Bagaimana jadinya jika seorang anggota perampok abad 21 tiba-tiba terlempar ke Zaman Dinasti Shang (1600 SM) sebagai seorang calon Permaisuri??
Beberapa kali Xiao Tan mencoba melarikan diri dari perjodohan itu hingga Ia harus menyamar sebagai laki-laki agar tidak dikenali para pengawalnya, namun ternyata usahanya malah diketahui Pangeran Ke-8 membuatnya mau tidak mau kembali dan menjalani perjodohan itu.
Akankah Ia bisa lari dari perjodohannya dan kembali ke masa modern, ataukah harus terkurung disana selamanya?
Karya ini hanyalah karangan dari penulis semata, tidak ada kaitannya dengan sejarah asli Dinasti Shāng, Selamat membaca 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat
"Dasar bodoh aku memang Xiu Tan'er!!" ucap Xiao Tan melepaskan tangan Pangeran Zian di pipinya
"Haha kau aneh sekali Xiaoling" Pangeran Zian masih terus mengoceh dengan mata terpejam, Xiao Tan duduk disamping ranjang memperhatikannya dengan bingung
Lucu sekali, dimalam pertamanya dia malah tidur di kediamanku - batin Xiao Tan
ketika Xiao Tan hendak beranjak, Pangeran Zian kembali mengoceh membuatnya mau tidak mau mendengarkan ucapannya
"Kau Tau Xiaoling, Aku merasa menjadi boneka berada disini, bahkan aku tidak bisa mengutarakan isi hatiku... " ucap Pangeran Zian dengan pilu
Xiao Tan mengernyitkan dahinya tanpa menjawab perkataan Pangeran Zian
"Sejak dulu aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, kau tau apa alasanku?" tanyanya,
Xiao Tan yang penasaran akhirnya mencoba menjawabnya walaupun Ia tau bahwa suaminya itu sedang menganggap dirinya adalah Xiaoling
"Apa alasanmu?"
"Karna Ayah selalu menyayangi keempat putranya, walau aku melakukan yang terbaikpun ia tak pernah mau menghargaiku... "
"Memang semua ini wajar terjadi di lingkungan istana, tapi bukan hanya itu Ling'er alasanku agar Ayah mempercayaiku"
"Lalu?" tanya Xioa Tan kembali
"Karna aku tau Ibu suri agung dan para putranya berniat jahat, mereka ingin mengambil alih kerajaan ini"
Xiao Tan yang mendengarnya cukup terkejut
"Aku tidak terkejut dengan semua ini karna aku tidak pernah mempercayai mereka, aku akan berusaha Ling'er untuk bisa melindungi kerajaanku" lanjutnya
Hati Xiao Tan merasa sedih mendengar apa yang suaminya katakan itu, pasalnya Pangeran Zian tidak pernah banyak bercerita padanya, karna ia tau bahwa dia bukanlah orang yang Pangeran Zian percayai, digenggamnya tangan Pangeran Zian olehnya
"Kau pasti bisa melindungi kerajaanmu yang mulia" ucap Xiao Tan tersenyum
"Ling'er.... "
"Kadang aku begitu bingung dengan Xiu Tan'er, kau tau aku merasa dia bukanlah Xiu Tan'er yang dikenal" Pangeran Zian bangun dari tidurnya dan kembali menatap wajah Xiao Tan yang terlihat buram di matanya itu.
"Ke-kenapa kau merasa begitu?" tanya Xiao Tan gugup, Ia takut Pangeran Zian tersadar akan keberadaannya.
"Aku pernah bertanya pada pelayannya, dan dia berkata bahwa Xiu Tan'er berubah setelah terjatuh kedalam danau, kau percaya tidak jika ada jiwa lain yang menempati tubuhnya" papar Pangeran Zian, ia memincingkan matanya untuk menatap Xiao Tan namun tetap terlihat buram
"Haha mana mungkin yang mulia, i-itu kan hanya karangan dan cerita rakyat saja" jawab Xiao Tan
Sepertinya dia tidak mengenali wajahku, astaga dia sudah mencurigaiku ternyata
****
Matahari telah muncul diperaduannya, cahayanya menembus ruangan dimana Pangeran Zian tertidur di ranjangnya, kicauan burung terasa mengganggu telinganya hingga membuatnya mengerjapkan mata.
sejenak ia berusaha mengenali dimana ia tertidur, sepertinya bukan di kediamannya ataupun di kamar pengantin yang sudah disiapkan tadi malam, Pangeran Zian seketika beranjak ketika menyadari bahwa dirinya sudah tertidur di kediaman Xiu Tan'er
"Jadi semalam Aku berbicara dengan Xiu Tan'er?" gumam Pangeran Zian
Diedarkannya pandangannya menyapu setiap sudut ruangan yang nampak sepi seperti tak berpenghuni itu
"Dimana Xiu Tan'er?" Pangeran Zian menyeret langkahnya ke berbagai sudut ruangan namun tak di dapatinya juga, ketika ia kembali ke ranjangnya ia menemukan sepucuk surat yang tergeletak, diambilnya surat itu
"Xiu Tan'er?" tanya nya bingung, Iapun membuka gulungan surat itu dan membacanya
"Yang Mulia sepertinya jalanku dengan jalanmu tidak sama,....haaahhh kau tau aku tidak terbiasa di lingkungan istana itu,...
