NovelToon NovelToon
Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:685.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: neng nur

menceritakan kisah seorang gadis cantik yang sholeha menjalani hidup dengan iklhas berharap menemukan pasangan yang tepat yang dipilihkan Allah untuk dirinya dan akhirnya dia menemukannya seorang pria tampan yang sangat mencintainya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34

" Untuk pertama kalinya, aku tak perlu mencoba untuk bahagia. Karena saat bersamamu, hal itu terjadi begitu saja."

.....................#########........................

Rey dan Zahra sampai di parkiran tempat mobil Rey terparkir. Zahra masih berada di belakang Rey. Rey membukakan pintu mobil di samping kemudi.

" Masuk " perintahnya pada Zahra.

" Saya naik gojek aja pak. " ucap Zahra menolak.

" Cepat masuk!" bentak Rey.

Tempat parkiran yang sunyi membuat Zahra takut melihat Rey yang wajahnya pasti menunjukkan amarah bila perkataannya di bantah. Akhirnya Zahra memilih masuk ke mobil.

Rey kemudian masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak ada yang berbicara diantara mereka walau hampir 10 menit di jalan mereka tetap diam.

Rey terus melajukan mobilnya tanpa bertanya alamat tempat tinggal Zahra. Zahra memperhatikan jalanan ia baru sadar bahwa jalan yang di lalui mereka bukanlah jalan menuju rumah Sasa melainkan Rumah Arga abangnya.Rey akan mengantarkan Zahra tetapi ia mengira bahwa Zahra masih tinggal di rumah Arga sehingga ia mengemudikan mobilnya ke arah Rumah Arga. Rasa penasaran yang membuat Zahra berpikir, sebenarnya Rey akan membawanya ke mana membuat Zahra pun bertanya.

" Pak kita mau ke mana? "

" Emang nya kamu mau ke mana? "

" Pulang, " Jawab Zahra.

" Ya udah saya antar kamu pulang. " Kata Rey terus fokus ke jalanan.

" Emangnya bapak tahu alamat saya?" tanya nya Zahra lagi.

" Kalau tahu kenapa? apa kamu mau kasih hadiah karena saya berhasil menebak di mana kamu tinggal begitu? "Rey tersenyum nyengir melihat Zahra.

" Ya gak begitu juga pak, tapi kalau beneran bapak mau ngantarkan saya pulang ini kita udah salah arah pak. "

" Salah arah apanya, inikan jalan menuju rumah kamu Zahra?"

" Ini bener sih jalan ke rumah bang Arga, tapi pak Rey tahu dari mana ya? " Batin Zahra.

Rey masih terus mengemudi.

" Berhenti pak, kita udah terlalu jauh ni, lebih baik kita putar arah pak. " Kata Zahra lagi.

" Zahra ini jalan menuju rumahmu, saya gak mungkin salah."

" Bapak tahu rumah saya? tahu dari mana? "

" Tempo hari waktu pulang dari Party saya mengikuti kamu sampai rumah."

" Jadi bapak ngikuti saya sampai rumah? " tanya Zahra tak percaya.

" Ya, saya cuma mau mastikan kamu sampai rumah dengan selamat, karna kamu kan lagi kacau malam itu." Jawab Rey gugup ia gak ingin Zahra tahu sebenarnya dia khawatir saat itu.

" Itu rumah abang saya pak dan sekarang saya sudah tidak tinggal di sana lagi. "

Rey menoleh ke Zahra dengan pandangan tajamnya.

" Sekarang saya tinggal bersama Sasa pak, jadi kita salah arah."

Rey meminggirkan mobilnya ke tepi jalan.

" Kenapa kamu gak bilang Zahra, kalau kamu sudah pindah.?"

" Habis bapak sih gak ada nanya, main bawa aja. " Zahra tertawa kecil karena ia merasa lucu dengan ekspresi wajah Rey.

Tanpa disadari Rey, ia pun juga ikut tertawa melihat Zahra. Ia kembali menyetir mobilnya, mereka berputar arah menuju arah rumah Sasa yang alamatnya sudah di kasi tahu Zahra.

Allahuakbar..... Allahuakbar.........

( Suara azan magrib sudah berkumandang, waktu panggilan sholat untuk umat islam)

" Pak nanti kita cari masjid terdekat ya, kita Sholat dulu pak, " Pinta Zahra.

