Sejak Ayahnya meninggal 2 tahun lalu, ia hidup berdua dengan ibunya. Dengan uang peninggalan Ayahnya, ia masih bisa bertahan hidup. Sampai pada suatu hari Ia menemukan tawaran di internet untuk menjadi "Rahim Pengganti", dengan bayaran 1Miliar.
Diusia yang masih sangat muda, 19 tahun Lea Shen memutuskan untuk ikut dalam pemilihan rahim pengganti.
Pada saat waktunya melahirkan, tanpa sepengetahuan pihak pertama Lea ternyata mengandung Anak kembar dan dokter kandungan yang menangani persalinan Lea, membantunya untuk menyembunyikan salah satu bayinya.
Setelah beberapa bulan melahirkan, Lea Shen menjalin hubungan dengan Presdir Muda yang tampan. Tidak disangka, pria itu adalah Ayah bologis anaknya.
Akankah Ibu dan Anak itu bisa berkumpul kembali?
(Ini adalah perjalanan cinta Lea dan Willy)
Follow IG author: @rymatusya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Petani Strawberry
Lea kaget melihat tindakan Willy yang mengunci pintu dan munutup gorden, ia berkata dengan panik
"Willy apa yang kamu lakukan!!!"
Willy mendekatinya dan duduk disampingnya, perlahan ia membuka sepatu Lea yang tadi dipakai untuk menginjaknya. Langsung melemparkan sepatunya kesudut ruangan.
Lea masih berusaha tenang
"Willy, kamu mau apa? Dasar me5um!!!" Lea memukul pelan dada bidang Willy.
Willy hanya tersenyum melihatnya
"Siapa yang me5um, aku tadi sudah bilang akan menghukumu bukan berbuat me5um kepadamu"
Willy mematikan lampu ruangannya.
Klikk....
"Aaaaaa... Willy!!!
*
Disebuah tempat makan Hotpot dekat dengan pusat perbelanjaan terbesar dikota A. Duduk dua orang wanita yang sedang asyik menikmati Hotpot pedas didepannya.
Disela-sela makannya, Emily yang masih merasakan sensasi pedas dimulutnya, bertanya
"Lea, apa kamu benar-benar serius dengan Willy sekarang?"
Ia penasaran, kemarin Emily melihat ruang Lea yang gelap dan gordennya tertutup rapat selama berjam-jam.
Lea terdiam sejenak dan lanjut makan.
Emily dengan rasa penasaran yang begitu besar, masih meminta jawaban dari Lea.
"Lea... Apakah kalian melakukan 'itu' kemarin di ruanganmu?"
Mendengar pertanyaan 'itu' dari Emily, Lea langsung batuk-batuk, rasa pedas Hotpot tiba-tiba menyerang tenggorokannya, batuk sampai keluar air mata.
Emily panik, buru-buru memberi minum kepada Lea. sambil menepuk-nepuk punggung Lea.
Emily: "Makannya, kalau orang nanya ya di jawab. Jadi aku tidak akan bertanya untuk ke dua kalinya, membuat kamu tersedak makanan"
Lea meluruskan tenggorokannya, beberapa kali berdehem dan menjawab
"Kemarin aku tidak melakukan 'itu' dengannya"
Emily tidak percaya, jelas-jelas ia melihat ruangannya tertutup
"Aku tidak percaya! Terus kalau tidak melakukan itu, kalian melakukan apa selama berjam-jam diruangan gelap? Memangnya aku bodoh?"
Lea masih memakan Hotpotnya perlahan, ia berkata
"Kami hanya berciuman bermesraan seperti biasa dannnnnn...." Lea menarik panjang kata terakhirnya, membuat Emily semakin penasaran.
Lea tersenyum samar sambil menyeruput kuah Hotpot yang berwarna merah, sungguh sangat menggoda.
Emily emosi, ia tidak sabar kata selanjutnya yang akan Lea katakan.
"Lea... biacara yang benar. Dan... Dan... Apa?"
Lea menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya
"Dan... Dia hanya menjadi petani Strawberry yang handal, itu saja. Tida lebih dari itu"
Emily melebarkan matanya, ia sedikit terbodoh dengan kata-kata Lea 'menjadi petani Strawberry yang handal'
Lea: "Sudahlah kalau kamu belum mengerti. Kamu masih kecil, belum saatnya mengerti" Ada nada mengejek disana.
Emily: "Hey... Siapa yang masih kecil, kemarin Rendra juga menanam Strawberry yang...."
Emily buru-buru menutup mulutnya sendiri dengan tangan dan tangan satunya lagi memukul-mukul kepalanya sambil bergumam
"Bodoh... Emily, kenapa malah membongkar rahasia sendiri"
Lea tertawa ternahak-bahak mendengarnya.
Hahahhahaha....
"Ternyata kamu sudah besar ya"
Emily melotot "Diam kamu Lea... Kamu sendiri berjam-jam hanya melihat dia menjadi petani Strawberry. Anak kecil juga tidak akan ada yang percaya" Emily mencibir.
Lea berdehem lagi dan berkata
"Aku hanya membatu menyelesaikannya dengan tangan, tidak lebih"
"Lea... Kamu gila!!!"
