semakin bersemangat. Ketua tim yang melihat Aurora semakin dekat dengannya pun mencoba melarikan diri dari hadapan Aurora.
Tapi sebelum ia berhasil kabur, Aurora sudah menembak dirinya tepat di kaki kanannya. membuat dirinya tidak bisa melarikan diri dan hanya bisa jatuh tersungkur di atas tubuh salah satu anak buahnya yang sudah mati mengenaskan.
Aurora berjalan dengan aura mencekam dan tatapan dinginnya. lagi dan lagi, pria itu hanya bisa ketakutan sampai mengeluarkan keringat dingin. saat Aurora sudah sampai di depan pria itu, Aurora pun mensejajarkan tubuhnya dengan pria yang ada di depannya.
" Siapa yang menyuruh mu? dan dari kelompok mafia mana kau." ucap Aurora dengan tatapan dinginnya.
Sedangkan pria itu tidak mungkin menjawabnya. tapi jika ia tetap diam saja kemungkinan nasibnya akan sama dengan rekan - rekannya.
" Am...ampun nona, kami hanya di perintahkan untuk menangkap nona lalu membawanya ke markas saja." ucap pria itu dengan gagap.
" Siapa? jawab atau nyawa mu melayang." ucap Aurora dengan wajah tanpa ekspresi.
Sebelum laki - laki itu menjawabnya, datanglah beberapa mobil mendekat ke arah Aurora. mobil itu pun berhenti tepat di belakang Aurora, sedangkan Aurora tidak perlu membalikkan tubuhnya karna ia sudah tau siapa yang datang.
Orang - orang yang ada di dalam mobil itu pun mulai turun satu - persatu dan menghampiri Aurora.
kmna aja dirimu lma mnghilang????
ada ssuatukah?????mga cpt up lg y.....smnggttt.....😘😘😘
SEMANGAT/Good//Good//Good/✊✊👍👍💪😊