Rey tak menjawab ia hanya menoleh ke Zahra sekejap kemudian kembali matanya tertuju ke depan jalan. Hanya dalam waktu 5 menit mereka menemukan Masjid, Rey memarkirkan mobilnya di pelataran Masjid.

Zahra akan turun dari mobil ia masih melihat Rey yang duduk menyandarkan kepalanya.

" Bapak gak turun? " tanya Zahra.

" Tidak, saya tunggu di sini saja. " Jawabnya.

Zahra turun berjalan masuk ke dalam masjid.

Rey melihat sampai punggung Zahra tak terlihat lagi. Ia melepaskan nafasnya dengan kasar. Setiap melihat Masjid Rey teringat kenangan masa kecil bersama mamanya. Mamanya selalu membawa Raihan ke masjid dekat rumah mereka untuk belajar mengaji dengan seorang Ustadz tetapi semenjak mamanya meninggal Rey menjadi jauh dari Agamanya.

 

 

Zahrah selesai sholat,ia kembali ke mobil. Saat Zahra masuk ia melihat Wajah Rey yang murung. Rey menjalankan mobil ketika Zahra sudah duduk. Mobil mereka melaju meninggalkan Masjid.

Zahra bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya apa yang terjadi pada bosnya itu. wajah yang dilihatnya sangat berbeda dengan saat sebelum ia shalat tadi. Semua pertanyaan itu di tepisnya karena Zahra tidak ingin mencampuri urusan pribadi bosnya itu. Zahra lebih memilih diam sehingga sepanjang perjalanan yang mereka lalui tak ada suara yang keluar dari mulut mereka berdua.

kruuk...... kruuk....

Terdengar suara dari dalam perut Zahra.

" Aduh.... kenapa harus bunyi sekarang sih ni perut, gua kan tengsin kalau si bos galak itu dengar. " Batin Zahra dengan mata terpejam.

Rey melihat Zahra, ia tersenyum tipis mengetahui Zahra yang lagi kelaparan sampai perutnya berbunyi.

" Ternyata cacing kamu sama ya pemberontaknya kayak kamu. " Rey tersenyum mengejek.

" Ya namanya juga dia sudah letih bekerja seharian, jadi wajarkan kalau dia berontak minta jatahnya. " Jawab Zahra menyangkal untuk menutupi rasa malunya.

" Hahaha..... lihatkan tuannya da mulai ngegas..... " Rey tertawa melihat Zahra yang berbicara dengan memainkan bibirnya.

" Biarin..... lebih baik bapak fokus aja nyetirnya biar saya cepat sampai rumah. " ucap Zahra sewot.

Rey masih tersenyum, ia membelokkan mobilnya masuk ke area rumah makan yang kebetulan di lewati. di parkiran, Rey membuka seat belt lalu membuka pintu mobil untuk turun.

" Kok kita kemari pak, bukan langsung pulang? "

" Kita kasih jatah dulu ke si cacing tu biar dia gak demon. " dengan senyuman lebar Rey keluar dari mobil. Zahra pun mengikutinya. Mereka berjalan memasuki Restoran.

Seakan menjadi kesukaan Rey jika masuk rumah makan ia lebih nyaman jika memilih tempat duduk lesehan yan bisa duduk leluasa di bawah beralas busa duduk di atas lantai kramik.

Pelayan menghampiri mereka, keduanya memesan makanan. Pelayan meminta mereka untuk bersabar menunggu makanan yang telah di pesan.

Zahra teringat kepada Sasa, ia belum mengabari bahwa ia akan pulang sangat terlambat. Zahra mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya.

" Astagfirullah batrenya habis, gimana aku ngabari Sasa ya. Pasti Sasa dan tante khawatir. Apa aku pinjam ponsel pak Rey saja ya. " Batin Zahra.

Zahra melihat Rey yang asyik memainkan ponselnya.

" Pak, boleh saya pinjam ponsel bapak? "

Rayhan menoleh ke Zahra.

" Ponsel saya mati pak, saya harus ngabari Sasa agar dia dan mamanya tidak kawatir. " Zahra menunjukkan ponselnya yang sudah mati kehabisan batre dengan sedikit tersenyum.

