NovelToon NovelToon
AKU DIANTARA KAU DAN DIA

AKU DIANTARA KAU DAN DIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:380.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fifie

Kisah cinta segitiga antara Dika, Ranti dan Vika. Semua berawal dari ketidaksengajaan hingga menjadi cerita cinta yang cukup pelik. Menguras airmata dan juga emosi Ranti yang akhirnya mengetahuinya setelah hubungan rumah tangganya dengan Dika telah menginjak tahun kelima dengan dikaruniai buah hati cantik berusia 2 tahun. Sementara Vika adalah sahabat baiknya semasa SMA. Semua rasa dihatinya bercampur aduk, bergejolak membuatnya dilema antara menjaga keutuhan rumahtangganya dan juga mempertahankan harga dirinya sebagai wanita yang selalu menjunjung tinggi cinta dan kesetiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fifie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIPESTA ULANG TAHUN ANAKKU TERSAYANG

Hari ini adalah ulang tahun Jingga yang ke-4. Nanti sore pukul 5, Ranti akan membuatkan pesta kecil untuk putri kami tercinta.

Aku menyiapkan mental dan diriku lebih kuat untuk datang ke Bojong Gede. Sudah pasti akan banyak orang dan banyak keluarga serta kerabat berkumpul disana.

Seperti yang kuduga. Bapak mertua juga adik-adik iparku telah berada disana dari semalam. Juga ayahku dan adik kandungku Hera ternyata lebih dulu datang, ketimbang aku.

Mata-mata mereka menatapku. Membuatku menunduk tak tahu harus berbuat apa. Hanya bisa menyalami mereka satu persatu tanpa berani mengangkat muka. Aku sangat malu dengan diriku juga kelakuanku tempo dulu.

Ayah mengajakku bicara bersama adikku Hera. Ranti memberikan kami waktu dan tempat untuk bicara dikamarnya.

"Apa kabarmu, Dika? Tinggal dimana kamu sekarang?" tanya ayah dingin sekali.

"Baik ayah! Aku tinggal di Gunung Sahari sekarang."

"Hebat! Anak lelakiku sekarang sudah begitu hebat sampai segala apapun ia lakukan sendiri tanpa izin dan doa restu keluarganya apalagi ayahnya."

"Maaf, ayah... Aku malu untuk pulang kerumah ayah. Aku belum punya keberanian untuk menemui ayah. Maaf ayah!"

"Ya. Aku udah ada firasat, sejak kamu pulang kerumah dengan pelakor itu. Tapi ternyata perempuan ular itu bisa mengambil hatiku. Hhh... Dan kamu berubah gara-gara ular itu!"

Aku diam. Ayah benar-benar marah. Dan aku sadar tak mampu berkata apa-apa apalagi melawan. Karena semua perkataan ayah benar.

"Dan sekarang! Kamu lebih meludahi mukaku dengan menceraikan Ranti! Jadi kamu lebih memilih ular itu ketimbang perempuan yang sudah berdiri tegak mendampingimu dari susah sampai senang? Begitu?... Amboy, amboy! Tak kusangka anak lelaki yang selalu kubanggakan ternyata bisa jadi orang ***** yang mati fikirannya gara-gara nafsu birahinya yang tak terkontrol!"

"Maaf ayah! Kalau keputusan kami bercerai."

"Kamu tidak tahu, adikmu Hera 2 bulan yang lalu juga bercerai dari suaminya karena suaminya juga lebih memilih menikah dengan perempuan lain yang lebih muda. Dan sekarang, kamu? Setelah apa yang sudah kamu perbuat dan kamu terima? Kamu justru pilih menceraikan Ranti daripada pisah dengan perempuan dajjal itu? Orang sinting namanya itu! Eling, Dika! Istighfar!... Aku mendidikmu bukan untuk jadi seperti ini!"

"Hera kamu cerai dengan Arman? Kenapa?" aku bertanya pada adikku yang duduk disamping ayah. Kaget bercampur ingin tahu.

"Nasibku tak lebih baik dari Ranti, mas! Arman pilih perempuan itu. Dia kurang lebih sama denganmu. Dan aku, ternyata tak sepintar Ranti karena semua aset kami, atas namanya. Bahkan Arman membawa istrinya tinggal kerumah kami."

Aku menangis menyesali semua yang terjadi. Ya Allah! Kenapa kesalahanku juga berimbas pada keluargaku. Bahkan adikku juga harus merasakan kepedihan karma yang telah kuperbuat pada Ranti.

