Seorang gadis, memulai kisah cintanya dengan hal yang mengejutkan, bagaimana tidak? setelah dilecehkan ia malah terperangkap dalam cinta yang pemuda itu berikan, akan kah perjalan kisahnya berjalan dengan baik? Baca kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33
LIKE DULU SEBELUM LANJUT BACA, KOMEN YANG BANYAK VOTE YANG BANYAK😍
****
Lia Chan berdiri di ambang pintu, gadis itu melipat tangannya dengan wajah apatis, seolah terpaksa mengiyakan ucapan Juno, yang menyuruhnya mengantar Nicko ke depan rumah.
"Dah, Papa." Ucap Juno, pemuda cilik itu melanbaikan tangannya ke arah Nicko dengan begitu sangat menggemaskan. Nicko pun hanya memancarkan senyumnya sambil memasuki mobilnya, pemuda itu sudah mulai melajukan mobil tersebut, Lia Chan pun kembali masuk kedalam rumah setelah Nicko pergi dari sana, di ikuti Juno yang mengekor di belakang sang Mama.
"Mamy tidak ke kantor?"
"Tidak, tuan Robert akan datang, mengirim seseorang untuk mengambil hasil pekerjaan Mamy."
Tentu saja hal itu Tuan Robert lakukan, Lia Chan sangat berjasa dalam perusahaannya, terlebih statusnya sudah beranak satu, dan kondisinya yang tidak terlalu baik, membuat Tuan Robert tidak ingin menyulitkannya. Pria Paruh Baya itu mengijinkan Lia Chan beristirahat di rumah, dan akan menyuruh pegawai lainnya mengambil hasil rancangan Lia Chan.
Semenjak kehadiran Nicko, Juno selalu mengoceh, ia selalu membanggakan pria tersebut di hadapan sang Mama, tentu batin Lia Chan semakin tersayat saat itu, kenyataannya adalah Nicko memang Papa kandung dari Juno, tetapi Lia Chan sudah tidak ingin berurusan lagi dengan pemuda, yang sudah menyakitinya dan bahkan meninggalkannya bertahun-tahun tersebut.
"Mamy, Papa Nicko baik yah." Ucap Juno
"Hentikan Juno, dia bukan Papamu."
"Tapi Papa Nicko sudah bersedia menjadi Papaku." tegas Juno, baru kali ini Juno bersikeras pada Lia Chan
"Cukupp!!! Mamy bilang tidak ya tidak, jangan membantah." Lia Chan meninggikan suaranya, ia sedikit berteriak pada Juno hingga membuat pemuda kecil itu ketakutan, dan langsung tertunduk.
Lia Chan memang tidak pernah bersikap kasar pada Juno, segalanya ia lakukan dengan begitu lembut, karna Juno pun selalu menurut dan mendengarkan segalanya yang Lia Chan katakan, tetapi kali ini, semenjak Nicko datang, pertama kalinya Juno membantah sang Mama, meskipun Lia Chan sudah menegaskan jika Juno bukanlah anak dari Nicko. Padahal perasaan anak itu hanya ingin memiliki Papa, tidak perduli status dan hubungan darahnya apa.
"Juno? Maaf, Maksud Mamy-"
Juno sangat ketakutan, ia benar-benar tidak berani menatap wajah Lia Chan.
"Juno Maafkan Mamy."
Mata Lia Chan menggenang, tubuh gadis itu bergetar memyentuh tubuh kecil anaknya, ada sebuah penyesalan yang begitu besar, ketika Lia Chan bersikap kasar pada buah hatinya.
"Juno hanya ingin memiliki seorang Papa." Suara Juno bergetar, ia memandang lirih wajah Lia Chan dengan begitu polos.
Deg, Perasaan Lia Chan hancur, begitu mendengar hal tersebut keluar dari mulut Juno, suatu hal yang tidak mudah untuk Lia Chan bisa memaafkan pemuda yang pernah menghancurkan hidupnya, akan tetapi ini adalah kali pertama Juno meminta sesuatu pada Lia Chan.
Air mata gadis itu mengalir menatap kepolosan wajah Juno, ia benar-benar kebingungan harus mengatakan apalagi pada sang buah hati, tidak mungkin Lia Chan menjelaskan, sesuatu yang tidak sepantasnya di ketahui, oleh anak yang baru berusia 5 tahun.
Juno memeluk tubuh sang Mama dengan begitu erat, ia pun tidak pernah bisa melihat air mata Lia Chan mengalir.
"Mamy, Maafkan Juno," Ucap pemuda cilik itu dengan begitu menggemaskan
"Tolong jangan menangis, Juno sayang Mamy."
Lia Chan menyekas setiap tetes air matanya yang berjatuhan, ia memiringkan senyumnya menatap mata indah Juno yang berbinar.
"Mama juga sangat menyayangi Juno." tegas Lia Chan membalas pelukan sang buah hati.
Sepertinya Juno lebih memilih menjaga perasaan Lia Chan, dari pada harus mengikuti keinginannya untuk memiliki seorang Papa, meskipun umurnya yang masih sangat kecil, Juno tidak pernah bisa melihat air mata sang Mama berderai, Bibi Fan selakunornag yang sering menjaga Juno, ia selalu mengatakan sesuatu hal baik tentang Lia Chan, dan membanggakan gadis itu di hadapan buah hatinya. Hal itulah yang menjadi alasan, kenapa Juno sangat menyayangi Lia Chan, ia tentu tahu kerja keras Lia Chan selama ini, semua itu pun alasannya karna Juno, buah hati yang sangat ia cintai.
hmor naik pitm