Bagas Sanjaya, dipertemukan dengan seorang gadis yang cantik dan jelita bernama Deliana. Gadis itu ia selamatkan setelah tertabrak oleh mobil yang ditumpanginya. Ternyata Deliana adalah anak dari Jonathan Zabeth, sahabat baik dari keluarga Sanjaya.
Pertemuan itulah yang kemudian menjadi jawaban sekaligus penyelesaian dari sebuah permasalahan yang mencekik kehidupan Jonathan dan keluarganya.
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, atau pun tempat, itu semua diluar pengetahuan penulis. Mohon untuk tidak memberikan komentar burik, karena itu akan berakibat buruk. Sekian dan terima gaji.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 : JAVANESE MAFIA
"Aku tidak bisa kembali ke rumah bos besar. Pasti Liam akan memerintahkan semua orang untuk memburuku sekarang. Dia orang yang
licik. Ya. Aku harus pergi ke tempat lain." Ucap Jery meringis kesakitan.
Peluru yang tertanam dilengannya itu memiliki ukuran yang cukup besar, karena pistol yang dipakai Liam untuk menembaknya adalah senjata yang dipesan secara khusus oleh Markus dan diberikan kepada Liam sebagai hadiah atas keberhasilannya.
Jery langsung menghubungi seseorang, entah itu siapa. Tampaknya Jery sudah sangat mengenal baik orang itu, sehingga dia berani meminta bantuan kepadanya.
"Siapkan obat untukku. Liam sudah menembakku. Darahku mengucur deras. Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Sekarang aku sudah berada dengan tempatmu. Hadang saja di tempat biasa, dan jangan lupakan obatnya." Kata Liam kepada orang yang ada dipanggilan tersebut.
"Oke. Tenanglah aku segera kesana."
......................
Ternyata semua dugaan Jery benar. Liam saat itu juga langsung menghubungi semua anak buah Markus dan dia mengatakan kalau Jery
berniat untuk membunuh Riana, tapi berhasil diselamatkan oleh Liam. Dan sekarang Jery sedang melarikan diri karena aksinya itu gagal dilakukan.
Liam mengatakan semua kebohongan itu agar perselingkuhannya dengan Riana tidak diketahui oleh siapa pun.
"Tenang saja nyonya. Tidak akan ada yang tahu apa yang sudah kita lakukan. Jery bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa. Dia pasti bisa diatasi. Nyonya tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja." Kata Liam menenangkan Riana.
"Kalau sampai Markus tahu semuanya, kita benar-benar berada dalam bahaya." Kata Riana menanggapi Liam.
"Sayangku. Semuanya akan berubah. Aku janji akan selalu bersamamu. Dan Markus bukanlah siapa-siapa sekarang ini. Kekuatannya sudah sangat melemah. Apalagi jika aku tidak membantunya, dia pasti sudah tidak selamat dari berbagai serangan yang dia terima."
"Apa yang kamu bicarakan Liam? Kamu itu tangan kanannya."
"Ya. Tapi itu dulu. Dan sekarang kamu lihat? Dia tidak bisa membawa kejayaan keluarga Dominic. Dulu keluarga Dominic sangat ditakuti, disegani, dan dihormati. Tapi sekarang semuanya sudah berubah. Dan jika
kamu mau, aku akan menggantikannya, demi mengembalikan kejayaan keluarga ini. Bagaimana sayang?"
Rosa diam dan tak menjawab apa pun. Hatinya bimbang. Apa yang baru saja ia lakukan bersama Liam adalah sebuah kesalahan besar yang tidak seharunya dia lakukan. Namun disisi lain Riana juga sudah bosan karena terus menerus mendapatkan ancaman dan ketidak tenangan dalam hidupnya.
Riana butuh sosok yang bisa melindunginya. Sedangkan Markus hanya mementingkan dirinya sendiri.
"Sayang. Dengar. Apa yang kamu ragukan? Aku sudah membuktikan keberhasilanku dalam memperluas wilayah kekuasaan keluarga Dominic. Jika saja Markus tidak bodoh dengan menghamburkan semua uangnya setiap hari, tentu hidupmu tidak akan terlunta-lunta seperti sekarang ini."
"Aku berjanji padamu akan menggantikan posisi Markus. Dia tidak bisa melakukan apa-apa tanpa ada orang-orang hebat dibawahnya."
"Ya. Kamu memang benar. Sekali pun dia kuat, tetapi dia tidak akan bisa menjadi siapa-siapa tanpa ada orang-orang hebat dibawahnya." Riana mulai luluh dengan rayuan Liam.
Padahal, selama ini Liam yang suka menghamburkan uang untuk kepentingan pribadinya. Dia bahkan sering mengambil beberapa juta dari uang setoran yang seharunya dia berikan kepada Markus.
Dan dia melempar kesalahannya itu kepada semua anak buahnya, dengan mengatakan kalau mereka tidak becus mengurus wilayah dan juga uang setorannya. Liam adalah orang yang amat sangat licik.
Dia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan yang dia inginkan. Jelas Markus lebih percaya dengan Liam dari pada anak buahnya yang masih berada di posisi paling bawah. Anak buah yang posisinya ada dibawah hanya dijadikan mangsa untuk kepentingan Liam.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
tp q suka karya'a bagus ...
semngt sukses selalu
klo tiap hari crazy up aku suka thor
semangat ya thor terus berkarya