Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 34
RUMAH DWI
Hari ini akan menjadi hari spesial dan akan terkenang untuk Dwi . Entah ada angin atau hujan dari mana ayah Rian memintanya datang ke salah satu restorannya bersama Rian .
Seperti perempuan normalnya , Dwi menghias dirinya sebaik dan secantik mungkin . Tak heran jika saat Rian sampai di rumahnya dia belum selesai dengan meja riasnya .
Beruntung Rian telah memperkirakan hal itu , Rian mengatakan jika dia akan datang menjemput jam lima meskipun ayahnya akan bertemu jam tujuh . Dua jam waktu yang dikira cukup untuk menanti molornya ritual Dwi .
"Maaf mas . Mbak Dwi nya masih di kamar ," sambut ART di rumah Dwi . Dengan santainya Rian mengatakan jika ia tak terburu-buru dan hanya menyuruhnya untuk cepat .
"Baik mas , saya sampaikan ke mbak Dwi dulu," ART itu naik ke atas ke markas besar Dwi . Rian sudah diterima baik oleh keluarga Dwi , tak heran jika Rian menjemput Dwi dia menyapa semua keluarganya .
Rian duduk di sofa ruang tamu dan memainkan jemarinya diatas layar ponselnya . Meskipun sudah sampai ke telinga Bagas namun ia belum bisa merasa bebas dari pikiran kemarin .
Dari dalam mama Dwi menyapanya . "Hai Rian ! Kamu masih nunggu Dwi yah , mau Tante panggilin ?" mama Dwi menawarkan bantuan . Tetapi Rian mengatakan jika dia tak sedang buru-buru jadi tak usah dipanggilkan.
"Kalian mau pergi kemana jam segini udah di jemput ?" tanya nama Dwi sekali lagi . Jujur Rian langsung menyampaikan jika ayahnya meminta bertemu dengan Dwi , pacarnya .
"Lain kali biar Dwi datang sendiri aja , kasihan kamu nungguin dia terus apalagi kalo kamu lagi sibuk jadi ganggu kamu." Tutur mama Dwi . "Nggak papa , ini udah jadi janji aku kemanapun kalo aku bisa akan aku jemput."
Sebenarnya Dwi adalah anak seorang kepala dinas di instansi pemerintahan . Dwi sendiri adalah seorang desainer dan kini tengah mengejar pendidikan S-2 .
Sepuluh menit menanti ditemani mamanya , Dwi keluar dan turun menemui Rian . Sekejap melihat Dwi yang sedang menuruni anak tangga membuatnya takjub , itu adalah penampilan terbaik Dwi selama dua tahun lebih memadu kasih .
Mamanya juga mengakui kecantikan anak tunggalnya itu . Bukan hanya pujian semata tapi juga pengakuan terhadap kecantikannya memanglah nyata .
Note: ayo guys author minta dukungan kalian untuk like dan vote author baik di bawah menu rate atau di banner ungu di atas komentar
"Sudah ? Kamu sudah selesai ?" tanya Rian pada Dwi yang kini telah berdiri di sampingnya . "Sudah , Ma aku pamit keluar sama Rian yah mau..." tanpa menunggu selesai kalimat putrinya susah di hentikan.
"Iya , mama sudah tau . Kamu jaga sopan santun dan titip salam untuk ayah Rian yah." Pesan Mamanya sebelum pergi . Dwi mencium tangan dan kening Mamanya sebelum pergi di susul Rian .
MOBIL RIAN
Satu mobil tak membuat mereka saling melontarkan kalimat seperti biasanya , hening dan tenang dengan lagu yang santai . Sekarang mereka berdua punya pikiran masing-masing.
Rian sambil menyetir tetap merasa khawatir dan memikirkan bagaimana kedua pacar temannya bisa bertemu apalagi Dwi juga mengenal keduanya .
"Cepat atau lambat mereka akan saling tau siapa sebenernya mereka." Batin Rian dari balik kemudi.
Sementara pacarnya sedang menyiapkan diri untuk bertemu ayah Rian .
Rasa grogi dan cemas pasti tak tertinggal saat kondisi seperti itu , lagian perempuan mana yang tak takut salah tingkah saat di depan orang yang ia hormati.
"Selamat malam om.., Ahh bukan.. bukan !"
"Selamat malam , saya Dwi..., Duh makin bingung !" Dwi terus saja memikirkan bagaimana dia menyapa ayah Rian nanti . Sepanjang jalan mereka tak saling sapa , sibuk dengan pikiran sendiri.
Note : author ingetin sekali lagi buat dukung author lewat like , komen , rate 5 , dan vote baik di menu ataupun di banner ungu
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih