NovelToon NovelToon
Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:926.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: BFK.11

Saat terbangun aku sudah berada di tempat yang asing. Aku memutar tubuhku untuk melihat lebih jelas dimana aku berada, aku merasa sedang diawasi, dia.. dia melihat kearah ku dengan mata merahnya. Dan dia tersenyum, terlihat dua buah taring keluar dari bibirnya..

Haloo semua... ini cerita pertamaku di MangaToon, Aku harap kalian seneng bacanya, semua cerita yang akan kutulis harus Happy Ending!
Why
Why
Why
Karena kopi pait adanya didunia nyata yaa, so aku bikin cerita yang bikin kalian senyum-senyum aja, just Have Fun in my Fantasi World ♥️♥️♥️

Oh yayayaa, jangan lupa love, like, kalo bisa comment juga, biar aku semangat gadang tiap malam 😆😆😆 demi kalian pencinta Fantasi World.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BFK.11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi Makan Malam

Hari itu Laura gelisah, Eric tidak mengatakan apapun kepadanya, setelah siang itu Laura memergoki Eric berpelukan dengan Alice, semakin membuncah amarahnya.

Dia membayangkan banyak hal, terutama hal negatif tentang Alice. Laura bertanya kepada setiap pelayan yang ia temui, namun tidak ada satupun yang mengatakan atau memberi tahu nya informasi tentang Alice, karena Gara telah memperingatkan semua pelayan agar tidak bergosip diistana, dan tentu saja mereka mematuhi Tuannya.

Laura semakin gelisah, dia semakin tidak menyukai Alice. Karena membicarakan Alice tabu didalam istana, berarti dia bisa mengusir nya dari dalam istana, begitu fikirnya.

'Aku tidak menyukai vampire busuk itu, bau tubuhnya membuatku kehilangan diriku sendiri, aku tidak bisa terus seperti ini, bisa-bisa Eric akan meninggalkan ku. Aku sudah berjalan sejauh ini, aku tidak bisa mundur. Segala cara telah aku dapatkan untuk masuk ke istana, dan menyingkirkan wanita vampir itu adalah salah satunya.'

Laura berjalan menyusuri lorong, dia berpapasan dengan seorang pelayan.

"Pelayan!"

"Iya Ma'am.."

"Dimana vampire busuk itu?" Tanya Laura dengan angkuh.

Pelayan itu tidak berani mengatakan apapun, namun dengan cepat Laura menamparnya dengan sangat keras.

Plaaak..!!

"Katakan dimana dia!"

"Beliau berada di Gasibu belakang Ma'am.."

Dengan cepat Laura berjalan kearah belakang istana.

Setelah bertemu dengan Gara, Alice memutuskan untuk kembali berjalan-jalan di istana, kali ini dia memilih taman belakang istana, disana terdapat Gasibu yang sangat indah dengan pemandangan yang menakjubkan langsung menghadap lautan. Gara kembali keruang kerjanya, banyak Mentri yang menunggu kedatangannya.

'Aku harap dapat melihat lautan ini bersama Gara, tapi lain kali saja. Sepertinya ada rapat mendadak lagi, sebaiknya aku tidak mengganggunya.'

Terdengar suara langkah mendekat dengan cepat, lalu sebuah ayunan kipas mendarat di kepala belakang Alice dengan keras. Darah segar bercucuran dari kepalanya.

Bukkk...!!

Ahhh

Alice terhuyung-huyung ke depan, lalu terjerambab. Alice memegang sebuah kursi sehingga tidak jatuh tersungkur.

"Sebaiknya kau keluar dari istana ini!

"Aku tidak sudi melihatmu!"

Sebuah angin bergerak dengan cepat ke arah Alice, Gara berada disampingnya dengan tatapan membunuh.

"Gaara.." Alice menutup mulutnya.

Dengan cepat Gara menyadari situasi nya, dia menatap tajam ke arah Laura.

"Yang Mulia.." Laura menundukan kepalanya.

Gara hendak menampar Laura, namun dengan cepat Alice menghalangi nya.

"Tidak Gara jangan..." Alice memegang tangan Gara yang bergetar karena marah.

