Zara gadis cantik yang merasakan patah hati karena cinta pertama dalam hidupnya telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Baba atau Ayah Zara meninggal dunia karena penyakit jantung.
Belum usai masa berkabungnya, kini gadis malang itu harus kembali merasakan patah hati untuk ke dua kalinya.
Serkan Sayisman, pria yang selama 3 tahun ini mengisi hari-harinya telah memutuskan hubungan mereka yang abu-abu karena kesenjangan sosial yang jauh.
Zara memilih pulang ke negara asal Ibunya dan memulai hidup baru disana berharap bisa dengan cepat melupakan Serkan.
Jantung Zara berdetak kencang kala menatap pria berwajah tampan dan manis yang berdiri di depannya.
Angga Adnan Prayoga,
pria misterius dengan sejuta pesona yang mampu menggeser posisi Serkan di hati Zara.
Namun, Zara harus berjuang keras saat Angga mengatakan;
"Apa kau siap mengetahui siapa diriku yang memiliki orientasi BERBEDA?"
Deg!!
Perjalanan cinta Zara Khayatian Al Rasyid mengejar cinta Angga Adnan Prayoga di mulai!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Poor Sandra
...Aku yakin, aku juga mencintai mu....
...Walau di hati ku masih ada dia....
...Tapi aku juga yakin,...
...aku bisa sembuh dan bahagia dengan mu Zara....
Romi berada dibalik kemudi mobil mewahnya menuju rumah Sandra.
Suasana hati Romi dalam kondisi yang amburadul. Niat hati ingin membawa Zara bertemu dengan Oma nya, malah Istri Bos nya mengajak Zara pergi ke Bandung. Sungguh hari yang menyebalkan bagi Romi.
15 menit kemudian,
Mobil Romi terparkir dihalaman rumah Sandra.
Tok..
Tok..
"Sandra!!! Sandra!!" Teriak Romi memanggil Sandra.
Tok!!
Tok!
"Sandra!!! Buka pintunya," panggil Romi lagi.
"Anda suami Mbak Sandra?" Tanya seorang wanita paruh baya.
"Eehm, i..ya Bu. Ada apa ya?" Jawab Romi gugup.
"Aaa.. Mbak Sandra sedari pagi muntah-muntah terus. Tadi saya sempat menemani Mbak Sandra karena kondisi badannya lemas sekali, bahkan tidak kuat berjalan. Jadi saya panggilkan Bidan yang praktek di Puskesmas sini, mungkin sekarang Mbak Sandra sedang tidur. Anda jangan lama-lama meninggalkan Mbak Sandra kasihan dia lagi hamil muda," ujar Ibu tetangga.
Deg!!
"Apa separah itu?" Batin Romi takut.
"I..ya Bu saya mengerti," jawab Romi.
Ceklek!
Pintu dibuka oleh Sandra.
"Tuan maaf sa.."
"Ayo kita masuk kamu butuh istirahat," ujara Romi langsung memotong ucapan Sandra agar Ibu tetangga tidak tahu yang sebenarnya.
"Permisi Bu saya ajak Sandra istirahat dulu," pamit Romi.
Ibu tetangga mengangguk dan tersenyum.
Romi membawa Sandra masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
"Maafkan saya! Saya tidak bermaksud bercerita kepada Ibu Tina, tapi tadi saya sangat pusing saat menyapu teras beruntung ada Ibu Tina. Tapi demi Tuhan saya tidak cerita macam-macam," ujar Sandra berusaha menjelaskan kepada Romi.
Romi hanya diam menatap Sandra yang sangat pucat dan terlihat ketakutan.
"Apa kamu sakit?" Tanya Romi.
"Tidak, ini hanya pengaruh kehamilan saya. Mungkin saya termasuk yang mengalami morning sickness parah tapi nanti juga hilang sendiri," jawab Sandra.
Saat Romi akan bertanya lagi, tiba-tiba Sandra menutup mulutnya dan berjalan cepat ke kamar Mandi.
Hooekk!!
Hooeekk!
Romi berlari ke kamar mandi untuk melihat keadaan Sandra.
Romi kaget saat melihat Sandra duduk bersimpuh dilantai kamar mandi dengan wajah basah dan semakin pucat.
"Tolong jangan marah kepada saya. Saya bisa mengatasi ini semua, saya janji saya tidak akan merepotkan Tuan. Tapi tolong jangan singkirkan calon anak saya, dia adalah satu-satunya teman hidup saya kelak," ucap Sandra lemah sambil bersandar di dinding kamar mandi.
Deg!
Entah mengapa hati Romi tiba-tiba merasa nyeri saat Sandra berucap seperti itu.
Wanita berkulit putih itu tampak lemah dan semakin pucat saja karena terus-terusan muntah-muntah. Romi tak mengira bila Sandra begitu sangat menyayangi kehamilannya yang bisa dibilang akan menjadi aib bila dibiarkan.
"Kau mau aku bawa ke rumah sakit?" Tanya Romi.
"Tidak, tidak perlu Tuan. Saya hanya perlu istirahat," jawab Sandra seraya memejamkan matanya.
Romi mengamati wajah Sandra. Romi tak pernah melihat bahwa Sandra sangat cantik, wajahnya putih, hidung mancung. Tapi kembali lagi, hati dan otak Romi sudah dipenuhi oleh Zara dan Zara.
