NovelToon NovelToon
Past For Future

Past For Future

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:219.5k
Nilai: 5
Nama Author: NoerHBJ

Semua berawal dari kisah seorang gadis bernama "Bulan Leo Putri" yang memiliki kisah pilu di masa lalu dimana sosok ayah yang menjadi cinta pertamanya justru melukai hati ibu, kakak, tak terkecuali dirinya.

Hingga ia tumbuh menjadi seorang gadis yang tertutup . Hanya satu orang yang mampu membuat ia tersenyum yaitu Bintangnya. Namun kepergian Bintang seakan membawa separuh jiwa nya ikut hilang.

Sampai akhirnya seorang pria yang sama sekali tidak diharapkan dalam hati Bulan datang dalam keterpaksaan. Dia adalah "Dirga Surya Baskara" yang akan mengubah status seorang Bulan dari calon adik ipar menjadi istrinya.
...

Akan ada juga cerita tentang Olivia Baskara yang berusaha untuk mengejar cintanya. Namun naas, Marcel hanya menganggap Oliv sebagai seorang adik.

Sanggupkah Oliv bertahan dan tetap teguh akan cintanya saat mengetahui semua rahasia Marcel?


Simak terus kelanjutannya "Past for future"
like, komen, dan vote karya pertamaku 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoerHBJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Insiden

Happy reading PFF Lover♥️

.

.

.

.

.

.

"Udah kenyang?" tanya Oliv saat mereka telah duduk di sofa

"Hmm," Marcel hanya berdeham sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.

"Kak..." panggil Oliv

"Hmm,"

Oliv menyandarkan tubuhnya di dada Marcel sembari membuat pola-pola abstrak di dada Marcel. Kalau saja orang lain yang berada di posisi Oliv, mungkin mereka akan lebih memilih memberi pelajaran atau bahkan mundur. Tapi tidak dengan Oliv. Rasa cintanya telanjur besar. Rasa kecewanya seolah sudah tertutupi rasa cinta.

"Kenapa?" ketus Marcel

"Aku boleh nggak keluar sebentaaaar aja." rayu Oliv yang masih setia dengan aktivitasnya

"Nggak." tegas Marcel sembari menghentikan jari Oliv yang menyentuh dadanya

"Tapi..."

"Nggak ada tapi-tapi an. Kamu kan udah janji nggak bakalan naik motor lagi." ujar Marcel datar sambil menyandarkan tubuhnya lagi di sofa

Oliv mencebikkan bibir nya kesal. Ia menyusupkan wajahnya di dada Marcel dengan posisi memeluk. Nyaman. Itulah yang dirasakan Oliv.

"Kak Marcel pake parfum apa sih. Enak banget wanginya." tanya Oliv dengan nada bergumam di dada Marcel

"Apa aja." singkat Marcel

Oliv mencubit perut sixpack Marcel geram yang membuat empunya meringis kesakitan.

"Sssshhhh Apa sih Liv." kesal Marcel

"Kak Marcel nggak ada romantis-romantisnya banget sih. Pacarnya tu dirayu kek apa kek. Kaku banget." kesal Oliv balik sambil melepaskan pelukannya

"Salah siapa cinta." goda Marcel

"Iya aku emang selalu salah di mata kak Marcel." Oliv cemberut seraya menyilang kan tangannya di perut

"Heiii..." Marcel menarik hidung kecil mancung Oliv

"Iiiih sakitt." keluh Oliv karna memang Marcel menekannya dengan kuat

"Aku nggak bisa romantis, maaf." ujar Marcel sembari mengacak-acak rambut Oliv gemas

"Tapi giliran minta jatah aja manisnya melebihi kolak pisang." cibir Oliv

"Kolak pisang??" pikiran Marcel sudah traveling kemana-mana

"Kamu mau kolak pisang??" tanya Marcel lagi yang membuat Oliv mengerutkan keningnya

"Mana?" tanya Oliv polos

"Tuh..." Marcel membawa pandangan Oliv menuju ke bawah perutnya

"Iiiiiih dasar me*sum!!!" teriak Oliv sambil memukuli Marcel dengan bantal sofa

"Hahahaha tinggal ngeluarin santannya aja nih." imbuh Marcel yang membuat Oliv tambah kesal

"Buka pintunya. Aku mau pulang." teriak Oliv yang masih memukuli Marcel

bruuuk

Mereka berdua terjatuh dari sofa dengan posisi Oliv di atas Marcel. Seperkian detik mereka saling pandang. Posisi wajah yang sangat dekat membuat Marcel semakin terfokus pada bibir merah Oliv yang masih sedikit membengkak akibat ulahnya tadi. Saat Marcel hendak meraih bibir itu, tiba-tiba Oliv menonyor dahi Marcel agar tak bertindak lebih.

