NovelToon NovelToon
AURORA ● The Blood Moon

AURORA ● The Blood Moon

Status: tamat
Genre:Romantis / Vampir / Manusia Serigala / Cinta Beda Dunia / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Margaret R

🛑 Makasih Buat Votenya, MINTA VOTE NYA GABUNG ALEXA ya untuk Feb dan Maret 🛑

"Kau Luna, adalah jiwa Wang Yue Lian, penyihir wanita terkuat yang dilahirkan setiap siklus Blood Moon.Aku adalah Helian, pasangan abadim dari kehidupan sebelumnya ..."


"Kau gila!"


Sebuah kalimat dari seorang penyihir jiwa berwajah malaikat yang tiba-tiba datang dan mencuri ciuman pertamaku membuat duniaku jungkir balik. Dan kenyataan bahwa kekuatan seorang pria bernama Ashleen mengincar jiwaku untuk menjadi pasangannya membuatku takut.

Sementara siklus Blood Moon menyebabkan roh-roh jahat masuk dan mengancam dunia manusia. Kami para penyihir harus bekerja sekuat tenaga melindungi dunia ini.

BOOK 2 dari The Light Protector Witch Series
Book 1. ALEXA ● Blood of Love
Book 2. AURORA ● The Blood Moon
Book 3. SOFIA ● The Cursed Diamond
Book 4. APOCALYPSE ● The Faith of Love

Karya ku yang lain sihlakan klik profile ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34. Kau Bodoh Daniel!

Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi di jalanan bebas hambatan menuju London. Ia ingin menekan pedal gas sedalam dalamnya saat ini. Dia kesal, dan sekaligus marah pada dirinya sendiri.

 

 

Apa-apaan pria itu, berani menyentuh Aurora seperti itu. Seakan mereka adalah sepasang kekasih. Ia mengengam keras setir hingga buku jarinya memutih.

 

"Shitt ...." umpatan kasarnya keluar saat posisinya goyah karena dia harus berpindah jalur secara tiba-tiba dalam kecepatan tinggi.

 

"Riiing... ring... " sebuah telepon masuk. Daniel melihat caller ID nya di dashboard mobil. Dari Aurora. Daniel menghela napas pendek.

 

Ia menekan tombol free hand call di setirnya.

 

"Daniel, .... sebenarnya ada apa denganmu." suara Aurora binggung. "Kenapa kau tiba-tiba pergi seperti itu, kau bilang kau mau makan malam denganku?" Dia memang bodoh. Kenapa dia pergi. Kenapa dia tidak bertanya siapa pria yang sudah berani memegang Aurora seakrab itu.

 

Diam, Daniel tak berbicara. Ia harus berbicara apa? Berbicara bahwa ia cemburu, menanyakan siapa pria itu? Sejak kapan ia punya hak? Ia tak pernah mengatakan apapun.Sekarang ia merasa pria paling bodoh didunia. Berlari pergi meninggalkan wanitanya tanpa berani bicara. Pengecut!

 

"Daniel, kau disana?" Aurora diujung sana mengulangi pertanyaannya.

 

"Aku sedang menyetir... aku akan menghubungimu nanti."

 

" Tapi...kena.."

 

" Ara ...please! I call you back later. OK!" Daniel memutus sambungan karena tak tau harus berbicara apa.

 

 

Daniel menghadiri meeting bisnis dengan koleganya di Harvard. Ia pikir ia bisa mengunjungi Aurora di kampusnya sebentar, mengajaknya makan seperti yang sering mereka lakukan dan Ia telah menelepon sebelumnya untuk bisa menjemput Aurora. Namun adegan yang ia saksikan disana membuat dia berbalik mundur.

 

Dia mengenali pria muda gagah itu, Gregory Van der Wiel seorang pewaris klan Van der Wiel dari Belanda merangkul akrab Aurora yang tengah berjalan di selasar kampus, umur mereka tidak berbeda jauh. Bahasa tubuhnya dan tatapannya memuja Aurora. Mereka terlihat sangat akrab. Ia dengan berani merangkul pinggang Aurora sedekat itu. Bahkan mencoba mencium pipi Aurora. Walaupun kemudian Aurora mengelak dari ciumannya dengan tertawa .

Aurora pernah bercerita kalau pria muda tampan pewaris klan itu adalah teman satu fakultasnya. Pria itu populer dan terkenal diantara gadis-gadis. Namun ia menyangka mereka hanya teman kuliah, begitu lah seharusnya, hingga Daniel melihat adegan rangkulan akrab hari ini.

 

Ia terlambat bergerak? Selama ini ia hanya berusaha menjaga Aurora sebagai sahabat baik. Dan tidak ingin membebaninya dengan beban lain. Dia berpikir nanti akan ada waktunya. Saat Aurora sudah sepenuhnya lepas dari bayangan kesedihan Ourinko. Shit! Daniel memaki dirinya sendiri. Ini kesalahannya sendiri. Ia terlalu tenggelam dalam pekerjaannya dan mengabaikan Aurora belakangan ini.

