Syhang nyang cipto gumono, rawuhno sejatining… kang aperojo hing songgobuwono rawuh rawuh rawuh mijil dateng pangarsanisun…
Asap dari bakaran kemenyan membumbung pekat di dalam ruangan. Menebar bau harum menggidikkan ke seluruh area rumah mewah yang baru saja di tempati Mbah Priyo dan keluarga.
Rumah mewah yang dulunya milik paranormal kondang, yang masih berdiri kokoh dengan segala keangkerannya selama empat puluh tahun itu akhirnya berpindah tangan. Dari keluarga Pak Karman ke penghuni baru yang juga seorang paranormal, Mbah Priyo.
Selanjutnya, kisah Mbah Priyo dan segala lelakunya sebagai paranormal dimulai dari rumah dengan tingkat wingit paling tinggi tersebut. Membangkitkan kejayaan paranormal kondang yang telah runtuh dengan kidung-kidung dari alam kegelapan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Lain
Di suatu tempat ….
"Maksudmu gimana toh, Kang? Ki Dalang bisa marah kalau kamu malah deket-deket sama anak dukun geblek itu!"
Bambang baru saja bangun tidur saat Krisna masuk ke dalam padepokan dan menemaninya duduk di teras. Bukan perguruan besar karena hanya ada tujuh murid yang belajar di sana, di rumah seorang guru spiritual bernama Ki Dalang.
"Aku jatuh cinta sama anak gadis itu dari sejak pertama lihat, Kris! Aku nggak bisa mengabaikan perasaanku, aku sakit kalau lihat dia nggak bahagia!" Bambang menjelaskan singkat pada adik seperguruannya yang bernama Krisna.
Semua yang berguru pada Ki Dalang adalah laki-laki muda, termasuk Bambang. Dia mulai belajar ilmu-ilmu dari padepokan tersebut sejak usia delapan belas tahun. Dua belas tahun yang singkat untuk Bambang bisa mencapai tingkat spiritual lebih tinggi dibanding yang lain, bahkan digadang-gadang bakal melampaui ilmu sang guru beberapa tahun lagi.
"Omongmu arek-e (anaknya) udah punya pacar! Pas malam naas itu juga lagi gendakan (pacaran) di pinggir sungai to?!"
"Lah itu masalah utamanya, lanangan-e (cowoknya) nggak bisa melindungi pacarnya. Gitu kok mau jadi kepala keluarga, dagelan (lawakan) cap opo coba?"
"Kan yo bukan urusanmu juga, Kang!"
"Yo jelas urusanku, Kris! Aku nggak mau wanita yang aku cintai dapat pecundang seperti laki-laki itu, mending tak geser aja posisinya!" sahut Bambang tanpa keraguan.
"Tapi sindukasunkalantaka itu permanen, Kang! Harus kamu nikahi kalau anaknya udah kena pelet birahi itu," kata Krisna masih berusaha menyangkal pemikiran Bambang.
"Ya memang niat tak nikahi, ngapain aku pake ilmu kalau cuma buat main-main? Rugi lelaku ngedan (pura-pura tidak waras) selama sepuluh tahun," jelas Bambang pelan.
"Gini loh … masio (walaupun) ayu tapi anak itu bekas diemek-emek wong akeh!" (dianu-anu orang banyak).
"Trus apa lagi?" tanya Bambang penasaran karena Krisna memenggal kalimatnya.
"Iya kalau nggak hamil …," sambung Krisna dengan cengiran bela sungkawa. Rautnya menyatakan tidak rela kalau Bambang harus mendapatkan gadis yang tidak suci.
"Justru itu, kalau ada yang tau riwayat gadis itu, siapa yang mau nikahin dia coba? Apalagi hamil, tambah nggak payu pindo (dobel nggak laku). Menolong itu jangan tanggung-tanggung Kris, apalagi sama orang yang kita sayangi."
Krisna termangu, tidak menyangka kalau Bambang memiliki ketulusan dibalik pengasihan yang ditebar pada Tyas semalam. "Aku belum mampu bersikap seperti kamu, Kang!"
"Anak Tyas memiliki darah keturunan orang pintar, pasti peka dan mudah belajar ilmu supranatural nantinya. Aku bakal punya teman bermain yang asyik, Kris!" Bambang berbicara kalem dengan senyum tersungging bahagia. Tidak ada beban apapun meski itu bukan darah dagingnya.
"Tapi kamu bakal melawan calon mertuamu sendiri, Kang! Ki Dalang sudah bilang tidak mau ikut campur urusan pribadimu kalau kamu tetap menginginkan gadis itu."
"Aku ngerti, Kris! Kamu nggak usah khawatir, mantra balik dukun itu akan aku pastikan memakan dirinya sendiri. Tidak ada yang boleh menyakiti calon istriku, juga bayi yang ada dalam kandungannya, calon anakku!"
Bambang menghembuskan nafas panjang sebelum menyambung kalimat, "Sebenarnya aku tidak berniat mengotori tanganku dengan darah, Kris! Tapi aku harus menghentikan dukun itu sebelum jatuh korban lain. Aku juga bersalah, kalau calon istriku tidak membenciku di awal, pasti bapaknya tidak akan melakukan hal buruk padaku!"
"Lagian kamu pake acara cium-cium anak gadis di depan umum, Kang! Anak dukun pisan, golek molo!" (cari perkara)
"Bosen Kris cium emak-emak terus di kampung, sekali-kali ya pingin iseng sama perawan hahaha …."
"Horor banget itu, benci setengah mati sama kamu pasti, Kang! Nggak bayangin perasaannya waktu itu … ngimpi apa anak perawan tau-tau dicium wong edan hahaha …."
"Benci itu cuma selapis ari tipisnya sama cinta, Kris! Lagian aku yakin kalau dia jodohku, gambarannya datang jelas sekali dalam mimpiku."
***
apa ini sukma bambang