Prekuel dari karya Perjalanan Waktu
Terlahir dari keluarga kuno yang selalu menjaga kesakralan adat leluhur mereka membuatnya mengenal berbagai macam legenda yang selalu di ceritakan oleh leluhurnya.
Perjalanan Yang Lu Chen mendapatkan trisula legenda yang menjadi identitas miliknya di dunia persilatan, trisula legenda yang diakui seluruh pendekar dunia persilatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Jiwa
Di pinggir danau terdapat tubuh Lu Chen yang masih tergeletak, di punggungnya muncul tanda api Zi Huo menambah jumlah tanda api di punggungnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lu Chen pulih dari keterkejutannya dan menatap ke arah ratu Ping Yin.
"Aku mewakili seluruh penghuni istana Lu Gong akan bersedia menjadi sekutumu."ucap ratu Ping Yin sedikit menundukkan kepalanya.
"Ratu!.."ucap Lu Chen.
"Aku mengucapkannya tanpa adanya paksaan."balas ratu Ping Yin.
Meng Meng menundukkan kepalanya menghormati Lu Chen, hormat Meng Meng seperti hormat kepada ratu Ping Yin.
Sekarang jiwa Lu Chen adalah jiwa legenda suci, tidak ada satupun ilusi dan serangan jiwa yang dapat melukai jiwa Lu Chen kecuali Energi hitam semesta.
"Bolehkah aku bertanya caranya keluar dari hutan dan keluar dari sin."ucap Lu Chen.
"Aku bisa mengirimmu kembali ke tubuhmu dan untuk keluar dari hutan, kau bisa datang ke sini lagi dengan menyalurkan kekuatan jiwamu ke arah salah satu pohon Shuang Su."ucap ratu Ping Yin.
"Terimakasih ratu, semoga di masa depan kita dapat kembali bertemu."ucap Lu Chen.
Ratu Ping Yin melambaikan tangannya ke arah Lu Chen, perlahan Lu Chen menghilang dan kembali ke tubuhnya.Lu Chen membuka matanya menyesuaikan sinar cahaya yang masuk, perlahan berdiri dan mengambil pedang yang berada di sampingnya.
"Setelah latihan dan aku menguasai teknik array dari guru, aku akan mengajak mereka kesini untuk keluar dari hutan."ucap Lu Chen.
...----------------...
"Tuan belum kembali selama lima hari penuh, aku akan menyusulnya."ucap Lu Wei.
"Kita tunggu hingga matahari terbenam baru mencarinya."ucap Qin Lei.
Lu Wei menganggukkan kepalanya setuju akan perkataan Qin Lei.
...----------------...
"Aku tidak mungkin kembali dengan tangan kosong membuat mereka curiga."ucap Lu Chen.
Sebuah kendi kecil muncul di telapak tangan Lu Chen, tangan kanan Lu Chen menggerakkan air danau Yanwu yang jernih.Gumpalan air danau Yanwu layang-layang dan masuk ke dalam kendi milik Lu Chen.
"Aku meminta izin untuk mengambil sedikit air dari danau."batin Lu Chen.
Ratu Ping Yin mendengar batin Lu Chen yang meminta izin mengambil sedikit air danau.
Kendi di telapak tangan Lu Chen menghilang.Lu Chen pergi menggunakan qingqong kembali ke arah gua tempat guru dan hewan kontraknya berada.
...----------------...
"Matahari sudah hampir tenggelam dan tuan belum kembali."ucap Lu Wei.
"Kita cari sekarang."ucap Qin Lei.
"Guru tidak perlu repot-repot mencariku."ucap Lu Chen dan mendarat di tanah.
"Tuan baik-baik saja ?"tanya Lu Wei.
"Aku baik-baik saja."balas Lu Chen.
"Syukurlah kau baik-baik saja, aku hampir terbang ke langit menemui Dewa Ming Zi dan menukarkan nyawaku untuk menggantikan nyawamu."ucap Qin Lei.
