NovelToon NovelToon
Istri Sambung

Istri Sambung

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:536.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anissah

Jika pengganti tidak diinginkan, maka jalan keluarnya mencari penyambung sosok yang hilang.

Tidak salah, jika timbul rasa cemburu dalam suatu ikatan. Namun, rasa cemburu yang Kinasya miliki pada suaminya. Menghadirkan ketidaknyamanan dan membatasi semua gerak langkah suaminya.

Hingga akhirnya, Kinasya divonis mengidap sindrom Othello. Dia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan imajinasi, sehingga ia meyakini dan bersikap sesuai dengan hal yang ia percaya. Padahal sangat bertentangan dengan keadaan sebenarnya.

Bukannya tidak mungkin, kecenderungan terbakar cemburu buta akibat sindrom Othello ini, membuahkan tindak kekerasan atau tindak bunuh diri maupun pembunuhan. Sayangnya, hal ini berakhir tragis untuk dirinya sendiri.

Seribu kali sayang. Disfungsi seksual yang pernah Ghifar alami, kini kambuh kembali dalam dirinya, lepas sepeninggalan istrinya. Ia tidak kuasa menahan rasa traumanya, hingga gairah hidupnya padam begitu saja.

Pekan berganti bulan, bulan berganti tahun. Ghifar tetap enggan untuk menikah kembali, meski wanita silih berganti dipilihkan oleh orang tuanya.

Hidup terus berlanjut, hingga Ghifar tersadar bahwa anak-anaknya membutuhkan peran ibu. Ia tidak mungkin terus melamuni istri yang pergi dan tak akan pernah kembali lagi itu. Mau tidak mau, ia membuka hati dan pikirannya, mencoba membangkitkan gairah dan rasa minatnya pada keindahan wanita kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IS34. Menjemput Ghavi

"Udah beres kerjaan. Sana pulang!" Novi malah mengusirku.

"Perasaan baru baca berkas tadi, kita banyak ngobrol terus."

Beberapa waktu yang lalu, Novi keluar dari ruanganku karena mendapat telepon dari asistennya. Namun, setelah ia kembali malah menyuruhku pulang.

Ia seperti tengah melamun sesuatu. Pandangannya kosong sejak tadi, ia hanya diam dengan memandangi bingkai besar yang tidak ada fotonya. Sebelumnya, bingkai tersebut berisi foto Kinasya.

Bukan aku tidak mau mengenangnya, hanya saja aku selalu teringat dengan masa-masa kita. Dengan menyimpan fotonya, cukup membuatku fokus untuk membesarkan anak-anaknya dan mencari nafkah untuk mereka.

"Udah kau pulang aja, ada bang Givan bantu di sini. Kau pun dapat amanat darinya, suruh jemput Ghavi di polres aja. Soalnya Ra ikut bang Givan, bang Givan tak mau ke polres bawa Ra. Khawatir Ra dipenjara polisi katanya, karena Ra tak mau diam."

Aku malah tergelak. Bang Givan menjadi agak-agak, setelah beristrikan Canda. Masa iya Ra dipenjara, karena anaknya tidak mau diam? Tentu saja polisi akan memaklumi keaktifan anak-anak yang tidak jelas tengah sibuk apa itu.

"Ghavi udah selesai kah masa hukumannya?" tanyaku kemudian.

Aku langsung mencari kunci mobil dan memasukkan ponselku ke saku.

"Udah katanya, kurang lebih satu tahun penjara." Novi berjalan ke arah kursiku.

"Kau kenapa sih ngelamun aja, Nov?" aku menyempatkan diri untuk memberinya perhatian kecil.

"Aku kepikiran ajakan kau. Kalau ditolak, nanti aku fix jadi perawan tua. Tapi kalau nerima kau, aku takut tak tulus ke anak-anak kau."

Novi saja tidak percaya dengan dirinya sendiri, apalagi aku?

Jadi, jalan keluarnya bagaimana?

Aku mencari ibu sambung untuk Kal dan Kaf di mana lagi?

Dewi, jelas tidak mungkin. Aku tahu pendiriannya, ia tidak mudah mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Dewi adalah jenis manusia, yang mencintai dirinya sendiri. Aku sulit menjelaskan tentangnya. Tapi yang jelas, kekhawatiran Dewi akan pasangan yang tidak bisa membahagiakannya itu besar. Karena ia hidup, dalam keluarga yang bercerai.

Saat mengenalku dulu, dia sudah tidak tinggal bersama keluarganya lagi. Dewi sudah tinggal seorang diri, dengan menghidupi dirinya sendiri.

Tapi, apa aku perlu mencobanya?

Baiknya, aku ceritakan saja dulu pada mamah. Misalkan dijodohkan dengan seorang wanita yang baik untuk keturunanku pun, aku akan menerimanya. Lebih baik dijodohkan, ketimbang mencari sendiri seperti ini.

