Sebuah kecelakaan yang membuat Sultan diharuskan menikahi janda adik kandungnya.Perjalanan cinta yang rumit membuat Hanum berada di persimpangan jalan, kebingungan melanda ... memilih antara tetap bertahan, atau menyerah. Sampai suatu hari, dia menemukan sebuah rahasia besar tentang masa lalu Sultan yang sekarang resmi menjadi suaminya.Akankah Hanum menemukan cinta sejatinya, yang ternyata sepertinya memang sudah disiapkan oleh Tuhan dengan dibungkus sekelumit masalah?
Season 2.
Seorang gadis bernama Cinta berada di ambang dilema saat William, atasannya di kantor mendadak mengajaknya menikah. Memendam cinta kepada kakak kelas sedari dulu membuat Cinta akhirnya menerima pinangan William. Namun, sebuah fakta terkuak usai pernikahan itu terjadi, membuat Cinta begitu menyesali keputusannya.
Cinta hancur saat dia tahu dirinya ada di tengah-tengah antara William dan Raisa. William sangat mencintai Raisa, tapi Raisa mencintai Willmar yang tak lain adalah saudara kembarnya. William hanya menjadikan Cinta sebagai pelarian.
Apakah yang akan Cinta lakukan setelah mengetahui perasaan William padanya? Akankah Cinta berusaha mendapatkan hati William, atau lebih memilih mundur setelah sakit yang tak berkesudahan William berikan padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cobaan apa lagi ini?
Sepertinya Sultan memegang janjinya untuk memperbaiki hubungan diantara mereka yang memburuk akhir akhir ini.Pagi itu mereka duduk berhadapan di meja makan untuk sarapan pagi bersama.
Ditemani segelas susu coklat dan roti bakar selai kacang buatan Sultan, bersyukur Hanum mau memakannya,tidak seperti sebelumnya,dia selalu menolak.
" Tidak perlu pesan taksi online,biar aku mengantar mu " ucap Sultan sambil mengelap mulutnya dengan tissue.
Hanya anggukan kepala Hanum menandakan dia setuju,dia masih belum banyak bicara,belum bisa sepenuhnya bersikap normal seperti biasanya sebelum hubungan mereka renggang.
.
Mereka berdua masih membisu, sepanjang perjalanan bahkan sampai mereka tiba di pelataran gedung.
Hanum membuka sabuk pengaman nya lalu hendak membuka pintu saat tiba-tiba saja suaminya menyentuh tangan nya.
" Kabari aku pulang jam berapa nanti,tunggu aku,jangan kemana mana sebelum aku datang menjemput mu " pesan Sultan.
Lagi lagi Hanum hanya mengangguk,dia bahkan mengabaikan uluran tangan suaminya,berusaha memberi kode untuk mencium tangan nya.Hanum tidak begitu memperhatikan dan dia turun dari mobil itu begitu saja.
Bersabarlah Sultan,ingat ini semua hukuman yang harus kamu bayar, beruntung dia tidak meninggalkan mu. Sultan berusaha menyemangati dirinya.
Mobil berwarna hitam itu kemudian mulai meninggalkan pelataran gedung dan menuju tempatnya bekerja.
.
Hanum mendapati semua teman kerjanya sudah datang dan mulai sibuk dengan tugas masing-masing.
Dia pun bergegas menuju mejanya,melepas Sling bag nya dan tangan nya mulai sibuk menata aksesoris pernikahan,satu box besar penuh dengan berbagai pernak pernik ornamen pernikahan datang kemarin sore dan dia harus memindahkan itu semua di etalase.
" Num,tolong temani klien fitting baju pengantin dong,aku mau ke turun ke bawah,melihat karangan bunga pesanan bunda dulu " Metha datang saat Hanum berhasil memindahkan separuh dari isi box itu.
" Ya baiklah " Hanum segera beranjak menuju tempat yang dimaksud.
" Hati-hati kak " imbuhnya
" Hah...ada apa memangnya kenapa kamu menyuruh ku hati hati? aku cuma mau ke toko bunga,bukannya mau perang hahaha "
" Apa kakak lupa,kakak sedang hamil sekarang,mulai saat ini buang kebiasaan kakak yang suka berlarian seperti ABG ya " celetuk Hanum .
" Kirain apaan."
Mereka tertawa bersamaan, keduanya berpisah, yang satu menuju kamar pas dan satunya lagi turun ke lantai bawah.
.
Hanum terlihat pucat di sela jam istirahat nya, keringat dingin membasahi keningnya.Dia menelan sebuah pil pereda nyeri setelah mekan siang yang hanya di sentuhnya beberapa sendok.Dia merasa perlu meminumnya untuk menghilangkan rasa sakit di kepala nya yang terasa menyiksa.
" Kalau sakit pulang saja Num " perintah Ajeng.
" Nggak apa-apa,cuma sedikit pusing,nanti akan membaik setelah minum obat."
" Tapi muka kamu pucat,kamu juga berkeringat dingin " sambung Disha.
" Masih bisa aku tahan,aku pasti ijin pulang kalau aku tidak bisa menahan rasa sakitnya." Hanum kembali meneguk minuman nya.
" Bagaimana kelanjutan kisahmu Jeng?" Hanum mencoba mengalihkan perhatian.