Lu Chen tersenyum akan perkataan dari gurunya Qin Lei.
"Yang terpenting adalah aku baik-baik saja, guru tidak perlu menemui Dewa Ming Zi."ucap Lu Chen.
"Andai aku ayah masih hidup, umurnya akan sama dengan guru.Meskipun aku kecewa tetapi dilubuk hatiku tetap menyayangimu ayah."batin Lu Chen.
"Kita masuk ke dalam, diluar sudah malam.Binatang buas pasti akan keluar mencari mangsa, meskipun array yang dipasang kuat tetapi berjaga-jaga menghindari bahaya yang datang."ucap Qin Lei.
Mereka masuk ke dalam goa bersama.
"Kau pergi kemana ?, berhari-hari tanpa kabar."ucap Qin Lei.
"Murid melihat-lihat keadaan hutan dan menemukan danau yang jernih."ucap Lu Chen.
"Danau ?"tanya Qin Lei memastikan.
"Aku menjelajahi hutan sebelum aku menetap di gua, aku tidak pernah menemukan sebuah danau."batin Qin Lei.
"Danau yang mengandung banyak energi spiritual."ucap Lu Chen.
Telapak tangan Lu Chen muncul kendil kecil, Lu Chen membuka tutup kendil.Aura spiritual keluar dari dalam kendil, Lu Chen menggerakkan tangannya membuat air di dalam kendil keluar dan melayang-layang.
"Air spiritual!"ucap Qin Lei terkejut
"Murid mengetahui bila air spiritual tetapi apa kegunaannya selain mengobati cidera jiwa yang terluka."ucap Lu Chen.
"Air yang kau bawa bukankah air spiritual biasa, air spiritual jiwa.Kegunaannya sangat luar biasa.Para master persenjataan akan menggunakan air spiritual yang berhubungan dengan jiwa untuk menyempurnakan senjata buatannya, sedangkan untuk para kultivator akan menggunakan air tersebut untuk memperkuat jiwa mereka."ucap Qin Lei.
"Surga!, Dewa Yunqi memberkatiku."ucap Lu Chen.
"Air spiritual jiwa yang aku dapatkan buat hadiah guru dariku."ucap Lu Chen.
"Tak perlu, kau yang mendapatkan harusnya kaulah yang memilikinya."ucap Qin Lei.
"Air spiritual jiwa dibagi menjadi dua, setengahnya untuk guru dan setengahnya lagi untuk Lu Wei."ucap Lu Chen.
"Tapi..."ucap Qin Lei.
"Aku mohon guru."ucap Lu Chen.
Qin Lei menghela nafas, "baiklah kalau itu pilihanmu."
Gumpalan air yang melayang-layang terbelah menjadi dua, masuk ke dalam tubuh Qin Lei.Qin Lei merasakan jiwanya seperti terlahir kembali, noda-noda jiwa luntur seperti jiwa bayi yang baru lahir.
Lu Wei kepadanya jauh berbeda dibandingkan Qin Lei, Lu Wei sempoyongan memegang kepalanya.Dua bayangan seperti tengah keluar dari tubuh Lu Wei.
"Sakitt!!"ucap Lu Wei.
Siluet dua bayangan keluar dari tubuh Lu Wei.
"Bagaimana mungkin Lu Wei memiliki dua jiwa."ucap Lu Chen.
"Ini bukan bayangan tetapi murni jiwa."ucap Lu Chen.
Dua jiwa keluar dari tubuh Lu Wei, wajah yang sama persis dan prosporsi tubuh sama seperti Lu Wei.Dua jiwa seperti memiliki kepribadian masing-masing, satu berhanfu putih dengan wajah yang teduh dan lembut disertai senyuman.Dan yang satunya berhanfu merah dengan wajah tanpa ekspresi.
"Benar-benar menentang surga, memiliki dua jiwa dalam satu tubuh."ucap Lu Chen.
Qin Lei terkejut dan hampir pingsan melihat kejadian di depannya.
