NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mak'e Dirayu

takut jatuh cinta kepada suami sendiri?


lalu bagai mana jika ternyata adik dari suamimu adalah mantan kekasih yang pernah membuatmu takut untuk jatuh cinta?

Apa yang akan Sandira Wulandari lakukan jika akhirnya ia jatuh cinta dengan Erlangga pradygta yang tak lain adalah suaminya sendiri?

Lalu bagaimana sikap Dira saat mengetahui Dewangga Pradypta Hermawan masih begitu mencintainya?

Kita simak yuk kisah cinta segitiga antara Chef Elang,Dira dan Dewa. Akankah mereka mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak'e Dirayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tigapuluh tiga

Dira memutuskan untuk berangkat kerestoran lebih pagi,karna takut jika Elang akan menjahilinya lagi.Kakinya saja masih terasa lemas,untung tidak ada begitu banyak yang memperhatikannya,jadi masih aman-aman saja saat dia memasuki area Restoran.

Karna belum waktu jamnya ia bekerja,ia memutuskan untuk keruangan Desi terlebih dahulu.

Tok...tok...tok...

Tanpa menunggu jawaban dari dalam,Dira langsung masuk kedalam ruang manager itu.

"Wulan?".ucap Desi dengan mengerutkan keningnya melihat Dira yang berjalan tertatih "Kenapa?" tanyanya kemudian terkekeh.

"Jangan tanya deh..." Dira menghempaskan tubuhnya diatas sofa yang disediakan diruangan tersebut.

"Kayak habis perang aja kamu" kekeh Desi.

Dira mengerucutkan bibirnya.

"Jam kerjamu masih lama,tumben jam segini udah disini?" tanya Desi sambil melihat jam ditangan kirinya.

"Biar jadi pegawai teladan,siapa tahu bisa naik jabatan jadi bu manager" goda Dira.

"hu...dasar" Desi melempar bolpoint pada sahabatnya itu."Dua hari nggak berangkat emang ada keperluan apa?" tanya Desi kemudian.

"Ada pekerjaan lain yang lebih penting"

"Sepenting apa sih?" Desi kembali memperhatikan laporan yang ada didepannya.Karna dia tau Dira datang keruangannya hanya untuk menunggu jam kerjanya aja.

"Ya penting,sampai membutuhkan tenaga ekstra" jawab Dira,dan hanya ditanggapi kekehan oleh Desi. "kau lihat sendirikan, aku saja sampai susah payah buat jalan".

Desi kembali terkekeh " Aku ada rapat,kamu bisa tidur dulu disini kalau mau".

Tanpa disuruhpun,kini Dira sudah terlelap dalam tidurnya,Desi berjalan mendekat kemudian menyetel alarm pada ponsel Dira. Itu lah kebiasaan Dira yang tidak pernah memberi kode pada ponselnya,sehingga semua orang bisa membuka ponsel tersebut.

Desi meninggalkan Dira yang sudah tertidur itu menuju ruang rapat.

Satu jam kemudian,Dira terbangun dari tidurnya ketika suara dering alarm mengusiknya.

Alangkah terkejutnya dia saat membuka matanya, ada seseorang yang tengah berjongkok didepannya sambil menatap pada nya "ASTAGA...!!!" pekik Dira karna kaget.

Dira kemudian terduduk sambil mengelus dadanya,ia masih mengumpulkan sebagian nyawanya.

"Kenapa tidur disini?!" Seru pemuda tersebut.

"Kau tidak tau ini adalah kantor Desi,dan Desi adalah sahabatku" ucap Dira sengit.

Pemuda itu kemudian duduk disofa sebelah Dira "Sebaiknya kau pulang saja dan istirahat dirumah".

" Sudah waktunya aku bekerja" ucap Dira menatap pada layar ponselnya.

"Sejak kapan kau bekerja disini?".

"Sejak seminggu yang lalu,sejak aku pergi dari rumah keluarga Hermawan, kau tunggu saja disini, mungkin Desi akan segera datang" ucap Dira kemudian beranjak.

"Wulan...!"

Dira berbalik,"Apa?"

"Apa maksudmu dengan yang kau lakukan kemarin?"

