Tania seorang gadis manis dan ceria adalah anak seorang Profesor yang bernama Zakaria. Dia gagal menikah karena rombongan calon pengantin laki - laki mengalami kecelakaan dalam perjalanan.
Kejadian tersebut membuat ayah Tania terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit. Takut Tania akan sendirian, sang ayah meminta mantan muridnya Galih untuk menikah dengan putri semata wayangnya. Galih adalah seorang pegawai kantoran yang introvert, culun dan pemalu.
Bagaimana kisah cinta Tania dan Galih selanjutnya? Ikuti kisah cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
Keduanya sarapan bersama tetap dalam keheningan seperti hari biasanya.
Selesai sarapan, Galih pun beranjak berdiri dan Tania mencium punggung tangan Galih karena akan berangkat kerja.
"Nanti malam perlombaan terakhir untuk menentukan siapa pemenangnya. Do'a kan aku menang." pinta Tania seraya memberitahu Galih.
"Itu pasti."
Akan tetapi ucapan Galih membuat sikapnya terasa canggung. Galih pun segera berangkat setelah Tania menyerahkan kotak bekal makanan padanya.
Tania masuk ke rumah setelah Galih berangkat bekerja. Tania menyiapkan segala bajunya untuk lomba menarinya nanti. Memikirkan hal lomba, sebelum lomba dimulai Tania akan berbicara dengan Rendi nanti dan jujur akan perasaannya kali ini.
Tania bertekad, tak ingin meninggalkan suaminya demi orang lain. Kemudian, Tania memasak menu kesukaan Galih.
*
*
*
Beberapa jam telah berlalu, hari ini adalah babak terakhir Tania memenangkan lomba kali ini.
Sedangkan Galih pulang kerja, langsung menuju tempat salon dimana Bobby sedang menerima pelanggan tetapnya itu.
"Selamat sore Bob," sapa Galih berjalan gontai menuju ruangannya.
"Selamat sore juga Galih," sahut Bobby dengan melihat ke kanan yang masuk ke dalam ruangannya dan kembali melanjutkan kegiatan menyemir rambut pelanggannya itu..
Setengah jam berlalu, Bobby masuk kedalam dan nampak terlihat oleh Bobby, Galih tertidur dengan wajah tenangya.
"Astaga, malah tertidur disini!" ucap Bobby dengan tersenyum lalu membangunkan Galih secara pelan.
"Galih bangun! Galih! Padahal baru saja masuk ke dalam. Eh, gak tahunya malah tidur." ucap Bobby yang merasa gemas sendiri dengan sahabatnya itu.
Galih pun bangun saat ada yang menepuk bahunya pelan dan mengerjapkan matanya berkali - kali.
"Katanya mau lomba, kenapa tidur disini? Memangnya jam berapa acaranya?" tanya Bobby.
"Masih lama Bob, aku ingin istirahat sebentar disini. Nanti, aku akan pergi setelah aku bangun tidur. Tenang saja barangmu tidak ada yang hilang." sahut Galih yang kembali menutup matanya untuk tidur sebentar lagi. Kebetulan ruangan Bobby ada tempat tidur yang nyaman untuk istirahat.
*
*
*
Dua jam kemudian, Galih akhirnya bangun setelah tertidur dengan jiwa dan raganya yang lelah. Kendati demikian, tetap tak menyurutkan cintanya yang tulus untuk Tania bahagia dengan siapapun.
Kemudian, Galih pergi mandi untuk bersiap - siap menuju lomba menarinya.
Selesai melakukan ritual mandi, Galih keluar dan mengambil baju yang tergeletak di atas tempat tidur. Ternyata, diam - diam Bobby telah menyiapkan baju khusus untuk Galih menari nanti.
Memakai baju pemberian Bobby, membuat Galih terharu. Hanya Bobby sahabat yang dimilikinya saat ini.
"Bobby, kamu yang terbaik kawan." gumam Galih saat mencoba baju di kamar tidur Bobby.
"Ternyata pas. Terimakasih Bob." ucapnya lirih seraya memandang diri sendiri di depan cermin.
Setelah rapi, Galih keluar kamar dan menemui Bobby untuk menyisir rambut agar terlihat sempurna nanti.
"Bobby, aku akan pergi bersiap - siap. Aku ingin tampil keren dihadapan Tania." kata Galih berjalan mendekati Bobby yang sedang sibuk mengurus pelanggannya.
"Sebentar Galih, aku sebentar lagi selesai. Tunggu lah sebentar saja di kursi itu." ujar Bobby meminta Galih menunggunya.
Beberapa saat kemudian, Bobby selesai dan memanggil Galih untuk duduk di kursi pelanggan.
"Kini aku akan menata rambutmu agar terlihat rapi dan keren nanti." ucap Bobby memberj semangat pada Galih.
"Oke selesai."
"Terimakasih Bobby,"
Galih berdiri dan memeluk erat sahabatnya itu dan Bobby membalas pelukan itu dengan menahan air matanya.
"Semangat Galih dan buktikan Tania akan berubah." ucap Bobby menasehati Galih meminta merubah keputusannya.
"Aku tahu Bobby apa yang aku lakukan. Kita lihat dan tunggu saja, bagaimana Tuhan membawa takdir cintaku." kata Galih penuh keyakinan.
"Oke, aku berangkat dulu. Tania pasti sudah menungguku." pamit Galih dan berlari menuju motor Bobby.
Hai semua, maaf baru update. Kemaren author sakit flu dan kepala pusing jadi tidak bisa update dan baru hari ini bisa up. Terimakasih sudah mau mampir, jangan lupa like, komen, hadiah dan tonton iklan ya.
Selamat Membaca 🤗