NovelToon NovelToon
Sweet Police

Sweet Police

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fanfic / Contest / Tamat
Popularitas:71k
Nilai: 5
Nama Author: Arti Channel

Yura merupakan salah satu penulis terkenal yang mempunyai sifat ambisius, susah jatuh cinta dan sangat disiplin terhadap peraturan.

Hingga suatu hari saat dirinya buru-buru dan mendapatkan kejadian yang tak terduga disebuah lampu merah. Kejadian itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arti Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penantian

Yura terbangun kala sinar mentari pagi sudah menerobos disela-sela pintu jendela kamarnya.

Matanya pun perlahan terbuka. Pemandangan yang berbeda dari sebelumnya. Dia langsung terkejut dan memandang ke sekeliling.

" Ra! Tolong ambilkan handukku. Aku lupa." Suara Agung membuatnya terkejut.

Yura pun sadar kalau Mereka baru pindah ke rumah baru. Rumah yang lebih besar dari sebelumnya. Dan lebih dekat dengan orangtua Mereka berdua.

" Iya. Tunggu! Lagi-lagi lupa. Apa sih yang nggak lupa Kamu tuh." Gerutu Yura.

" Kamu yang nggak Kulupa." Teriak Agung.

" Gombal." Yura mendengus kesal mendengarnya.

" Handuk yang warna apa nih? " Tambah Yura.

" Warna apa aja." Jawab Agung dibalik pintu kamar mandi.

Yura pun langsung mengambilkan Agung Handuk dari berbagai warna.

Agung langsung membuka pintu dan syok melihat lima handuk ditangan Yura.

" Tapi nggak segini banget kali Ra. Masa semua handuk Kamu bawakan." Ucap Agung seraya memutar kedua bola matanya.

" Ya maaf, Katanya warna apa aja."Yura cengengesan.

Agung menghela nafas dan memilih handuk warna biru.

Selang beberapa menit Agung keluar. Dengan gaya machonya, Dia menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.

Tiba-tiba suara dering Hp membuat Mereka saling melirik.

" Kau saja yang angkat." Yura mengambil sebuah handuknya sendiri.

" Kau saja lah." Agung menolaknya.

Mereka mengetahui kalau Ayahnya Agung yang telepon pasti tidak jauh-jauh tentang cucu.

" Aku mau mandi." Jelas Yura.

" Nggak usah mandi aja. Kamu nggak mandi juga sudah cantik Ra." Agung mengedipkan matanya.

" Aiiish. Kau memang menyebalkan."

Yura mengalah.

Agung mengangkat kedua alisnya.

" Hallo Pa." Sapa Yura.

" Hallo Ra. Kalian jadi kan mengambil paket liburannya?"

" Iya jadi Pa. Besok Yura sudah mulai ambil libur Pa."

" Bagus lah kalau gitu. Jadi Papa bisa secepatnya dapat cucu."

" Iya, doakan saja ya Pa."

Setelah telepon selesai dimatikan. Agungpun langsung terlihat gembira.

" Hore! Libur telah tiba! Libur telah tiba! Hatiku gembira." Agung menyanyi-nyanyi.

" Papamu tuh minta cucu melulu." Keluh Yura

" Iya sabar dong Sayang. Kita kan juga berusaha."

" Iya. Tapi kan buat cucu tidak semudah membuat roti."Tambah Yura.

Agung langsung tertawa mendengar celotehan Yura.

" Kalau begitu. Ayo!" Agung menggoda Yura dengan mengedipkan matanya.

" Ayo apa? " Yura terlihat kesal.

" Masih tanya lagi." Ucap Agung.

" Nggak-nggak. Aku mau mandi." Yura langsung berlari kekamar mandi.

...***...

Satu Tahun Kemudian.

Yura sedang make up. Mereka ada janji makan dengan sahabatnya Agung yaitu Dimas.

" Sudah lama Aku tidak bertemu Dimas." Ucap Agung seraya menyemprotkan parfumnya.

Yura langsung menutup hidungnya.

" Kau Kenapa Sayang?" Agung langsung spontan mendekat ke Yura.

" Bau parfummu buat Aku ingin muntah." Yura langsung lari ke kamar mandi dan ke wastafel.

Agung langsung mencium bau parfumnya.

" Wangi. Nggak ada yang aneh."

" Sayang ganti bajumu! Dan jangan pakai parfummu! " Teriak Yura dari kamar mandi.

" Iya Sayang! Ada-ada aja. "

Agung langsung mengambil baju lainnya seraya berpikir.

" Jangan-jangan!" Agung masih terlihat berpikir seraya memakai baju kemejanya.

Yura terlihat keluar dari kamar mandi. Matanya langsung tertuju ke Agung. Yura masih terlihat takut dengan bau parfum yang sangat menyengat dari biasanya. Padahal jelas itu parfum yang biasa Agung pakai.

" Sayang. Jangan-jangan Kau hamil." Tebak Agung.

Yura terlihat langsung berpikir. Dia menghitung-hitung dengan jari jemarinya.

" Oya. Aku sudah telat 2 mingguan sepertinya." Yura baru tersadar karena kesibukannya mengurus perusahaan penerbitan.

" Bagaimana setelah Kita bertemu Dimas. Kita langsung periksa Ke Dokter." Saran Agung.

" Boleh." Ucap Yura seraya mengelus perutnya sendiri.

Agung langsung menuju garasi dan memanaskan mobilnya sebentar. Dengan raut wajah bahagia Dia langsung menggandeng tangan Yura.

" Masuklah." Ucap Agung seraya membukakan pintu mobilnya.