Dira menyengir "Soal kemarin.... mmmm.... maaf ya wak..." Dira merasa sulit menjelaskan.ya,pria yang tiba-tiba ada dihadapan Dira adalah Dewa. "Aku janji, tidak akan ikut campur dalam urusan asmaramu" Dira menaikan kedua jarinya membentuk huruf V.

Dewa mengehela nafas "Apa Elang berlaku kasar pada mu?" tanya Dewa sambil menyibak rambut Dira hingga terlihat bekas hickey dilehernya.

Dira yang menyadari Dewa melihat sesuatu, kemudian buru-buru menata rambutnya agar menutupi lehernya.

"Kau ada perlu dengan Desi kan? kau tunggu saja,aku harus segera pergi" ucap Dira kemudian ia pergi dari ruangan tersebut.

Saat hendak menuju dapur Restoran, Dira melihat Elang yang beru saja keluar dari ruang rapat, karna takut dilihat oleh suaminya itu,Dira buru-buru menyembunyikan tubuhnya.

Setelah dirasa aman,Dira kemudian keluar dari tempat persembunyiannya, namun tanpa ia sadari ternyata Elang berada dibelakangnya.

"Apa kamu mencuri sesuatu hingga berjalan mengendap-endap seperti itu?" ucap Elang datar,namun tetap saja membuat Dira terkejut.

"Bukannya tadi,kau sudah masuk??" Dira kebingungan karna tadi dia merasa Elang sudah masuk kedalam ruangannya.

"Dari tadi aku mencarimu" kemudian menarik kerah leher Dira bagian belakang hingga Dira berjalan terbalik mengikuti Elang.

Elang membawanya menuju ruangannya.

Dan setelah memasuki ruangan tersebut, baru lah Elang melepaskannya.

"Jadi...kenapa kabur?".

" Si- siapa yang kabur?" Tanya Dira balik, dia berpura-puta tidak mengerti maksud Elang.

"Mau berpura-pura?" Elang kini berjalan mendekati Dira,sedangkan Dira bergerak mundur.

"Ha...tadi aku ada perlu dengan Desi, karna itu aku cepat-cepat pergi kerestoran" Dira beralasan.

Elang tentu saja tau kalau Dira berbohong. Tapi kali ini dia malas untuk bermain-main, karna sesungguhnya tenaganya juga terkuras malam tadi.

"Baiklah,aku percaya dengan alasan yang tidak masuk akalmu itu". Kini Elang berhenti didepan Dira,karna Dira sudah tidak bisa bergerak lagi sebab punggungnya kini sudah menyentuh tembok.

Dira memicing,apa Elang selalu bisa membaca pikirannya.Apa isi otaknya bisa semudah itu ditebak?.

" Hari ini aku akan keBali" Elang menyibak rambut panjang Dira,dan memperlihatkan bekas merah dilehernya. Tanda percintaan panas yang ia lakukan semalam. "Mungkin dua hari disana".

Dira mengangguk " Ya,aku mengerti" Jawabnya.

"Mengerti apa?" Kini Elang menempelkan bibirnya pada tanda kemerahan itu, hanya menempel dan memberi kecupan tanpa menghisapnya.

"Ya,aku akan dirumah sendirian" Dira menahan geli pada lehernya,karna Elang yang menghembuskan nafasnya disana, membuat Dira merinding.

Elang kembali menegakan tubuhnya "Jangan ikut campur lagi masalah Dewa" Elang kembali memberi peringatan.

"Iya tentu saja..." jawab Dira cepat "Baiklah, nikmati perjalananmu,hati-hati dijalan dan jangan lupa kabari aku kalau sudah sampai" Rentetan ucapan Dira entah kenapa tidak membuat Elang senang.

Elang melambaikan jari telunjuknya pertanda agar Dira lebih mendekat "Apa kau tidak akan merindukanku?" ucap Elang membuat Dira heran.

Kenapa selama di Jakarta,Elang jadi berubah aneh ya?

Dira tersenyum heran "ya...aku akan merindukanmu" ucapnya agar Elang merasa senang.

"Benarkah? apa sebaiknya aku membatalkannya saja?" Goda Elang, dan itu semakin membuat Dira terheran hingga mengerutkan dahinya.