 

Aurora sebentar lagi akan menyelesaikan kuliah hukumnya. Ia mempunyai jadwal padat sebagai mahasiswa tingkat akhir, dan tanggung jawabnya sebagai penyihir utama menyita waktunya, dan Daniel setahun belakangan sama sibuknya. Mereka jarang bisa bertemu setahun belakangan, sebulan sekalipun tidak. Walaupun Daniel selalu bisa menelepon dan mereka berbicara layaknya dua sahabat. Sahabat!? Apa Aurora menganggapnya hanya sahabat?!

 

Sebentar lagi kakeknya yang sudah berumur 85 tahun akan melepas kepemimpinan Ketua Utama Klan Cahaya. Ayahnya akan segera mengambil alih jabatan ketua utama dan ia harus segera mengambil alih pimpinan keluarga Aegis. Tekanan tanggung jawab membuatnya harus berkonsentrasi di pekerjaannya lebih dahulu. Dan mengabaikan masalah pribadinya. Sekarang ia menyesalinya ketidakpeduliannya .

 

Apakah Aurora dan pria itu sudah bersama? Mungkin Sofia tahu sesuatu tentang ini, walaupun sekarang ia tidak satu tingkat lagi dengan Aurora. Ia harus menanyakannya. Daniel menekan nomor Sofia.

 

"Hallo, Daniel?"

 

"Hai Sofia, lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?"

 

"Aku baik, terimakasih. Ada apa? Ada masalah yang bisa kubantu ? " Sofia langsung menembak. Gadis itu memang tak suka basa-basi.

 

"Sebenarnya, aku tadi baru melihat Aurora sangat akrab bersama Gregory van der Wiel. Apa mereka pacaran? " Daniel berdebar menanti jawapan Sofia.

 

"Gregory.... well, ya dia memang sering menggoda Aurora. Kalau pacaran hmm... sepertinya kurasa tidak. Aurora pernah bilang dia pria yang baik dan humoris saja. Aku sudah sebulan ini tak bertemu dengannya. Dia dan aku sibuk belakangan ini dengan jadwal padat kampus kami dan bolak-balik pusat operasi London." Sofia berhenti berbicara, sementara Daniel menghela napas lega, syukurlah mereka belum pacaran pikir Daniel.

 

Tapi Sofia kemudian melanjutkan "Banyak yang mengejar Aurora bukan Gregory saja, gadis secantik itu dengan jabatan tinggi, dihormati oleh seluruh klan dan setiap perkataannya didengarkan oleh siapapun. Beberapa klan malah mendekati orang tua Aurora untuk menjodohkan putra mereka ke Aurora. Apa kau tak tau itu Daniel? Kenapa kau tiba tiba bertanya. Selama ini aku bertanya-tanya sebenarnya kau dan Aurora sudah seperti adik kakak, tapi tak pernah lebih dari itu. Kau benar-benar ingin manjadi kakaknya?" mendengar perkataan Sofia rasanya Daniel ingin membenturkan kepalanya sendiri. Jadi dia benar-benar bodoh selama ini.

 

"Sofia, kurasa aku benar-benar terlihat bodoh bagimu.."

 

"Hahaha... kau naif Daniel, atau kau terlalu takut. Sudah hampir tiga tahun sejak kepergian Ourin Daniel. Kau harusnya sadar itu." Daniel menghela napas panjang.

 

"Aku hanya memberinya waktu Sofia. Kau tahu itu." Diam. Sofia tahu Daniel pria yang baik. Dia sangat menjaga Aurora. Tapi Daniel tak tahu bahwa Aurora adalah gadis yang diinginkan oleh banyak laki-laki selama ini.

 

"Daniel, sudah tiga tahun berlalu. Kau harus bersikap lebih terbuka padanya. Jangan terlambat atau dia akan direbut seseorang yang memperlakukannya lebih darimu..."

 

"Terimakasih Sofia. Aku menghargai saranmu."

 

"Hmm, baiklah, kita mungkin akan ke London lusa. Minggu ini bukannya ada pesta perayaan besar ulang tahun kakekmu kan. "

 

" Iya akan sibuk sekali mulai besok. Seluruh klan diundang. Baiklah, besok kita akan mengobrol lagi. Sampai jumpa lagi."

 

Daniel menutup telepon. Ini harus segera dibereskan. Benar kata Sofia, dia sudah memberinya waktu. Aurora tidak boleh jatuh ke pelukan laki-laki lain. Atau dia akan menyesali dirinya seumur hidup.

