NovelToon NovelToon
Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

Pradivta Anugra putra seorang pria yang belum menikah tiba-tiba mempunyai seorang putri yang sedang mengalami sakit.

Di pertemukan dengan seorang wanita bernama Ersya putri, seorang janda yang baru saja di ceraikan oleh suaminya satu bulan yang lalu dan di tinggal bertunangan.

Karena pertemuan mereka yang tidak terduga itu, membuat mereka terjebak ke dalam hubungan yang rumit

NB :
Maaf karya ini mungkin nanti up-nya tidak bisa setiap hari ya, harap maklum dan jangan di tagih up nya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

salah patner

Malam ini adalah malam yang di

tunggu-tunggu oleh dua orang yang sedang berbahagia karena hubungan mereka akan

naik ke satu tingkat. Sedangkan untuk orang yang lainnya, malam ini adalah

malam di mana ia harus merelakan semuanya berlalu begitu saja setelah perjuangan

mereka lebih dari sepuluh tahun yang telah di lalui bersama-sama.

"Gue harus kuat! Gue harus bisa

...., tidak pa pa Ersya ..., semua akan baik-baik saja!" Ersya sedang

berdiri di depan cermin besar itu, ia memandangi penampilannya yang begitu

anggun dengan berbalut gaun warna violet polos. Tubuhnya yang ramping dan

tinggi membuatnya terlihat begitu cantik di tambah gaun itu melekat sempurna di

tubuhnya.

Sepatu hal tinggi yang senada dengan

gaunnya menjadikan penampilannya begitu sempurna. tas tangan warna silver

membuat semakin anggun.

brrrttttt brrrttttt brrrrtttttt

ponselnya yang masih tergeletak di

meja bergetar, seperti nya ada panggilan masuk. Ersya pun segera meraihnya, itu

dari Rangga.

"Iya Ga ....!" ucap Ersya

setelah mengangkat sambungan telponnya dan meletakkannya di daun telinganya.

"Sya ...., aku udah di depan

rumah kamu ....!"

"Ok siap ...., dalam lima menit

gue keluar!"

Ersya segera mematikan sambungan

telponnya. Ia kembali melihat pantulan dirinya di dalam cermin, rambutnya yang

panjang ia gerai begitu saja, sedikit di warna dan di cerly, sangat cocok

dengannya hanya ada aksen kecil di rambutnya. Setelah merasa sudah siap. Ersya

pun menyambar tas tangannya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas.

"Semangat ....! Semua akan

baik-baik saja!"

Ersya segera keluar dan menghampiri

Rangga yang sudah menunggu di luar rumah, ia duduk di teras rumah Ersya.

Rangga cukup terkejut dengan

penampilan Ersya yang begitu cantik.

“Kenapa hari ini cantik sekali?”

Ersya tersenyum mendengar ucapan

Rangga, “Emang gue selalu cantik!”

“Ya sih, bodoh banget yang udah

nyia-yiain kamu!”

"Nggak usah di pikirin ....,

nggak masuk ke rumah dulu kan?" tanya Ersya setelah keluar.

"Nawarin atau apa?”

“Enggak!”

“Tega ….! Nggak usah!"

"Ya udah ...., gue kunci dulu

ya!" ucap Ersya sambil memasukkan kunci rumahnya ke lubang kunci.

Rangga pun mulai berjalan menuju ke

mobilnya, setelah selesai mengunci pintunya Ersya segera menyusul Rangga.

"Ayok ....!" ajak Ersya.

Saat Ersya akan masuk ke dalam

mobil, Rangga pun kembali menahan tangan Ersya, “Tunggu!”

“Ada apa lagi sih?” Ersya kesal

karena Rangga terus menahannya.

"Tapi nanti jangan salahkan aku

jika terjadi sesuatu ya di sana!"

"Iya, bawel ....!"

Akhirnya Rangga melepaskan tangan

Ersya.

"Masuklah ...!" ucap

Rangga setelah membukakan pintu mobil untuk Ersya.

“Makasih ya Ga, lo bener-bener baik

banget!" ucap Ersya setelah masuk ke dalam mobil.

"Emang aku baik dari dulu

...!"

Rangga pun segera menjalankan

mobilnya meninggalkan rumah Ersya.

"Andai saja lo dulu nggak

terlambat Ga, gue orang pertama yang bakal dukung hubungan lo sama Felic!"

"Sudahlah Sya ...., semua sudah

berlalu! Felic sudah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang, mau tak mau aku

harus menerima kekalahan!"

"Iya kau benar .....!"