"Yang Mulia, vampir kotor ini telah mencemari udara kerjaan, saya bermaksud untuk membuatnya keluar dari istana ini.."

Gara semakin marah, tubuhnya mengeluarkan aura membunuh, dia sangat tidak suka dengan Laura, melihatnya saja sudah membuatnya jijik.

"Gara..

"Jangan..

"Aku baik-baik saja..

"Mari kita pergi.."

Alice dengan cepat menarik tangan Gara dan pergi dari Gasibu, mereka menghilang dengan cepat.

"Apa-apaan vampire kotor itu!

"Pasti dia telah menghasut Yang Mulia, sehingga dia tetap dibiarkannya didalam istana.

"Aku harus menyusun rencana!"

Gara masih terlihat marah, matanya semakin lama semakin merah, Alice akan menggunakan segala macam cara untuk meredam amarah Gara.

"Sayang...

"Suamiku.." Alice merangkul lengan Gara.

Gara berhenti berjalan, dia melihat kepala Alice yang masih berdarah. Semakin dilihat, semakin Marah Gara.

"Haruskah aku memanggil Kent?" Tanya Alice sambil terus menggenggam tangan Gara.

Gara kesal mendengar nama Kent ditengah situasi seperti ini, namun dia tidak dapat menyangkal, memang hanya Kent yang bisa membantu memulihkan luka Alice dengan sangat cepat.

"Alice, aku bisa memberikan darahku. Lukamu bisa langsung hilang, mari kita keruangan ku." Gara menggendong Alice, lalu berjalan menuju kamar Gara.

"Apakah terasa sakit?" Gara melihat luka di kepala Alice, aroma darah terasa sangat menyengat dan membuat Gara bergairah.

'Aku harus menahan diriku, Alice terluka saat ini. Dan yang hanya bisa kulakukan adalah memberikan darahku.'

"Aku baik-baik saja sayang, ini hanya luka kecil, bolehkah aku??" Alice membuka kancing atas kemeja Gara. Gara mengangguk menyetujuinya, lalu Alice menjilat leher Gara, menciumnya, menjilat lagi perlahan dan membenamkan taringnya yang tajam.

Uuhk

Gara sedikit meringis, dia membiarkan Alice menghisap darahnya sebanyak yang dia mau. Semakin lama luka Alice semakin menutup dan menghilang tanpa bekas. Alice duduk diatas paha Gara, lama-lama Alice merasa tidak nyaman dengan posisi duduknya, ada sesuatu yang membesar dibawah bokongnya.

Gara sedikit menggeser kedua pahanya, dia tau Alice tidak nyaman sekarang, namun Gara tidak dapat berbuat banyak, itu adalah naluri seorang lelaki yang sehat.

Gara menahan senyumnya sejak tadi, dia sudah menahan begitu lama hasratnya, hatinya sudah bertahan, namun tubuhnya mengatakan hal lain, sesuatu yang besar ingin segera dikeluarkan dari tempatnya. Alice tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi diwajah Gara.

Dia tidak tahan melihat Gara yang menatapnya dengan mata sayu dan penuh gairah.

"Sayang, bisakah kau tidak menatap ku seperti itu?"

"Seperti apa sayang?" tanya Gara pura-pura tidak tau.

"Yaa..

"Yaaa benar seperti itu..." Alice menjilat leher Gara yang masih mengeluarkan darah. Kemudian dia mencium bibir Gara dengan lembut.

"Haruskah aku membantumu??" Tanya Alice genit, bibirnya turun keleher Gara, lalu turun ke dada Gara dan mulai menjilat payudaranya.

Terdengar erangan kecil dari mulut Gara, dia mengatupkan mulutnya dan menekan giginya, mencoba menahan hasrat yang bergejolak dalam tubuhnya.

Semua kancing kemeja Gara telah terbuka, Alice menatap perut dan dada suaminya yang berotot, menyentuhnya dengan perlahan. Gara menutup matanya, mengambil dan menghembuskan nafas berulang

"Nhgggh

"Alice..

"Haruskah kau membuatku menderita?"

