NovelToon NovelToon
Deburan Gairah Sang Segara

Deburan Gairah Sang Segara

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / CEO Amnesia / Fantasi Urban-Mendadak kaya / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Yunita Yanti

✅ Khusus untuk yang cukup umur, masih bau kencur harap mundur dengan teratur!

(Revisi PUEBI)


AKU!
Ku tepuk dadaku jumawa.
Namaku Arkha Waradana.
Tampan, berpengaruh dan punya banyak harta. Uang adalah segalanya bagiku. Apapun bisa kudapatkan dengan uang.

Tapi mengapa aku tidak bisa membeli cinta?
Memangnya berapa harga cinta itu, sampai-sampai aku tidak bisa mendapatkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. #34 Kedatangan Genta dan Rendy

Malam yang dingin berganti pagi, warung Mutiara yang tadi sempat ramai kini sudah kembali sepi.

"Aku tinggal ke rumah salah satu warga dulu ya, Ra. Ada beberapa orang yang minta diperbaiki motornya!" ujar Segara setelah menyelesaikan pekerjaannya membantu Mutiara membersihkan warungnya.

"Iya, Abang hati hati ya, Bang!" sahut Mutiara sambil sambil mencium tangan Segara.

Sambil tersenyum Segara meraih tas peralatan mekaniknya dan menggendongnya di satu pundaknya, lalu meninggalkan Mutiara sendiri di warungnya untuk pergi ke rumah warga yang memintanya memperbaiki mesin motor dan beberapa mesin lainnya disana. Segara memang sangat senang melakukan pekerjaan itu, dengan menggunakan motor butut Imran, Segara berkeliling dari satu rumah ke rumah lain di kampung itu untuk memperbaiki mesin sesuai permintaan warga, dari sana juga lah ia bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk kebutuhan hidup mereka sehari hari.

Hari semakin siang, Mutiara masih sibuk memasak untuk makan siang mereka di warungnya.

Dari kejauhan tampak sebuah kapal yang cukup besar mulai merapat ke dermaga. Raungan suara bel kapal itu terdengar sampai ke seluruh area pesisir pantai.

Setelah bersandar, dua orang pria turun dari kapal itu dan bergegas menuju ke warung Mutiara.

"Selamat pagi, Mutiara. Bagaimana kabarmu?" salah seorang pria itu langsung menyapa saat mereka tiba di warung itu.

Mutiara yang tengah sibuk memasak di dapur terkejut ketika tiba tiba mendengar seseorang menyapanya. Mutiara segera menoleh ke arah dua pria itu lalu tersenyum ramah.

"Eh Bang Genta, kabar baik, Bang. Abang kapan tiba di kampung ini lagi, Bang?" tanyanya dengan senyum ramah yang selalu menghiasi bibirnya.

"Aku baru saja sampai disini, Ra. Tapi kali ini aku tidak sendiri, ini kenalin temanku namanya Rendy!" jawab Genta sambil memperkenalkan rekannya yang saat itu bersamanya.

"Aku Mutiara, Bang!" Mutiara masih tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya yang langsung disambut juga dengan ramah oleh Rendy.

"Aku Rendy!" sahutnya sambil ikut menjabat tangan Mutiara.

"Segara mana, Ra!" tanya Genta lagi.

"Bang Segara lagi ke rumah salah satu warga kampung ini, Bang. Dapat panggilan memperbaiki mesin motor milik warga!" jawab Mutiara.

"Bang Genta kesini lagi, bukan karena mesin kapalnya rusak lagi kan, Bang!" tanya Mutiara sekedar basa basi.

"Bukan, Ra. Aku sengaja kesini karena ada urusan!" jawab Genta.

"Abang mau aku buatkan kopi apa teh? kalian habis perjalanan jauh, pastinya haus dan lapar kan?" lanjut Mutiara, dia tidak terlalu peduli dengan urusan Genta datang lagi ke pulau itu.