Ersya pun tak mau lagi membuka luka

lama temannya itu. Sudah waktunya dia untuk move on dan membangun hidup baru

dengan cinta yang baru begitupun dengan dirinya saat ini.

Menangisi orang yang telah memilih

pergi adalah pekerjaan yang sia-sia. Lebih baik bangkit dan menemukan yang

baru.

"Makasih ya Ga, lo udah mau

pergi sama gue!" ucap Ersya lagi setelah sekian lama terdiam, saat ini

mobil sedang terhenti karena traffic light sedang menyala merah.

“Iya …, udah berapa kali sih ngomong

makasihnya, tapi aku nggak jamin ya semua berjalan dengan baik!” ucap Rangga,

ada sesuatu yang membuatnya begitu sulit untuk menjelaskan semuanya.

"Nggak pa pa, Ga! Yang penting

saat ini gue ada temennya!"

"Beneran kan, kamu nggak akan

benci aku gara-gara hal ini di kemudian hari?"

“Siap! Gue sudah syukur banget lo

mau nemenin gue!”

Akhirnya traffic light kembali

menyala hijau, mobil Rangga kembali melaju bersama dengan kendaraan-kendaraan

yang lainnnya yang saling berlomba mendahului dengan tujuan yang berbeda-beda.

Rangga beberapa kali menoleh pada

Ersya, ada yang ingin ia tanyakan tapi ragu.

"Kenapa Ga? Kalau mau tanya

tanya aja nggak usah sungkan kayak gitu!" ucap Ersya yang menyadari jika

Rangga sedang ragu.

“Apa Fe juga datang?" tanya

Rangga kemudian setelah merasa yakin.

"Ye katanya tadi mau move on,

tapi masih tanya dia!" ucap Ersya sedikit meledek.

"Nggak gitu Sya ....! Cuma aku

belum siap aja!" ucap Rangga. Ia memang merelakan Felic bersama orang lain

tapi bukan berarti dia bisa dengan leluasa dengan hatinya apalagi jika melihat

Felic datang bersama suaminya. Ia membayangkan betapa sulitnya saat itu.

"Hahhhh ....., kita memang

senasib Ga, bedanya lebih sakitan gue yang jelas-jelas gue yang di hianati

dengan alasan yang nggak jelas!"

"Siapa juga yang pamer

kesedihan, nggak usah khawatir Ga! kata Fe, suaminya nggak bisa nemenin, jadi

lo nggak sedih-sedih amat!"

“Suaminya kemana?”

“katanya nggak bisa datang, soalnya

banyak pekerjaan! Eh …, tapi lo jangan macam-macam, ya di sana,asisten

pribadinya nggak kalah galak loh!”

“Emang aku mau ngapain?”

“Ya sapa tahu lo bakal curi

kesempatan!”

“Aku nggak sepicik itu Sya, kamu kan

udah kenal aku sejak dulu! emang aku ada muka-muka nyrobot pasangan orang apa!”

Ersya hanya tertawa mendengar ucapan

Rangga. Karena setahunya dulu pria di sampingnya hanya mencintai seorang

wanitra yaitu sahabatnya.

1
Marhaban ya Nur17
ngapa se Kim apa"nyosor
Marhaban ya Nur17
ada bae
Marhaban ya Nur17
gw kurang sreg neh klo Kim ama divia ciuman 🤔 kesannya gmn gtu
Marhaban ya Nur17
kaku amat Lee wkwkkw
Marhaban ya Nur17
plis deh vi lu hrs berani jan kaya ibu lu yyy hra niru mom echa
Marhaban ya Nur17
kok divia gampangan gtu se wkkwkw kaya g punya pendirian wkkwkkw beda ama mom echa
Marhaban ya Nur17
jujur vi biar hidup lu damai sentausa
Marhaban ya Nur17
sekali boong pasti ada berikutnya" g kelar"
Marhaban ya Nur17
banyak tele" nya divia wkwkkw
Marhaban ya Nur17
minta bantuan yura lee
Marhaban ya Nur17
banyak bahasa kalbunya divia
Marhaban ya Nur17
ciyeeee
Marhaban ya Nur17
membuat nenek kecewa ? nah trs keluarga mu g tambah kecewa klo g nikah dulu vi
Marhaban ya Nur17
Rizal belum beres y thor wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
suruh nikah neh div wkkwwk
Marhaban ya Nur17
itu nenek gayung basmi aja
Marhaban ya Nur17
siap" puasa bang div
Marhaban ya Nur17
pasti di ancam trs neh iyya
Marhaban ya Nur17
ada sianidanya tuh
Marhaban ya Nur17
se Rizal belum di kirim ke antartika neh jd berulah trs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!