Alice tidak menjawab pertanyaan Gara, dia terus menyentuh dan sesekali mencium perut Gara. Alice mulai membuka ikat pinggang kulit Gara yang berwarna hitam, lalu melemparkannya asal.

"Sayang..

"Apakah aku sudah terlihat seperti perempuan tidak bermoral?" Alice menengadah menatap Gara.

Gara tidak sanggup mendengarnya, dia tertawa terbahak-bahak.

"Tidak sayang, kau selalu terlihat suci dimataku.."

Alice tertawa dan melanjutkan lagi pekerjaan nya. Dia membuka seleting celana Gara, dan mulai menyentuh bagian tubuh Gara yang sensitif.

Hnnngh

Terdengar erangan Gara yang tertahan.

Aaah

Alice...

"Garaa..

"Kau tidak akan keruang kerja mu? sepertinya Mentri dan semuanya sudah menunggu.."

"Apakah kau menghukum ku gadis kecil?" Nafas Gara tercekat, dia tidak mampu menahan lagi gejolaknya.

Tangan Gara masuk kedalam rok yang digunakan oleh Alice, langsung menuju ketempat paling sensitif. Jari-jari nya mulai membelai dan memijit dengan lembut, disana sudah sangat basah dan lembab.

Hnng

Garaa..

"Apa yang kau inginkan sayang?" Gara menatap kedua mata Alice yang sudah dipenuhi gairah.

Alice tidak sanggup lagi menahan tawanya.

"Sayangku..

"My Alice, bisakah kau tidak terlalu keras padaku sayang..

"Aaah..

Gara mempercepat gerakannya, dia tidak ingin tertinggal, lalu setelah beberapa kali menyentuh ujung pangkal Alice dan menabrak temboknya yang halus dan berdenyut, Gara melepaskan seluruh peluhnya.

* * *

Tok

Tok

Tok

"Tuan Muda.."

"Yang Mulia Raja telah mengundang Anda dan Ma'am untuk makan malam yang mulia.."

Suara Dean terdengar dibalik pintu, Gara dengan enggan bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu.

"Apakah Ayah mengatakannya langsung padamu?"

"Betul Tuan Muda.."

"Baiklah, siapkan pakaian untuk Alice, berikan pelayan manusia."

Dean mengangguk tanda mengerti, dia berjalan menjauh dan menghilang di kegelapan malam.

"Sayangku, My Alice..."

Alice mendengar suara Gara yang memanggilnya, tapi dia sulit untuk membuka matanya, rasanya lengket seperti di lem.

"Aku tidak bisa membuka mataku Gara!!

"Garaaa!!!

"Aku tidak bisa membuka mataku!!

"Ya Tuhan..."

Alice berteriak panik, Gara segera menghampirinya dan mencoba melihat mata Alice.

"Tidak ada apapun sayang.."

"Cobalah membuka perlaha.."

Alice mencoba mengendalikan dirinya agar tidak panik. Dia menarik nafas perlahan dan menghembuskan nya lewat mulut.

"Alice...

"Apakah bisa?" Gara mencoba mengendalikan dirinya, sebenarnya Gara sangat terkejut dan panik, namun dia tidak ingin membuat Alice lebih takut.

"Aku mencoba.."

"Aku sedang berusaha.." Alice menghitung dalam hatinya sampai tiga, dia mencoba membuka matanya.

satu, dua,

tiga .

Aku mohon Tuhan...

Alice membuka matanya perlahan dan dia dapat melihat Gara dengan sangat jelas, otot-otot wajahnya terlihat tegang, mulutnya menganga, dahinya berkeringat.

"Gaara.."

"Kau terlihat pucat sayang.."

Alice mengelus dahi Gara yang basah dan sangat dingin.

Alice mencoba menyesuaikan penglihatannya dalam gelap, tiba-tiba dia bersembunyi didada Gara. Dia mencengkram lengan Gara dengan kuat, badannya bergetar hebat.

"Alice..

"Ada apa sayang??"

Tidak ada jawaban dari mulut Alice.

"Alice!!"

Gara menarik tubuh Alice dari tubuhnya, Alice menangis, tubuhnya gemetaran.

"Ada apa?