"Sandra, maaf aku tidak bisa menikahi atau mengakui anak itu sebagai anak ku. Aku akan mencarikan mu pria lain agar anak itu memiliki status yang jelas," ujar Romi.
Jeder!!!
Mata Sandra langsung terbuka saat mendengar pernyataan tak berperasaan dari Romi.
Hati Sandra sakit saat Bapak dari anak yang dikandungnya tidak mau mengakui anaknya sendiri.
"Tidak perlu Tuan. Saya akan mengurus legalitas anak ini sebagai anak Ibu. Saya juga minta maaf sudah lancang menyimpan ini semua, saya sangat mencintai Anda sejak pertama kali anda mengambil kesucian saya. Bagi saya, cukup Anda yang menjamah saya dan bila nanti anda sudah bosan bermain dengan saya, cukup katakan dan saya akan pergi," jawab Sandra dengan tenang dan tersenyum.
Deg!
"Kenapa hati ku sakit sekali saat Sandra berucap seperti ini?" Batin Romi.
"Terserah kamu Sandra! Asal jangan mengganggu hubungan ku dengan Zara. Ini uang untuk kebutuhan mu, ada 100jt agar kau tak perlu jauh-jauh mengambil uang. Aku pulang dulu," balas Romi dan langsung pergi dari rumah itu karena tidak ingin melihat wajah nelangsa Sandra
Brumm!!!!
Sandra hanya melihat mobil merah itu melaju cepat meninggalkan dirinya di dalam rumah.
"Apa tak ada sedikit saja rasa ingin memiliki anak ini di hati mu Antonie?"
Sementara itu,
Angga tengah pura-pura sakit di apartemennya agar Zara tidak pulang.
Angga sengaja melakukannya karena Angga takut Romi datang ke apartemen Zara dan mengajak Zara ke Surabaya. Pasalnya Sarah hanya mengajak Zara keliling Mall saja tidak ke Bandung.
"Kamu nggak panas Mas. Kenapa bisa lemes gini sih?" Tanya Zara heran.
"Aku juga tidak tahu, kalau aku tahu aku nggak bakal kayak gini," jawab Angga.
"Heem.. kamu udah makan bubur, udah minum obat, sekarang istirahat ya? Aku pulang dulu, nggak enak Mas di apartemen cuma berduaan," ujar Zara.
"Nggak, aku nggak mau Zara pulang," batin Angga.
Saat Zara akan berdiri, tiba-tiba Angga menarik tangan Zara hingga gadis cantik itu jatuh diatas tubuh Angga yang tengah berbaring.
Bukk!!
"Mas, apa-apaan sih? Udah ayo lepasin," ucap Zara.
"Please! Tinggal di sini dulu, besok aku antar pulang. Aku janji nggak akan ganggu kamu, kamu tidur di kamar lain. Oke?" Jawab Angga memohon.
"Tapi nggak pantes Mas, kita hanya berdua di sini," balas Zara.
"Hari minggu besok lusa, mau pergi ke sebuah tempat dan aku gak tahu tempat macam apa itu. Aku mau belajar keyakinan mu, aku ingin menjadi imam yang baik untuk mu," jawab Angga.
Deg!
Jantung Zara langsung berdetak kencang.
"Ka..mu serius Mas?" Tanya Zara.
"Iya aku serius, aku capek harus main kejar-kejaran sama kamu. Aku nggak mau kamu diambil orang," jawab Angga.
Cup!
Zara langsung mengecup pipi Angga.
"Terima kasih, aku akan mendukung mu," balas Zara.
"Bantu aku dan ajari aku dalam hal yang baru akan aku jalani ini," ujar Angga.
Zara mengangguk.
Angga mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Zara dan..
"Stop!!! Aku mau ke kamar sebelah, tidur!" Ucap Zara seraya bangkit dari pelukan Angga dan berlalu menuju kamar sebelah.
Angga tersenyum melihat Zara.
"Aku akan belajar dengan benar Queen Zara."
Keesokan paginya,
Zara sudah menyiapkan makan pagi untuk Angga walau hanya sandwich isi sederhana.
Saat Zara sedang membersihkan piring-piring bekas membuat sandwich, tiba-tiba terdengar teriakan.
"Aaakk!! Setan!! Bangs*t!!
"Mana setan? Mas..."
"Zara? Itu kamu?" Tanya Angga.
"Iya aku, kenapa?" Zara balik bertanya.
"Sumpah! Aku kira pocong dong! Putih-putih di dapur remang-remang gini lampunya," jawab Angga mengelus dada lega.
"Heeii, ngaco ahh! Ini tadi aku habis sholat subuh trus sekalian bikin sandwich, mukena belum aku lepas," ujar Zara.
"Bikin aku jantungan kamu!!!" Ucap Angga lemas.
"Mana ada hantu? Kamu ini yang lebay," jawab Zara tak mau kalah.
Huufft..
Angga menghembuskan nafasnya lega.
Angga tanpa sadar terus mengamati Zara yang tubuhnya berbalut mukena.
"Lebih cantik," gumam Angga.
"Ra.. boleh aku bertanya?" Ujar Angga.
"Silahkan," jawab Zara.
"Apa kamu mau pake baju yang panjang dan menutup kepala mu, bila kita menikah nanti?"
Tbc,
.malu sm hijab mu..tdk tau adab..
😃😃😃