Pernikahan terpaksa membuat kami terjebak diantara hubungan pernikahan tanpa cinta, kemarahan Mileas atas perjodohan ini berhasil membawa seorang pihak ketiga yang membuat hubungan kami makin renggang, diantara cinta segitiga itu tiba tiba sepupunya hadir di antara bahtera rumah tangga kami hingga , keadaan pun semakin sulit.
Ada sebuah konspirasi di balik kedatangan yul itu. Dia membawa sebuah dendam dari kenangan kelamnya pada Kean Mileas apa yang terjadi antara mereka? Hingga mileas tak bisa ia maafkannya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Geerqiasilatusiluchen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dalam diamku.
"Ngggh....'
Suara desahanku mengerang kala Mileas terus menggerayangi tubuhku yang telah ditindihnya.
" Aku..."
Ucapanku tak bisa kuselesaikan karna sentuhan Mileas terus menerus membuatku hanyut.
"Aaagggh...hentikan Mileas... jangan lakukan itu!"
Teriakku tak tahan saat Mileas yang agresif terus mengigiti tubuhku dan menjilatinya.
"Tidak...!!! Jangan!!!Jangan lakukan itu padaku! Mileas kumohon jangan menodaiku!Jangan sentuh aku...Tidak!"
"Berisik!!!.
Ucapnya seraya membungkamku, Ia sedang berusaha menolak ku. Aku tak mampu menyingkirkan tubuhnya yang tengah menindihku, napasnya sungguh menakutkan, terdengar terengah engah dan menderu dera.
" Mmmmmmggghhh"
Jeritku dalam sebuah ciuman yang tak bisa kulepaskan
Saat semua hampir terjadi , terdengar bunyi handpone yang mulai membuyarkan peperangan antara kami saat hendak di mulai ke intinya.
"Sial!!!". Bentaknya, Mileas Mulai mengambil hanpone tersebut dan mengangkat nya.
" Hik...hik..."Tangisku tak henti saat mengingat perlakuan Mileas yang seperti hewan, ia Terlihat penuh napsu dan menakutkan.
Aku hanya bisa membungkukan tubuhku di antara tumpukan telapak tanganku yang berusaha menutup tubuhku.
"Hallo Sayang... ada apa?"
Tanya Mileas pada orang di balik hanpone tersebut.
Kemudian sesaat setelah Mileas mengagkat telponnya ia pun mulai pucat dan berteriak...
"APA!!! Baiklah aku segera pergi...aku akan pulang sekarang!! Baik baik!!"
Mileaspun mulai memastikan handponenya tersebut.
Tiba tiba ia melempar telponnya tersebut dan menarik rambutnya keras, Iapun menghempaskannya kasar bersama amarahnya.Terlihat Sudah exspresinya yang jelas flustasi, mungkin ia marah karna tidak berhasil menodaiku.
Ia mulai melirik ke arahku. Mileas mulai mendekatiku. "Kenapa kamu menangis?"
Tanyanya pada lembut, Mileas iapun duduk di pinggi ranjang dan meraih pipiku. Ia menyeka butiran basah itu kemudian mencium pucuk keningku , Lalu mendekapku di dadanya. Apa arti semua ini?? Bathiku.
" Apa kamu menangis karna takut padaku??"
Tanyanya lembut seraya mendekap makin erat seakan tak ingin melepasku.
Aku tak ingin memberinya jawaban atas bebetapa pertanyaannya yang terdengar ramah itu.
Entah kenapa, sesak yang kurasa saat ia memperlakukanku dengan kasar kemudian lembut secara tiba-tiba , ,Sedangkan saat ia mengangkat telpon dari Shanny terdengar sungguh mesra dan selalu berwibawa.
Aku...tidak berhak merasa iri pada Shanny, Sebab aku memang tak seharusnya ada di antara mereka.Tapi kenapa aku yang harus menderita?
"Hentikan tangismu, mulailah pakai pakaianmu... kita akan segera pulang" Ucapnya lagi seraya melepas pelukannya dan kemudian melempar pakaianku yang tadi ia buka dengan paksa hingga beberapa kancinnya hilang dan robek di beberapa bagian.
Degh!
Oh tidak, Aku tak pulang semalaman, Wanita itu bisa membuatku gila jika dia sampai tahu, bahwa aku tiduur bersama istriku sendiri.Video itu bisa saja sudah dia sebar..
" Tunggu! Astaga... aku lupa, aku tidak bisa pulang bersama ku hari ini... biar pengawal Kim yang menjemputmu, tunggulah hingga ia datang'"
DEGGH....
Satu kata yang menusuk dalam seperti belati yang tajam.
Ini sungguh suamiku yang sebenarnya, Ia memang selalu bertindak acuh dan dingin, kini dia muai asing lagi bagiku.
Aku tahu ini apa sebabnya dia tak ingin pulang bersama, Mugkin dia takut pada kekasihnya itu.
" Kau tunggulah, jangan pergi kemanapun sebelum pengawal kim datang!" Jelasnya, tapi aku sungguh tak ingin menuruti kata-kata pria gila ini, Aku takan biarkan dia merenggut apa yang selalu aku pertahankan dengan mudah.
Aku tahu lelaki ini takan puas dengan kenyataab bahwa dia belum selesai saat menghancurkanku.
"Tidak usah repot repot, urus saja urusanmu sendiri, Lagipula kau sudah repot dengan kekasihmu... jangan tambah dengan mengurusiku... Biar aku urus diriku sendiri"
Cetukku mulai menghentikan keterpuruksnku dan kembali angkuh.
Aku yang masih di posisiku mulai kaget Mileas menjulurkan tangannya dan menjambak rambutku keras."Aaaaaakkkk!!!sakit!!! Lepaskan... lepaskan aku !!Ba**jingan!!"
Teriakku berusaha melepaskan tarikannya yang erat. Aku menendang dan dia sigap mencengkram kakiku erat.
"Kau...! bagaimana bisa bicara seringan itu padaku?? Tidakkah kau tahu derajatku denganmu....! Sejak kapan kau mulai jadi kurang ajar padaku?Ingatlah, hidup ibumu , hidup ayahmu pun ada di tangan mu''
Bentaknya dengan sebuah kekerasan yang mulai menyakitkanku.
"Heh...ini memang sifat aslimu,jika aku salah kau akan menekan hingga dirimu puas, jika kamu yang salah maka kau akan bersembunyi dibalik uang dan kekuasaanmu...sungguh kau memang manusia yang b**edebah!!"
Balas ku dengan tatapan yang dingin,Mileas menatapku dengan matanya yang mulai membualat,ia mengigit bibirnya dan melotot ke arahku,yaaaah...seperti biasa,alisnya menjulang tak terkira,namun aku tak merasa takut sedikitpun.
"Kau....dasar keras kepala... !!kau tak ingin patuh padaku??"
Tanyanya marah besar.
"Heh...untuk apa??Lagipula...cepat atau lambat...aku akan segera menceraikanmu..." Cetukku kembali membuat amarah Mileas memuncak.
"Terserah kau saja!!!Aku takan mengurusi istri sepertimu lagi...memuakkan!!"
Bentaknya seraya menghentak kepalaku hingga aku tersungkur di bantal yang empuk.