Selama 10 tahun menjalin ikatan pernikahan, Farel dan Amira belum juga di karuniai seorang anak hingga sebuah tragedi kecelakaan menimpa Amira yang membuatnya hilang tanpa jejak.
Di tengah keterpurukannya, Hana yang merupakan sahabat baik Amira datang ke dalam kehidupan Farel. Sinta menggunakan kesempatan itu untuk menyatukan Farel dan Hana agar ia segera mendapatkan seorang cucu.
Satu tahun pernikahan Farel dan Hana, Amira kembali ke dalam kehidupan Farel dibantu oleh Raihan. Amira semakin berani melawan orang - orang yang telah merebut semua kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 - Istri yang tersakiti
Raihan pun akhirnya di bawa ke Rumah Sakit terdekat oleh Amira, Farel, dan juga Hana. Dan, Raihan pun di nyatakan mengalami pendarahan otak di karenakan pecahnya pembuluh arteri di otak hingga menyebabkan perdarahan lokal di jaringan sekitarnya dan matinya sel-sel otak. Amira pun semakin merasa bersalah kepada Raihan karena ia selalu membuatnya celaka.
Selama tiga hari, Amira menemani Raihan di Rumah Sakit. Amira semakin bersedih karena selama tiga hari itu juga ia harus melihat Raihan terbaring koma di atas ranjang Rumah Sakit di tambah lagi dokter yang mengatakan bahwa kemungkinannya sangat kecil Raihan bisa sadar kembali. Farel yang melihat Amira sangat perhatian dengan Raihan pun semakin yakin bahwa Amira dan Farel memiliki hubungan yang lebih dari sekedar Majikan dan Bodyguard.
Farel yang sudah benar - benar tidak tahan lagi melihat Amira yang memberikan semua perhatiannya pada Raihan pun langsung berjalan mendekati Amira dan bersikap kasar padanya.
"Sudah cukup kamu menemaninya di sini selama tiga hari penuh, Sekarang sudah waktunya kamu untuk pulang, Amira," Farel pun menarik paksa tangan Amira dan menyuruhnya untuk pulang.
"Kamu apa - apaan sih, Mas. Lepasin aku," Amira memberontak dan melepaskan paksa tangannya dari genggaman tangan Farel.
"Kamu harus pulang, Amira. Kamu harus ingat kalau kamu itu masih punya suami yang harus kamu layani,"
"Untuk apa sih kamu memperhatikan Bodyguard kamu itu,"
"Dia itu cuma Bodyguard kamu Amira bukan suami kamu,"
"Memangnya udah di apain aja kamu sama dia sampai kamu rela tiga hari penuh menjaganya seperti ini,"
Amira pun menampar Farel untuk pertama kalinya.
"Tutup mulut kamu ya, Mas,"
"Asal kamu tau aja, Raihan menjadi koma seperti ini itu karena perbuatan dari Mama kamu. Mama kamu yang tiba - tiba saja berkelakuan aneh seperti orang gila,"
"Kamu berani menamparku sekarang, Amira,"
"Aku berhak menamparmu karena kamu telah berbicara yang tidak - tidak tentang aku dan juga Raihan,"
"Dan asal tau kamu aja ya, Mas. Aku bukan wanita murahan seperti yang kamu pikirkan,"
"Kamu masih ingat kan Amira kalau aku ini adalah suami kamu. Mana ada seorang suami yang rela melihat istrinya berduaan dengan laki - laki lain seperti ini,"
"Dan gak ada juga Mas seorang istri yang ikhlas jika suaminya menikah lagi,"
"Kamu tau, Mas. Sakitnya aku ketika melihat kamu menikah lagi dengan perempuan lain yang jelas - jelas adalah sahabat aku sendiri,"
"Aku baru sadar kalau aku bodoh karena masih tetap mencintaimu walaupun kamu telah mengkhianati aku,"
"Terus sekarang kamu mau menyalahkan aku atas segala rasa sakit yang kamu rasakan sekarang ini,"
"Amira kamu gak bisa sepenuhnya menyalahkan aku seperti itu karena kamu yang lebih bersalah dalam hal ini,"
"Coba aja kamu bisa kasih Mama aku Cucu, mungkin dia tidak akan memaksaku menikahi Hana,"
Farel dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat marah pada Amira pun pergi begitu saja meninggalkan Amira di Rumah Sakit.
"Bodohnya aku yang masih mau mempertahankan pernikahan kita Farel yang jelas - jelas sudah tidak ada yang bisa aku pertahankan dari pernikahan kita ini,"
Amira pun kembali duduk di sebuah kursi yang terdapat di sebelah ranjang Rumah Sakit. Ia terus menangis di sebelah tubuh Raihan yang terbaring koma.
...******************...
Sementara itu, Farel yang pulang dalam keadaan kesal pun langsung masuk ke dalam kamar Hana.
"Mas Farel, Kamu kenapa Mas,"
"Aku sedang kesal dengan Amira,"
"Yauda kamu duduk dulu ya biar aku ambilkan minum,"
"Gak usah, Han," Farel menarik tangan Hana.
