NovelToon NovelToon
MALAM TERLARANG BERSAMA MANTAN SUAMI KAKAKKU

MALAM TERLARANG BERSAMA MANTAN SUAMI KAKAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Duda
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

Jangan pernah sebut Luna pelakor! Dia jauh lebih terhormat dibanding kamu yang berselingkuh di belakangku."

​Demi menyelamatkan kakaknya dari ancaman penjara, Luna Maharani terpaksa menyerahkan dirinya. Masuk ke dalam jebakan pernikahan kontrak bersama Devano—sang CEO dingin sekaligus mantan suami kakak kandungnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Jejak yang Terputus

BAB 26: Jejak yang Terputus

​Rania melangkah keluar dari ruang kerja CEO dengan raut wajah yang dibuat secemas mungkin, namun begitu pintu jati besar itu tertutup rapat, senyuman puas langsung terkembang di bibirnya yang berlipstik merah menyala. Dia merasa berada di atas angin. Siasatnya berjalan mulus tanpa celah.

​Sembari berjalan menuju meja kerjanya, Rania berpura-pura sibuk menghubungi komandan tim keamanan gedung untuk melacak keberadaan Dika dan Luna sesuai perintah Devano. Namun, di sela-sela kesibukan palsunya itu, jemari Rania dengan cepat mengetik pesan singkat di bawah meja, mengirimkan laporan kepada Siska bahwa Luna telah berhasil didepak dari kantor dengan tuduhan membawa kabur manajer keuangan. Posisi Rania aman, dan dia masih menjadi ular paling dipercaya di lantai tiga puluh ini.

​Sementara itu, di dalam ruangannya, Devano tidak bisa menegakkan punggungnya dengan tenang walau hanya sedetik. Pria bertubuh tegap itu mondar-mandir seperti harimau dalam sangkar. Amarah dan rasa cemburu yang membakar dadanya membuat fokusnya pecah berantakan.

​Dia melirik laci mejanya, tempat di mana dia melemparkan kertas memo robek dari almarhum ayah Luna semalam. Ego seorang alpha male yang terluka parah membuat Devano memilih untuk mengubur dalam-dalam rasa penasarannya. Di dalam benaknya yang diliputi kabut amarah, dia terus merutuk kejam.

​"Bisa-bisanya wanita itu lebih memilih berlari pada manajer keuangan daripada mematuhiku!" desis Devano, rahang perseginya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol tegang. Rasa kepemilikannya yang dominan terusik hebat. Dia tidak sudi barang jaminan utang miliknya disentuh atau dibawa pergi oleh pria lain.

​Hampir satu jam berlalu dalam ketegangan, interkom di meja Devano berdering. Suara kepala sekuriti terdengar dari seberang sana, melaporkan bahwa nomor plat mobil milik Dika terdeteksi oleh CCTV area melaju ke arah Rumah Sakit Pusat Kota subuh tadi.

​Mendengar informasi itu, Devano langsung menyambar jas abu-abu gelapnya yang tersampir di kursi. Tatapan matanya berkilat dingin. Di dalam pikirannya yang penuh prasangka buruk, dia mengira Luna dan Dika sengaja pergi ke rumah sakit untuk bermain drama sakit demi mencari simpati, atau sekadar menjadikannya tempat bersembunyi agar terhindar dari tanggung jawab kerja.

​Tanpa membuang waktu, Devano melangkah lebar-lebar keluar dari ruangan, mengabaikan Rania yang mencoba menyapa, lalu memacu mobil sport miliknya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota menuju Rumah Sakit Pusat.

​Aroma karbol yang khas langsung menyambut indra penciuman Devano begitu dia melangkah masuk ke koridor bangsal perawatan umum Rumah Sakit Pusat. Dengan aura tubuh yang teramat dingin dan mencekam, langkah tegap pantofel mahalnya bergema di sepanjang lorong, membuat beberapa perawat yang berpapasan refleks menepi karena segan.

​Dari kejauhan di ujung lorong, mata elang Devano langsung menangkap sosok yang dicarinya. Dika sedang berdiri di depan sebuah pintu kamar rawat inap biasa nomor 304, tampak sedang berbicara serius dengan seorang perawat yang membawa papan catatan medis.

​Langkah kaki Devano semakin cepat dan lebar. Begitu menyadari ada langkah kaki yang mendekat dengan tekanan intimidasi yang kuat, Dika menoleh. Pria bermata teduh itu terkejut bukan main saat mendapati sang CEO sudah berada di hadapannya dengan wajah yang mengeras bagai batu cadas.

​Tanpa memedulikan etika di tempat umum, Devano langsung maju satu langkah, menjulurkan tangan kokohnya, dan mencengkeram kuat kerah kemeja kerja Dika hingga tubuh manajer keuangan itu tertarik ke depan.

​"Tuan Devano?! Apa yang Anda—"

​"Di mana Luna?!" desis Devano dengan suara bariton yang teramat rendah, dingin, dan sarat akan ancaman yang berbahaya. Matanya menatap Dika dengan pandangan menghina. "Berani sekali kalian berdua mangkir dari kantor dan bermain drama murah di tempat ini! Di mana kamu menyembunyikan dia, Dika?!"

​Dika menggeritkan giginya, mencoba melepaskan cengkeraman tangan besi Devano pada kerah kemejanya. "Tuan, tolong lepaskan! Ini rumah sakit, jangan membuat keributan yang tidak perlu!"

​Namun, belum sempat Dika memberikan penjelasan lebih lanjut tentang kondisi demam Luna, suara decitan pintu kayu di samping mereka terdengar terbuka pelan dari dalam. Suster yang tadi berada di dalam melangkah keluar, membuat celah pintu terbuka cukup lebar.

​Pandangan mata elang Devano seketika beralih memotong lurus ke dalam kamar.

​Di atas ranjang rumah sakit yang sederhana, Luna Maharani terbaring dengan selembar kain kompres hangat yang menempel di dahinya. Wajahnya masih tampak tirus dan pucat, dengan selang infus yang menancap di punggung tangan kirinya yang kurus. Mendengar keributan di luar, Luna memaksakan diri untuk menoleh ke arah pintu.

​Mata bulat Luna yang sayu, berair, dan sarat akan ketakutan seketika melebar begitu menangkap sosok tegap Devano yang sedang mencengkeram kerah kemeja Dika. Tubuh Luna yang masih lemas di bawah selimut spontan bergetar halus karena trauma yang mendalam.

​Tatapan mata mereka berdua bertemu di udara, membekukan atmosfer di bangsal rumah sakit itu, memicu babak ketegangan baru tentang apa yang akan dilakukan oleh sang CEO yang sedang dirundung salah paham dan cemburu buta tersebut pada asisten pribadinya yang tak berdaya.

1
Sarbina Sarbina
apa sih maunya di devano ini 😏
gendiz
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!