" Aku baru akan membahas nya lagi nanti malam,kak Adam akan menemui kakak ku untuk membicarakan nya langsung." mata gadis itu berbinar saat mengatakan hal itu.
Semuanya lalu kembali sibuk setelah jam istirahat habis,mereka benar-benar disiplin dalam bekerja.Tidak ada yang boleh terlewat atau melakukan kesalahan sedikit pun.Dan yang lebih penting lagi,kerja sama yang mereka bangun sangat solid dan membuahkan hasil akhir yang maksimal.Sehingga banyak pelanggan yang puas dengan hasil kerja mereka yang membuat usaha wedding organizer nya semakin berkembang.
.
Hanum berkali melirik jam tangannya,ini sudah dua jam dia menunggu tapi tidak ada tanda tanda kemunculan suaminya.Karena merasa sangat lelah di tambah dia sedang kurang sehat akhirnya dia memutuskan untuk pulang dengan taksi yang di setopnya tadi di depan gedung.
Langkah nya sedikit gontai saat kaki kecilnya menapakkan kaki di gedung yang mulai sepi,baru pukul sepuluh malam tapi suasana memang sangat hening.Seluruh penghuni pasti sedang beristirahat di kamarnya masing-masing.
Hanum menyalakan saklar lampu begitu dia masuk ke apartemen nya,dan seketika suasana ruangan menjadi terang.Dia mencoba mencari sosok suaminya,tapi sepertinya memang pria itu belum pulang.
Akhirnya dia memutuskan untuk membersihkan badannya terlebih dulu,dia berendam air hangat di bathub.Sesekali memijat keningnya, merasakan kepalanya masih berdenyut nyeri.
Ceklek
Terdengar pintu kamar terbuka,Hanum segera menyelesaikan ritual mandi nya,dia menggunakan handuk kimono dan segera keluar dari kamar mandi.Suaminya sudah pulang, begitu pikirnya.
" Siapa kamu..!! " Hanum berteriak saking kagetnya melihat pria yang bukan suaminya mengenakan topeng berada di kamar nya.
Tiba-tiba saja pria itu mendekati Hanum, berusaha menyentuh Hanum seakan berniat untuk meniduri nya.
" Aaaahhhh... lepaskan.! " Hanum meronta kala pria itu mendorong tubuh nya si atas kasur dan menindih nya.
Hanum bisa merasakan kalau pria itu seperti nya sangat bernafsu pada nya,sekuat tenaga dia berusaha melepaskan diri tapi tenaga nya kalah kuat dibanding pria itu.
Pria itu mulai mencium paksa,Hanum berulang kali menoleh, menghindari wajah pria bertopeng hitam itu.
Air mata nya jatuh berderai,dia mulai ketakutan,dia membenturkan kepalanya pada kepala pria kurang ajar tersebut dan itu berhasil mengalihkan perhatian pria itu.
Belum sempat Hanum lari pria itu sudah kembali menarik tangan Hanum,terjadi tarik-menarik antara keduanya sampai sampai Hanum terbentur meja kecil di samping sofa.Tubuhnya terpental saat pria itu melepaskan tangannya,darah segar merembes di keningnya.
Dia mencoba bangkit lagi tapi lagi-lagi pria itu mengangkat tubuhnya dan melemparnya di atas kasur.Terjadi pergulatan lagi,Hanum sekuat tenaga mencoba melindungi kehormatan nya.Pria itu mulai menindih nya lagi,Hanum menggigil ketakutan saat pria itu berusaha melepas celana nya.
Bug....
Pria itu tersungkur ke lantai begitu Hanum menendang tepat di alat vital nya.
Hanum sempat meraih ponselnya di atas nakas lalu berlari keluar kamar,dia mulai memencet tombol menghubungi suaminya.Berkali kali dia mencoba menghubungi nya, jaringan nya tersambung tapi tidak di angkat.
Hanum berlari sekuat tenaga mencoba mencari tempat bersembunyi ketika melihat penjahat itu mulai mendekat.
Hanum berlari ke arah dapur,dia bingung tidak bisa berpikir dengan jernih untuk menemukan tempat sembunyi.
Hanum segera masuk ke dalam lemari kecil dibawah meja kompor begitu mendengar derap langkah kaki pria itu semakin dekat.
Sekujur tubuh nya basah oleh keringat,dia menggigil hebat, membungkam mulutnya sendiri,berusaha menahan tangisnya agar penjahat itu tak mengetahui kalau dia tengah bersembunyi.
" Hanum...Num....kamu dimana? " teriak seseorang begitu dia masuk dalam apartemen itu.
Penjahat itu lalu bersembunyi di balik pintu setelah menyadari kedatangan seseorang.Dua orang muncul, pandangan keduanya menyapu seluruh ruangan mencoba mencari orang yang ingin mereka temui.
Ketika penjahat itu melihat kedua orang itu mulai masuk kedalam, penjahat itu menggunakan kesempatan untuk kabur.Sayangnya dia menyenggol vas di meja dan pecah, kegaduhan itu membuat kedua orang itu mendekat.Betapa kaget nya mereka saat melihat sesosok bertopeng mencurigakan berlari,lalu salah satu dari orang itu pun reflek ikut berlari mengejar penjahat itu.
.
Tbc...🥰🥰
Sedih Aku tuh kalau ada yang gak like 😭☺️
😄