"Pikiran aku sekarang sedang kacau dan aku sangat butuh aku kamu sekarang di sisiku,"
Hana pun tersenyum yang menandakan bahwa ada sesuatu hal yang sedang ia rencanakan.
"Ya sudah Mas kalau begitu kamu duduk dulu ya biar kita enak ngobrolnya,"
Hana pun membawa Farel duduk di atas tempat tidurnya dan mereka pun akhirnya mengobrol bersama.
"Mas kalau aku boleh tau memangnya apa yang sudah Amira lakukan hingga membuatmu kesal seperti ini," Ucap Hana sambil mencoba menggoda Farel dengan mengelus pahanya.
"Amira lebih memilih Raihan daripada aku, Han,"
"Kan aku udah bilang sama kamu berkali - kali Mas kalau Raihan dan Amira itu pasti punya hubungan,"
"Tapi kamu gak usah sedih ya, Mas. kamu lihat aku sekarang. Kamu jangan sedih lagi ya kan masih ada aku yang akan selalu ada di sampingmu,"
Farel yang terus menatap mata Hana pun mulai tergoda oleh Hana. Di malam itu, Farel dan Hana pun melakukan hubungan suami istri.
...******************...
Amira yang terus menangis di sebelah tubuh Raihan yang terbaring koma dan sebuah keajaiban pun terjadi, Raihan terbangun dari komanya selama tiga hari. Raihan pun menyadari bahwa Amira sedang bersedih dan ia pun langsung mengelus kepala Amira.
"Kamu kenapa, Amira,"
"Raihan,"
"Kamu sudah sadar, Raihan,"
"Aku panggilkan dokter ya,"
Raihan pun menarik tangan Amira menghentikan Amira untuk pergi memanggil dokter.
"Gak usah, kamu duduk lah lagi dan ceritakan padaku. Kenapa kamu menangis, Amira,"
"Farel bikin sedih kamu lagi atau Hana jahatin kamu lagi,"
"Aku gak apa - apa kok, Raihan,"
"Kamu jangan bohong, Amira,"
"Aku benar - benar gak apa - apa kok, Raihan,"
"Kenapa aku jadi merasa bersalah ya dengan Farel karena telah bersikap kasar padanya tadi," Pinta Amira dalam hatinya.
"Apa sebaiknya aku pulang saja ke rumah dan minta maaf padanya. Lagipula sebentar lagi juga Michael akan datang kesini," Pinta Amira kembali dalam hatinya.
"Hmmmm..... Aku pulang dulu ya nanti kamu di jagain sama Michael soalnya aku udah telepon dia dan menyuruh untuk datang tadi,"
"Yauda kamu hati - hati ya, Amira,"
"Iya, Raihan," Ucap Amira sambil tersenyum.
Amira pun pergi meninggalkan Raihan dan sesampainya ia di rumah, Amira pun langsung bergegas mencari - cari keberadaan Farel untuk meminta maaf padanya. Tetapi, Amira tidak menemukan Farel di manapun dan hanya satu ruangan lagi yang belum ia periksa yaitu kamar milik Hana.
Amira pun dengan tangan yang gemetaran perlahan membuka pintu kamar Hana dan betapa terkejutnya ia melihat Farel yang sedang tertidur bersama dengan Hana tanpa sehelai benang pun yang ada di tubuh mereka berdua. Walaupun Amira tau Hana juga adalah istri dari Farel sekarang tetapi ia tidak munafik hatinya tetap saja merasa sakit melihat suaminya tidur bersama dengan wanita lain.
Amira yang sudah tidak sanggup lagi melihat semua itu pun langsung menutup pintu kamar Hana kembali. Hana yang mengetahui bahwa Amira sejak tadi berdiri menyaksikan dirinya tidur bersama dengan Farel pun tersenyum puas karena kali ini dirinya lah yang menjadi pemenangnya. Sementara itu di luar kamar Hana, kaki Amira mulai terasa lemas hingga membuat dirinya terjatuh ke lantai. Semalam Amira terus menangis di depan kamar Hana.
"Aku sudah sangat lelah ya Allah,"
"Apakah aku salah tetap berusaha mempertahankan pernikahanku ini walaupun aku tau kalau sudah tidak ada lagi yang bisa di pertahankan dari pernikahanku dan juga Farel,"
"Aku juga tau ya Allah engkau sangat membenci yang namanya sebuah perceraian,"
"Malam ini Farel telah berhasil menghancurkan jiwaku ketika sebelumnya dia sudah tak bisa menghancurkan hatiku lagi Karena hatiku yang memang sudah cukup hancur karenanya,"
Tangisan Amira mengiringi kemenangan Hana dalam merebut hati Farel pada malam itu.
"Hallo Readers, ini adalah novel pertama author. Mohon maaf kalau ada typo dan kesalahan yang lainnya. Berikan like dan pilih episode favorite kalian, dukungan kalian sangat berarti untuk melanjutkan Novel ini"
Terima Kasih🥰🤗🤩