Nama gue Maira, kata temen-temen gue sih, gue lumayan bar-bar hehehe, umur gue 17 thn dan merupakan anak tunggal, gue berasal dari Surabaya, gue kelas 2 SMA, tapi karena Papa gue harus mengurus bisnisnya yang ada di Jakarta, sehingga mengharuskan gue ikut pindah sekolah di Jakarta. dan pada suatu hari nggak ada hujan tiba-tiba orang tua gue jodohin gue dengan ketua osis disekolah baru gue yang super duper nyebelin.....
gimana penasaran kan ???
yukk buruan baca krlanjutan ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 33
" Papa mau kemana ? " kata Risa sedikit berteriak, namun tak mendapat tanggapan apapun dari suaminya, karena Ridwan langsung menjalankan mobilnya keluar.
" Maa ayo kita susul Papa, Mai nggak mau kalau Papa buat keributan di rumah Ayah Mahesa dan Ibu Tika, biar bagaimanapun mereka sangat menyayangi Mairah " kata Mairah yang ingin mengejar Papanya, namun tangannya langsung di cekal oleh Mamanya.
" Ada apa Ma ? " kata Mairah heran.
" Mai kamu udah dewasa kan Nak ? umur Mai sekarang berapa ? " kata Risa sambil mengusap rambut Mairah dengan sayang.
" 17 tahun Ma " kata Mairah.
" Anak Mama udah benar-benar besar sekarang, mungkin sudah saatnya Mai tau yang sebenarnya " kata Risa, sehingga membuat Mairah benar-benar bingung.
Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Mamanya, namun terhenti karena kedatangan seorang laki-laki paru baya yang umurnya tidak bedah jauh dari Papanya, sehingga membuat Mairah benar-benar bingung dengan situasi tersebut.
" Dia suami Mama " kata Risa ketika melihat wajah anaknya kebingunan, sehingga membuat Mairah kaget mendengar ucapan Mamanya.
" Ma...maksud Mama apa ? " kata Mairah.
" Sayang hubungan Mama sama Papa sudah berakhir 3 tahun yang lalu, tapi kita mencoba untuk baik-baik saja di depan kamu Nak. sekarang Papa dan Mama sudah mempunyai kehidupan masing-masing " kata Risa, sehingga membuat dada Mairah sesak mendengar penuturan Mamanya.
" Papa sama Mama nggak bisa hidup seperti ini terus Nak. setiap malam kami harus ke rumah pasangan masing-masing setiap kamu tertidur dan kembali setiap pagi sebelum kamu bangun, makanya Papa memutuskan untuk menjodohkan kamu sama Geo agar kamu bisa me...." kata Risa yang terpotong oleh ucapan Mairah.
" Bisa apa ? supaya Mairah nggak ganggu kalian lagi ?jadi karena ini Mama sama Papa ngejual aku ke keluarga Ayah Mahesa ? karena Mama sama Papa udah nggak mau ngurusin Mairah ? " kata Mairah yang kini wajahnya di banjiri air mata, sehingga membuat Risa menggeleng cepat.
Kini dunia Mairah benar-benar sudah runtuh akibat orang-orang yang dia sayangi, bahkan orang tuanya sendiri sudah membuat luka di hatinya.
" Bukan seperti itu sayang, ta....." kata Risa terpotong oleh ucapan Mairah.
" Mama sama Papa sama aja, Mairah benci sama kalian, kalian jahat " kata Mairah sambil menghapus air matanya kasar, kemudian menarik kopernya kembali dan keluar dari rumah tersebut.
" Mai kamu mau kemana sayang ? " kata Risa sambil mengejar Mairah, namun terhenti karena ucapan suami barunya.
" Biarkan dia sendiri sayang, dia butuh waktu untuk menerima kenyataan " kata seseorang tersebut yang sudah berstatus sebagai Papa tiri Mairah.
Kini Mairah sudah berjalan tanpa arah dengan perasaan campur aduk, kini perasaanya benar-benar hancur mengetahui kebenaran tentang orang tuanya yang kini sudah mempunyai pasangan masing-masing.
" Gue udah nggak punya siapa-siapa sekarang " kata Mairah sambil terus berjalan tanpa tujuan.
" Orang tua yang gue yakini tidak akan pernah menyakiti gue, tapi ternyata...." gumam Mairah sambil tersenyum kecut.
Saat Mairah berjalan dengan langkah gontai, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di sampingnya, namun Mairah tetap melanjutkan langkahnya dan menatap lurus ke depan.
" Mairah " panggil Tika saat melihat Mairah berjalan di tengah jalan, namun tak mendapat tanggapan dari Mairah.
" Mas itu Mairah mantu kita kan ? " kata Tika beralih menatap Mahesa sambil turun dari mobil tersebut dan berlari kearah Mairah.
" Mairah " kata Tika sambil menyentuh pundak Mairah, sehingga membuat Mairah berbalik kearah Tika.
" Ya ampun sayang, kamu kenapa ? " kata Tika sambil membawa Mairah ke pelukannya, sehingga membuat Mairah kembali menangis di pelukan Tika.
" Bawa Mairah masuk ke mobil sayang " kata Mahesa sambil mengangkat koper Mairah dan memasukkannya ke bagasi mobil.
" Sayang kamu ada masalah sama Geo ? " kata Tika ketika melihat Mairah yang sudah mulai tenang.
" Apa Geo bersikap keterlaluan sama kamu Nak ? " kata Mahesa sambil fokus menyetir.
Orang tua Geo memang belum tau tentang rencana perceraian anaknya, karena Geo memang belum cerita apa-apa kepada kedua orang tuanya.
" Nggak papa kalau kamu belum mau cerita, sekarang kamu ikut Ibu ke rumah yaa " kata Tika yang diangguki Mairah.
" Apa Ayah sama Ibu tau alasan utama Mama sama Papa menjodohkan Mairah sama Geo ? " kata Mairah tiba-tiba.
" Apa Ayah sama Ibu sudah tau kalau Mama sama Papa sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi ? " timpal Mairah.
" Maksud kamu apa sayang ? " kata Tika sambil mengelus rambut Mairah dengan sayang.
" Apa Ayah sama Ibu tau kalau Mama sama Papa sudah punya keluarga masing-masing ? mereka menjual Mairah ke kalian agar mereka bisa hidup bajagia tanpa beban hiks...hiks " kata Mairah, sehingga membuat Mahesa dan Tika kaget mendengar penuturan menantunya.
" Apa kal..." kata Mairah terhenti karena Tika langsung membawa Mairah ke dekapannya.
" Mungkin saja kamu salah paham sama Papa Mama kamu Nak " kata Mahesa sambil menghentikan mobilnya tepat di halaman dumahnya.
" Nggak Yah, Mama sendiri yang bilang ke Mairah " kata Mairah sambil menggeleng pelan.
" Sayang ajak Mairah masuk, tenangkan dia " kata Mahesa yang diangguki oleh Tika, sementara Mahesa berusaha menghubungi Geo.
__________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys, supaya Author lebih semangat buat update part-part selanjutnya.