NovelToon NovelToon
Annoying Maid With Killer Bos

Annoying Maid With Killer Bos

Status: tamat
Genre:CEO / Berbaikan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:966.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Alana Meyyer yang baru kembali mendapati kedua orangtuanya bunuh diri akibat tidak bisa menahan malu. Tidak saja harus mendapati kedua orangtuanya yang sudah tidak bernyawa, Alana juga harus menghadapi kenyaatan jika perusahaan ayahnya bangkrut dan banyaknya hutang yang ditinggalkan oleh kedua orangtuanya pada seorang pengusaha terkaya di kota itu.

Kehidupan sang Nona muda berubah drastis, dia harus menerima kenyataan jika dia harus bekerja menjadi pembantu di rumah David Douglas, sang musuh bebuyutannya untuk melunasi hutang-hutangnya. Kecurigaan Alana mulai tumbuh, dia menuduh David yang telah membuat perusahaan ayahnya bangkrut dan yang telah membuat kedua orangtuanya bunuh diri. Alana pun ingin membalas dendam tapi apakah benar David Douglas yang sudah membuat perusahaan ayahnya bangkrut sehingga kedua orangtuanya bunuh diri? Apakah Alana dapat membuktikannya? Ataukah ada sesuatu yang tidak dia ketahui?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Yang Salah

Seorang pria sedang melakukan pengintaian di dekat rumah David. Tentunya pria itu adalah mata-mata yang diutus oleh Stanley untuk mencari keberadaan Alana. Rumah itu tampak sepi, hanya ada dua orang penjaga saja yang berjaga di luar sana. Mata-Mata itu cukup jauh, agar tidak ketahuan.

Sebuah teropong dia gunakan untuk mempermudah pekerjaannya, tidak ada yang boleh dia lewatkan bahkan saat sebuah mobil berwarna putih kembali ke rumah itu, sang mata-mata melihatnya tanpa henti. Itu adalah jemputan yang diutus David untuk menjemput Alana.

Gadis yang tidak tahu apa pun itu, bergegas keluar dari rumah. Dia tidak mau mendapatkan penalty lagi dari bos killer super cerewet dan menyebalkan oleh sebab itu, saat jemputan datang Alana langsung bergegas. Mata-Mata yang diutus oleh Stanley pun melihat keberadaan target yang sedang masuk ke dalam mobil.

"Dia ada di rumah David Douglas sesuai dengan dugaanmu," lapor sang mata-mata.

"Apa kau benar-benar melihatnya?" tanya Stanley memastikan.

"Aku tidak mungkin salah, aku sudah mengambil beberapa gambar dan akan aku kirimkan untukmu."

"Bagus, ikuti ke mana mobil itu pergi dan laporkan padaku!" perintah Stanley.

"Baik, Sir!" pembicaraan berakhir, mata-mata itu mulai mengikuti mobil yang membawa Alana.

Stanley sangat senang, akhirnya dia temukan. Namun dia merasa sangat kesal karena David menyembunyikan Alana Myyer darinya. Kali ini dia harus menemui Alana tanpa adanya gangguan dari pria itu. Dia akan berbicara dengan Alana agar mau ikut dengannya. Tinggal menunggu kabar dari mata-mata yang dia utus saja, maka dia bisa bertemu dengan Alana.

Alana yang tidak tahu jika dia diikuti melangkah dengan santai masuk ke dalam kantor David. Sang mata-mata pun memberi laporan pada Stanley. Pria itu pun bergegas, semoga saja kali ini dia bisa berbicara empat mata dengan Alana.

David yang sudah menunggu Alana sedari tadi sudah tidak sabar apalagi waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Alana pun sudah tidak sabar, bukan tidak sabar bertemu dengan David tapi dia tidak sabar memberikan makanan yang dia bawa pada David sebelum makanan itu dingin.

"Sir, ada yang datang," ucap sekretarisnya sambil mengetuk pintu.

"Masuk saja!" dokumen diletakkan ke atas meja, kursi yang dia duduki didorong ke belakang agar dia bisa bersandar dengan nyaman.

"Masuk saja, Nona," sang sekretaris mempersilahkan Alana untuk masuk.

"Terima kasih, "Alana tersenyum dengan manis sebelum pintu tertutup dan ketika pintu tertutup rapat, senyuman itu sirna diganti dengan tatapan tajam ke arah David.