"Putuskan hubunganmu dengan pelakor itu. Kembali pada Ranti, Dika! Ayah sudah begitu banyak melihat airmata yang Ranti korbankan untukmu. Jangan sakiti dia lagi!"

"Aku cinta Ranti ayah. Aku juga tidak pernah berniat menceraikannya. Tapi aku sadar, aku banyak menyakitinya selama ini. Aku justru menerima perceraian ini karena tak ingin lebih lama dan lebih dalam melukainya. Aku ingin melihat Ranti bahagia."

"Kamu pikir Ranti akan bahagia setelah bercerai denganmu? Dan kamu, dengan enaknya melenggang melepas nafsu dengan pelakor yang tak tahu harga diri itu? Pikir pakai otakmu! Kamu itu sarjana 4 tahun, magister 2 tahun! Masih saja ga bisa mikir juga? Edan!!!"

Aku tahu. Ayah marah sangat besar. Sejak kecil, aku selalu mengikuti katanya. Selalu meminta pendapatnya. Bahkan dalam setiap langkah besar dikehidupanku, aku selalu datang memohon restu dan doa ayah. Dan kali ini, aku sama sekali tak melibatkannya untuk sekedar bercengkrama atau tanya sumbang sarannya.

"Minta maaf pada Ranti dengan benar! Lupakan semuanya. Tinggalkan perempuan itu! Kembali kekehidupan kalian yang dulu. Ayah akan memaafkanmu!"

"Ayah! Aku tidak berani meminta lagi pengorbanan Ranti. Aku sekarang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa lagi. Aku ga berani menjanjikan apapun karena sekarang hidup aku yang miskin ini. Bahkan pekerjaanpun aku ga punya, ayah! Aku takut, aku akan menyusahkan Ranti lagi."

"Alasan!! Lagipula, kemana sekarang perempuan itu? Dia meninggalkan kamu khan? Dia pergi setelah menghancurkan kamu dan Ranti."

"Dia kerja di Singapura ayah! Dia juga hancur. Uangnya habis untuk mengurus masalahku. Dia akan kembali kemungkinan setahun lagi."

"Jadi kamu sungguh memilih dia daripada Ranti, Dika? Kamu beneran menunggu dia kembali dan melepas Ranti? Ya Allah ya Kariiiim! Mulai detik ini, enyah kau dari kehidupan kami. Aku ga pernah punya anak sepertimu! Dan jangan akui aku lagi sebagai ayahmu. Hubungan keluarga denganmu hari ini, detik ini telah kuputuskan!"

"Ayah.... ayah! Ayah, maafin Dika ayah! Ayah, tolong hapus ucapan ayah! Jangan berkata begitu ayah! Ayah.... ! Dika cuma punya ayah! Dika ga punya siapa-siapa lagi didunia ini selain ayah. Ayaaaah... maafin Dika ayah! Tolong ....tolong ayah! Jangan seperti ini..."

Aku menangis dikaki ayah. Bersimpuh berharap ayah memaafkan aku. Aku begitu terpukul dengar ucapan ayah. Aku bingung, harus bagaimana lagi menjalani hidup bila tanpa doa dan restu ayah.

"Ayah.... ampuni Dika ayah! Dika salah! Dika sungguh bersalah, ayah!"

"Sejak kecil aku tidak pernah mengajarkan kamu untuk menyakiti wanita. Apalagi wanita yang dengan setia disetiap keadaan mendampi gimu. Kamu lihat sendiri, bagaimana kehidupan ayah. Bahkan hingga akhir hayat ibumu, ayah berusaha yang terbaik untuk beliau. Apa kamu pikir ayah bahagia melihat kamu sejak kecil menjadi anak pasar, mencari nafkah sendiri untuk membiayai hidupmu sendiri? Apa ayah senang, membiarkan kamu berjuang sendirian demi sekolahmu untuk masa depan? Ayah sedih Dika! Ayah tapi tak bisa apa-apa, selain membiarkanmu, mensupportmu dan mendoakan kebahagiaan untukmu dimasa depan. Karena ayah mencintai ibumu sampai akhir. Karena ayah berjuang untuk kesembuhannya. Itulah arti cinta yang sebenarnya. Tahu diri dan lihat dengan hati siapa yang benar-benar setia kepadamu!"

Aku menangis sesegukan dibawah kaki ayah. Aku salah. Aku menyesal. Tapi aku tak tahu lagi harus berbuat apa. Yang aku butuhkan adalah penghiburan ayah.