Rey memberikan ponsel kepada Zahra, lalu Zahra mengambilnya dan menghubungi Sasa.

Panggilan tersambung.

" Sebentarya pak, pamit Zahra sedikit menjauh dari Rey.

" Assalamualaikum, Sa, ini aku Zahra.

" Waalaikumsalam, Zahra lo di mana? lo buat aku dan mama khawatir tahu, jam segini belum pulang, di telponi juga gak bisa, lo baik- baik ajakan ra? " tanya Sasa panik.

" Maaf Sa, batreku lowbet jadi gak bisa ngubungi lo. Aku baik kok. "

" Ini lo pake ponsel siapa Ra, dan lo lagi di mana? "

" ini ponsel pak Rey, aku pulangnya malam ya Sa ni kita masi mau makan, mungkin jam 9 lewatlah baru nyampe.

" Lo kelewatan ya Ra kita lagi panik eh lonya enak-enakan makan malam sama bos.

" Enak apanya, kalau disuruh milih mah aku lebih baik pulang dari pada makan sama si galak tu.

" Lo ini emang ya, kalau gua jadi lo gua bakal bahagia banget bisa makan sama bos udah macam dapat lotre mobil mewah hehehe... jadi pengen."

" ya udah lo mau di bawain apa Sa"

" Gak usah Ra, aku gak enak sama pak Rey, yang di traktirkan lo, masak malah bungkus segala. "

" Udah lo bilang mau apa, kalau diagak mau bayar aku masih punya uang, ya cukuplah untuk beliin yang lo pesan."

" Beneran ni?"

" Iya cepetan bilang mau di bawain apa?. "

" Black Papper Steak, Seafood pasta, dan Chicken Teriyaki, "

" Emh tadi aja katanya gak mau, eh sekarang mah pesan sampe tiga macam,"

" Ya kan lumayan mumpung gratis, hehehe...."

" Enak aja, gak semudah itu mendapatkan gratisan di dunia ini, ntr kita hitungan potong uang kos.hahaha."

" Idih pelit amat sih loh Ra, sama temen sendiri aja hitungan."

" Sa udah dulu ya, yang punya udah lihat lihat tu, takut pulsanya habis kali. "

" Oh ya udah Assalamualaikum

" Waalaikumsalam. " bib. Panggilan terputus.

Zahra kembali ke meja dekat Rey duduk.

" Ini pak, makasih pak ya! " Zahra tersenyum mengulurkan ponsel Rey yang ia pinjam, Rey pun mengambilnya.

" Gak semudah itu mendapatkan gratisan di dunia ini, kamu harus bayar. " Ucap Rey mengulang perkataan Zahra saat berbicara dengan Sasa.

Walau Zahra sudah menjauh dan berbicara pelan saat menelpon Sasa, tetapi Rey masih bisa mendengar dengan jelas apa yang di katakan Zahra pada temannya itu.

" Baik, saya akan bayar. kemarikan ponsel bapak? "

" Kamu mau pinjam lagi? "

" Tidak, saya mau ngecek berapa biaya panggilan terakhir tadi, biar saya bayar sekarang juga. saya tak ingin berhutang.

" Tapi saya tidak ingin uangmu, kamu harus ngelakukan sesuatu untuk saya, baru hutang mu lunas, gimana? "

" Mana bisa begitu pak, saya kan pakai pulsa bapak berarti saya harus ganti dengan pulsa juga dong? kalau bapak gak mau ya sudah lagian bapak juga gak mungkin bisa menuntut saya hanya karna pinjam ponsel harus bayar. " ucap Zahra mulai berdebat.

" Ya emang sih saya gak bisa membawa perkara ini kepengadilan tetapi saya rasa kamu lebih mengerti yang namanya hutang akan di bawa sampai mati. Saya tidak izin jika kamu tidak membayar apa yang sudah kamu pakai tadi. "

Jika emang Rey tak izin ia akan terus berhutang, biar bagaimanapun dia sudah menggunakan milik orang lain.

" Gimana Zahra? kamu setuju? tenang saja saya tidak akan minta yang macam-macam kok. " Rey kembali melebarkan senyumnya dengan menaik naikan satu alis matanya.

" Baik lah saya setuju, apa yang harus saya lakukan? " tanya Zahra pasrah.

