NovelToon NovelToon
Senyum Yang Dirindukan

Senyum Yang Dirindukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: pejuang imajinasi

Alur maju-mundur.

****
Kini senyum menawan itu hilang, menyisakan penyesalan merayap datang.

Hal terindah di sia-siakan demi nafsu pekerjaan.

Terpuruk dalam kesedihan, seakan mimpi menjadi kenyataan.

Istri cantik ku berlumuran darah kaku seperti kayu.

****

Menikahi seorang wanita yang masih asing, membuat Ridwan acuh dalam rumah tangganya. Ridwan yang merupakan seorang peneliti, tetap sibuk dengan penelitian meski sudah menikah. Hingga suatu saat, Ridwan baru menyadari jika dirinya mulai nyaman dan tertarik Ketika istrinya sudah tiada.

Apa yang akan di lakukan seorang genius gila penelitian untuk menebus kesalahannya?
Hal gila akan di lakukan demi melihat senyum istrinya yang sangat jarang nampak di lihat.

Akan tetapi, hal gila tersebut membuatnya merasakan sakit yang berulang dan lebih sakit dari sebelumnya.

yuk ikuti ceritanya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunjungan Surya

"Mas, sarapannya sudah siap. Kita sarapan yuk." Mendengar Reisya berbicara, Ridwan berdiri mengiyakan ajakan Reisya. 

Saat sarapan bersama, Reisya dan Ridwan hanya berbicara seperlunya. Reisya yang khawatir di salahkan oleh Ridwan lagi, memilih untuk diam dan hanya berbicara jika memang benar-benar di perlukan. 

Sedangkan Ridwan, menjadi bingung untuk memulai pembicaraan. Ridwan yang masih tidak terbiasa dengan adanya Reisya, masih merasa gugup dan canggung untuk memulai sebuah pembicaraan. Hingga saat Ridwan selesai sarapan, tidak ada pembicaraan berarti yang mereka lakukan. 

"Mengapa begitu berbeda..? Mengapa terasa sangat dingin..? Apakah mas Ridwan harus demikian..?" Reisya membatin saat melihat Ridwan beranjak pergi dari meja makan. 

"E.. Emm…" Setelah beberapa langkah, Ridwan berbalik untuk mengatakan sesuatu kepada Reisya. Tetapi kalimat yang akan Ridwan katakan seolah terhenti di tenggorokan saat melihat Reisya yang memandangnya dengan lekat. 

"Cantik.. Kau memang manis dan cantik. Sampai-sampai aku selalu gugup untuk berbicara kepadamu meski kini kau adalah istriku." Ridwan membatin saat melihat Reisya memandangnya lekat saat Ridwan berbaik. 

"Iya mas..? Kau ingin menyampaikan sesuatu..?" Reisya segera berbicara dengan senyum manisnya saat melihat ragu untuk menyampaikan sesuatu. 

"Maafkan aku, eee..eemmm seharusnya…. Tadi malam aku tidak marah kepadamu."

"Maafkan aku juga mas.. Seharusnya aku lebih bisa membaca raut wajahmu yang sedang pusing dengan penelitianmu." Reisya tersenyum lalu menjawab permintaan maaf Ridwan dengan juga meminta maaf atas kesalahan Reisya. 

Mendengar jawaban Reisya, menjadikan Ridwan merasa memiliki istri yang tepat. Dengan raut wajah malu-malu, lalu Ridwan kembali berbalik dan menuju lantai atas. Tempat pribadi yang tidak semua orang mendapatkan ijin untuk ke sana. 

****

"Padahal Reisya sudah menjadi istriku. Aku juga sudah berhubungan badan dengan Reisya, tetapi kenapa aku selalu berdebar saat melihat kecantikan Reisya? Terlebih saat dirinya tersenyum. Terasa begitu lembut. Hingga membuatku gugup untuk berbicara." Ridwan membatin saat dirinya sudah ada di ruang penelitiannya. 

"Penelitian ini harus segera aku selesaikan. Setidaknya, ketika penelitian ini sudah selesai, mungkin dan bisa jadi aku sudah tidak gugup dan tidak lagi merasa asing dengan Reisya. Saat itu sudah tiba, mungkin aku bisa merasakan kenyamanan memiliki istri. Untuk saat ini, biarlah semua berjalan seperti ini dan aku tetap fokus pada penelitian ku." Ridwan kembali membatin. 

** Di sisi yang lain **

"Mengapa pagi ini terasa lama sekali. Aku ingin segera malam. Aku sudah tidak sabar untuk kembali kepada Reisya dan memandang senyum menawannya." Ridwan dari masa depan yang berada di hotel, membatin sambil menatap jauh ke luar jendela. 

