Berawal dari pertemuan yang tak sengaja di masa kecil, ternyata meninggalkan dampak besar bagi seorang pria tampan bernama Rengra.
Ia tak pernah menyangka, keputusannya untuk kabur demi menjauh dari hiruk pikuk masalah keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal, justru mempertemukannya dengan Laura.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Akankah pertemuan itu benar-benar mengubah cara pandang Rengra terhadap seorang wanita?
Mari simak kisah mereka dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab ~ 34
Kegilaan apa yang tengah di rasuki pria matang itu? Sampai gadisnya tak dapat berkutik lagi, mereka berdua begitu sangat dekat dengan gadis itu merasakan bibir lembut pria itu menciumnya. Secara perlahan Renggra melepaskan ciuman yang rasanya sungguh manis untuk di nikmati.
Tepukan tangan begitu meriah di berbagai sudut ruangan. Semua orang berpikir bahwa Renggra adalah pria yang sangat mencintai gadisnya, nyatanya memang benar. Pria itu sangat bahagia bisa memiliki dan mencium bibir gadisnya di depan banyak orang. Hari ini akan menjadi saksi permulaan hidup mereka berdua.
Jari tangan kekar itu mengelap lipstik yang terlihat habis di makannya. Bibir pria itu saja sudah berwarna senada dengan warna bibir gadisnya. "Kau tak akan hamil jika berciuman aja," bisiknya lembut.
Gadis itu memindahkan kedua matanya melihat kedua mata hitam yang di miliki pria di hadapannya. Bukan ini yang di inginkan gadis itu. Ia mengingatkan cinta yang tulus, namun jika ia hanya di jadikan alat untuk melahirkan seorang anak saja.
Bagaimana kebahagiaan di antara keluarga kecil mereka nanti? Apakah ia saat ini sedang diajarkan untuk lebih tegar dan dewasa lagi dalam menjalankan hidup? Ya, tampaknya itu benar! Gadis itu akan berusaha untuk menjaga keluarganya dari marabahaya yang akan di lakukan pria yang telah menjadi suaminya.
Renggra menarik tangan gadisnya untuk berdiri. "Mari kita naik ke atas panggung untuk bersalaman dengan para tamu undangan," ucapnya dengan lemah lembut lagi sembari tersenyum manis.
Memang nyatanya begitu benar. Pria di hadapannya terlihat sekali tulus berbuat demikian agar apa yang ia inginkannya terjadi. Namun gadis itu apalah daya, dengan perkataan Renggra sekilas saja ia hampir terpancing.
Wanita cantik itu kembali tersadar, ia bukan siapa-siapa di sana. Maka bisa jadi pria itu sedang mempermainkannya saat ini. Mengingat banyaknya orang yang melihat, maka Laura harus juga ikut tenggelam dalam persekutuan yang pria itu buat.
Mereka berdua telah berdiri dan bersanding di atas panggung megah itu. Nuansa serba putih di campur banyaknya hiasan bunga berwarna warni agar tidak menonton.
Lampu besar nan panjang dari langit-langit gedung menjuntai ke bawah. Bukan tak megah lagi tempat itu. Laura saja terpesona dengan acara yang di buat pria tampan di sampingnya.
Kata selamat di ucapkan satu persatu dari para undangan. Kata terima kasih pun di jawab dari kedua pengantin yang tampak sekali sedang terlihat berbahagia. Sudah tentu gadis itu akan menikmati acara yang di anggap sekali dalam seumur hidupnya.
Biar kata suatu saat nanti pria di sampingnya akan menceraikan dan memiliki wanita lainnya. Gadis itu akan tetap pada pendirian. Menikah untuk kedua kalinya tidak ada dalam kisah hidupnya.
Garis bibir gadis itu tampak mendatar sesaat datang wanita cantik berpakaian dress multi batas lutut, berwarna cream, dengan gaya rambut yang bergelombang batas punggung berwarna hitam pekat berjalan menghampiri.
Wanita cantik itu dengan santainya berpelukan dan mencium kedua pipi pria di sampingnya. Kerutan alis Laura mendalam. Suaminya itu bukannya tak suka di sentuh wanita lain, lantas mengapa saat ini ada wanita yang bukan saja menyentuh melainkan bertingkah seakan mereka adalah sepasang kekasih.
Detak jantung gadis itu memang sedari tadi berdebar kencang. Namun itu adalah rasa bahagia yang wanita itu curahkan. Setelah melihat hal yang tak terduga itu, rasa bahagia tadi menjadi rasa sakit yang tampaknya membuat gadis itu kembali tersadar.
Siapa ia saat ini? Apa mungkin pria di sampingnya benar-benar bersikap seperti isu yang bertebaran itu? Jangan bilang juga wanita di hadapannya adalah istri atau simpanan dari pria yang telah menjadi suaminya. Mata gadis itu mulai berembun, dadanya begitu sesak.
"Selamat ya Sayang, atas pernikahanmu?" ucap wanita cantik itu dengan tersenyum manja.
"Terimakasih Kau pulang dan menghadiri acara ini," ucap Renggra menyambut dengan hangat.
Hati gadis itu terus merasa sesak. Ia tahan dengan cara mengigit gigi-giginya agar terlihat tetap tegar menjalankan acara itu.
Wanita cantik dihadapannya menghampiri mengajak bersalaman. Gadis itu tentu membalas. "Selamat ya Kak, sudah menikahi sayangku," wanita cantik itu melirik ke pria yang tersenyum tipis ke dua wanitanya. "Semoga Kau betah dan nggak bosan dengan pria datar serta dingin ini," ucapnya yang kembali melirik Renggra.
Pria itu tentu saja sudah terbiasa dengan wanita yang selalu menjahilinya. Sedangkan gadis itu hanya tersenyum paksa saja. Hatinya masih enggan untuk bersandiwara dengan tulus.