NovelToon NovelToon
Dara Dan Dosen Tampan

Dara Dan Dosen Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:320.7k
Nilai: 5
Nama Author: 01Khaira Lubna

Dara gadis cantik berasal dari kampung, gadis berprestasi yang mendapat beasiswa. Niat datang ke kota untuk melanjutkan kuliahnya. Tetapi saat hendak menyeberang jalan raya, sang Ayah tidak sengaja di tabrak oleh seorang pemuda tampan yang sedang buru-buru karena baru saja selesai berkencan sama sang kekasih, Jessica namanya. Ternyata pemuda itu seorang Dosen, Bara namanya. Sang Ayah akhirnya meninggal dunia.

Setelah itu Dara hidup bersama keluarga Bara, orang tua Bara mengangkat Dara menjadi anak angkat mereka.

Beberapa bulan tinggal bersama keluarga Bara. Dara mengalami banyak musibah, kecelakaan kecil membuat Dara tidak sadarkan diri. Kegelisahan dan kekhawatiran orang tua Bara akan keselamatan Dara membuat mereka berniat menikahkan Dara dan Bara. Tapi yang membuat mereka bingung adalah Bara yang sudah memiliki tunangan sebelumnya.

Bagaimana kisah selanjutnya? akankah Bara dan Dara bersatu menjadi suami istri? Atau apakah Dara akan menemukan tambatan yang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 01Khaira Lubna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

''Dara, maaf.'' setelah lama terdiam akhirnya Om Daniel berani bersuara. Aku pun juga, aku menghapus sedikit bekas ciuman Om Daniel di bibirku. Kami sama-sama terdiam salah tingkah setelah pag*tan terlepas. Aku tak bersuara, aku masih berusaha meredamkan debaran aneh di dadaku. Aku tidak menyangka Om Daniel berani menci*m ku. Dan aku pun tadi tidak protes sama sekali. Ah ... Memalukan sekali, aku sudah seperti wanita murahan saja.

''Kamu marah? Ma-maaf, tadi Om tidak sengaja, karena cuaca yang dingin, jadi tiba-tiba saja jiwa kelelakian Om bangkit. Maaf, ya, kalau Om sudah sedikit kurang ajar sama kamu.'' Om Daniel berucap sambil menatap wajahku lekat. Ia terlihat memohon.

''Iya, aku maafkan, Om.'' balasku sedikit cemberut. Padahal sebenarnya aku suka, bahkan aku ingin lagi. Eh ... Tapi. Astaghfirullah, aku dan Om Daniel 'kan belum muhrim. Aku ada-ada saja. Mungkin setelah ini aku harus menjaga jarak dari Om Daniel, supaya tidak kebablasan seperti tadi.

''Jangan bilang sama Mama Papa kamu, ya?!'' ujar Om Daniel lagi dengan suara pelan.

''Emang kenapa? Aku nggak terima, ya, Om cium aku gitu aja. Kita 'kan belum menikah dan nggak pacaran juga.'' ucapku lancar. Perkataan itu meluncur begitu saja dari mulutku.

''Iya, pokoknya jangan bilang dulu. Em ... Emang kamu mau pacaran sama Om?''

''Pacaran kok sama Om, Om.'' jawabku asal. Lagi-lagi Om Daniel berhasil membuatku salah tingkah.

''Kalau menikah?''

''Apaan sih Om makin ngaco saja. Nanti Mama marah. Om 'kan Om aku.''

''Ya sudah, yuk pulang. Lupakan kejadian barusan. Hujannya sudah sedikit reda. Nanti kalau nunggu hujannya benar-benar reda kita bisa pulang malem. Dan nanti terjadi lagi hal aneh yang tidak kita inginkan.'' Om Daniel berucap dengan senyum simpul. Senyumnya terlihat sangat manis dan mempesona.

''Ya sudah, ayo.'' sahutku berdiri dari dudukku. Kemudian aku dan Om Daniel berjalan di koridor kampus yang cukup luas. Kami berjalan berdampingan melewati kelas-kelas yang tertutup. Cuaca begitu mendung, suasana horor begitu terasa di kampus. Aku memegang tengkukku yang terasa meremang.

