Menikah hal yang tidak pernah terbesit dalam benak Elvira Nararya, seorang CEO bernama Khuza Gautama mengambilnya sebagai teman hidup karena inside pemerkosaan, alasan yang mendasar Khuza ingin menikahi Elvira adalah untuk menutupi aib perusahaan.
Namun seiring berjalannya waktu, Elvira akhirnya tahu bahwa semuanya hanyalah sandiwara, Khuza memperkosanya karena ingin mendapatkan keturunan, sebab kekasihnya yang berstatus model terkenal itu tidak ingin mengandung dan merusak penampilannya.
Elvira yang sudah tahu kebenarannya diam-diam mengikuti sandiwara mereka dan berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang hidupnya yang hanya di jadikan taming, lebih tepatnya alat untuk mendapatkan keturunan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hildayanti intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perpisahan
Katakan lah Elvi sudah gila mengatakan hal itu, tapi sepertinya hubungan mereka memang sudah retak dan tidak bisa lagi di pertahankan, semakin Elvi ingin maju maka semuanya terasa sia-sia karena semuanya hanya sandiwara..
"Baiklah Elvi kuatlah, jangan menjatuhkan air mata mu bodoh, kau sudah mempersiapkan semua ini jauh-jauh hari". Elvi mencoba lagi untuk tidak terlihat lemah di hadapan suami-nya.
"Elvi.. aku memang pria brengsek!, Tapi sekali pun aku tidak pernah berniat untuk menyakiti mu.. andai saja waktu.." Khuza tidak mampu menyelesaikan kata-katanya dia terisak dengan sangat, dan Itu lebih parah melukai Elvi.
Elvi tahu Khuza tidak akan bertindak gegabah seandainya bukan Melodi biang keroknya, tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah selesai dan ya tidak ada waktu untuk meratapi semuanya, jelas waktu tidak bisa di ulangi, penderita itu sudah makanan sehari-hari yang mendewasakan Elvi dan biarlah hari ini tercatat sebagai sejarah baru dalam hidupnya.
"Sudah lah kak, aku mengerti aku tidak pernah menyalahkan kakak, semuanya adalah takdir.. ku harap kakak akan selalu berbahagia ". Elvi melepaskan tangan Nya dari Khuza lalu memeluk pria itu dengan erat, terdengar isakan tangis dari Khuza yang semakin menjadi-jadi.
"Jaga diri kakak baik-baik, jangan terlalu sering lembur bekerja, jangan juga telat makan apa lagi melewatkan sarapan, hmm intinya jaga kesehatan kakak ".
"Elvira.." Khuza mempererat pelukan-nya sama juga dengan Elvi, terasa begitu barat untuk berpisah.
"Tuhan aku sangat mencintai pria ini, tapi takdir tidak menghendaki aku bersamanya". Batin Elvi.
"maafkan aku.. maaf". ucap Khuza lirih.
"semuanya akan baik-baik saja kak".
(...)
Lama mereka berpelukan hingga lupa akan waktu, sore hari kini di gantikan dengan malam gelap, Khuza perlahan melepaskan pelukan-nya dan mengecup seluruh wajah Elvi, kening, pipi, hidup dan terakhir di bibirnya... Elvi menyadari getaran dari bibir Khuza, sungguh perpisahan yang menyedihkan melepaskan dengan cara berciuman.
Khuza Bangkit lalu pergi ke ruang kerjanya dan tak lama dia pun kembali dengan beberapa dokumen di tangan-nya.
"Elvi, di sini semua surat-surat penting sudah aku pindahkan atas nama kamu, Apartemen elit di daerah Kuningan juga sudah menjadi milik mu, separuh dari kekayaan ku sudah menjadi milik mu, kartu kredit, debet akan di isi setiap bulannya, jadi kamu tidak akan kekurangan apapun".
Tidak bukan itu yang Elvi mau, dia tidak pernah menginginkan harta Khuza, ada hal yang lebih penting yang ia kehendaki.
"Kak.. Elvi tidak menginginkan Semua itu, aku hanya ingin kakak tidak mengambil bayi ku jika sudah lahir". Ucap Elvi khawatir, juga penuh harap.
Seperti yang sudah di rencanakan Khuza sebelumnya bahwa dia hanya menggunakan Elvi sebagai wanita untuk menghasilkan keturunan baginya.
"Percayalah aku tidak akan mengambil bayi itu, kau adalah ibu yang terbaik untuk Nya, aku tidak bisa memberikannya kepada Siapapun termasuk melodi untuk merawatnya, melodi bisa saja menggila dengan tangisan anak kecil". Jawab Khuza dengan yakin sungguh itu melegahkan perasaan Elvi, dan yang paling penting Elvi tidak harus memakai cara kabur atau menghilang dari Khuza, karena pria itu sendiri lah yang akan pergi, dengan begitu Elvi bisa hidup tenang bersama bayi juga Elvi berencana untuk membawa serta neneknya di kampung untuk tinggal bersama dan memulai kehidupan baru.