"Ayah.... Sejak kecil aku tidak pernah meminta apapun dari ayah. Karena aku tahu, aku adalah anak paling tua. Anak lelaki satu-satunya dikeluargaku. Aku tahu kondisi keluarga kita. Kondisi ayah, kondisi ibu. Dan aku tak pernah menyalahkan nasib burukku ayah! Sedari kecil aku hanya bisa menangis sendirian. Ketika aku jatuh, ketika aku gagal.. bahkan ketika banyak orang menghina dan meremehkanku. Ayah tak tahu itu! Ayah hanya mendukungku dan mendukungku. Tapi ayah lupa, ..aku juga butuh cinta ayah. Aku butuh pelukan hangat ayah!Aku juga butuh bahu ayah. Cukup ayah katakan, 'sabar, tak apa, tak mengapa'. Aku butuh ucapan penghiburan ayah!"

"Jadi kamu ingin aku ucapkan kata 'sabar, tak apa, tak mengapa' ketika kamu malah memilih wanita itu dan menceraikan Ranti? Begitu? Maaf, Dika! Aku tidak bisa! Dan aku tidak akan mengucapkan kata-kata itu padamu disaat seperti ini!"

Ayah dan Hera pergi meninggalkanku yang terisak seorang diri. Aku kini benar-benar sendirian. Aku terpuruk dalam lumpur kenistaan. Aku benar-benar tenggelam dan tak tak seorangpun mau menarikku dari kegelapan dalamnya lautan kehidupan.

Ayah. Aku mengerti sikapmu. Bahkan mungkin aku akan lebih buruk darimu jika dalam posisimu yang memiliki anak berkelakuan seperti aku. Tapi aku juga takut ayah. Aku takut sekali melangkah. Aku takut terus menyakiti orang-orang yang kusayangi. Karena itu aku hanyalah mengikuti alur saja. Ranti yang meminta perceraian bukan aku. Mungkin Ranti sudah memiliki rencana lain untuk hidup kedepannya. Dan aku tidak bisa menahan apalagi memaksanya untuk terus mendampingiku didalam keterpurukanku. Aku merasa, aku lebih jahat lagi bila masih egois memintanya tetap disampingku sedang kondisiku saat ini seperti ini.

Aku juga tidak berani berangan-angan lebih untuk bersama Vika. Aku hanya butuh bahu, tempatku berkeluh kesah tentang kegetiran hidupku ini.

Aku hanya ingin ada yang mengerti aku. Dan kuharap, ayahku adalah salah satunya. Tapi nyatanya tidak. Ayah sama sekali tidak mengerti aku. Tidak bisa menerima jalan fikiranku.

Padahal aku berfikir untuk Ranti dan masa depan Jingga juga. Aku ingin melihat mereka bahagia. Tapi kalau Ranti menginginkan perpisahan. Apa kuasaku. Aku hanya bisa pasrah dan mempermudah semuanya menjadi lebih lancar. Aku tidak ingin semakin memperkeruh suasana. Itu saja jalan fikiranku. Hanya itu. Sesimpel itu. Hhh....

Bersambung-

1
Lailatul Fadjariyah
bnyak hikmah yg BS kita ambil drcerita ini.bhwa kehidupan spti roda yg berputar..,tp semua tetap akan kembali kpd sang Halik.🙏🙏
Nanik Ismawati
Ranti yg skrg tambh bijak Krn didewasakan oleh pengalaman dan keadaan...skrg Dika yg tambh menyesal
YuWie
yaelahhh..malah salah2 an. laki2 mah klo zina istri yg di salahkan..yg sdh gak seksi lah, yg sdh gak perhatian lah, yg gak dilayani lah... apalagi lg merasa diri mapan..beuhhh
YuWie
dika kie nangisan ough
YuWie
trus klo Vika muncul ntar goyah lagi kamu Dika
YuWie
lagi membayangkan 2 laki2 dewasa yg gagah perkasa menangis...ya opo kuwi suasanane..
ika
byk pelajaran dari crita ini...
hidup bkn hny melulu seneng, tp jg ada sedihnya...
smoga Dika tenang disisiNya...
ika
rasain...
jd laki koq gitu amat...
sapa coba yg g sakit hatinya...
dari awal baca udah greget ma sikap Dika..
ika
karyanya bagus
ika
sakit rasanya...
Cusrita Bachri
sukurin deh...kesel sm laki² model bgini
Rani Ummi
krrennn ranti
‼️n
Walah....pelakot....njengkelke.....nghrrhetke😡😡😡😡
Dep queen
Bom like kU meluncur bubun🥰🥰👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Beast Writer
tamat
Fira Ummu Arfi
lanjuttttttt
Fira Ummu Arfi
semangatttt
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!