"Kebiasaan!" ujar Oliv sambil mencubit bibir Marcel

"Kok dicubit sih. Digigit aja nggak papa. Abang rela sayang." ucap Marcel genit sambil mengedipkan sebelah matanya

"Lepasin adek, bang. Pegel nih."

"Kan adek yang di atas." Marcel menaik-turunkan alisnya

blush

"Oliv bodooooh"

Oliv segera beranjak dari tubuh Marcel namun Marcel menahannya. Rasanya enggan untuk melepaskan pelukan Oliv dari tubuhnya. Ada rasa nyaman yang menyelimuti mereka berdua.

"Gini dulu bentar aja." ucap Marcel sambil mengelus-elus rambut Oliv

Oliv hanya pasrah. Ia juga menikmati pelukan nyaman pria yang dicintainya itu. Setelah puas berpelukan, Marcel melepaskan pelukannya.

"Udah." ucap Marcel namun tak mendapat respon dari Oliv

"Liv..." panggil Marcel namun hanya dengkuran halus yang terdengar yang menandakan Oliv tertidur.

"Nyaman banget kayaknya." gumam Marcel sembari merapikan rambut Oliv yang berantakan.

...Di kediaman Dirga dan Bulan...

tok tok tok

Terdengar suara ketukan dari luar kamar. Bulan segera bergegas untuk membukakan pintu. Terlihat seorang paruh baya sedang menunggu pintu terbuka.

"Ada apa bik?" tanya Bulan

"Itu nyonya, ada telepon dari ibunya nyonya." jawab pelayan itu sopan

"Oh, oke bik. Makasih ya, saya angkat teleponnya dulu." Bulan berjalan menuju telepon rumah

"Halo Assalamualaikum buk." sapa Bulan

"Waalaikumsalam nak. Hp kamu dari tadi ibuk telepon kok nggak aktif sih nak." ujar Ibu dari sebrang sana

"Emmm itu buk. Hp Bulan jatuh." Bulan terpaksa bohong dengan ibunya

"Kamu cepetan ke rumah sakit nak. Bintang sekarang koma." cemas ibu

"Koma buk??" Bulan terkejut sambil menutupi mulutnya tak percaya

"Cepetan kamu ajak Dirga nak. Dari tadi ponsel Dirga juga nggak bisa dihubungi."

"Iya buk. Bulan kesana sekarang juga."

Bulan menutup telepon lalu berlari menuju kamarnya untuk mengambil tasnya. Dengan tergesa-gesa Bulan menuruni anak tangga. Ia lupa bahwa ia harus mengajak suaminya. Pikirannya sudah kacau saat mendengar pernyataan dari sang ibu yang menyatakan bahwa sahabatnya Bintang koma.

"Mau kemana kamu???" teriak pria dari atas yang sangat menggelegar

Bulan menelan ludahnya kasar. Bisa-bisanya ia melupakan suaminya. Bulan membalik badan dan menundukkan kepalanya.

tap tap tap

Pria itu mendekat pada Bulan dengan langkah yang sangat cepat.

"Mau kemana?? kabur??" hardik Dirga yang membuat tubuh Bulan bergetar

"Mas, Bintang..."

"Ikut aku!!" perintah Dirga sambil mencengkram tangan Bulan kasar

"Mas tapi Bintang..." belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Dirga sudah memotongnya lagi.

"Jangan bahas laki-laki lain lagi di hadapan suami Bulaaan" Dirga sudah mengeraskan rahangnya. Tampak sekali tengah diselimuti marah dan cemburu.

Bulan diseret oleh Dirga hingga mereka sampai di kamar. Bulan sudah sangat terisak. Untuk berbicara saja sudah tidak bisa karna Dirga selalu menyela nya. Dirga membanting Bulan di atas ranjang dengan kasar.

"Layani aku sekarang!!" perintah Dirga dengan nada yang tinggi

"Massss..." ucap Bulan disela isak tangisnya.

Tak memberikan celah untuk Bulan, Dirga segera menyambar bibir Bulan agar tak lagi berbicara. Bulan memukuli punggung Dirga dengan kuat hingga membuat Dirga melepaskan pelukannya.

"Aku nggak mau mas. Tolong Bintang..."

Belum selesai lagi dengan ucapannya, Dirga sudah menyambar lagi bibir Bulan dengan kasar.