"Katakan padaku Alice!"

Alice mencoba menatap Gara, dia susah untuk berbicara, seakan-akan mulutnya dikunci rapat.

Dia mencoba mengendalikan dirinya lagi, sekarang Alice sudah bisa membuka mulutnya..

Dengan suara yang bergetar Alice berkata

"Ga...raa..

"Adaa.. se-se-orang disana..." Alice menutup matanya dan dia menunjuk tangannya kesebelah pojok kiri.

Gara melihat ke arah telunjuk Alice.

"Keluar sekarang!"

Sosok itu menampakan dirinya, dia berpakaian hitam-hitam, seperti sosok ninja, matanya berwana biru terang.

"Alice sayang, apakah dia yang kau lihat?"

"Bukalah matamu sayang.."

Alice membuka matanya perlahan, dia melihat sosok itu dengan jelas.

Alice mengangguk.

"Aku menyuruh mu untuk menggunakan sihir tak terlihat! Apa yang kau lakukan sekarang!" Ucap Gara dengan emosi.

"Maafkan saya Tuan Muda, tapi saya sudah menggunakan sihir itu.."

"Saya menggunakan 3 lapis sihir,

"Agar tak terlihat, agar tak tercium dan agar tak terlacak.."

"Lalu mengapa Alice bisa melihatmu!!"

"Alice sayang, maafkan aku..

"Aku menyuruhnya untuk menjagamu, karena kejadian sore ini, aku memberinya perintah untuk selalu dekat denganmu dengan radius 10 meter." Gara menatap Alice yang masih menangis karena ketakutan.

"Alice..

"Apakah kau marah sayang..?"

Alice masih diam, dia mengamati penjaga yang berpakaian seperti ninja, dia yakin sekali dengan penglihatannya.

"Gara..

"Aku melihatnya dengan jelas, aku tidak berbohong.." Alice menggenggam tangannya dengan erat.

"Aku percaya sayang, dia adalah penjaga dengan tingkat kekuatan ninja. Aku yakin dengan perkataanmu."

"Lin, cobalah untuk bersembunyi lagi."

Penjaga yang bernama Lin itu mundur kedalam kegelapan dan menghilang.

"Alice sayang, apakah kau bisa menemukannya?" tanya Gara.

Dengan mudahnya Alice menunjuk kesebelah pojok kanan.

Dan kemudian Lin keluar.

Gara membelalakkan matanya, bahkan Gara butuh waktu lebih dari 30 detik untuk menemukan Lin. Gara menatap Alice tidak percaya, dia memeluk Alice dengan erat.

"Ada apa Gara?

"Apakah ada masalah dengan penglihatanku?" Alice mendorong tubuh Gara menjauh.

"Aku tidak tau Alice, sungguh.

"Aku tidak pernah menemukan seseorang sepertimu, kau memiliki hal yang luar biasa." Gara menggenggam tangan Alice dengan erat.

"Aku belum yakin dengan jawabanku, semoga tidak ada hal lain yang terjadi."

Gara berdiri dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu.

"Alice sayang,

"Akan ada makan malam,

"Bersiaplah." Gara keluar dari kamar dan menutup pintu.

Alice terdiam, dia masih bingung dengan apa yang barusan terjadi, Alice memutar tubuhnya, dia mengelilingi ruangan, penasaran dengan hal yang baru dia lihat.

"Lin...

"Aku tau kau berdiri disamping pintu,

"Kemarilah.." Alice duduk dikursi.

Lin keluar dari bayangan dan berdiri didepan Alice, dia tidak berbicara sepatah katapun.

"Baiklah, kau boleh kembali.." Kemudian Lin menghilang dalam kegelapan.

Alice berjalan ke arah kamar mandi, pelayan sudah menunggu disana untuk membantu Alice membersihkan dirinya.

Alice masuk kedalam bak air hangat, pelayan memasukan cairan kedalam air.

"Berhenti!"

Refleks pelayan mengentikan aktivitas nya.

"Apa yang kau masukan kedalam sana?!" Alice terkejut dengan apa yang dilihatnya.

Pelayan tampak bingung, namun dia menjawabnya.