"Kenapa begitu lama?"

"Jika ingin cepat kenapa kau tidak mempekerjakan seorang ahli sulap yang bisa menghilang dan muncul dengan mudah!" ucap Alana kesal.

"Kemari!" perintah David.

"Tidak mau, aku mau istirahat!" tolak Alana seraya melangkah menuju sofa.

"Lima ratus dolar!" ancaman penalty pun digunakan.

"Apa?" Alana berteriak karena dia tidak percaya.

"Membantah sekali lagi akan menjadi dua kali lipat!"

"Sial, bos menyebalkan!" teriak Alana kesal. Mau tidak mau Alana melangkah mendekati meja David. Pria itu tersenyum, sedangkan Alana melotot dengan tatapan galak.

"Sebaiknya menurut," tangan Alana diraih, gadis itu masih terlihat kesal.

"Ini makananmu," Alana memberikan makanan yang dia bawa.

"Simpan di sana!" perintah David.

"Menyebalkan. Cepat dimakan agar tidak dingin!"

"Nanti, sekarang temani aku sebentar."

"Tidak mau, tidak ada untungnya!" Alana menarik tangannya hingga lepas lalu berjalan pergi.

"Yakin tidak mau? Aku akan memotong penaltymu sebanyak sepuluh persen," ucap David.

"Apa?" langkah Alana terhenti sejenak.

"Sepuluh persen, jika tidak mau yang sudah!" David mengambil makanan yang ada di atas meja.

"Tuan Douglas yang baik hati," Alana sudah kembali melangkah mendekati David. Sepuluh persen sangatlah lumayan, "Apa mau aku pijitkan bahumu?" Alana sudah berdiri di belakang sambil memijit bahu David.

"Bagaimana ya, sepertinya aku sudah tidak berminat!"

"Ayolah, kau akan semakin tampan jika banyak berbuat baik!" Alana membujuk,  kedua kepalan tangan sedang memukul bahu David dengan pelan.

"Tidak perlu membujuk, aku memang sudah tampan sejak lahir!" ucap David.

"Cih, narsis!" gerutu Alana.

"Apa yang kau katakan?"

"Tidak ada, kau salah dengar. Katakan apa yang harus aku lakukan, apa mau aku suapi?" demi sepuluh persen dia harus bisa.

"Sudah pulang sana, tawarannya batal!" David masih sengaja.

"Dasar pelit!" Alana melangkah pergi namun David menarik tangannya. Alana terkejut, tubuhnya pun jatuh ke atas pangkuan David. Kedua mata melotot, napas Alana pun tertahan.

"Ma-Mau apa?" tatapan mata Alan tertuju pada tangan David yang sedang mengusap wajahnya.

"Menciummu!" jawab David tanpa ragu, jarinya kini sudah berada di bibir Alana.

Napas Alana semakin berat, jantungnya pun berdegup kencang. Jari David tidak juga berhenti mengusap bibir bagian bawahnya, wajah pria itu pun mulai mendekat.

"Da-David!" Alana berusaha mendorong tubuh pria itu.

"Stss!" jari yang tadinya berada di bibir kini sudah berada di bawah dagu Alana.

"Jangan banyak bicara!" ucapnya lagi dan setelah itu, David mencium bibir Alana tanpa membuang waktu. Alana yang tadinya diam saja, mulai membalas ciuman David. Kenapa mereka jadi melakukan hal seperti itu?

Tidak benar, apa yang mereka lakukan saat ini tidaklah benar apalagi ciuman mereka semakin dalam dan semakin panas dibandingkan dengan ciuman semalam. Mereka adalah pelayan dan majikan, apakah David melupakan hal ini? Apa David lupa jika dia adalah pelayannya yang tidak berguna?

Tangan David yang tadinya sedang mengusap punggung Alana, menyusup masuk ke dalam baju Alana. Tidak, dia tidak boleh membiarkan pria itu menyentuhnya sesuka hati. Alana mendorong David dengan terburu-buru dan setelah itu Alana beranjak dari atas pangkuan David.

"Aku mau pulang!" ucapnya.

"Tunggu, kita pulang bersama nanti!" ucap David seraya beranjak dari kursinya.

