NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Faradiba

Di Balik Cadar Faradiba

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Dijodohkan Orang Tua / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:431.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Wind Rahma

Menikah atas keinginan orang tua merupakan sesuatu yang tidak di inginkan oleh siapapun termasuk Taka Sanjaya. Terlebih ia tidak tahu seperti apa bentuk perempuan yang di jodohkan dengannya. Ia merasa seperti membeli kucing di dalam karung.

Namun, apa jadinya jika kucing tersebut merupakan kucing anggora? Bagaimanakah kisah di antara keduanya?

Follow ig @wind.rahma

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Pertama

Malam ini merupakan malam pertama Diba menginap di villa. Setelah tadi ia di buat takjub dengan keindahan senja. Dan Taka segera mengabadikan momen itu lewat kamera. Diba cantik sekali di dalam foto itu. Karena Taka meminta Diba untuk membuka cadar di foto terakhir setelah memastikan tidak akan ada orang lain di sana yang akan melihat wajahnya termasuk mang Karta.

Dan malam ini mereka sedang duduk berhadapan di atas tempat tidur besar ala kasur eropa dengan sprei, bantal, dan selimut serba putih. Diba menggunakan pakaian dinas istri karena ini akan menjadi malam bersejarah. Malam ini akan menjadi malam pertama mereka dalam pernikahan meski usia pernikahan sudah menginjak tiga bulan.

Senyum terpancar di wajah mereka masing-masing. Diba sudah tidak sabar menjadi istri seutuhnya.

"Kenapa senyum-senyum?" tanya Taka seraya menyelipkan rambut Diba ke telinga.

"Aku senang, mas," jawab Diba tanpa memudarkan senyum di bibir indahnya.

"Senang kenapa?"

"Kita mau menunaikan kewajiban kita sebagai sepasang suami istri," jawab Diba polos dan membuat Taka tersenyum kecil.

Taka mengusap pipi Diba dengan lembut, memberi sentuhan kecil yang membuat Diba kini mulai merasakan desiran aneh dalam tubuhnya.

"Sebelum kita memulainya, mas mau jujur tentang sesuatu sama Diba."

Kening Diba seketika berkerut. Jujur? Apa itu artinya ada kebohongan selama ini?

"Jujur tentang apa, mas? Memangnya mas menyembunyikan sesuatu dari Diba?"

Taka mengangguk. "Iya, tapi mas yakin setelah mas mengatakannya, Diba tidak akan marah. Melainkan senang."

Diba jadi penasaran dengan apa yang di sembunyikan oleh suaminya selama ini darinya. "Apa itu?"

"Kucing anggora."

Diba diam sejenak, tidak begitu paham dengan apa maksud Taka.

"Kucing anggora? Oh iya, waktu kita nginap di rumah mama, mas janji mau beliin Diba kucing anggora kan? Dan sekarang mas baru ingat kalau mas belum menepati janjinya."

Taka menggeleng. "Bukan itu."

"Lalu apa?"

"Sebenarnya kucing anggora itu tidak ada."

"Maksud mas?"

Taka terdengar menghela napas panjang. Ia tatap kedua manik mata indah Diba seraya menggenggam erat kedua tangannya.

"Kucing anggora itu kamu, Faradiba."

Diba menatap manik mata suaminya secara berganti sambil menunggu kalimat penjelasan pria itu.

"Kucing anggora itu bukan kucing sungguhan. Waktu itu mas menolak di jodohkan mama papa karena mas sama sekali tidak tahu apalagi mengenal siapa yang akan mas nikahi," jelas Taka kemudian ia mengingat malam dimana akhirnya ia menerima perjodohan tersebut usai mengetahui seperti apa sifat asli Vina.

"Siapa nama perempuan itu?"

"Faradiba."

"Aku boleh lihat fotonya?"

"Bagaimana aku bisa tahu wajahnya jika dia memakai cadar?"

"Itulah kenapa kita ingin kamu menikah dengannya. Sepertinya Faradiba ini perempuan baik-baik dan shalehah."

"Ini sama saja membeli kucing dalam karung."

"Tapi jika kucingnya ternyata anggora?"

"Waktu itu mas tidak bisa menolak lagi permintaan mama papa. Maaf jika memang pada saat itu mas menerima perjodohan karena mas memang merasa terpaksa. Dan mas gak nyangka, kalau perempuan yang mas nikahi itu melebihi ekspektasi mas. Saat malam pertama usai akad, pertama kali mas melihat wajah Diba, istri mas."