*
Di kediaman Keluarga Gu, Sandy dan Ayuna memberitahukan bahwa mereka akan membatalkan perjodohannya dengan Willy.
Sontak saja membuat ayah Willy marah.
Awalnya Ferdi tidak terima, memutuskan secara sepihak. Tapi setelah mendengar penjelasan dari Sandy, ia pun mulai mengerti.
"Kenapa? Ada masalah apa sehingga kalian mau membatalkan pernikaha?"
Sandy dengan gugup berkata
"Tidak terjadi apa-apa, hanya saja Ayuna akan keluar negeri untuk membantu tantenya menangani proyek disana. Itu mungkin akan memakan waktu yang cukup lama"
Ferdi Gu hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan menerima keputusan teman baiknya.
Pembatalan pernikahan ini tidak akan mempengaruhi pertemanan mereka yang sudah terjalin sangat lama.
Ferdi: "Baiklah kalau itu keputusanmu, aku harap Ayuna baik-baik di luar negeri. Dan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari putraku"
Mendengar ucapan Ferdi, Seluruh tubuh Ayuna bergetar hebat, bagaimana tidak. Siapa di neger ini yang lebih baik dari Presdir Willy, yang muda tampan dan kaya. Yang lebih kaya mungkin ada, tapi itu hanya seorang pria yang sudah berumur, seperti Jacky.
Sandy hanya bisa menelan air liurnya sendiri. Daging yang sudah didepan mulut masih bisa direbut orang.
Akhirnya pertemuan mereka kali ini diakhiri dengan makan malam berempat di rumah Gu.
*
Didalam mobil menuju arah pulang, Lea dengan penasaran bertanya
"Emily hubunganmu dengan Rendra sudah sejauh mana?"
Emily memandang pandangan diluar jendela mobil, menarik nafas dengan dalam
"Entahlah.... Kami hanya beberapa kali bertemu, itu juga tidak sengaja ingin bertemu"
ia melanjutkan
"Kalau pertemuan yang terkahir kemarin, itu baru disengaja. Dia meneleponku memintaku untuk bermain ke Apartemennya"
Lea hanya mengerutkan kening, tidak faham dengan apa yang Emily ucapkan. Tapi ia tidak ingin terus bertanya.
Masih Emily yang berbicara
"Mungkin sejak kemarin, kita meresmikan hubungan ini, walau dia terlihat agak ragu, katanya coba jalani dulu. Tidak ada ketegasan dalam ucapannya"
Lea: "Mungkin karena trauma dia beberapa tahun lalu yang membuat Rendra menjadi seperti ini. Katanya dia ditingal pergi istrinya"
Emily membelalakan matanya, ia baru mengetahui masalah ini. Selama ini dia mengira Rendra masih bujangan.
"Pantas saja sentuhannya kemarin sangat berbeda, penuh dengan provokasi" gumamnya dalam hati. Ada sedikit rasa kecewa melintasi hatinya.
Emily: "Apa kamu mengetahuinya dari Willy?"
Lea: "Dia yang mengatakannya kemarin"
Emily sejenak merasa kecewa, kenapa Rendra tidak berkata jujur kemarin padanya. Kalau waktu dulu-dulu tidak apa-apa Rendra tidak mengatakan apa-apa tentang masalah pribadinya. Toh dia dan Rendra hanya sebatas orang suruhan Willy untuk membantu Willy mendekati Lea kembali.
Tapi kemarin malam berbeda. Rendra memintanya untuk menemuinya di Apartemen. Melakukan banyak hal disana sampai menjadi petani strawberry seperti yang diucapkan Lea. Tapi dia tidak menceritakan keadaannya yang seorang duda. Ini sungguh mempermainkannya.
*
Setelah kenyataan yang Emily ketahui tadi di mobil, ia menjadi sangat murung di Leayumi Food. Biasanya Emily yang ceria, yang humoris, saat ini tidak nampak dari dirinya.
Lea menjadi merasa bersalah kepadanya. Karena kalau ia tidak memberitahu faktanya mungkin Emily tidak akan murung seperti sekarang.
Lea mencoba membujuk
"Emily, maaf aku tidak seharusnya memberitahumu, harusnya aku menunggu Rendra sendiri yang mengatakannya kepadamu"
Emily dengan lemah menjawab
"Tidak apa... Ini bukan salahmu. Hanya aku saja yang terlalu sensitif"
Lea: "Kenapa kamu sensitif seperti ini. Apakah Rendra telah melakukan 'itu' padamu?"
Emily melotot "Hey... Sembarangan kamu! Tidak bukan itu"
Lea merasa lega dan berkata
"Kalau tidak kamu tidak perlu merasa sedih dan kecewa. Didunia ini Pria masih banyak, bahkan Evan juga ada disini"
Evan yang mendengar namanya disebut langsung datang menghampiri
"Ada apa? Siapa yang merindukanku?"
Ia bercanda, karena ia tau, dari tadi melihat Emily sangat murung.
Emily: "Siapa yang merindukanmu"
Evan: "Galak sekali, biasanya juga kamu bersikap manis padaku. Sekarang mentang-mentang ada Rendra, kamu jadi mengabaikanku"
Sambil tertawa pelan.
Benar saja, itu membuat Emily makin naik darah
"Evan.... Diam kamu!!!"