NovelToon NovelToon
CEO & Gadis Pelunas Hutang

CEO & Gadis Pelunas Hutang

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:180.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Livia Aninda dipaksa menikah dengan CEO dingin dan sombong, untuk menjadi gadis pelunas utang, karena ibunya membutuhkan biaya berobat yang tak sedikit.

Mengira akan dijadikan seorang istri, rupanya Livia malah dijadikan seorang pembantu, yang harus melayani suaminya sendiri.

Hidup dengan Tuan muda angkuh dan kejam, mampukah Livia Ananda bertahan hidup dengannya? Akankah seorang Revandio Putra Sadewa menaruh hati pada wanita miskin seperti Livia?

Simak terus ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Perkara Sulit

Keluarga Sadewa kini tengah dirundung masalah bisnis yang cukup pelik. Uang kas milik perusahaan, dan uang investasi dari para investor, mereka dibawa lari oleh sekretaris keuangan, dan pihak investor merasa dirugikan atas kasus ini.

Tak tanggung-tanggung, orang kepercayaan Helma dan Rony itu, ternyata membawa lari uang sebanyak lima triliyun rupiah. Jelas bukan uang yang sedikit, untuk perusahaan besar sekelas Sadewa Grup.

Revan yang mendengar berita ini jelas murka bukan main. Tak pernah ia sangka, sekretaris keuangan yang sudah dipercaya oleh keluarganya selama belasan tahun, berani-beraninya mengambil uang kas pribadi milik perusahaan.

Keluarga Sadewa kini tengah ketar-ketir, mengingat para investor pasti memaksa ingin menarik investasinya, jika terjadi masalah seperti ini. 

Sadewa Grup kehilangan modal besar, dan tentunya, uang dari mana mereka untuk bisa bangkit kembali? Penggelapan uang yang dilakukan oleh sekretaris pribadi mereka, tentu saja akan menghancurkan perusahaan Sadewa Grup dalam sekejap.

"Kita tak bisa bangkit sendiri! Perusahaan sudah tercium kebangkrutan, dan tak lama lagi, para investor pasti meneror kita untuk mengembalikan uang mereka. Lantas uang dari mana kita, Pah? Beberapa saham dan anak perusahaan Sadewa Grup telah dijual pula oleh si Andrew brengsek itu! Kau tak boleh hanya diam saja seperti ini, Pa! Kau harus bergerak cepat demi menyelamatkan perusahaan kita! Mama tak mau bangkrut dan jatuh miskin! Aku bisa gila jika hal itu sampai terjadi! Cepatlah cepaaaaat! Kau bertindak dan jangan hanya menjadi batu seperti itu! Aaarrgghh, bodoh! Kau sama sekali tidak bisa diandalkan dalam situasi pelik seperti ini!" Helma terus mencecar Roni Sadewa.

"DIAM! DIAM KAU MULUT SAMPAH! Kau tak seharusnya terus-menerus bicara saat aku sedang berpikir! Kau kira, aku hanya diam saja selama ini ha? Aku sedang berpikir, aku sedang memutuskan, akan bagaimana jadinya perusahaan kita! Aku sebenarnya sudah tahu, jalannya akan seperti apa, agar perusahaan kita bisa bangkit lagi! Namun aku sendiri bingung, haruskah kita selalu mengorbankan kebahagiaan anak sulung kita? Aku kasihan padanya, hidupnya selalu dirundung sifat keras kita. Dia harus selalu mengikuti aturan yang kita berikan. Aku rasa ini tak akan adil baginya, jika harus dia lagi, dia lagi yang merasakan dampak dari semua yang kita lakukan,” Roni Sadewa menghela napas panjangnya.

Helma keheranan, ia tak mengerti apa maksud pembicaraan suaminya itu. Apa maksudnya mengorbankan anak sulungnya? Memangnya apa yang bisa dilakukan Roni untuk menyelamatkan perusahaan? Helma jadi bertanya-tanya, apakah Revan memang bisa menyelamatkan Sadewa Grup? Tetapi, bagaimana caranya?