"Dia memiliki garis keturunan rubah merah dan rubah putih.Rubah merah dengan ilusi mereka dan rubah merah dengan daya bertarungnya yang mumpuni."ucap Qin Lei.
Dua jiwa milik Lu Wei bersatu, perlahan-lahan masuk ke dalam tubuh Lu Wei kembali.Lu Wei berteriak dengan keras, ekor miliknya muncul.Bersatunya dua jiwa milik Lu Wei membuatnya menumbuhkan satu ekor lagi hingga ekornya berjumlah lima, kekuatannya meningkat ketika ekornya tumbuh.
"Kekuatannya meningkat pesat tiga kali lipat dari sebelumnya."ucap Lu Chen.
Teriakan lolongan terdengar di luar array.
"Guru, aku akan membunuh serigala yang berada di depan array.Lu Wei berada dalam kondisi kritis karena penyatuan jiwa tidak ada boleh yang menganggu."ucap Lu Chen.
"Baik, kita bagi tugas."balas Qin Lei.
Lu Chen pergi ke luar goa menyerang serigala yang berusaha merusak array.Qin Lei membuat array kedap suara agar suara pertarungan tidak terdengar dan mengganggu penggabungan jiwa Lu Wei.
Serigala melompat ke arah Lu Chen berusaha mencakar Lu Chen, Lu Chen menghindar serangan serigala.Serigala yang berada di depan Lu Chen berlari ke arah Lu Chen dan melompat, serigala berubah dalam bentuk manusia.
"Trang!!"
Pedang milik Lu Chen bersentuhan dengan cakar milik serigala.
"Siluman!"ucap Lu Chen.
Serigala yang berubah menjadi manusia masih memiliki sifat layaknya serigala pada umumnya.Mengaum memanggil kawanannya.
"Sialan!!"ucap Lu Chen.
Pedang Lu Chen mulai terbungkus dengan api panas, berputar dan menebas ke arah serigala.Serangan dari Lu Chen berhasil membunuh serigala.Melambaikan tangannya membuat kristal keluar dari tubuh serigala.Kristala melayang-layang ke arah Lu Chen, Lu Chen menggenggam kristal basis kultivasi milki siluman serigala.
Lu Chen menjentikkan jarinya membuat tubuh serigala terbakar dengan api yang menyala transparan.Atribut api Zi Huo, api jiwa milik Lu Chen.
"Kawana serigala tidaka akan bisa menemukan rekannya karena aku bertindak dengan cepat."ucap Lu Chen.
Sebelum Lu Chen meninggalkan arena pertarungan sekawanan serigala datang dan menatap buas ke arah Lu Chen.
"Keberuntungan ku terlalu buruk."ucap Lu Chen.
"Aku meminjam senjata milikmu."ucap Lu Chen.
"Baik tuan."balas Li Xiang dipikiran Lu Chen.
Kipas Guanghuan muncul ditangan Lu Chen, Lu Chen membuka kipas Guanghuan dan melemparkan ke arah kawanan serigala.Kipas dengan motif hewan buas melesat ke arah kawanan serigala dan langsung menyerang nadi serigala membuat satu persatu serigala tumbang.Kipas kembali ke tangan Lu Chen, darah serigala berada di ujung kipas membuat Lu Chen harus membersihkannya sebelum suara di pikirannya mencegahnya.
"Tuan tidak perlu repot-repot membersihkan darah yang berada di kipas Guanghuan, karena darah tersebut akan terserap oleh hewan buas pada kipas tersebut.Motif hewan buas pada kipas Guanghuan memiliki jiwa tersendiri."ucap Li Xiang.
"Baiklah."balas Chen.
Kristal-kristal basis kultivasi milik serigala keluar dari tubuhnya dan melayang-layang.Lu Chen melambaikan tangannya membuat kristal menghilang.
"Akan berguna suatau saat nanti."ucap Lu Chen kembali ke dalam goa.