''Udah jangan takut. Om 'kan ada di sini.'' ucap Om Daniel yang seakan mengerti sama pikiran ku dan ketakutan ku. Ia menggenggam tangan ku erat.

''Tapi tetap saja aku merasa merinding Om.''

''Wajar saja. Karena dulu ...'' Om Daniel menggantung ucapannya. Membuat aku merasa penasaran.

''Dulu apa, Om?'' tanya ku.

''Karena dulu ada Mahasiswa yang mat ....'' belum selesai Om Daniel berbicara aku langsung memotong ucapan nya.

''Udah Om, jangan di teruskan lagi. Huaaaa ....'' ucapku, lalu aku berlari dengan cepat menuju perkiraan.

''Hahahaha .... Om hanya becanda Dara.'' teriak Om Daniel di sertai tawa berderai.

''Ihhh sebel deh.'' Aku berdiri di dekat parkiran.

''Makanya jangan penakut.''

''Tapi tetap aja takut.''

''Ya sudah. Maaf. Bentar lagi kita sampai di mobil.'' aku mengangguk. Setelah sampai di dekat mobil, Om Daniel membuka pintu mobil untukku dengan cepat, saat memastikan aku sudah duduk dengan aman, Om Daniel masuk ke pintu sebelah. Lalu ia mulai menginjak pedal gas dan memutar setir. Mobil melaju membelah jalanan yang basah, kendaraan nampak lengang. Wajar saja, karena hujan yang turun sedari tadi membuat orang-orang malas untuk keluar rumah. Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya aku sampai di rumah.

''Hati-hati, ya, Om.''

''Iya. Kamu ganti baju, makan dan istirahat lah.'' pesan Om Daniel yang berhasil membuat aku senang. Perhatian yang Om Daniel berikan sungguh membuatku semakin mengagumi sosoknya. Aku mengangguk kecil, setelah itu mobil Om Daniel melaju lagi.

Aku sudah sampai di dalam rumah, Mama menyambut ku dengan wajah tersenyum hangat. Sedangkan Oma memasang wajah datar. Mama dan Oma duduk di ruang keluarga, televisi yang menyala menandakan mereka sedang nonton bersama. Cemilan nampak tersedia di meja. Ada kue kering, kacang-kacangan dan lainnya. Lalu aku menjatuhkan bok*ng ku tepat di sebelah Mama.

''Anak gadis kok pulangnya hampir malam gini. Kuliah apa kuliah?!'' tiba-tiba Oma bersuara terdengar menyindirku.

''Aku tadi harus nemenin Om Daniel mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum selesai, Oma.'' balasku sopan.

''Om Daniel? Heh Bella, tidak seharusnya kamu biarkan Dara dan Daniel terus bersama. Mereka 'kan tidak ada hubungan darah sama sekali. Dia kan hanya Adik angkat mu. Nanti kalau terjadi apa-apa baru tahu rasa kamu.'' ucap Oma yang ada benarnya juga. Aku menundukkan wajahku. Tiba-tiba peristiwa saat Om Daniel mencium ku terlintas di pikiranku.

''InsyaAllah nggak akan terjadi apa-apa, Ma. Karena Daniel pria yang baik dan sopan. Makanya aku begitu percaya menitipkan Dara sama dia saat di kampus.'' jawab Mama percaya diri. Ah ... Mama. Andaikan Mama tahu apa yang terjadi antara aku dan Om Daniel di kampus tadi. Pasti mama akan marah.

''Terserah kamu Bella. Mama hanya mengingatkan. Jangan sampai kejadian masalalu terulang lagi. Prass anakku juga pria yang baik, tapi karena dia sering menghabiskan waktu bersama kamu, eh ... tahu-tahu nya kalian udah ***-*** duluan sebelum waktunya.'' ucap Oma lagi dengan nada ketus.

''Ma.'' ucap Mama lirih. Aku pun akhirnya bersuara.