"Sebaiknya aku mencari udara segar." Ridwan membatin lalu berlalu dari jendela dan keluar dari kamar. 

Ridwan keluar dari kamarnya dengan membawa semua barang dan Check-out. Ridwan menghabiskan harinya dengan berbelanja oleh-oleh untuk Reisya. 

****

Ridwan datang ke rumah saat sudah larut. Malam itu Reisya sudah istirahat karena sudah mengetahui jika Ridwan tidak akan pulang malam ini. Sungguh suatu hal mengejutkan bagi Reisya yang sedang tidur pulas tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya. 

"Aaaaaaa… …" Teriakan Reisya cukup mengejutkan Ridwan hingga Ridwan sampai melompat menjauhi Reisya. 

"Ada apa..?" Ridwan segera bertanya saat Ridwan sudah menjauh dan Reisya menatap Ridwan dengan lekat. 

"Mas Ridwan..? Kamu sudah pulang..? Maaf mas, aku tidak tahu jika mas Ridwan pulang. Aku pikir.. Mas Ridwan akan menginap di tempat penelitian malam ini." Terlihat Reisya berbicara dengan raut wajah yang masih syok dan terkejut. 

"Sebenarnya demikian. Tapi, saat aku melewati sebuah toko perhiasan, aku melihat kalung yang bagus. Jadi aku membelinya untukmu." Ridwan berbicara lalu memberikan sebuah kotak kecil. 

"Bukalah. Itu untukmu." Ridwan kembali berbicara saat Reisya memegang kotak kecil yang di berikan Ridwan. 

"Ini.. Ini benar-benar indah mas.." Reisya mengambil sebuah kalung dan mengangkatnya hingga sejajar dengan wajah Reisya. 

Setelah Reisya mengangkat kalung tersebut, Ridwan berdiri dan berniat untuk memasangkan kalung tersebut di leher Reisya. 

"Tapi, aku sudah menggunakan kalung mas kawin yang kau berikan mas. Mungkin kalung ini lebih indah. Tetapi kalung maskawin memiliki makna yang lebih berarti." Reisya berbicara saat Ridwan memasangkan kalung pemberiannya. 

"Kau bisa menggunakannya saat kita sedang jalan-jalan keluar dan aku dapat melihatnya ketika kita menginap saat di perjalanan atau tempat tujuan. Sedangkan kalung maskawin ini, bisa kau gunakan sehari-hari ketika di rumah." Mendengar ucapan Ridwan, Reisya mengangguk menyetujui. 

** 4 hari kemudian **

Ting-tong.. Suara bel rumah Ridwan berbunyi. Dengan segera bi Ina membukakannya. 

"Pak Surya.. Bu Ayla..? Silahkan.. Kebetulan, mas Ridwan beberapa hari ini ada di rumah." Bi Ina berbicara sambil membawakan tas yang di bawa oleh Ayla. 

"Beberapa hari..? Sepertinya bulan madu mereka belum selesai." Surya bergumam saat berjalan masuk. 

****

"Hai… Liahat siapa yang datang.." Ridwan menyambut Surya dan memeluknya yang sudah masuk ke dalam rumah Ridwan. 

"Mengapa kau tidak mengabariku jika kau akan datang..?" Ridwan kembali berbicara saat melepas pelukannya terhadap Surya. 

"Tidak mengabari kau bilang..? Dua hari yang lalu aku mengabarimu jika aku akan berkunjung di akhir pekan. Tapi kau mengatakan ada di Perancis untuk keperluan penelitian." Surya berbicara sambil memiting leher Ridwan. 

"Dua hari yang lalu..?" Ridwan membatin saat dalam pitingan Ridwan. 

** 2 tahun 2 bulan yang lalu **

Kriiiing… Kriiiing… Kriiiing… Kriiiing… Kriiiing… Kriiiing… handphone Ridwan berbunyi saat Ridwan sedang berjalan dari tempat tinggalnya menuju tempat penelitian di Perancis. 

"Surya..?" Ridwan melihat layar handphonenya dan mengabaikan telepon dari Surya dan memasukkan ponselnya ke dalam kantong celananya lagi. Hingga 3 kali Surya menelepon Ridwan tetapi Ridwan tetap tidak mengangkatnya. 

"Ada apa Surya telepon aku..? Mungkin Reisya menghubungi Ayla dan kini Surya menelponku untuk menegorku. Menjengkelkan." Ridwan bergumam dengan terus berjalan menuju tempat penelitian.

Kini Ridwan sudah sampai di dalam kantornya dan mempersiapkan apa yang Ridwan butuhkan di ruang penelitian. Akan tetapi, saat Ridwan hendak keluar ruangan. Handphone Ridwan kembali berbunyi dan telepon tersebut tetap dari Surya. 