"Jangan seperti anak kecil,kau tidak pernah seperti ini sebelumnya" ucap Dira sambil membelai pipi suaminya.

"Kau bilang aku seperti anak kecil?" Elang mendekatkan wajahnya,dan membuat Dira tertawa lepas. Bagai mana Elang bisa berubah seperti ini??.

Dira memalingkan wajahnya saat Elang hendak mencium bibirnya,sehingga bibir Elang kini menempel pada pipinya.

"Kau menolakku?! hemm??" Elang mencubit hidung Dira,membuat Dira kembali tertawa.

"Kau sangat berbeda tuan chef" Ucap Dira kemudian meraih wajah Elang dan mengecup lembut bibir yang salah sasaran tadi.

Kecupan Dira kini berubah menjadi *******, karna Elang tak membiarkan Dira menarik tubuhnya untuk menjauh. Elang menarik tubuh Dira hingga menempel padanya.

Saat menyadari sentuhan Elang yang semakin menjadi,Dira mendorong dada bidang suaminya tersebut "Hentikan El, kau akan bertindak lebih jauh jika kau tidak menghentikannya" ucap Dira lembut.

Elang terkekeh kemudian memundurkan tubuhnya dan menuju mejanya untuk mengambil ponselnya disana.

"Jadi,aku sudah boleh pergi?" Dira kembali bersuara.

"Ya,kecuali kau ingin melanjutkan yang tadi" Elang dengan seringainya.

"Tidak" dengan cepat Dira meninggalkan ruangan Elang.

1
Hary Nengsih
gak pernah bosen entah dh berapa kali baca
차니 Chani🇰🇷🇲🇨: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
cowettttttt
aku baca ini yg kedua kali nya ...bagus banget ngangenin konflik ny ringan bngt dan pokonya sweet gt
차니 Chani🇰🇷🇲🇨: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
Yuli Ani
Kecewa
Yuli Ani
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Happy Ending..good job thor,Semoga sehat selalu,dan teruskan berkarya..⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺☕☕☕☕☕☕
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣 Rasain tuh,Sengaja ya menggoda mama Mary..😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Ia setahu ku Dokter dan Chef itu selalu sibuk 24x7 jam dengan kerjaannya,Tapi aku heran Chef Elang masih sempat2 nya dia gonta ganti pacar,Kapan waktunya pacaran??🤔🤔😅
Qaisaa Nazarudin
Apa Mary dengan suaminya sudah bercerai? Kenapa mereka gak sejalan,Suaminya mau memisahkan anak dengan menantu,sedangkan Mary menyatukan mereka,Yang benar tuh yg mana? Bingung kan aku?
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,Makanya Nyonya Mariam menggunakan cara licik biar Dira bisa menjadi mantu nya..🤣🤣👍👍
Qaisaa Nazarudin
Mama nya sendiri kali ya,Pengen anaknya nikah..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata laki bini Toh...🤔🤔
pink magenta
nah seharusnya sebelum masuk ke sini di kasih keterangan dulu dibab sebelumnya misal flashback off atau apapun biar pembaca bisa ngerti dan tidak mengacaukan imajinasi ini masa sekarang atau masa lampau. makasih thor 🙏
Imelda Oktaria
udah tamat ya kak😁
Imelda Oktaria
sweet banget
Covid 19
Luar biasa
Frida Arlini
bahagianya dira dan elang
Andara Reni
sangat bagus ceritanya , aku suka
Arik Kristinawati
saya kurang setuju thorr...cara omong Elang begitu...bnar enak cara mncintainya....tpi g ska klo pas ada tlpon mnjauh dr Dira,ksannya sda yg d tutupin...lgsung angkat knpankan dah suami istri...ksih tggal sdikit tu Elang biar dia ju2r ttg sglanya...baik mntan2nya,pkerjaannta...jgn hy mnuntut Dira itu ini
Arik Kristinawati
sya suka Dira memanggil chef pd suaminya....tdk mghilangkan rasa hormatnya....ya sesekali pggil sayang itu wajar
Arik Kristinawati
smoga dg lyra....kan lyra hy pgntar minuman mgkin msih virginlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!