''Aku akan menjaga diriku dengan baik Oma.'' ucapku. Sikap Oma sudah mulai baik, ia tidak se-ketus waktu itu.

''Memang begitu seharusnya Dara. Anak perempuan harus pandai-pandai jaga diri.''

''Iya Oma.''

''Ya sudah, kalau begitu aku keatas dulu, Ma. nemenin Dara.'' ucap Mama lagi. Kemudian aku dan Mama naik ke lantai atas menuju kamarku.

Sesampainya di lantai atas aku langsung membuka pakaian ku lalu mandi. Mama menyiapkan pakaian ganti ku. Mama memang sangat memanjakan aku.

Setelah selesai mandi, aku mengganti pakaian lalu berbaring sebentar di atas tempat tidur. Sedangkan Mama sudah keluar dari tadi.

Aku mengambil ponselku lalu menyalakan nya. Begitu ponsel menyala, aku melihat pesan masuk dari Om Daniel.

[Om sudah sampai rumah]

[kamu pasti baru selesai mandi]

aku membaca pesan yang dikirim oleh Om Daniel dengan senyum yang tersungging. Baru sebentar saja aku dan Om Daniel berpisah, tetapi aku merasa sudah sangat merindukan nya. Aku benar-benar telah jatuh cinta sama Om Daniel.

[Iya Om. Aku baru selesai mandi.]

[Om ngapain sekarang?] send. Aku mengirim balasan.

[Om lagi tiduran di kamar sambil mengingat wajah cantikmu] aku membaca balasan dari Om Daniel dengan begitu bahagia. Rasanya aku ingin jingkrak-jingkrak saking bahagianya.

[Pasti belum mandi. Ih ... jorok banget sih, sana mandi dulu] balasku.

[Iya. Tapi, ada sesuatu yang ingin Om katakan kepada kamu Dara.]

[Om sungguh tak kuasa untuk menahannya.] balas Om Daniel lagi.

[Emang Om mau mengatakan apa?] tanyaku penasaran. Setelah menunggu selama lima menit, Om Daniel tak kunjung membalas pesan ku. Dari tadi aku melihat di pojok atas Om Daniel sedang mengetik ... Tapi, ketikan nya itu tak kunjung ia kirim kepadaku. Aku semaki penasaran di buatnya. Saat aku sedang menunggu balasan dari Om Daniel, tiba-tiba seorang pelayan mengetuk pintu kamarku lalu berkata.

''Non, sudah di tunggu di meja makan. Oma dan yang lainnya meminta Non makan malam bersama mereka.''

''Iya. Aku akan segera kebawah.''

Aku kemudian meletakkan ponselku secara asal di atas kasur. Aku akan makan terlebih dahulu. Nanti sajalah aku lihat balasan dari Om Daniel.

Bersambung.

1
Nuraini Nuraini
oya up lg jngn lm"
Myyra Sue
ngga jelas amat kalau tidak tau karang Novel ti usah dew idiot amat
Anonim
Lama ya up dateny
Ridha Khaira
gak nyambung
Wahyu Ramadhan
ini ceritanya ko g ad ending x bikin malas j
rayya firman
Lanjut dong thor
Dede Bunga Dendelion
kapan up lagi ,bikin penasaran ajah
arfan
up
ousky
lanjut
ousky
sdh lama sekali saya tunggu kelanjutan nya
ousky
bagaimana kisah dara selanjutnya
Syoibatul Aslamiyah
thor udah tamat ya ? kok gak ada kejelasan episode baru
Roha yati
knpa cerita bisa berubah haluan,tiba tiba tamat ????
Zana aripin
Cerita ni sudah tak mahu dilanjut ke... Lama sangat mahu update next episod..
ousky
siapa sebenar nya daniel
ousky
apakah dara menyukai om nya
Nuril
ayo ditunggu kelanjutannya kak
ousky
apakah dara berjodoh dgn daniel
ousky
lanjutkan thor
ousky
apakah dara berjodoh dgn daniel lalh siapakah daniel sebenar nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!