Sekarang kau sudah memiliki penggantiku sebagai permaisurimu, tak usah mencariku karna aku mungkin tidak akan kembali, untung saja pernikahan kita hanya sandiwara aku tidak harus mempermasalahkan itu
Oh ya aku sudah menulis surat cerai kau bisa lihat di surat yang lain yang sudah kusimpan, dan jangan curigai aku akan kembali pada Kakakmu Zhu Qui ya, karna itu sungguh tidak akan terjadi
Urusan tentang perceraian kita di istana, kau saja yang mengurusnya ya hehe, aku tidak ingin rumor buruk tentangku menyebar setelah ini, dan jika itu terjadi, kaulah orang pertama yang akan ku bunuh!, hey aku bersungguh-sungguh.
salam
Xiu Tan'er"
Sejenak Pangeran Zian nampak tertegun, Ia tidak mengerti kenapa Xiu Tan'er melakukan hal seperti itu tanpa persetujuannya, sebenarnya apa tujuannya selama ini? tapi entah kenapa hati Pangeran Zian terasa sakit dengan kepergian Xiu Tan'er secara tiba-tiba ini
Sekilas beberapa bayangan kekonyolan Xiao Tan dan kebersamaan mereka terlintas di fikirannya, bagaimana pertama kali mereka bertemu hingga perjodohan antara mereka terjadi, ternyata tanpa disadari Pangeran Zian sudah terbiasa dengan tingkah aneh Xiao Tan dan bagaimana Xiao Tan selalu mendebatnya
dilipatnya kembali surat itu dan ia bergegas pergi dari kediaman Xiu Tan'er
****
Sementara di sisi lain Xiao Tan dan Na pergi menuju kediaman Gubernur Xiu dengan menggunakan kudanya, Na yang duduk di belakang seakan heran dengan Nonanya saat ini
"Nona, sejak kapan kau bisa mengendarai kuda?" tanya Na
"Kau tidak perlu tau Na, yang terpenting saat ini kita harus bisa menuju kediaman ayahku sebelum terlambat!....Hiyaa!!.." Xiao Tan mempercepat laju kudanya
Flashback
Setelah Pangeran Zian tertidur Xiao Tan hendak menutup jendela namun seorang pengawal berpakaian serba hitam tiba-tiba muncul di depannya
"Astaga siapa kau!!!"
"Stttt.... Putri ini hamba pengawal kediaman Gubernur Xiu" pengawal tersebut membuka cadarnya
"Oh astaga sedang apa kau disini dan kenapa kau masuk secara diam-diam?"
"Gawat Putri! seluruh kediaman Gubernur dipenuhi prajurit kerajaan, Gubernur dan seluruh keluarga Anda juga para pelayan sedang disekap" ucap Pengawal tersebut
"Sebaiknya Anda segera kembali"
"Astaga apa yang terjadi pada ayahku!!"
"Gubernur telah dituduh melakukan penghianatan dan bekerja sama dengan para pemberontak"
Xiao Tan melebarkan matanya, Ia begitu terkejut mendengar apa yang diucapkan pengawalnya itu
"Baiklah aku akan segera kesana, kau pergilah" pengawal itupun segera pergi dari kediaman Xiao Tan, Xiao Tan langsung menutup jendelanya, ia berlari ke arah Pangeran Zian yang sedang tertidur, Xiao Tan hendak memberitahukannya namun ia pikir bukan waktu yang tepat untuk memberitahukannya, juga Ia tidak yakin jika Pangeran Zian akan memihak padanya.
Sebaiknya aku pergi dari sini dengan sembunyi-sembunyi, mungkin ini waktu yang tepat bagiku mengakhiri semuanya
Xiao Tan mengambil kertas dan menulis surat sebelum Ia memutuskan untuk pergi dari istana
Akan lebih baik jika kita berpisah, Kau tidak harus mencariku Yang Mulia,....berbahagialah
Xiao Tan menaruh surat itu tepat disamping Pangeran Zian, sejenak ia memperhatikan lekat wajah yang sedang terlelap itu, entah apa yang Ia pikirkan lalu kemudian Xiao Tan pergi.
Flashback off
.
.
.
.
Mau mulai ke mode serius nih 😁 buat yg msih ngikutin kisah ini, terimakasih ya atas dukungannya 🙏😊 maaf klo emg tidak sesuai ekpektasi pembaca karna aku juga masih belajar 🙏😁