Karena jelas, aku tidak mungkin bisa langsung mencintainya. Aku butuh seseorang, yang bisa membuatku memiliki rasa padanya.

"Aku ke polres dulu, Nov." aku melangkah menuju pintu ruangan.

Hanya dekheman ringan saja, saat Novi menyahutiku.

Sejujurnya, aku bingung juga dengan pikiran Novi. Novi seperti tengah dilanda kebimbangan yang hebat.

Awalnya, ia seolah begitu mencintai Nando. Tapi tiba-tiba, ia tertarik untuk menjadi ibu sambung anak-anakku. Ditambah lagi, alasan dan cerita yang ia berikan.

Apakah satu tahun begitu lama kah? Sampai ia enggan berpikir ulang, untuk menerima lamaran Nando. Apa Novi memiliki kekhawatiran sendiri, mengenai usianya yang sudah tidak lagi muda itu?

Ya memang, alasannya cukup jelas. Tapi, entah mengapa aku tidak bisa percaya begitu saja.

Satu yang terlintas di pikiranku. Novi ingin hidup enak. Ia lelah bekerja, ia lelah menabung untuk membeli keperluan pribadinya sendiri. Entah kalau masalah perut, Novi tinggal di rumah mamah pun bebas makan tanpa dipungut biaya apapun. Novi ingin suaminya kelak, yang menghidupinya dan menjamin fasilitas untuknya.

Apakah aku berpikir terlalu jelek?

Apa aku perlu memantapkan hatiku?

Tapi yang jelas, ini tentang anak-anakku. Baiknya aku tanyakan juga pada mereka. Bagaimana pendapat mereka, tentang Novi ini. Aunty Cantik, sebutan itu yang sering anak-anak lontarkan untuk Novi.

Sayangnya menurut pengamatanku, Novi tidak terlalu suka bermain dengan anak-anak. Di rumah mamah pun, Kaf baru dekat akhir-akhir ini. Karena mereka satu rumah dan sering berinteraksi.

Namun, aku pun malah teringat Kinasya muda. Ia tidak terlalu perhatian pada keponakannya. Tapi saat ia memiliki anak, Kinasya begitu keibuan.

Apa karena status yang saat itu masih lajang, membuat mereka tidak terlalu dekat dengan anak-anak? Ya maksudku, Kinasya pada waktu muda dengan Novi pada masa sekarang.

Mereka pun sama-sama seumuran, dua tahun lebih tua dariku. Tapi, sepertinya Kinasya lebih tua. Karena bulan lahirnya lebih awal, ketimbang Novi. Kinasya di awal tahun, sedangkan Novi di akhir tahun.

Sedangkan Rauzha, ia dekat dengan anak-anak seperti itu. Mungkin karena ibunya wafat dan ia masih memiliki adik kecil. Membuatnya mau tak mau, menjadi kakak dan ibu untuk adiknya sendiri.

Seperti itu mungkin pendapatku. Novi bisa keibuan, jika ruang lingkup dan tanggung jawabnya pada anak ia miliki. Karena pola pikirnya pun nanti akan berubah, karena keadaan kehidupannya yang juga berubah. Jelas berbeda saat lajang dan sudah memiliki anak.

Aku menganggapnya hal yang wajar.

Ternyata, sudah ada tangan kanan papah yang mengurus Ghavi. Yang membuatku heran di sini, Ghavi malah cengengesan saat melihatku ada di depan matanya.

"Duda panas."

Ghavi meledekku?

Bisa-bisanya ia meledek kakaknya sendiri? Padahal ia lebih pantas diledek, karena baru keluar dari penjara.

Eh, ngomong-ngomong. Keturunan mamah dan papahku pasti ada saja yang merasakan lantai penjara.

Yang pertama papahku, kasus narkotika saat muda. Mamahku, kasus percobaan pembunuhan. Bang Givan, kasus pemerkosaan dan narkotika. Giska dulu saat gadis, kasus judi online. Giska bahkan dipenjara sekitar tiga hari, setelah ia selesai akad nikah. Ghava pun pernah merasakan sel saat masih sekolah, karena penganiayaan terhadap musuh sekolahnya. Semacam tawuran pelajar, tapi dalam jumlah massa yang lebih kecil. Lebih seperti pengeroyokan. Sekarang Ghavi, dengan kasus yang belum aku ketahui.

Semoga, aku tidak pernah merasakan berada di dalam penjara. Eh, tapi kemarin pun aku dipenjara oleh Kinasya. Penjara di dalam aturan dan hal yang dilarangnya.

"Antar pulang aja! Cek mau ke Pintu Rame Gayo dulu, cek ladang Nona Kecil dari Sulawesi." cek Nawi berkata, dengan melangkah mendahului kami.