"Itu adalah cairan yang berisi aroma bunga Ma'am.."

"Kenapa keluar asap berwarna merah muda?"

Pelayan saling bertatapan, mereka tidak mengerti dengan ucapan Alice. Tidak ada asap atau warna apapun.

"Saya tidak melihat apapun Ma'am.." Pelayan menundukkan kepalanya.

Alice mengamati kepulan asap yang keluar dari air hangat, asap itu wangi dan tidak menimbulkan reaksi apapun.

'Mungkin ini hanya perasaanku saja, atau jangan-jangan karena terbentur kipas? Astaga, aku menjadi seperti ini setelah kepala ku terluka, apakah aku terkena geger otak ringan? itulah yang sering dibicarakan oleh bibi Anna ketika seseorang terbentur. Semoga penyakit ini bisa disembuhkan, aku tidak mau terlihat aneh. Oh astaga..'

"Ah, maafkan aku..

"Mungkin aku terlalu lelah..

"Tidak apa-apa Ma'am, kami tau Tuan Muda Gara sangat mencintai anda.." Semua pelayan menahan tawa.

Muka Alice berubah merah karena menahan malu.

Alice telah siap menghadiri makan malam, dia memakai gaun dengan potongan leher turtleneck tak berlengan berwarna violet berbahan beludru. Gaun itu memperlihatkan lekuk tubuh Alice, namun terlihat elegan.

Gara menggandeng tangan Alice sampai aula ruang makan. Semua orang telah menunggu kedatangan Alice dan Gara.

Eric telah memberitahu pada Laura bahwa Alice adalah istri dari Kakaknya, namun Laura tidak menerima begitu saja, dia tetap berjalan dengan rencananya.

Pelayan mempersiapkan makanan dan minuman, Alice sangat bersemangat, karena senang bisa berkumpul dengan semua anggota keluarga barunya.

William duduk disebelah Eric, Laura duduk disamping Eric, Raja tersenyum kearahnya, dan Gara menarik tempat duduk untuk Alice.

"Terima kasih sayang.." Alice mengecup pipi suaminya.

Laura melihat nya dengan tatapan jijik, Eric menyadarinya dan mengingatkan Laura dengan tatapan tajam.

Mereka sudah duduk dan bersiap makan, namun Mata Alice tertuju pada gelas didepannya. Hanya gelasnya yang berasap hitam, gelas yang lain tidak mengeluarkan asap atau warna apapun, Alice juga mencium bau yang tajam dari minumannya itu. Dia melihat sekelilingnya, tidak ada siapapun yang memperhatikannya, Alice memegang tangan Gara dibawah meja, dia menggenggamnya erat, Gara melihat ke arah Alice, raut muka Alice menegang, wajahnya pucat.

"Ada apa sayang?" Gara berbisik ketelinga Alice, dan mendekatkan tempat duduknya.

Alice menunjuk gelasnya yang masih penuh, dia berbisik ketelinga Gara.

"Gara..

"Minumanku mengeluarkan asap berwarna hitam, dan berbau..

"Aku tidak berbohong.." Alice menundukan kepalanya setelah mengatakan apa.yang dia lihat.

Gara menarik dagu Alice dan menatapnya, tidak ada keraguan disana. Alice berkata jujur.

"Aku percaya..

"Jangan menyentuh gelas itu." Gara menggenggam tangan Alice.

Ting

Ting

Ting

Terdengar suara gelas yang berdenting karena sendok.

"Anak-anakku semuanya..

"Makan malam hari ini adalah awal..

"Awal sebuah keluarga baru didalam istana ini..

"Pernikahan Laura dan Eric akan digelar 2 hari lagi..

"Aku harap semuanya dapat berjalan lancar

"Mari kita mengangkat gelas dan bersulang.

Alice memandang Gara, dia menggenggam tangannya dengan erat. Terlihat seseorang tersenyum dari kejauhan.

"Untuk masa depan kerajaan..!!"

"Untuk masa depan kerajaan...!!"

Triiing*...!!

Semua orang mengangkat gelas dan meminum isinya, Alice ragu namun Gara menganggukkan kepalanya, Alice meminum isinya sampai habis.