" Sebulan lagi adik saya Kyara akan menikah. Dia mau saya yang menyiapkan pesta pernikahannya, jadi kamu harus bantu saya untuk menghandle acara itu. "

" Kenapa mau repot sih pak serahkan saja sama WO kan beres. "

" Ya saya tahu tapi adik saya ingin mulai dari WO, gaun dan semuanya saya yang memilihkan jadi saya pikir untuk masalah pesta wanita lebih mahir dan berpengalaman. "

" Ya Allah kenapa gini banget sih nasib aku, udah gagal nikah, kerja di tempat bos galak, sekarang malah harus ngurusin persiapan pernikahan orang lain. " batin Zahra.

" Zahra, Zahra.." Panggil Rey melihat Zahra yang lagi melamun.

" Baik lah pak saya setuju."

Mendengar jawaban Zahra, Rey merasa senang ia tersenyum puas akhirnya ia punya cara agar bisa selalu bersama Zahra orang yang membuat dirinya merasa bahagia hanya dengan melihat senyum tawanya.

Pelayan datang membawa pesanan mereka. mereka menyantap hidangan yang mereka pesan dengan keheninggan hanya terdengar suara sendok garfu yang beradu.

Setelah selesai makan Rey memanggil pelayan untuk meminta bil. Pelayan datang dengan bil dan pesanan Zahra untuk Sasa.

" Siniin bilnya pak, saya mau hitung makanan yang saya pesan kalau bapak yang bayar ntar bapak minta ganti lagi. " Zahra mengambil bil dari tangan Rey. Ia terkejut melihat angka di bil tersebut. " Mahal amat sih, bangkrut aku malam ni gegara si Sasa. " gerutunya dalam hati.

Rey mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya dan mengambil kembali bil yang ada di tangan Zahra dengan menarik paksa.

" Ini pak" Rey memberikannya kepada pelayan.

" Tunggu sebentar ya pak. " ucap pelayan sopan lalu pergi.

" Kamu tenang saja saya gak akan minta ganti. Ini bonus karena kamu udah setuju mau bantu saya menyiapkan pesta untuk adik kesayanganku. " Seakan lupa pada dirinya yang dulu selalu bersikap dingin, kini semenjak bersama Zahra, Rey sudah terbiasa tersenyum.

Mereka pun pulang setelah pelayan mengembalikan kartu milik Rey.

 

 

💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟

Halo kakak, maaf Author lama up nya. mudah mudahan Author bisa terus up ya biar gak ngecewai kakak semua yang masih setia mau baca karya Author. Maafkan juga bila ceritanya kaku, karna ini karya pertama Author, Author butuh kritik dan saran dari kakak semua. Dan untuk yang sudah baca jangan lupa kasih like nya ya, jika berkenan bagi vote nya juga 😆, biar author makin semangat nulisnya. Terimakasih salam hangat dari author ☺🙏🙏

1
Amjumijum
di tunggu kelanjutan nya kak😍
Sofhia Aina
Salam.....hai thor ape cerita nie da habis kok Upnya lama amat da berthn² nie nunggu LANJUTANnya.......
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
mampir ya thor
Dedlik Lik
lanjut donk
Ria Astrid Hardiana
lanjut thor
Ria Astrid Hardiana
menarik
elyn mawarni
bagus banget, lanjut thor
Ika Ikha
bagus
Romadhoni Indra5758
bos sok2an pengen nonjok mukanya si rey
Yati Nurjati
Rey cepat tembak Zahranya biar Zahra ga sama Fery.
Yati Nurjati
Luar biasa
Al Rafiqi
kash donk kla jutany
Al Rafiqi
kk kelanjutan y mn
Mirza Yulia Hidayah
Lanjut kak
Metapurnama Sari06
karyanya bagus sekali senang dech bacanya
Wina Kusuma
lanjut dong Thor...lama bgt.
Wina Kusuma
ceritanya bgs banget
Rachmadinnar
staun pas ni thor ptus gtu z crtanya pdhl bgus alurnya crtany.
Kanza Nia
up dong tor cerita y lagi seru bgt
Beby Rhinoz
ayo dong,.
up lg,...
kog lm bgt sih,..
ada lanjutannya g sih,....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!