"Aku banyak pekerjaan. Kau tidak lupa siapa aku, bukan? Aku harap kau tidak lupa jika aku adalah pelayanmu!" Alana melangkah pergi, seharusnya mereka memang tidak melakukan hal itu dan tidak melupakan status mereka berdua. Semua gara-gara dirinya karena dia yang memulai terlebih dahulu.

David tidak mencegah kepergian Alana, dia kembali duduk namun tatapan matanya tidak lepas dari Alana sampai gadis itu keluar dari ruangannya. Benar yang Alana katakan, apa yang sebenarnya dia lakukan? Alana adalah putri dari musuhnya, seharusnya dia membalas dendam tapi kenapa dia jadi terbuai seperti ini?

"Sial!" David memukul meja, sepertinya ada yang salah dengannya.

Alana pun keluar dari tempat itu dengan terburu-buru tanpa tahu jika Stanley sudah menunggu. Mobil yang akan membawanya kembali sudah siap, Alana hendak masuk ke dalam tapi tiba-tiba saja seseorang meraih tangannya dan menariknya pergi.

Alana terkejut apalagi melihat seorang pria yang meneriknya. Siapa?

"Siapa kau dan mau apa?" tanya Alana.

"Alana, ini aku," ucap Stanley seraya berbalik.

"Stanley?" Alana kembali terkejut dan tidak percaya melihat pria itu.

"Ma-Mau apa kau?" tanya Alana.

"Ikut denganku, Alana. Jangan mau bersama dengan pria yang sudah jelas-jelas musuh ayahmu itu!" ucap Stanley.

"Aku tidak mau!" Alana berusaha menarik tangannya.

"Dengarkan aku, Alana. Aku diminta oleh ayahmu untuk menjagamu."

"Aku tidak percaya!" ucap Alana karena dia memang tidak percaya.

"Aku tidak bohong, ayahmu meninggalkan sebuah perusahaan untukmu dan dia meminta aku membantumu. Dia juga meminta aku menjaga dirimu terutama dari David Douglas karena dia sangat membenci ayahmu dan dia ingin membalas dendam pada ayahmu."

"Apa? Tidak mungkin?" ucap Alana tidak percaya.

"Ikut denganku, aku akan menjelaskan semuanya padamu!" ucap Stanley.

Alana belum menjawab, sepertinya ada yang salah. Apakah dia harus mempercayai pria itu? Tapi bagaimana jika yang dia katakan oleh Stanley adalah sebuah kebohongan dan bagaimana jika yang Stanley katakan justru sebuah kebenaran.

1
Ikoh Jenggung
visual nya cantik dan ganteng
Ikoh Jenggung
bp nya siapa ya David dauglas aq pernah baca tp lupa
Ikoh Jenggung
kesini dulu nunggu yg lain up
Bungkusdong Dotcom
lah kirain dia yatim piatu makanya nebeng terus
Bungkusdong Dotcom
lah dia kismin juga ternyata
Bungkusdong Dotcom
stanley mencurigakan. jangan2 dia yg bikin ortu alana bangkrut
Riri Rara
bagiku semua karya author Reni juli bagus
Maria Kristina
Luar biasa
Maria Kristina
Lumayan
Riri Rara
napa aq ikut seneng ya....rasain...rasain...🤔😃
" sarmila"
aku mmpir lgi
Violet
Baca ini ringan2 berat utk konfliknya bikin tensi naik terus tp ada bagusnya jg yg ga hrus romantis melulu. Terima kasih utk karyanya, sehat2 slalu kak Author & semangat utk karya barunya 🙏🏻💪🏻🥰
syh 03
Luar biasa
Erna Susanti
usaha David berhasil mulai membentuk karakter Alana yang gak mudah di tindas😉
Erna Susanti
Tom n Jery sama2 sayang tapi belum menyadari😍😍
Erna Susanti
Alana lawan semua orang yang mengintimidasi kamu,klu dah kuat bunuh diri az😀😀😀
Erna Susanti
Alana klu marah gemesin bikin David makin sayang😀😀
Erna Susanti
good job Alana,kamu harus jadi pemberani,terutama ngadepin duo iblis🧐
Erna Susanti
makin penasaran🤔🤔🤔
Erna Susanti
Stanly masih misteri,dewa penolong atau juga punya tujuan tertentu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!