“Maksud Papa apa? Apakah Revan bisa menyelamatkan perusahaan? Bagaimana caranya? Jika memang hal itu bisa mengembalikkan keadaan, lakukan saja, Pa, kau tak harus banyak berpikir! Kita harus menyelamatkan perusahaan, kita harus membuatnya bangkit lagi!” Helma begitu berambisi.

“Kau! Kau hanya memikirkan uang dan perusahaan saja! Tapi kau tidak pernah memikirkan hati dan perasaan anakmu sendiri! Tak sadarkah kau, Helma? Kau yang membuat Revan harus menikahi gadis miskin itu! Semua itu kau paksakan pada Revan, hanya karena kau malu, anakmu disebut lelaki penyuka sesama jenis! Kau benar-benar keterlaluan, kau tega mengorbankan kebahagiaan mereka, hanya karena untuk kepuasaan dirimu, dengan menunjukkannya pada semua orang. Padahal, tak ada orang yang peduli sedikitpun, yang ada mereka malah semakin mencemooh dan membicarakan Revan! Dan jika sekarang, jika sekarang aku harus menyelamatkan perusahaan dengan mengorbankan Revan lagi, aku sungguh tak tega, Helma, aku sungguh tak mau! Kasihan dia! Kasihan sekali!” Roni menatap Helma dengan tajam.

“Kau jangan terus-menerus menyalahkanku! Bukankah semua ini sudah berdasarkan kesepakatan kita? Kenapa kau tiba-tiba jadi seperti ini? Kenapa kau tiba-tiba jadi menyalahkanku? Padahal dahulu kau juga setuju! Memangnya apa yang bisa Revan lakukan demi menyelamatkan perusahaan, ha? Apa Pah?”

“Dengar ya, keluarga Gunadarma, tengah mendapati masalah serius juga. Namun, bukan masalah dalam perusahaan mereka. Perusahaan mereka tetap berkembang pesat dan hebat. Masalah mereka ada di dalam keluarga mereka sendiri. Putri bungsu mereka, tengah menjadi aib keluarga. Aku tahu hal ini, karena Gunadarma sempat meminta tolong padaku beberapa hari yang lalu,” tiba-tiba Roni menghentikan ucapannya.

“Kenapa diam? Kenapa berhenti? Lanjutkan bicaranya, jangan setengah-setengah kalau bicara!” Helma begitu tak sabar ingin tahu hal tersebut.

“Davina, anak bungsu Gunadarma, ternyata tengah hamil dan ditinggalkan oleh kekasihnya. Pria itu tak bertanggung jawab, dan kini anaknya harus menanggung aib itu seorang diri. Untuk digugurkan, mereka tak tega, karena mereka masih percaya pada hal-hal tabu. Jika ada nyawa yang mereka hilangkan, maka perusahaan mereka pun akan turut hilang kejayaannya, dan Gunadarma tak ingin hal itu terjadi. Karena itulah, ia tak sedikitpun berniat menggugurkan janin dalam Rahim anaknya. Dan tahukah kau, Helma, apa yang Gunadarma katakan padaku? Dia meminta tolong, agar aku mau membantunya, untuk menyelamatkan nama baik mereka. Karena lambat laun, perut itu pasti akan membesar, dan semua orang pasti akan tahu tentang kehamilan Davina. Gunadarma meminta agar aku mau bertanggung jawab untuk kehamilan anaknya, seolah jika anak kita lah ayah dari janin itu. Dia akan menolong perusahaan kita yang jatuh, asalkan kita mau bertanggung jawab untuk menikahkan Revan dengan Davina. Seolah perjodohan yang akan dilakukan, dan kehamilan yang terjadi seiring berjalannya waktu, itulah hal yang Gunadarma katakan padaku. Dia jelas akan membantu perusahaan kita, asalkan Revan mau menikah dengan Davina, dan bertanggung jawab menjadi ayah dari bayi itu! Tak mungkin aku terus mengusik Revan, hidup dengan Livia saja sudah membuat Revan hancur, dan kini, haruskah kuberi dia beban berat lagi? Demi menyelamatkan perusahaan? Haruskah aku terus mengorbankan kebahagiaannya? Atas nama perusahaan? Sementara hati dan perasaan anakku, benar-benar hancur dan terluka …” Roni mengacak-acak rambutnya, ia sungguh bingung dan pusing bukan main.

