NovelToon NovelToon
Atap Yang Kau Janjikan

Atap Yang Kau Janjikan

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: setengahtujuhmalam

Halo semua . Ini adalah novel pertama ku. Mohon maaf jika masih banyak sekali kekurangannya ya.


**
Aurorae Genina , gadis cantik berusia 22 tahun berkulit putih dengan tinggi semampai. Menjalin hubungan terlarang dengan Herjuno Ardhi , pria 27 tahun yang sudah beristri dan mempunyai seorang putra.

Suatu hari, Aurorae mengetahui kebenaran yang selama empat bulan hubungan mereka ditutupi dengan baik oleh Herjuno.

Kira-kira apa itu? Dan bisakah Aurorae bersatu dengan Herjuno yang teramat dicintainya?

Yuk ikuti kisahnya dalam novel Atap Yang Kau Janjikan.

Selamat membaca ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon setengahtujuhmalam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 34 - Akan Melahirkan

Sudah dua bulan berlalu sejak kemarahan Aurorae.

Selama itu pula , Aurorae tidak berubah. Sikapnya masih dingin , bahkan saat ia tersenyum bukan bahagia yang tampak, melainkan rasa sakit dan kecewa yang semakin terlihat jelas.

Herjuno menyadari itu.

Entah sudah berapa puluh kali ia meminta maaf , berjanji tidak akan mengulangi lagi, tapi Aurorae bergeming.

Aurorae sudah tidak pernah lagi meminta apapun pada Herjuno.

Pernah suatu kali , Herjuno melupakan tanggal gajiannya. Sudah lewat dua hari, tapi Aurorae tidak pernah bertanya tentang uang bulanannya. Jika bukan karena Megumi yang mengingatkan , Herjuno sama sekali tidak ingat.

Dan saat Herjuno mengatakan sudah mengirim uang bulanan ke rekening Aurorae, istri keduanya itu hanya menjawab Terima kasih. Tidak seperti bulan-bulan sebelumnya yang selalu ada rentetan doa yang ia ucapkan.

Terima kasih ya Mas. Semoga rezeki kamu berlimpah berkah. Semoga kamu sehat selalu lahir dan batin. Aku juga berdoa kamu selalu bahagia.

Dan juga semoga aku bisa mengelola uang pemberian kamu dengan baik.

Begitulah yang selalu Aurorae ucapkan tiap bulan. Tapi tidak dengan dua bulan terakhir.

Aurorae juga tidak pernah meminta Herjuno menemaninya ke dokter kandungan. Herjuno harus benar-benar mengingat jadwal kunjungan dokter istrinya itu jika tidak ingin di tinggalkan. Aurorae akan memilih pergi sendiri , jika Herjuno tidak datang.

"Berhenti bersikap kekanakan Rae. Apa kau tidak lelah?" Herjuno menaikkan nada bicaranya.

Hari ini lagi-lagi Aurorae memilih pergi sendiri ke dokter kandungan , beruntung Herjuno menyusul dan tiba tepat sesaat sebelum Aurorae mendapat giliran masuk.

"Jika kau lelah pulanglah , tidak ada yang memaksamu datang Mas." tatapannya datar , tidak ada senyum atau rengekan.

Aurorae segera membuka pintu mobilnya , tapi ditahan oleh Herjuno.

"Kau tidak dengar tadi dokter bilang apa? Waktu untuk melahirkan semakin dekat , kau bisa sewaktu-waktu mengalami kontraksi. Dan kontrol kandunganmu harus seminggu sekali sekarang. Berhentilah marah-marah, supaya aku bisa mengurusmu dengan benar." Herjuno memarahi Aurorae dengan sedikit bentakan. Sesungguhnya ia mulai lelah, sampai kapan harus memaklumi sikap kekanakan Aurorae.

Aurorae membanting pintu mobil yang tadi sempat dibukanya.

"Aku marah-marah? Bagian mana yang kau sebut aku marah-marah?" Aurorae menatap tak kalah tajam.

Herjuno terkesiap. "Aku sudah berkali-kali meminta maaf ta--"

"BAGIAN MANA YANG KAU SEBUT AKU MARAH-MARAH?" Aurorae mengulangi lagi pertanyaannya , dengan nada bicara lebih tinggi.

"Sudah bagus aku hanya diam menjaga jarak darimu. Apa kau ingin aku merengek-rengek bermanja-manja padamu saat kau telah sangat melukaiku? Yang benar saja!" Aurorae membuang napasnya kasar.

"Bersyukurlah aku hanya diam daripada memakimu habis-habisan. Dengar Tuan , dunia ini bukan milikmu yang jika kau menyakiti orang lain lalu kau ingin orang itu serta merta memaafkanmu dan melupakan rasa sakitnya." Aurorae menurunkan nada suaranya. Pelan , tapi penuh penekanan.

"Aku meminta maaf padamu berkali-kali, bagaimana lagi ag--"

"Untuk kesalahan yang mana kau meminta maaf?" Potong Aurorae lagi.

"Karena tidak mengantarku ke dokter? Atau karena tidak memberiku kabar hingga malam? Atau karena lebih memprioritaskan istri pertamamu yang sedang sekarat? Apa dia sakit parah? Sampai-sampai kau bahkan tidak ingat menelponku. Untuk yang mana , Tuan?" suara Aurorae mulai bergetar.

Dan Herjuno membisu. Benar , sebenarnya mana yang membuatnya merasa bersalah. Dan mana , yang paling menyakiti Aurorae.

Ia menelisik wajah Aurorae , terlihat jelas wanita itu sedang menahan tangisnya. Berkedip sekali saja , maka air pasti tumpah dari kedua matanya.

