Aira Khoirunnisa merasa jadi wanita paling beruntung di dunia ini. Memiliki suami yang begitu menyayangi dan memanjakannya bahkan juga peduli dengan keluarganya. Akan tetapi, semua berubah saat ia menemukan kenyataan bahwa sang suami ternyata terlibat affair dengan atasannya.
"Kenapa kamu tega melakukan semua ini padaku mas? Dimana janji setia yang kau ucapkan waktu itu? Aku benar-benar kecewa sama kamu!"
"Aku melakukan semua ini juga demi kamu Aira! Apa kau tau semua perhiasan, barang-barang branded, biaya pengobatan Bapak serta biaya kuliah adikmu itu asalnya dari mana? Kamu juga menikmatinya bukan?" Arya berdalih.
Akankah Aira tetap bertahan ataukah dia memilih meninggalkan suami yang telah mengangkat harkat, derajat serta martabat keluarganya? Ikuti kisahnya ya..Selamat membaca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Aira masuk kedalam kosan dengan hati yang masih dongkol. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa Lani jatuh cinta pada pria brengsek seperti Je Pe? Dari sikapnya saja Aira sudah bisa menyimpulkan jika pria itu pastilah seorang casanova.
Ingin sekali rasanya Aira membongkar kebobrokan Je Pe pada sahabatnya.Namun, benar juga kata pria brengsek itu. Jika dia menuduh tanpa bukti, belum tentu Lani percaya bahkan mungkin Lani bisa berpikiran buruk tentangnya.
Wanita itu mendengus pasrah dan memasuki kamarnya. Baru saja ia membuka pintu, tubuhnya hampir terpental ke belakang akibat tubrukan dari Lani. Wanita itu terlihat senang sekali malam ini hingga tak sabar ingin berbagi cerita dengan Aira.
"Gue berasa disruduk banteng barusan. Gila tenaga lo gede banget habis makan berapa piring tadi." gurau Aira melihat tingkah kekanakan sahabatnya.
Lani terkekeh mendengarnya, ia bersemangat sekali untuk menceritakan kegiatannya bersama Je Pe hari ini.
"Ra, gue seneng banget akhirnya setelah sekian lama gue nemuin cowok yang bener-bener sayang dan perhatian sama gue." ungkap Lani dengan mata berbinar. Ia menceritakan kegiatannya barusan bersama Je Pe, bagaimana Je memperlakukannya seperti seorang ratu dan mereka sempat berciuman. Meski hanya sebatas mengecup bibir, tetapi terasa begitu manis bagi Lani.
Aira termangu menyaksikan binar kebahagiaan yang terpancar di wajah Lani. Tak bisa ia bayangkan betapa kecewanya Lani jika tahu kekasih barunya itu ternyata pria brengsek. Ia tak mau Lani terjerumus semakin dalam, ia harus segera membuktikan kebusukan pria itu.
"Ra? Lo kok malah bengong? Lo nggak seneng gue pacaran ma Je Pe?" ungkap Lani sedikit kecewa.
"Gue bukannya nggak suka. Lo kan tau gue punya trauma sama cowok, jadi gue harap lo lebih berhati-hati. Inget Lan, meski lo cinta ma Je Pe jangan sampe lo nyerahin hal paling berharga yang dimiliki perempuan. Gue udah anggep lo kayak sodara gue sendiri, gue nggak mau lo kenapa-napa." nasehat Aira kemudian disambut pelukan hangat dari sahabatnya. Lani terharu dengan ketulusan Aira terhadapnya.
***
Pagi ini Aira melakukan rutinitas pekerjaannya di kantor seperti biasa. Bedanya hari ini ia dan Ammar tidak terlalu banyak melakukan interaksi dan berbicara seperlunya saja. Mungkin rasa canggung diantara keduanya gara-gara kejadian semalam.
Aira bergegas meninggalkan ruangan Ammar setelah membuatkan kopi untuk pria itu. Namun, baru saja ia keluar ruangan, ia dikejutkan oleh kedatangan Anita di kantor. Aira lupa jika Anita adalah ibu tiri Ammar sekaligus salah satu pemegang saham, jadi wajar wanita itu bisa berada dikantor kapan saja.