 

\==========

Daniel tiba di Mansion Aegis. Suasana beberapa hari ini sangat ramai. Puluhan pekerja keluar masuk mempersiapkan perayaan ulang tahun kakeknya ke 86 tahun ini diselenggarakan secara besar besaran, mengundang 66 klan secara bergantian selama dua hari.

 

Pesta ini sekaligus adalah pesta perpisahan sebelum pengumuman pensiun yang akan dilakukan tak begitu lama lagi, paling lama setahun lagi begitu ayahnya siap untuk mengambil alih.

 

Dan dibagi tiga hari dengan pengaturan waktu makan siang dan malam untuk puluhan ribu tamu dari 66 klan undangan secara bergantian. Hampir seluruh area rumah besar sampai kebun luas itu dibuka dan dipersiapkan untuk menampung puluhan ribu tamu yang akan datang. Dan hari Senin ada pertemuan kerja dan jamuan khusus untuk 66 kepala klan dan lima penasehat dan 33 penyihir utama.

 

"Tuan Muda Daniel, Ketua Aegis, Tuan Rudolft dan Nyonya Catherine menunggu Anda di ruang kerja kerja." seorang pelayan memanggil namanya.

 

Daniel segera ke ruang pertemuan. Kakek dan ayahnya sedang berbicara bersama dengan Ibunya. Kenapa mereka berkumpul seperti ini, perasaannya tidak enak sekarang.

 

"Kakek, ayah, ibu kenapa kalian ada disini semua? Ada yang penting? " Daniel menyapa semua yang ada diruangan itu.

 

"Daniel , duduklah Nak." Ibunya tersenyum dan menyuruhnya duduk. Akan ada bom yang dijatuhkan jika satu keluarga sudah berkumpul seperti ini pikir Daniel khawatir.

 

"Daniel..... " kakeknya memulai sementara Daniel hampir terkejut mendengar kakeknya yang memulai pembicaraan. Ini tak baik.

 

"Besok kakek akan menyambut tamu tamu kita, kau tau sebentar lagi kakek akan pensiun, kau dan ayahmu akan naik mengantikan kakek" Kakeknya berhenti sebentar. " Dan kau sama sekali belum mempunyai pendamping di umurmu yang sudah 32 ini, sebenarnya apa yang kau tunggu cucuku... " Daniel membelalak mendengar pertanyaan yang muncul untuk pertama kalinya itu.

 

"Kakek ... hahaha ... aku hanya terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk mengantikan ayah. Kakek tak usah menghawatirkanku. Aku akan segera mencari calon istriku hahaha..."

 

"Hmm, kakek percaya padamu. Kau telah bekerja keras dan belajar dengan baik beberapa tahun ini. Kakek juga bangga pada kemampuanmu. Kalau begitu ijinkan kakek membantumu kali ini." Ketua Aegis mengangguk angguk sambil tersenyum.

 

"Maksudnya membantu adalah ...? " Daniel merasa sekarang adalah bagian terburuknya yang belum dilempar.

 

"Saat menyambut tamu-tamu kita, kau tak bisa berjalan sendiri tanpa ada pedamping, kakek telah berbicara kepada Ketua Nicholai Pollux, cucu tertuanya yang cantik Anastasia yang berumur 28 tahun juga belum mempunyai pendamping, para orang tua ini berpikir kalian akan cocok, berkenalanlah dengannya, pada acara ini dia akan mendampingimu. Anastasia akan tiba besok bersama keluarganya. "

 

Hening... Daniel diam ditempatnya, dipandangannya ayah dan ibunya sepertinya tersenyum bahagia dan kakeknya tertawa puas dengan gerakan lambat. Bom telah dijatuhkan. Daniel berkeringat dingin. Sial! Sial ! Dia benar benar dalam masalah besar sekarang.

 

 

1
palupi
/Heart/
iris
😍
Mediana Emkasari
cakeeeepppp.. dah baca 4 kali tapi part ini selalu sukses membuatku menahan nafas 😍
Mediana Emkasari
aamiin.. sehat2 semua teman onlineku
Cicak Speed
YESS gogogo💪
Cicak Speed
gilee waktu diputerrr gesss
Cicak Speed
vadimm n team😭😭😭
Cicak Speed
hemm 💪💪💪
Cicak Speed
sereemm well
Cicak Speed
aku jg terharu 😭
Cicak Speed
aku terharu Cara sehebat ini 😭
Cicak Speed
mundur untuk menang ya Alexa Cara Alex.. semangat 💪💪💪
Cicak Speed
jadi Aurora blm tau Cara si Ourin hemmm
Cicak Speed
udah end aja
Cicak Speed
Lov u too Sofia
Cicak Speed
wow amaaazz
Cicak Speed
ya ampun Sofia bisa punya 2 ganda
Cicak Speed
buset adreas murni penyihir oh my lord
Cicak Speed
jeng jeng kejutan
Cicak Speed
huwaaaa itu William
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!