"Kau bahkan lupa dengan janjimu akan meminta seseorang memindahkan barang-barangku ke kamar di lantai bawah." Aurorae tertawa pelan. Bukan tawa bahagia , banyak kecewa yang terlihat disana.

Herjuno terkesiap lagi. Benar , dia melupakannya.

"Jika bisa , aku ingin pergi meninggalkanmu. Sejujurnya , semua itu membuatku muak. Dan sekarang kau bilang aku kekanakan?" Aurorae mencebik. Membuka kasar pintu mobilnya dan berlalu dari sana tanpa menunggu Herjuno menjawab semua pertanyaannya.

**

Aurorae mencengkeram erat sprei dengan tangan kanannya. Sedang tangan kirinya , menyangga perut bagian bawah.

Ia menggigit pelan bibir menahan rasa sakit.

Ingin memanggil Bi Izza --adik dari Bi Ita-- tapi rasa sakit membuat lidahnya kelu.

Aurorae mengulurkan tangannya , menyenggol pelan gelas yang ada di atas meja kecil.

Prangg.

Benar saja , suara jatuhnya gelas itu membuat Bi Izza tergopoh-gopoh menghampirinya.

"Rae , ada apa?" Dengan berjingkit menghindari pecahan gelas Bi Izza mendekati Aurorae.

Aurorae hanya meringis. Dengan tangan tetap memegangi perutnya dan meremas sprei.

"Tunggu sebentar." Wanita empat puluh tahun itu berlari keluar , meminta bantuan pada tetangga sebelah rumah yang kebetulan beberapa kali pernah menyapanya.

Aurorae dipapah keluar oleh Bu Widya , sedang Bi Izza menyambar sebuah tas yang memang sudah di persiapkan dari jauh-jauh hari untuk dibawa ke rumah sakit.

Tidak lupa dompet dan ponsel milik Aurorae yang tergeletak di meja rias.

**

"Za , bagaimana?" Gumilar datang dengan setengah berlari menyusuri lorong rumah sakit.

"Rae di dalam Pak , sudah bukaan tujuh." Bi Izza menyampaikan.

Bi Ita , kakak dari Bi Izza adalah wanita yang belasan tahun membantu pekerjaan rumah tangga kediaman Gumilar saat masih di Bandung. Lalu saat Gumilar dan Aurorae memutuskan pindah ke pinggiran kabupaten Garut , Bi Ita tidak segan-segan untuk ikut karena kebetulan itu adalah kampung halamannya. Karena sudah lama bekerja dengan keluarga Gumilar , Aurorae sangat dekat dengan Bi Ita dan keluarganya.

Dan sekarang , adiknya yang membantu di kediaman Aurorae dan Herjuno.

"Dimana Herjuno?"

Bi Izza menggeleng. "Saya tidak tahu nomor ponselnya Pak. Dan ini, ponsel Rae dikunci."

"Herjuno juga tidak menelepon selama tiga jam ini?" ya , sudah tiga jam lalu sejak Aurorae dibawa ke rumah sakit.

Lagi-lagi Bi Izza menggeleng.

Raut wajah Gumilar berubah kasar. Ia merogoh ponsel di sakunya.

"Halo , Ayah." Suara Herjuno di seberang sana, sesaat setelah panggilannya diangkat.

"Kau dimana?"

"Di kantor , Yah. Apa Ayah butuh sesuatu?"

"Apa kau sibuk?"

"Tidak , aku baru saja selesai makan siang."

Gumilar mengeraskan rahangnya. "Aurorae di rumah sakit. Sudah sejak tiga jam yang lalu. Bi Izza tidak bisa menghubungimu , jadi dia hanya memegang ponsel Aurorae berjaga-jaga jika kau menelepon tapi ternyata tidak."

**

1
Kustri
g tega mau lanjut baca
kasian megumi✌👋
setengahtujuhmalam: Terima kasih sudah mampir, Kak. Next novel semoga bisa lebih baik yaa.. ❤️❤️❤️
total 1 replies
Kustri
aduuuh koq jd gini...
Kustri
bener kata farhan, egois & tamak si herjuno itu
Kustri
pa gumilar👍
Kustri
jangan mau rae... ituakan menyakitimu, farhan & magumi
Kustri
yg benar saja juno! istri mana yg rela suami'a menikah lg
Kustri
bagus aurorae, akhiri saja... cari yg single, kau pasti bs
Kustri
menarik,
suka tulisan'a, gampang dipahami, rapi
👍👍👍
BeautyBabe
Thor, aku gamau jadi arwah penasaran karena nungguin thor lanjut hiks
Irma Purwanti
akhirnya up juga sekian lama perjuangan ku menunggu .hehehe lanjut ! cemangat
DazzledSweetie
Next thor, biar aku bisa jadi first comment di bab selanjutnya haha
Diambil Oleh Anggur
seru banget novelnya, semangat terus buat author, ku tunggu karya indahnya☺
HotCupid
Lanjutannya yang banyak yang thor hahaha *banyak nawarnya
HippySunshine
makasih Thor udah up lagi makin seruu ceritanya
Cakrabirawa Tarihoran
Kutunggu jandamu thor! Ehh kutunggu lanjutannya haha
SecretFruity
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau~
SoftMambo
Halo kak author! Aku pembaca baru dan bakalan jadi pembaca setia, nih. Ditunggu next up, ya!
girl gang goodies
Lanjuting dong thor, seru!
MouthofMexico
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
༺Leͥgeͣnͫd༻ᴳᵒᵈ
Author lagi semangat ngapain nih? Kalau aku sih lagi semangat baca karya2 author dan nunggu kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!