Anitapun terkejut melihat Aira ada dikantor ini, ia menatap Aira dari atas ke bawah kemudian tersenyum mengejek.
"Aku tidak menyangka jika kau bekerja diperusahaanku ini. Jika Arya disini seharusnya dia bisa melihat mana wanita rendahan dan mana wanita berkelas. Apa sekarang kau masih bisa sombong dengan pekerjaanmu yang hanya seorang Cleaning Servis rendahan?" sindirnya sembari tertawa mengejek.
Rasanya Aira geram sekali pada wanita ini, jika saja bukan dikantor sudah pasti ia akan membuat perhitungan dengan Anita. Aira berusaha menekan sabar dan membalas wanita itu dengan cara yang lebih etis, tapi mampu membuat lawan mati kutu.
Ia menyunggingkan tawa dan bersikap santai seolah tak terpengaruh ucapan Anita.
"Lucu sekali. Memangnya siapa wanita rendahan disini, aku atau kau? Kalau aku, aku cukup bangga meski hanya menjadi cleaning servis. Setidaknya pekerjaanku halal dari pada wanita yang suka menggoda pria beristri. Wanita itu tidak ubahnya seperti ****** rendahan. Permisi, Nyonya.
"KAU?!"
Anita tersulut emosinya, padahal tadi dialah yang sengaja memancing emosi Aira. Berharap Aira bertindak anarkis dan berujung dikeluarkan dari perusahaan. Namun, yang terjadi malah sebaliknya, ia marah mendengar ucapan Aira barusan. Lagi pula dari mana Aira tahu masa lalunya? Ingin sekali ia membalas, tapi mengingat tujuannya ke kantor tak kalah penting, ia memutuskan untuk masuk ke ruang CEO.
Buru-buru Anita masuk dengan penuh emosi tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Berani sekali kau membatasi pengeluaranku!Apa kau mau cari mati denganku, Ben?!
Anita terkejut bukan main saat menyadari jika lelaki yang duduk di kursi CEO bukanlah Beni, asisten pribadi almarhum suaminya. Pria itu masih muda dan sangat rupawan, tapi itu tidak penting sebab seharusnya Beni lah yang berada disana.
"Siapa kau? Berani-beraninya kau masuk dan duduk di kursi atasanmu!" Bentak Anita melampiaskan kekesalan. Ia pikir Ammar adalah karyawan baru sebab Anita sendiri sudah tidak pernah bertemu dengan Ammar semenjak ia dan ibunya di kirim ke Amerika.
Ammar menyeringai sembari menyilangkan kedua tangannya di dada. Ia memperhatikan Anita, wanita itu tidak banyak berubah termasuk kebusukan hatinya bagi Ammar.
"Seharusnya aku yang menegurmu. Lancang sekali kau masuk ke ruanganku tanpa permisi! "tegur Ammar menyorot tajam penuh ketegasan.
"Apa kau bilang? Ruangmu? Hah, apa kau sudah gila atau kau sudah tidak butuh pekerjaan. Kau bahkan tidak mengenali atasanmu." ketus Anita dengan sombongnya.
Anita mengerutkan kening lantaran heran melihat pemuda di depannya kembali menyeringai tanpa rasa takut padanya.
"Tentu saja aku mengingatmu. Sekertaris penggoda atasan yang sudah beristri, perusak rumah tangga orang serta ****** yang suka tidur dengan banyak pria, Anita Prameswari. Justru kau yang sepertinya lupa padaku. Anak yang kau aniaya dan kau siksa bersama ibunya, kau fitnah dan kau pisahkan dari ayahnya. Dan kini, anak itu kembali untuk membalaskan sakit hatinya di masa lalu serta merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya." ungkap Ammar berapi-api.
Anita terperanjat mendengarnya, ia mendadak gelisah menyadari siapa pemuda yang ada didepannya. Sulit dipercaya anak itu benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat dari yang dulu.
"Jangan-jangan kau, AMMAR??"
Anita jadi gila / kena HIV Aids
halo kak yuk saling dukung #Sweet Love Level 999