"Boleh, Ra. Tolong buatkan dua kopi hitam!" ujar Genta sambil menyulut sebatang rokoknya.

Mutiara bergegas menuju dapur untuk membuatkan kopi yang diminta oleh Genta.

"Jadi ini ya yang kamu bilang istri barunya Bos Arkha?" bisik Rendy kepada Genta.

"Iya, cantik dan ramah, kan? Beda jauh sama Nyonya Livina yang sombong dan acuh itu!" jawab Genta sambil menyesap rokoknya dan menghembuskan asapnya melalui hidungnya.

"Betul, wanita yang sederhana dan cantik sekali, pantas saja Bos Arkha betah tinggal di pulau ini!" seringai Rendy.

"Silahkan diminum kopinya, Bang!" ucap Mutiara sambil menyuguhkan dua cangkir kopi dan beberapa buah pisang goreng dihadapan Genta dan Rendy.

"Suamimu pulang jam berapa, Ra?" tanya Genta sembari mencomot satu pisang goreng dari nampan yang masih di tangan Mutiara dan langsung memasukkannya ke mulutnya.

"Nggak tentu, Bang. Tergantung seberapa banyak orang yang membutuhkan bantuan jasanya, kalau banyak mungkin siang baru kembali, tapi kalau sedikit paling bentar lagi balik," terang Mutiara.

"Sebenarnya aku kesini mau ketemu Segara, aku mau membahas tentang mesin kapal dengannya," beber Genta.

"Ooh.. iya, ditunggu aja dulu sebentar, Bang! Bang Segara biasanya pasti langsung kesini kalau pekerjaannya sudah beres," jelas Mutiara tanpa ada rasa curiga sedikitpun terhadap Genta.

"Aku tinggal ke dalam dulu ya, Bang! kalau mau pesan makanan lain nanti tinggal panggil saja," lanjutnya lagi sambil melangkah kembali masuk ke dalam warungnya.

Setelah Mutiara meninggalkan mereka, kembali Rendy berbisik kepada Genta.

"Kamu benar benar yakin kalau Segara itu Bos arkha?" Rendy menggelengkan kepalanya dan nampak ragu setelah melihat lihat situasi di sekitar area pantai itu.

"Aku sangat yakin, Ren. Dan nanti setelah kamu bertemu langsung dengannya, aku yakin kamu juga akan langsung percaya kalau Segara itu adalah Bos Arkha!" tegas Genta.

Genta hanya manggut manggut sambil menyeruput kopi hitam dari cangkirnya.

Tak lama kemudian, Segara tiba di warungnya dan langsung menemui Mutiara.

"Eh Abang sudah balik. Itu ada Bang Genta kesini lagi, katanya mau ketemu Abang!" seru Mutiara saat melihat suaminya kembali.

"Apa, Genta?" Segara membulatkan matanya, ia sangat terkejut ketika Mutiara menyebut nama asistennya itu apalagi mengatakan dia sedang ada disana saat itu.

"Iya, katanya mau membahas mesin kapal sama Abang, itu mereka duduk di depan!" Mutiara menunjuk bangku paling ujung di warungnya dan terlihat dua orang pria tengah duduk disana.

"Itu Genta dan Rendy, apa mereka kesini untuk mencariku?" gumam Segara dalam hatinya.

"Kenapa Abang diam saja, Bang. Ayo temui mereka, mereka sengaja kesini jauh jauh cuma buat ketemu Abang loh!" ujar Mutiara, melihat suaminya yang hanya diam di tempat Mutiara langsung membujuknya.

Dia sama sekali tidak tahu kalau sebenarnya suaminya sudah mengingat masa lalunya, Genta dan Rendy itu adalah dua asisten kepercayaan Arkha.

Segara mengusap kasar wajahnya, seketika hatinya menjadi bimbang. Sebenarnya ia tidak ingin menemui kedua asistennya itu, dia sudah berniat untuk tidak kembali ke kota dia hanya ingin hidup bahagia bersama Mutiara dan tetap tinggal di kampung itu.

