Kiran adalah wanita yang mempunyai wajah jelek, bahkan semua orang menyebutnya dengan sebutan wanita si buruk rupa. Kiran dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pengusaha tampan bernama Viki.
Viki terpaksa menikahi Kiran untuk menyelamatkan perusahaan orangtuanya yang hampir bangkrut.
Kehidupan Kiran sangatlah menderita, hingga suatu saat Kiran memergoki Viki sedang selingkuh dengan wanita lain. Kiran memutuskan untuk bercerai dengan Viki, dan bertekad ingin membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang sudah membuatnya menderita.
Akankah Kiran berhasil membalaskan dendamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34 DESI
Guntur sampai di kediaman Princes, dia langsung masuk dan ternyata semuanya sedang berkumpul kecuali Princes yang tidak ada di sana.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Guntur, kamu sudah kembali," seru Kakek Rahul.
"Iya, Kek."
"Guntur, saya sudah mendengar dari Papa dan saya mengizinkan kamu untuk melatih Princes supaya menjadi anak yang mandiri tapi saya minta sama kamu jangan terlalu keras kepada Princes," seru Daddy Raj.
"Baik, Tuan."
"Oh iya, nanti subuh saya dan istri saya ada perjalanan bisnis ke luar negeri selama satu Minggu, tolong kamu jaga Princes kalau terjadi kenapa-napa dengannya, cepat hubungi saya."
"Baik, Tuan."
"Ya sudah, sekarang kamu boleh istirahat dan kamar kamu tepat berada di samping kamarnya Princes karena kita memang sengaja menempatkan kamar kamu di samping kamar Princes, supaya jika ada apa-apa kepada Princes, kamu bisa mendengarnya," seru Mommy Kiran.
"Siap, Nyonya."
"Silakan kamu istirahat."
"Kalau begitu, saya permisi dulu."
Guntur pun menaiki anak tangga menuju kamar yang akan dia tempati, di saat Guntur melewati kamar Princes ternyata pintunya sedikit terbuka. Guntur menoleh dan terlihat Princes sedang membaca buku.
"Mulai besok tunggu pembalasanku, Nona manja," batin Guntur dengan senyumannya.
Guntur pun masuk ke dalam kamarnya, Guntur celingukan karena di luar ekspektasi kamarnya begitu sangat luas dan mewah.
"Astaga, sekaya apa keluarga Princes sampai-sampai rumahnya pun semegah ini," gumam Guntur.
Guntur membuka lemari untuk menyimpan baju-bajunya dan betapa terkejutnya Guntur saat melihat jas, kaos, dan juga celana lengkap sudah berjejer rapi di dalam lemari itu.
"Ya Allah, banyak sekali apa semua ini untukku?" gumam Guntur.
Guntur sampai tidak percaya dengan semua ini, sungguh keluarga Princes sangat kaya dan wajar saja jika Princes tumbuh menjadi gadis yang manja karena memang dari kecil Princes hidup dengan bergelimpangan harta.
***
Keesokan harinya...
Guntur sudah bangun dan sudah siap dengan baju olahraganya, sedangkan Daddy Raj dan Mommy Kiran sudah berangkat pukul 04.00 subuh tadi menggunakan jet pribadi milik keluarga Sharma.
"Lihat saja bocah manja, mulai hari ini aku yang akan berkuasa," batin Guntur dengan senyumannya.
Guntur keluar dari kamarnya, dia langsung mengetuk pintu kamar Princes tapi sudah beberapa kali Guntur mengetuk pintu, tidak ada sahutan sama sekali.
"Dia tidur apa pingsan? Masa iya aku ketuk-ketuk pintu sekeras ini, dia sama sekali tidak mendengarnya," gumam Guntur.
Guntur kembali mengetuk pintu kamar Princes tapi lagi-lagi tidak ada jawaban sama sekali.
"Maafkan aku, tapi sepertinya aku harus masuk."
Perlahan Guntur membuka pintu kamar Princes dan ternyata tidak dikunci, kamarnya begitu sangat gelap hingga Guntur pun mulai menyalakan lampu.
Terlihat Princes masih bergelung di dalam selimutnya. Dengan senyuman jahilnya, Guntur mengeluarkan priwit dan meniupnya di dekat telinga Princes membuat Princes kaget dan saking kagetnya, Princes sampai terjatuh dari atas ranjang.
Guntur menahan tawanya saat melihat Princes jatuh.
"Aw, siapa sih yang pagi-pagi sudah membunyikan priwit," gerutu Princes.
"Ayo bangun, waktunya olahraga subuh seperti ini sangat bagus untuk berolahraga," seru Guntur.
"Hah, kok kamu ada di kamar aku? Pasti kamu mau melakukan pelecehan ya sama aku?" seru Princes dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.
Guntur menghampiri Princes membuat Princes memundurkan langkahnya.
"Jangan mendekat, atau aku akan berteriak."
"Berteriak lah, tidak akan ada yang mendengarkan teriakanmu."