Laura tersenyum penuh kebahagiaan.

"Yang Mulia Raja..

"Saya tengah mengandung 5 bulan..

"Apakah anak saya kemudian akan jadi pewaris tahta?" Laura bertanya dengan lantang.

Semua orang yang mendengar merasa geram, Gara sudah mengepalkan kedua tangannya, Alice terkejut dan hanya bisa diam, hanya Raja yang terlihat biasa saja, raut wajahnya terlihat datar dan tidak menunjukan emosi.

"Maafkan Laura, Ayah. Dia tidak tau apa-apa." Eric menekan tangan Laura dengan keras.

"Tidak yang mulia, saya berkata benar. Bukankah Alice tidak bisa mengandung?" Laura menatap Alice.

'Dia tidak bisa mengandung, dan sebentar lagi dia akan mati, Ah aku sudah tidak sabar untuk menjadi Ratu!'

"Apakah kau bisa menjaga sopan santun mu ketika makan?" Tanya Gara dengan menahan emosi sekuat mungkin, Alice menggenggam tangan Gara dengan sangat kuat, dia tidak mau menimbulkan kekacauan saat sedang makan bersama Raja dan keluarganya yang baru.

"Maafkan saya Baginda.." Alice menundukkan kepalanya.

"Alice..

"Kemarilah..

Alice berjalan kearah Raja, kakinya lemas sampai tidak bisa berdiri dengan benar, dia harus fokus dan memusatkan kekuatan pada kakinya agar berjalan dengan baik.

"Duduklah disebelahku.."

Mata Alice membelalak mendengar perintah Raja.

Laura semakin kesal dengan kedekatan Alice dan Raja.

"Mari kita lanjutkan makan malam.." Semua orang melanjutkan makan malamnya, kecuali Gara. Dia terus memandang ke arah Alice yang duduk bersebelahan dengan Ayahnya.

1
arfan
up
Inyhhlstryyy
Klw Alice tingginya segitu di katakan mungil, apa kabar denganku yang tingginya hanya 154 cm
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
mimi
ada gc sih di dunia nyata suami kek gni,klw ada sisakn satu aj Ya Allah
BFK.11: sulit yaa jawabnyaa😅😅
total 1 replies
Aisha Wijayanto
asemm deg deg an thor
BFK.11: hidup dong berartiii🤭🤭🤭
total 1 replies
Aisha awiya
wow..😱😱😱😱 bgus ceritanya ini cerita yg aku cari akhirnya.. masih Thor ☺️☺️✨❤️✨
Wine Widianti
next blom tamat kan ta
Adriana Bulan Juk Hat
Brrti si kembar eros dan freya bukan darah daging Garaa donk,klw dr kejauhan ad sseorg yg mmprhatikan alice,siapakh dia,,?? apakh kent,,??
Adriana Bulan Juk Hat
Kesanx cerita Alice trlalu tebar pesona dgn william,erick n kent bebas ciuman,pdhl garaa yg suamix,,
Anna Joanna John
a
Maliqa Effendy
Calon permaisuri itu harus kuat ,tegas,tdk lemah...
Maliqa Effendy
Alice tidur terus ya..
Maliqa Effendy
double bab ya
@shiha putri inayyah 3107
🤭😘🥰🥰🥰🥰
@shiha putri inayyah 3107
jd ngakak liat Will sm Kent kena damprat Alice,,,🤭🤣🤣🤣🤣🤣
karyaku
bagus ceritanya
Alikayus
setelah"pesona sang perompak"aku mampir kesini Thor taa kasih like tiap bab nya ma favorit..
Irna Salut
klo ada seasoan 2 pasti seru
bank sha one
cuma mpe sini doang thor ????
padahal ceritanya mantaaaaaaaf ...aku suka aku ssuka
lanjuuuuuuut thor sampai keistimewaan si kembar di perlihatkan .
keluarkan imajinasimu yg rrrruuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrr biasaaaaaaaah ...
akuu tunguuuu...
bank sha one
kemampuan istiimewa tapi alice blm menyadari
Irna Salut
akhirnya ktemi jga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!