Akhirnya perlahan Segara melangkahkan kakinya juga untuk mendekati Genta dan Rendy. Apabila dia tidak bersedia menemui kedua orang itu, pastinya Mutiara akan curiga kepadanya, karena itulah ia bersedia menemui kedua asistennya itu, namun ia tetap berpura pura menjadi Segara.

"Hai apa kalian sudah lama menunggu?" sapa Segara saat ia sudah ada di dekat Genta dan Rendy.

Genta dan Rendy yang sebelumnya sedang asyik memandangi lautan di hadapannya langsung menoleh kebelakang menatap ke arah Segara.

"Bos Arkha!" Rendy langsung berdiri dan sangat terkejut saat melihat Segara. Benar saja yang diucapkan Genta, pria yang tengah berdiri di hadapannya benar benar membuatnya yakin bahwa pria itu adalah bos mereka yang mereka kira sudah meninggal setahun yang lalu.

Segara lalu ikut duduk di salah satu bangku bersama dengan Genta dan Rendy.

"Segara, kenalkan ini temanku Rendy," ucap Genta memperkenalkan.

"Aku Rendy," mengulurkan tangannya.

"Namaku Segara," menjabat tangan Rendy.

Mata Rendy terus menatap ke arah Segara, sama halnya dengan Genta, sekarang ia sangat yakin pria yang mengaku bernama Segara itu adalah Arkha.

1
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Simply Yunita: Terima kasih, Kakak 🙏🙏
total 1 replies
norhayati kalil
bisa dilanjutkan watak² yg lain. apa pengakhirannya.
Simply Yunita: baca juga bonus part sampai akhir yuk Kak...
semua tokoh akan nemu jodohnya sendiri 😍😍🙏
total 1 replies
Sri Agustin
kasih nama Samudra
Simply Yunita: Ada nama lain tak kalah keren kok Kak...
yuk lanjut dibaca lagi, nanti ketemu kok jawabannya 👍💜💜🙏
total 1 replies
Irzah Irsyad Zahriyah
kok ceritaanya jadi gini thor, knp arkha di buat nika lgi sama livina, terus itu genta knp mau nikahin mutiara , haddeh.... pingin eg lanjut baca ni 😢
Simply Yunita: terima kasih sudah mengikuti kisah ini ya Kak...
yuk lanjut baca lagi, karena konflik yang ini justru akan membuat kelanjutannya makin seru 😍😍🙏
total 1 replies
Ersa
Luar biasa
mama yuhu
bagus ceritanya
tetap semangat berkarya
Simply Yunita: Terima kasih banyak sudah menyimak cerita ini sampai tamat tanpa skip Kakak..

salam sejahtera dr Author 🙏
silakan follow
FB : Yunita Yanti
IG : ini_yunita
dan ikuti terus karya2 author lainnya 🙏🙏
total 1 replies
mama yuhu
awas saling jatuh cinta...una n dila
mama yuhu
awasss...saking jatuh cinta untuk n dila
mama yuhu: salah ketik 😁😁🙏🙏
total 1 replies
mama yuhu
bagus ceritanya
tetap semangat berkarya
mama yuhu
astaga
mama yuhu
lanjut
mama yuhu
wawancara.. bisa di jadikan saksi
mama yuhu
orang suruh livina?
mama yuhu
kasian mama yuna dong d tinggal?😥😥
mama yuhu
kalau denger kisahnya apakah ara masih mau bersama arka?
mama yuhu
tenang arka.....mama yuna n ara 1 paket
mama yuhu
nahhhh...coba dr dulu kau lakukan mematahkan matai li Inara.. pasti.semua akan segera terselesaikan masalahmu arka
mama yuhu
masih untung kalau hanya d penjara..lah kl.kau d bunuh
mama yuhu
semoga segera bertemu arka sebelum livina mendahului
mama yuhu
wawww. mama yuna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!