Yura terlihat tersenyum melihat Agung begitu so sweet terhadapnya.

" Ayah pasti akan sangat senang mendengarnya." Ucap Agung.

" Tapi ini kan belum pasti Sayang." Yura masih terlihat ragu.

" Kita berdoa saja. Semoga pasti. Ingat kata-kata terindah adalah sebuah doa." Ucap Agung tersenyum seraya menyalakan dan mengeluarkan mobilnya dari garasi.

Yura hanya berdoa semoga penantian ini benar.

Perjalanan menuju pusat Kota tidak memakan waktu yang lama. Hanya beberapa menit saja. Pemandangan kota Yogyakarta yang begitu indah, Membuat Yura tidak pernah bosan untuk melihatnya.

Hingga akhirnya Agung memarkirkan mobilnya didepan restoran. Restoran langganan Mereka dahulu bersama Dimas.

" Agung! Yura! " Suara Dimas memanggil Mereka.

Mereka langsung melangkahkan kaki menuju arah Dimas.

" Hallo Dim." Sap Yura.

" Hallo Ra."

" Kalian tambah bahagia saja. Aku jadi iri." Ucap Dimas.

" Makanya buruan menikah!" Jawab Agung membuat Dimas langsung cemberut.

" Nanti kukenalkan dengan seorang model. Pokoknya Cantik,**** dan ..." Ucap Agung terhenti dan melirik ke arah Yura.

Mata Yura melihat tajam ke arah Agung.

" Bercanda Sayang!" Ucap Agung membuat Dimas langsung tertawa.

" Makanya jangan sok asik didepan istri Gung."Dimas masih tertawa.

" Aku kan bercanda." Ucap Agung menunduk.

" Ayo! Ayo! Aku sudah memesan meja." Ajak Dimas.

Mereka bertiga langsung duduk. Percakapan persahabatan Mereka pun terdengar sangat asik. Sampai Mereka lupa kalau belum memesan makanan.

" Mau pesan apa? Silahkan!" Ucap salah satu waiters mendatangi Mereka.

" Kalian mau makan apa?" Dimas masih melihat menu makanan di list menu makanan.

" Kami ikut aja." Ucap Yura mewakili.

" Ok." Ucap Dimas Seraya menulis menu yang Mereka pesan.

Mereka kembali berbincang. Cerita masa lalu yang terdengar konyol kala mengingatnya.

...***...

1
Nabil abshor
siwon??? 🤔🤔🤔🤔
Dandelion: sama2
total 3 replies
Nabil abshor
😂😂😂😂 bukan sayaaang,,, mereka lg lomba lari maraton,,,
Nabil abshor
😭😭😭😭😭 aiiiiih ku tunggu,,,,, gusti,,, bapernya aku,,,
Nabil abshor
😭😭😭😭😭😬😬😬😬👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊 dimaaaaaasssss
Nabil abshor
siapa pun itu,jk dy melangggar y tetep hrus ditindak lah. masak mentang² org terkenal trus dilolosin.😁😁😁👍👍👍 good job pak agung,,, polisi teladan ..
i'm virgo ♍️
akhirnya ngaku juga kau ya Gung, kalo cinta ya hrs tegas dgn masa lalumu
i'm virgo ♍️
Agung mulai ada rasa sama Yura
i'm virgo ♍️
nah buka matamu Gung, biar lihat jls Yura sprti apa...bodoh mempertahankan masa lalu yg gaje
i'm virgo ♍️
hihihi...Dimas kocak
Dandelion
Terima kasih atas dukungan dan komentnya. Mianhe
😁
hayatun nufus
ceritanya bagus tapi extra part terlalu banyak jd kurang syahdu ceritanya 🤭🤭🤭
Dandelion: Terima kasih banyak atas dukungan dan komentnya. Mianhe extranya kbnyakan😁
total 1 replies
Fara F
Agung nama mas siwon di indo nih...makin lancar haluku bayangin siwon sama yuna😍😍
Dandelion: Terimakasih atas koment dan dukungannya 😍
total 1 replies
Rahayu Aryasatya
seorang polisi bisa diancam?? dan gak bisanemu strategi buat ngadepin ancaman itu??🤔🤔🤔agak agak gimana gitu yaa chingu
Rahayu Aryasatya
awalnya bingung,,knp diakhir nama kadang ditambahi dg "yaa",,agak aneh bacanya,,tp setelah nemu kata "namja" baru ngeh akoohh😂😂
Dandelion: Maaf bahasanya masih berantakan campur aduk. Indonesia KPop nya blm ilang😁
total 1 replies
josan
ihhhhh
Dandelion: Terimakasih atas support dan dukungannya 🙏☺️
total 1 replies
NAIM NURBANAH
mampir
Dandelion: Terima kasih ☺️🙏
total 1 replies
Fitriani R
Novel favorit simpel episode nya dan udah tamat 😍😍😍
Dandelion: Ada extra Part dan sequelnya jangan lupa baca lanjutannya.Terima kasih.
total 2 replies
Widya Pertiwi
Thor up nya yang cepet dong...
Dandelion: Jangan lupa baca The Principle dan The Rival beside Me. Mohon dukungan dan supportnya ☺️🙏
total 2 replies
Rhenii RA
Fungsi 3 tanda tanya di depan kalimat apa thor?
Dandelion: Maaf typo. 🙏 Nanti Saya edit . Terimakasih koreksinya 🙏☺️
total 1 replies
Yuliana Susanti
lanjut Thor tanggung cerita nya
Dandelion: Jangan lupa baca The Principle dan The Rival beside Me. Mohon dukungan dan supportnya ☺️🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!