Sungguh aneh Elvi bisa mengobrol riangan tanpa ada tekanan bersama Khuza di ujung perpisahan-nya..
"Trimakasih kak, sebenarnya itu yang aku takutkan, aku tidak bisa membayangkan jika aku akan jauh dari anak ku". Khuza terseyum lembut lalu sujud dan mengusap perut Elvi kemudian menciumnya.
"Anak yang pintar jangan menyusahkan mama ya, papa menyayangimu ku harap kamu tidak membenci papa suatu saat nanti". Berulang kali Khuza mencium perut Elvi dengan senyuman yang diikuti air mata, jelas senyuman Itu di paksakan.
"Elvi kamu tenang saja, di apartemen sudah ada pelayan yang akan membantu mu, aku usahakan sesering mungkin datang mengunjungi mu". Akhirnya Khuza Bangkit berdiri dan menatap Elvi dengan kedua tangannya berada di bahu Elvi.
"Oyah masalah keperluan bayi Yirus akan mengurusnya kamu tidak perlu repot-repot membelinya, jika kamu butuh saran untuk memberinya nama maka beritahu aku.."
"Hmm kamu juga jangan lupa tidur tepat waktu, makan makanan yang bergizi juga jangan lupa minum susu.. dan". Elvi menatap heran pada Khuza, mengapa dia sekarang secerewet itu, Khuza juga heran dengan apa yang baru saja di ucapakan Nya.
"Kakak cerewet juga ya, tenang saja kak aku bisa kok mengurus semuanya sendiri, aku sudah terbiasa dengan perpisahan, kakak tidak perlu repot-repot".
"Elvi.. ijinkan aku melakukannya.. untuk bayi kita, aku janji tidak akan mengambil Nya dari mu".
"Hmm Bagaimana jika Mel.."
"Please.."
"Baiklah kak". Akhirnya Elvi menyetujui permintaan Khuza, mungkin dengan begitu Khuza tidak akan terlalu merasakan bersalah karena telah menelantarkan anak dan istrinya demi perempuan mata duitan seperti melodi.
"Tuhan engkau tidak pernah menginginkan perceraian dalam pernikahan, namun mungkin ini adalah jalan yang terbaik bagi kami berdua, Semoga kedepan-nya kami akan menjalani hidup dengan lebih baik lagi tanpa adanya kebohongan".
Elvi Berdoa yang terbaik untuk kehidupan mereka berdua selanjutnya, hanya menghitung waktu Khuza akan melayangkan surat cerai untuk Elvi dan mereka akan segera resmi menjadi orang asing.
Malam itu juga Elvi pergi di antara oleh Yirus ke apartemen yang di maksud oleh Khuza, apartemen itu memang salah satu apartemen elit dan Mega di Jakarta, lokasi yang strategis serta pemandangan yang memanjakan mata sangat indah dan tentu Nya begitu aman.
"Nyonya anda baik-baik saja?". Tanya Yirus saat Elvi terlihat melamun dan terus memandangi jalanan di luar.
"Ehmm ya aku baik-baik saja, Oyah kapan Khuza dan Melodi akan berangkat ke Amerika?". Elvi segera menepis bayang-bayang indah bersama Khuza dulu.
"Mungkin besok pagi nyonya". Jawab Yirus.
"Ah begitu ya".
Percakapan mereka pun berakhir hingga mereka tiba di apartemen yang berada di lantai 20, di sana sudah ada pelayan yang akan membantu Elvi menata barang-barang Nya sehingga Elvi tidak harus repot dan bersusah-susah.
"Nyonya anda benar-benar tidak apa-apa?, Jika butuh sesuatu mohon hubungi saya". Yirus menatap Elvi kasian, tersirat sebuah kemarahan besar pada Khuza yang telah tega menelantarkan istri dan anaknya.
"Aku tidak apa-apa kok, hmm pasti aku akan meminta bantuan dari paman jika aku butuh sesuatu, boleh kan sekarang aku panggil paman?, kita bukan lagi atasan dan bawahan". Jawab Elvi dengan senyuman manisnya.
bersambung
author bisa tidak membedakan mana salah, mana benar, author tau tidak apa itu kesalahan selingkuh
*seorang wanita masih berstatus istri tapi berhubungan dengan pria lain
*seorang lelaki mendekati dan berhubungan dengan wanita bersuami
*seorang wanita masih berstatus istri tapi malah merencanakan pernikahan dengan pri lain
*seorang wanita berstatus istri tapi bermesraan dan kontak fisik dengan lelaki lain
*seorang istri yang melaknat suaminya tapi dia lebih menjijikan, munafik
bahkan pelacur sekalipun saat sudah menikah dia menghormati ikatan pernikahannya dan statusnya sebagai istri
maka kesimpulan nya pemeran utama wanita lebih hina dari pada pelacur
dan yang membuat novel ini egois semua kelakuan novel ini membenarkan semua kelakuan istri dan PEBINOR
sekian Terima kasih
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