“Ah, hanya begitu? Hanya seperti itu? Itu bukan hal yang sulit, Papa. Apa susahnya bagi Revan? Dia hanya tinggal menceraikan Livia, dan membuangnya kembali pada keluarganya, lalu Revan datang untuk anak bungsu Pak Gunadarma! Itu hal yang mudah, kan? Toh, pernikahan Revan dan Livia hanya sebuah keterpaksaan. Tidak ada rasa cinta sama sekali pada diri Revan pada Livia! Pernikahan mereka hanya sebatas utang, kok! Gampang itu Pah, biar mereka cerai saja, dan kita kenalkan Revan pada Davina!” ujar Helma begitu semangat.

‘Helma! Kau benar-benar tak punya hati! Kau hanya mementingkan dirimu dan uang saja! Tak sedikitkah kau memikirkan perasaan anakmu?”

“Papa, kalau aku hanya terus memikirkan perasaan Revan, kita pasti akan jatuh miskin dan kehilangan segalanya! Bukankah kau juga tak ingin hal itu terjadi? Bukankah, memang Revan akan selalu menjadi solusi atas setiap masalah yang menimpa kita? Pikirkan, Papa, jika Revan tak bergerak cepat, memangnya kau sudah siap untuk menjadi orang miskin?” Helma sengaja membuat Roni kebingungan.

Deg. Haruskah Revan melakukan semua itu? Mungkinkah Revan mau melakukannya dan terus menuruti semua permintaan kedua orang tuanya?

1
Kancil Lo
lanjuuuuut kaaan hayooo💪💪💪💪
Ibnufaiz Faiz
👍👍👍
Vivo Vivo
bagus
Umine LulubagirAwi
ok. aku chhtt
Rhina sri
yaaah lama gk up... pas up langsung tamat, yaudah semangat yaa thor buat karya karya selanjutnya😍😍😍😘
Desi deviyan
lanjutkan lgiiiii sayanggg 💪💪💪
Ade Nurika
aduhh tehh part bagian ini suka bangettt
Yayang Sumariana
salut sm revan tegas,,, semangat up nya setiap hari 2 bab
Rhina sri
kereeen suka banget dengan ketegasan nya revan... davina usir ajah lah dia cuma benalu😂😂
Umine LulubagirAwi
walah, skrtarisnya devan mylmtkn devan dan lvia.🤭
Umine LulubagirAwi
lnjut, Ka.
smngt up
Ade Nurika
Alhamdulillah akhirnya Revan sadar dan tegas sekarang
Rhina sri
akhirnya revan ketemu juga sm livia... apa kh org tua revan bkl menerima livia sm bayi nya
Yayang Sumariana
alhamdulillah revan menemukan Livia sy suka dgn keputusan revan semangat kk tolong dong setiap hari up nya
Susilawati
aku ska dgn ktgasan mu revan. ank istri mu lbh brhrga dr sgla nya
Umine LulubagirAwi
knp perg Livia? mndng kmu bwa ankmu sklian, drpd d tnggl
Yayang Sumariana
jgn pisahkan livia, revan dan anak nya krn itu adalah kebahagiaan mereka
Rhina sri
benar revan itu livia... kenapa livia harus pergi gimana dengan bayinya🤗🤗
Gusliantini
lanjut thor... jangan pisah kan livia sma revan dan ank nya thor kasihan bayi nya msih bayi
Rhina sri
aduh gimana ini dgn nasib livia sm bayi nya... apa helma akan mengusir livia, semangat thor up nya jangan lama lama😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!