"Awwwwwww." teriak Bulan saat Dirga memaksa menerobos masuk.

Dirga tak menghiraukan lagi teriakan dan tangisan sang istri. Dirinya sudah terlanjur terselimuti emosi dan cemburu.

Dirga mengecup kening Bulan saat telah menyelesaikan hasratnya.

"Maaf." ucap Dirga lalu merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap di samping Bulan.

"hiks hiks" Hati Bulan sudah terasah sangat hancur. Bagaimana bisa suaminya tak mau mendengarkan ucapannya dan malah memperkosanya.

"kenapa sekarang sangat sulit untuk membuat kamu mengerti mas. Aku kecewa sama kamu mas."

"Tidurlah sayang. Jangan menyesali karna udah melayani suamimu sendiri." ujar Marcel dengan suara serak dan mata yang masih terpejam.

Bulan hanya diam tak merespon ucapan suaminya. Ia meremas selimutnya untuk menahan perasaan sakitnya. Bulan hendak bangkit namun perutnya tiba-tiba sakit.

"Awwwwwww..." rintih Bulan

"Mas ada darahhh!!" teriak Bulan yang membuat Dirga bangun dan bangkit

"Mana???" tanya Dirga yang menatap Bulan meringis kesakitan.

"Mas. Perut aku sakit!!" teriak Bulan sambil meremas perutnya

Dirga menyibakkan selimut Bulan dan melihat banyak darah keluar dari bagian inti istrinya yang membengkak.

"Ya ampun Bulan..." teriak Dirga histeris

Dengan segera ia memakai baju dan memakaikan baju Bulan lalu menggendongnya. Dirga tergesa-gesa menuruni tangga.

"Pak woooo pak wooooo!!" teriak Dirga menggelar

Semua pelayan di sana langsung berlarian mendekat ke sumber suara.

"Siapkan mobil pak wo cepat!!" teriak Dirga

"Siap Tuan." patuh sopir itu lalu berlari menuju garasi mobil

"Sakiiitt. hiks." rintih Bulan kesakitan

"Tunggu sebentar ya sayang. Maafin mas." ujar Dirga dengan suara gemetar

"Aku nggak kuat mas. Sakiiittt!!!" teriak Bulan sambil meremas kuat perutnya saat mereka telah masuk kedalam mobil.

"Kamu harus kuat sayang. Kamu harus bertahan. Maafin mas ya." Dirga menciumi tangan dan kening Bulan untuk menguatkan.

"Aaaaaaaaa sakiiiit." teriak Bulan lagi dengan nafas yang tersengal.

Tak kuat lagi menahan sakit, Bulan akhirnya tak sadarkan diri.

"Sayang... sayang..." Dirga menepuk-nepuk pipi Bulan

"Sayang kamu harus bertahan. Maafin mas sayang." teriak Dirga pilu. Air mata Dirga semakin deras. Ia menangis pilu saat melihat istrinya tak berdaya akibat perbuatannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aku ingin dirimu singgah. Namun sikapku membuat dirimu selalu terluka. Maafkan aku, cinta.

Next nggak nih?

Jangan lupa jejaknya ya sahabat setia PFF🤗

1
Anisha Khalifah
kak buat cerota tentang gema olive nya dong kak
Bundanya Pandu Pharamadina
di tunggu Gema Oliv
Bundanya Pandu Pharamadina
Dirga kenapa kita juga ngga di kasih bisikan, hahhhhhh 🤔🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
kita serahin sama kak Authornya jodoh Oliv
Bundanya Pandu Pharamadina
marathon ini kak Author kita ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
singa ngamuk, awas Marcel dirimu di terkam
Bundanya Pandu Pharamadina
duh Dirga 🤭🤦‍♀️
Bundanya Pandu Pharamadina
Dirga supel dan humoris ternyata ❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
karakter wanita yg tegas dan mandiri Bulan
Bundanya Pandu Pharamadina
pak tua ternyata pacar kakak nya 🤭
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorit
👍❤
Eka Agustina
👍👍
fa _azzahra
typo.konferensi pers x thor.bkn kontroversi
fa _azzahra
aku mampir kak
Heny Febti
Ayo dong Othor lanjut kisah Oliv dan Gema.
Heny Febti
Banyak sekali rahasia Marchel.🤔
Restiani Ahza
pasti ini bintang
Cahyaning Fitri
aku kirimkan bunga buat kamu....💐💐💐
Cahyaning Fitri
lanjut....tetep semangat 💪💪💪
Cahyaning Fitri
Hidden Rich Twins Mampir, yuk saling dukung karya.... feedback....🤗😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!