Bulan Mahendra, seorang nona muda kaya raya yang sangat berkuasa di suatu sekolah swasta ternama.
Dia sangat di hormati di sekolah tersebut, tak hanya karna dia kaya raya, dia juga pemilik dari sekolah SMA Mahendra karna itu juga ia menjadi sangat angkuh dan sombong namun suatu hari tanpa sengaja ia bertemu dengan pemuda miskin yang merubah dirinya.
Dia mulai tertarik dengan pemuda itu dan tanpa ia sadari rasa ke tertarikannya berubah menjadi cinta yang akan mengubah kehidupannya dan nama pemuda itu adalah Awan.
Kisah cinta yang berawal dari sebuah pesta, akan kah berakhir bahagia? apakah Bulan bisa melewati semua batasan sampai bisa menuju ke tempat awan berada? atau malah Awan yang terbang menuju Bulan? atau mereka terpaksa untuk menyerah?.
Penasaran dengan ceritanya iyakan?
Yuk, baca dan jangan lupa untuk menambahkan like atau komentar untuk mendukung karya ini, biar rajin up! hehehe🙃.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Angelines, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Setelah Awan keluar dari kamar Bulan, Bulan pun langsung bertanya kepada Langit, tentang apa yang di maksud oleh Langit tadi.
"Maksudnya, keluarga Raharja tidak sekuat yang kita kira gitu?" tanya Bulan sambil beranjak duduk.
"Iya, sebenarnya struktur perusahaan mereka tidak terlalu kuat. Meskipun Raharja memiliki banyak perusahaan namun perusahaan inti mereka sangat lemah, karna pihak pengelolaannya kurang kompeten dalam menjalankan perusahaan, belum lagi anggota keluarga mereka yang sering terkena skandal bahkan baru-baru ini mereka menyuap para polisi untuk menutupi kasus narkoba yang melibatkan paman Galaksi." seru Langit menjelaskan dengan seksama.
"Jadi?" tanya Tata yang tidak faham kenapa Langit menjelaskan ini kepada mereka.
"Jadi kita harus memanfaatkan situasi mereka saat ini, agar kedepannya mereka tidak akan bermain-main dengan keluarga Mahendra lagi."
Seru Langit dengan senyum sinisnya.
"Terus, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Surya yang mulai serius.
"Ke rumah keluarga Raharja, kita harus membalas nya dengan setimpal. Jangan lupa apa yang kakek ajarkan kepada kita." seru Bulan yang seakan api dalam dirinya berkobar dan ingin menghanguskan keluarga Raharja.
"JANGAN PERNAH TUNDUK PADA SIAPAPUN, KECUALI KEPADA TUHAN." seru Tata dan Surya bersamaan.
"Tapi kamu gak apa apa pergi ke rumah Raharja sekarang? luka mu masi belum pulih." seru Langit.
"Iya Lan, besok kan bisa." ucap Tata.
"Gua maunya sekarang dan lagi, sekarang pasti Galaksi mengadu kepada ayahnya untuk membalas kita sebelum mereka merencanakan sesuatu lebih baik kita kasi pelajaran dulu." seru Bulan.
"Bener kata Bulan." ucap Surya.
"Kalau gitu, aku ganti pakaian dulu dan kalian juga tidak sopan berkujung ke rumah orang dengan pakaian berantakan seperti ini." seru Langit yang sadar bahwa bajunya sudah sangat kotor dan kusut.
"Baik, kak Langit." seru Tata dan Surya sendangkan Bulan hanya diam saja.
...****************...
Setelah mereka berganti pakaian, mereka langsung menuju ke garasi mobil Bulan dan memilih mobil yang akan mereka gunakan.
"Lan, kenapa lu nyuruh Awan pergi kan lu dari tadi mau di temen in Awan?" tanya Surya yang penasaran.
"Gua gak mau Awan ngelihat ke brutal an kalian." jawab Bulan dengan senyum kecutnya.
"Kita gak brutal, lu kali!" seru Tata yang tidak mau kalah.
"Hahaha, mungkin." seru Bulan sambil tertawa kecil.
"Tapi, sepertinya lebih baik kita membawa pengawal untuk jaga jaga." seru Surya mengusulkan.
"Itu bukan ide yang buruk, pak Anam tolong siapkan dua puluh pengawal untuk ikut kita." seru Langit sambil memerintah pak Anam yang kebetulan ada di sana untuk mengantarkan kunci mobil.
"Baik." jawab pak Anam tanpa banyak bertanya.
"Kak bukannya dua puluh pengawal itu terlalu banyak?" tanya Surya.
"Kita mau ke benteng musuh, jadi kita harus siap dan juga kita bisa mengertak mereka dengan kehadiran para pengawal kita." seru Langit.
Tak lama kemudian pengawal pun siap, mereka masuk ke dalam mobilnya dan di ikuti delapan mobil di belakangnya yang berisi para pengawal mereka.
Dalam perjalanan menuju rumah keluarga Raharja, mereka menyusun rencana untuk mengancam keluarga Raharja.
"Kak? jadi apa rencana kakak?" tanya Tata.
"Rencana kakak adalah mengacam dengan menyerang perusahaan inti mereka, jika perusahaan inti mereka bangkrut maka bisa di pastikan ke uangan keluarga Raharja akan berantakan, tapi kalau mereka masi bersih keras maka akan ku ubah ancaman itu menjadi nyata." seru Langit yang begitu tegas mengarahkan adik-adiknya.