"Ya, Cek." aku masih memperhatikannya, yang melangkah menuju salah satu mobil keluarga milik papahku.

Nona Kecil dari Sulawesi, si BESTie Hadi. Si Ceysa Ayanda Mamonto, anak sambung kakakku. Mantan pacarku menjadi kakak iparku. Lalu ai bercerai dengan kakakku, ia pergi dari rumah dengan dukunganku. Kemudian, ia kembali aku jemput dengan status istri orang. Ia menikah dengan orang asal Sulawesi, Makassar tepatnya. Namun, ketahuan saat semua sudah berlarut-larut.

Lebih mengerikannya lagi, aku sempat bermesraan di salah satu cabang Oyo ternyaman. Kemudian, ia ketahuan hamil dengan aku yang dituduh menghamilinya.

Padahal, ia hamil anak suaminya. Lalu setelah mereka dipertemukan, mereka tinggal bersama kembali. Sampai beberapa bulan kemudian, ia bercerai kembali.

Cukup lama ia menjanda, sampai akhirnya hampir rujuk kembali dengan laki-laki asal Sulawesi itu. Namun, takdir berkata lain. Nalendra, laki-laki asal Sulawesi itu wafat di malam sebelum mereka sah menjadi suami istri.

Ia memberikan amanat agar kakakku, mantan suaminya Canda yang notabene adalah mantan pacarku ini, agar rujuk saja. Membuatnya, kini sah kembali menjadi kakak iparku yang penuh drama.

Cek saja di novel sebelah, Canda Pagi Dinanti. Fix, no debat. Novel ternyata, seperti umumnya terjadi di sekitar kita. Namun, sedikit peminat. Mungkin, novelnya masih tertimbun dosa-dosa penulisnya.

Kita doakan saja, semoga novel-novel penulis Canda cepat dikenal pembaca. Karena, ia pun penulis novelku juga. Aamiin.

Ya sudah, tanpa banyak berbasa-basi lagi. Mari kita mengheningkan cipta, untuk para pahlawan yang telah gugur mendahului kita.

Ehh, kok malah jadi ngawur begini?

Ok, mari kita kembali ke alur ceritanya.

Jadi sekarang, aku tengah mengantar Ghavi ke pangkas rambut. Coba tebak apa yang ada di ingatanku sekarang?

Karena penampilan Ghavi saat ini, cukup mengingatkanku saat beberapa bulan rupaku sebelum hari ini. Sampai akhirnya, aku dibuat pangling dengan penampilanku sendiri. Karena……

...****************...

Author lagi pening 😆 nulis jadi ngawur 😅🙏 maaf ya, hiburan aja kak 🤭

Minal aidzin wal faidzin kakak-kakak semuanya 😘🙏😁

1
ahyuun.e
Kurang lama merenungnya, langsung otw nyusul aja Istri msuk kubur biar anak" jdi yatim piatu. Makanya kalau hidup itu punya pegangan dan sandaran itu satu pondasi aja yaitu Tuhan, jdi gak goyah kemana" sedih boleh berlarut ampe 6 bulan itu alangkah, belum lg klo ngak disadarkan hanyut deh ntah sampe kapan itu
falea sezi
kinasya meninggal jadinya
Lismardiana
benci benci benci aku sm givar
Lismardiana
terkadang aku benci jugak sm gifar
sering kali membandingkan istri nya orang lain.. mata nya jelalatan ngk suka aku
Lismardiana
kadang2 aku benci sm gifar udah enak lihat givan
Yunia Spm
mbak nisa nggak jelas...
Yunia Spm
ish mulutnya pkdhe
Yunia Spm
🤣
Yunia Spm
mbak nisa curhat ta...
Yunia Spm
mentang² ibu tiri ghifar mau langsung action....

aq aja yg emak kandung kalo anakku ngga tertib langsung teriak²
Yunia Spm
masih sempat curhat aja mbak nisa 😁
Yunia Spm
Tante Bena hamil novi kan hamil duluan baru akad
Rani Ummi
asli gesrek ini🤣🤣🤣
Rani Ummi
banyak ragam perselingkuhan....
Rani Ummi
lucuuuu
Red Velvet
mau simbiosis mutualisme, parasitisme atau simbiosis apalah itu yg penting kak Nisa udh mau bikinin karya baru lagi. thanks banget loh kak🤭
Febrians
gift dpt bekas givan mulu
Mafa
yayah ipan , love u pull
Edelweiss🍀
semangat terus buat kak Nisa, selalu ku tunggu karya2 mu🥰🥰🥰
Red Velvet
gimanakah keseruan cerita ttg bang Chandra, ku yakin bakalan sangat menarik😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!