"Kucing itu ternyata anggora."

Taka menceritakan sedetail mungkin tentang kucing anggora itu. Diba hanya bisa senyum-senyum. Sementara Taka kini sudah merasa sangat lega karena tidak ada lagi kebohongan yang ia sembunyikan.

Keduanya terdiam cukup lama. Membiarkan mata yang saling menatap tanpa melepaskan senyum di bibir mereka.

"Lalu apa yang membuat mas akhirnya membuka hati untuk Diba?" tanya Diba penasaran.

"Karena mas pikir kalau mas ini suami paling beruntung. Di beri istri cantik, baik, shalehah yang mungkin tidak akan pernah bisa mas temukan pada diri wanita manapun. Jadi mas sangat bersyukur."

"Diba yang beruntung, mas."

"Kenapa?"

"Diba yang beruntung karena memiliki suami yang bersyukur punya Diba."

Keduanya kembali diam dalam kebahagiaan tanpa melepaskan pandangan.

"Seutuhnya Diba ini milik mas. Apa mas mau tubuh Diba malam ini?"

Taka diam sejenak. Seketika ia teringat dengan ucapan yang Diba ucapkan barusan. Waktu itu Diba pun pernah mengucapkan kata yang sama. Hanya saja waktu itu ia menolak penawaran Diba padahal ia memiliki hak penuh.

Tanpa pikir panjang lagi, Taka pun mengangguk. Dan senyum tampak mengembang di bibir Diba.

Keduanya langsung menarik selimut untuk membungkus tubuh mereka. Tidak lama setelah itu, satu persatu pakaian yang di kenalan oleh mereka di lempar ke luar selimut dan jatuh ke lantai. Lalu, terlihat tangan Taka keluar dari selimut untuk mematikan lampu. Dan membiarkan cahaya sinar rembulan masuk menyinari ruangan melalui kaca jendela besar yang membentang dan akan menjadi saksi bisu atas hubungan mereka.

_Bersambung_

1
Boby
kesannya Diba murah banget
Tri Novita Kusumawati
cerita mu agak aneh ini thor dari awal jugak, meskipun bercadar klo mau nikah calon suami di izinkan melihat wajah calon istri Lo bukan seperti ini.. yaa meskipun cerita fiktif yaa tapi paling gak masih masuk di logika gitu
Mamah F4
kok kesannya jadi s Diba yg agresip ya..
Mamah F4
kok gak ada malu2nya ya.ku aja yg gak islami banget malulah ma suami d malam pertama.
Defi
Ma keren, pokoknya hajar aja Vina sampai gak berani mengganggu Diba dan Taka lagi
Defi
pokoknya usaha dulu ya Ma 😂
Defi
mau sampai kapan Taka, belajarlah mencintai Diba..
Defi
setuju Ma, karena Taka lemah dengan Vina jadi Mama harus gerak cepat biar Vina gak semena-mena
Defi
Tahan Taka apalagi gengsimu begitu besar 😄
Defi
udah mulai masuk konflik inih, tapi gak apa-apa mungkin dengan adanya konflik ini Taka dan Diba bisa memperbaiki dirinya
Defi
sudah saatnya kamu terbuka Taka bukan hanya komunikasi tapi juga hatimu.. akan lebih indah bila kamu mencintai wanita halalmu
Defi
Setuju dengan Mama Hartati, tapi memang lebih bagus Taka sendiri yang berjuang untuk mendapatkan kepercayaan Diba karena jika diam-diam seperti itu bisa timbul asumsi lain dari diri Diba terhadap Taka suaminya
Defi
Jujur aja Taka sama Diba biar tidak ada salah paham
Defi
Vina ini udah salah masi juga gak sadar diri 😵‍💫, belum lagi Taka yang lambat lihat cadar istrinya ditarik diam saja
Emma W
Luar biasa
Suhaimi Haimi
Buruk
Vitha Vivi
Luar biasa
Efvi Ulyaniek
sesama cewek kan gpp harusnya dibuka cadarnya..apa LG sama mama mertua...iya ga sih...
Efvi Ulyaniek
ya jelas datang lg lah kan belum putus gimana sih ni laki
Efvi Ulyaniek
ini aneh bgt sih sama suaminya didlm kamar jg msh pake cadar...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!