"Hallo.. Assalamu'alaikum.. Surya, kau menelponku di waktu yang kurang tepat. Aku sekarang berada di Perancis dan melakukan penelitian dengan para peneliti di sini. Aku akan menelponmu krmbali nanti setelah aku sudah tidak sibuk."

"Tidak.. Tidak.. Tidak perlu.. Kau tidak perlu menelponku lagi. Aku hanya mengatakan jika akhir pekan ini, aku akan berkunjung ke rumahmu. Jika kau tidak ada, bukankah ada Reisya di sana. Itu sudah cukup untuk mengisi libur Ayla." Dengan segera Surya menanggapi ucapan Ridwan dan Ridwan pun mendengarkannya. 

"Baiklah jika begitu. Aku melanjutkan penelitianku dulu." Ridwan menanggapi ucapan Surya, lalu menutup teleponnya.. 

Tuut.. Tuut.. Tuut.. Tuut.. Tuut.. Suara yang di dengar Surya setelah Ridwan menutup teleponnya. 

1
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
Semoga pernikahan mu bahagia wan ma istri, penasaran ma isi chip nya aku, Bagus Thor cerita nya,mengisahkan sang peneliti
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
chip apa itu wan kok seperti nya penting bngt, seharusnya kamu bawa istri mu wan bukannya ditinggal disana
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
ya Allah bener bener merinding permintaan ayah,ridwan jangan kamu sia siakan istri mu,wah ada pa itu Ridwan
Suii
pernikahan yang tidak di awali cinta belum tentu tak bahagia kan..seiring waktu pastu akan tumbuh benih2 cinta dan saling mengenal
Suii
Chip itu pasti sangat berarti mungkin di sana tersimpan ribuan penelitian Ridwan
Suii
hahaha narsis itu perlu kadang
💜⃞⃟𝓛 sha 🅰🅻+🅰🆈
masih part² awal belum memahami alurnya krmana..tp semoga pernikahan Ridwan reisya berjalan baik walaupun tidak di dasari cinta di awalnya
💜⃞⃟𝓛 sha 🅰🅻+🅰🆈
bersabar Reisya..ini baru awal bukan
💜⃞⃟𝓛 sha 🅰🅻+🅰🆈
pengambilan aset? apa Ridwan terlibat suatu skandal apa gimana?
💜⃞⃟𝓛 sha 🅰🅻+🅰🆈
penyesuaian dulu pasti
💜⃞⃟𝓛 sha 🅰🅻+🅰🆈
masyaalloh 🥺 suatu hari nnt papah juga mungkin seperti ini..semoga
🗿
ada mslh apa yg sedang ridwan hadapi? oh ya moga cepat pulang ye kasih tuh bini lu sendiri..
🗿
dari awal baca cerita nya menarik dan seru, semngat terus buat author
🗿
wiihh ngeri permintaan nya tpi sebagai laki² sejati hrs siap ya menerima dn hrs sanggup menjalani nya, tuh lah susahnya sebagai seorang suami tanggungjawab berat, klu smpai slh didik istri kita yg suami yg bertanggungjawab kelak diakhirat..

setiap org mengharapkan dpt istri salehah yg selalu berbakti pd suami, krn tanggungan sebagai suami itu sangat lh berat..
🦂⃟ғᴀᷤᴛᷤᴍᷫᴀ 🕊️⃝ᥴͨᏼᷛN⃟ʲᵃᵃ࿐📴
masih penasaran dengan ceritanya sih Thor..
penelitian apa yg membuat Ridwan tega meninggalkan istri yg baru 1 hari dinikahinya..
🦂⃟ғᴀᷤᴛᷤᴍᷫᴀ 🕊️⃝ᥴͨᏼᷛN⃟ʲᵃᵃ࿐📴
Alhamdulillah reisya pengertian banget tau kondisi suaminya..semoga cepat terselesaikan ya masalah Ridwan
🦂⃟ғᴀᷤᴛᷤᴍᷫᴀ 🕊️⃝ᥴͨᏼᷛN⃟ʲᵃᵃ࿐📴
sudah mau akad kenapa masih ragu kamu ridwan
⍣⃝𝐦𝐫.𝐚𝐮𝐥𝐢𝐚𝐧এ⑅⃝ⁿᶦⁿᵃ
semangat terus thor dalam berkarya..💪💪
⍣⃝𝐦𝐫.𝐚𝐮𝐥𝐢𝐚𝐧এ⑅⃝ⁿᶦⁿᵃ
penelitian apa yg ridwan kerjakan 8 tahun yg lalu
⍣⃝𝐦𝐫.𝐚𝐮𝐥𝐢𝐚𝐧এ⑅⃝ⁿᶦⁿᵃ
haiiss ridwan PD banget ya 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!