WARNING DILARANG BOOM LIKE
SPAM PROMO SILAKAN
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN IG OTHOR_SII_TOMBOI
Apa jadinya seorang casanova berstatus duda itu terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mullet.
Pertemuannya itu terjadi saat ia sedang melakukan suatu hal di ruangan kerja kantor miliknya. Namun, sialnya kepergok oleh seseorang yang bekerja di kantornya.
Bahkan gadis tersebut mampu membuat putranya yang berhati dingin bisa tertawa lepas. Setelah tujuh tahun ia mengabaikannya.
Yang mana ia di hadapan kenyataan bahwa gadis yang bekerja di kantornya itu tak mudah ditaklukkan. Mengingat ia sendiri yang mendapat julukan duda casanova.
Bisakah ia mendapatkan hati dari gadis bar-bar yang telah berhasil membuat putranya tersenyum kembali.
Kisah perjalanan mereka di warnai dengan tingkah laku dari gadis bar-bar yang melekat di dalam dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DCTCGB
“Tuan ....” Raut wajah dingin Louser berganti terkejut melihat kedatangan Pramana. Saat ia memperhatikan seseorang yang sedang berjalan menuju ruangan pribadi Rewindra.
“Apa yang sedang kau lakukan, Ser?” Pramana pun mengulang kembali pertanyaan yang sama.
“Saya, sedang mengawasi seseorang yang sedang naik ke lantai atas, Tuan.”
“Apa kau tak tahu kabar miring tentang Windra, Ser?”
“Itu, Tuan, saya sebenarnya ....” Lidah Louser mendadak kelu ketika mendapat sorot tatapan yang dingin.
“Sudah ku' duga! Kau pasti akan mengatakan bila Windra tak ingin di ganggu begitu, hm!” Menatap dingin ke arah Louser yang mana pandangan matanya ke arah sebuah laptop yang digunakan untuk mengawasi. Membuat Pramana terkejut dengan seseorang yang sedang ia awasi itu.
Mengapa postur tubuhnya seperti seseorang yang aku kenal tapi ada di mana?
Tak ingin gegabah ia akan memastikannya apa yang sedang mengganggu pikirannya.
Berbeda yang dilakukan oleh karyawan kantor. Araela tanpa takut membawa peralatan kerjanya. Namun, ia selalu menyadari tentang kamera di setiap sudut ruangan yang akan di datangi oleh dirinya.
Tak membuat ia takut dan meragu dengan penuh tekad yang bulat dirinya akan sedikit bermain dengan pemilik kantor tempatnya bekerja.
Berpura-pura membersihkan di setiap lantai dengan lantai sedang di bersihkan. Tak lupa meja sekretaris Rewindra tak lupa dari kedua tangannya. Namun, ketika berada di dekat pintu ruangan milik pemimpin.
Melalui pintu yang sedikit terbuka. Araela mengumpat geram karena telinganya tak sengaja mendengar suara dessahan yang membuatnya ingin muntah. Saat mendengar suara yang begitu sangat menji'jikkan.
Lalu tak lama kemudian suara dessahan tersebut sangat mengganggu pendengarannya, dan tak tahan dengan kedua insan tersebut. Araela pun membuka pintu untuk memulai aksinya.
Membuat kedua insan yang sedang menuntaskan hassrat itu pun saling mengumpat geram karena kegiataan itu terhenti akibat ulahnya.
“Ups maaf, Pak!” Menampilkan raut wajah yang begitu polos dan lugu itulah yang sedang dimainkan oleh dirinya.
“Kau ....” Rewindra yang sedang di puncak klimmaks itu pun harus terhenti karena kegiataannya terganggu ulah kedatangan office girl yang pernah bertabrakkan dengannya.
Tak lupa Rewindra menyuruh wanita itu memakai pakaiannya. “Pakai bajumu!”
“Saya benar-benar minta maaf, Pak!” Namun, Araela terkejut dengan wanita yang menjadi patner ranjang pemimpinnya tersebut.
Si'alan kenapa harus ketemu dengannya. Aku masih tak terima dia menuduhku membunuh nenek! batinnya mengumpat geram dengan tingkah laku dari wanita tersebut.
Sonya sendiri yang sedang menikmati permainan dari duda casanova itu terkejut dengan kedatangan seorang office girl yang ternyata adalah kakak tirinya. Ia pun bisa memanfaatkan kekuasaan pria itu untuk mengusir orang yang Sonya benci karena tak mendapat keadilan dari Gunawan sang kakek tercinta.
“Oh rupanya kau, bekerja disini ya?” Seringai licik tersungging diwajah cantiknya untuk menekan pskikis Araela.
Akan tetapi siapa yang menyangka bahwa saudara tirinya itu pun bukan seseorang yang selalu lemah ditindas dengan ketidakadilan. Mengingat keduanya tak akan pernah bisa bersatu karena yang satu begitu tamak dan serakah.
Sementara itu Araela Ayudia Gayatri Smith tak pernah sedikit pun mendapatkan apa yang selama ini ia impikan.
“Apa kau tak malu dengan perilaku seperti ini, hah! Pantas saja Kakek tak sudi menerimamu sebagai Cucunya.” Araela tak akan kalah lagi dari anak yang dulu merebut semua yang ia punya dari sang Papa tercinta.
“Kurang ajar!”
kenapa papa nya mengeluh anak nya tdk ikut mencari cucu nya. sedangkan dia tdk kasih kabar ke anak nya kalau cucu nya hilang