"Kamu mau apa? Jangan bilang kamu mau melakukan hal yang macam-macam sama aku?"
Guntur berkacak pinggang di hadapan Princes, lalu Guntur memperhatikan penampilan Princes dari atas hingga bawah. Guntur menunjuk-nunjuk kening Princes. "Jangan berpikiran yang terlalu jauh, aku sama sekali tidak tergoda denganmu jadi lebih baik sekarang kamu ganti baju mu dan kita harus olahraga sebelum kamu berangkat ke kampus."
"Idih, kenapa kamu yang jadi nyuruh-nyuruh aku? Memangnya kamu siapa? Kalau sampai Mommy dan Daddy tahu, kamu bisa dipecat," kesal Princes.
"Justru aku disuruh oleh Kakek dan kedua orangtuamu untuk melatih kamu menjadi gadis yang mandiri dan tidak manja lagi."
"Apa?"
"Cepetan ganti bajumu, aku tunggu di tempat gym. Waktu kamu hanya sepuluh menit, kalau sampai lebih dari sepuluh menit, aku akan menghukum mu," seru Guntur.
"Hah..."
Guntur pun melangkahkan kakinya, tapi baru saja sampai di ambang pintu Guntur menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya menoleh ke arah Princes.
"Kamu tidak perlu menutup tubuh kamu karena aku sudah melihatnya, dan ternyata punya kamu sangat kecil jadi aku sama sekali tidak tergoda dengan tubuhmu itu," seru Guntur.
"Apa?"
Guntur dengan cepat keluar dari kamar Princes, sedangkan Princes tampak frustasi dia melempar bantal ke arah pintu.
"Dasar Bodyguard sialan!" teriak Princes dengan wajah yang memerah.
Guntur menunggu Princes di ruangan gym, dengan langkah gontai dan wajah tidak bersahabat Princes pun menghampiri Guntur.
Guntur melihat jam tangannya. "Kamu terlambat lima menit, jadi kamu harus di hukum. Jalan di treadmill ini selama lima belas menit," seru Guntur dingin.
"Apa? Ogah, capek."
"Ayo cepat, lihatlah tubuhmu begitu lembek, lemak di mana-mana."
"Hah."
Princes melihat tubuhnya di depan kaca. "Mana ada lemak, body goal gini di bilang banyak lemak!" sentak Princes.
"Body goal apa? Cepetan lari selama lima belas menit."
"Gak mau."
Guntur sudah sangat kesal, dia mengangkat tubuh Princes dan menaikannya di atas treadmill. Princes ingin turun tapi Guntur dengan cepat menyalakan treadmillnya membuat Princes tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Dasar manusia menyebalkan, awas kamu!" teriak Princes.
Guntur tidak mendengarkan ocehan Princes, hingga lima belas kemudian Guntur menghentikan treadmillnya dan Princes langsung terduduk di lantai dengan keringat yang sudah membasahi seluruh tubuhnya bahkan napasnya ngos-ngosan.
"Baru segitu saja sudah ngos-ngosan, makanya jangan kebanyakan rebahan sekali-kali harus olahraga," seru Guntur.
Princes mendelikan matanya ke arah Guntur. "Kalau sampai tubuhku sakit-sakit, kamu harus tanggung jawab."
"Mana ada habis olahraga badannya sakit-sakit? Jangan manja jadi anak, walaupun kamu punya segalanya dan bisa membeli apa pun yang kamu mau, tapi kamu jangan berpangku tangan saja karena nasib seseorang itu tidak ada yang tahu kali aja besok kamu jatuh miskin, apa yang akan kamu lakukan?"
"Kamu mendo'akan keluargaku jatuh miskin?" sentak Princes.
"Bukanya mendo'akan tapi hanya memperingatkan saja, buat apa punya wajah cantik kalau tidak bisa apa-apa. Wanita itu harus bisa mengurus suami biar suamimu kelak bahagia."
Princes semakin kesal dengan ucapan Guntur, dia pun bangkit dari duduknya hendak pergi tapi tiba-tiba kakinya kram membuat Princes kembali terduduk.
"Aw..."
"Kenapa?" tanya Guntur.
"Kakiku kram."
Guntur berjongkok di hadapan Princes dan memeriksa kaki Princes.
"Tahan sedikit, lemaskan kakimu."
Guntur mulai memijat pelan kaki Princes.
"Aw sakit, pelan-pelan!" bentak Princes.
"Diam, jangan banyak protes."
Princes mencoba diam dan menahan rasa sakit.
"Sudah, coba kamu gerakan kaki kamu."
Princes pun menggerakkan kakinya dan ternyata sudah tidak sakit lagi.
"Bagaimana, masih sakit?"
Princes bukanya menjawab, dia justru kembali mendelikan matanya kepada Guntur dan pergi meninggalkan Guntur.
"Dasar bocah tengil, bukanya bilang terima kasih malah kaya gitu," kesal Guntur.
Princes dan Guntur pun masuk ke dalam kamar masing-masing untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap pergi ke kampus.