NovelToon NovelToon
To Be New Yiyi

To Be New Yiyi

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:184.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virgi

Sinopsis

Pernah tidak kepikiran kalau saja kalian punya ilmu yang tiada tanding di alam lain? Ya... kita mungkin tidak pernah kepikiran sampai ke sana, tapi ini beda dengan yang di alami oleh Tan Xiao Yi. Di kehidupannya saat ini dia adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak dan sebagai istri dari seorang pengusaha yang cukup sukses.
Hingga suatu ketika pada saat malam tiba, dia langsung pindah ke dimensi alam lain yaitu era 700 masehi masa Dinasti Tang. Disanalah dia memasuki ke dalam tubuh seorang gadis cantik bernama Yiyi.
Bagaimana kehidupan dia disana sebagai Yiyi? Apakah dia bisa kembali ke alam nyatanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita akhir dari pesta pernikahan

"Aw..aw.. sakit..!" seruku kesakitan saat berdiri sambil membereskan selimut. "Hah?? Darah siapa itu?" tanyaku kaget.

"Ada apa?" tanya Mo Yan yang sudah tiba.

"I... itu..!" tunjukku pada bercak darah yang ada di kain sprei ranjang. "Apa kamu terluka?" tanyaku sambil menggerayangi dadanya untuk mengecek keadaannya.

"Hahaha...." tawanya keras.

"Kenapa tertawa?" tanyaku sambil menghentikan perbuatanku.

"Kau ini beneran tidak tahu atau otakmu sudah rusak? Hahaha..."

Aku menggaruk pelan kepalaku yang sebenarnya tidak gatal. 'Apa maksudnya?' tanyaku dalam hati.

"Kau yakin tidak tahu apa yang terjadi?" tanyanya sambil menatapku dengan wajah mengejeknya.

Aku hanya menggeleng kepala saja dengan wajah kebingungan.

"Baiklah, istriku. Biar kuberitahu. Itu berasal dari punyamu," katanya sambil menatap ke arah rok hanfuku.

'Tek!' Aku baru mengerti sekarang kalau itu adalah tanda kesucian Yiyi yang sudah di renggut oleh Mo Yan. 'Aduh... sungguh memalukan!' ujarku dalam hati. 'Kenapa baru ingat sekarang?' lanjutku lagi sambil memukul pelan kepalaku dengan telapak tanganku. Itu semua karena aku sudah tidak ingat lagi semenjak sudah tiga belas tahun menikah dengan suamiku di abad 21. Bisa-bisanya melupakan kenangan seperti itu.

"Sudahlah! Tidak usah malu padaku," katanya sambil menghentikan tanganku yang sempat memukul kepalaku sendiri akibat lupa. "Aku senang, akhirnya kita dapat bersama kembali. Dan.... Hanya kamu seorang yang baru melayaniku sebagai seorang suami," bisiknya di telingaku.

Sudah tidak bisa di rasakan lagi malunya seperti apa. Jika ada jurang di depanku, ingin rasanya langsung loncat ke dalam jurang tersebut agar dapat menghindarinya.

"Maaf ya! Aku..." kataku yang belum selesai karena dia mendaratkan ciumannya di bibirku.

"Ayo, kita makan dulu!" ajaknya sambil mengeluarkan beberapa bakpao dari bingkisan kertas yang di bawanya.

Aku menerimanya karena sudah lapar. Bahkan sangat lapar akibat terkurasnya energiku yang habis bergulat dengan Mo Yan.

"Makanlah dengan pelan!" serunya sambil mengelus pelan kepalaku.

Kami sudah menghabiskan bakpao kami, tapi masih tersisa beberapa biji di meja. Rasa kantukpun sudah hilang. Sama sekali tidak bisa di bawa tidur kembali. Mo Yan sedang membuka pintu jendela kamar penginapan seperti sedang menunggu sesuatu.

Aku pun menghampirinya dan ikut memperhatikan keluar jendela sambil menyelidiki apa yang dilihatnya.

"Kau lihat apa?" tanyaku penasaran.

Dia hanya tersenyum. "Mundurlah! Mereka sudah datang," jawabnya sambil menyuruhku memberi jarak.

Benar apa yang di katakannya bahwa kami kedatangan tamu gelap yang tak lain adalah Ling Zhe dan seorang pria muda seumuran Mo Yan. Mereka masuk ke dalam kamar kami menyerupai bayangan hitam yang berangsur menjadi sesosok manusia.

"Hormat pada pangeran dan selir Yi," salam hormat Ling Zhe pada kami berdua.

"Mo Yan, kenapa kamu mengundangku seperti ini? Aku kan jadi malu sama wanita cantik yang di sampingmu," ucap pria itu sambil memukul pelan dada Mo Yan dengan sikap bercanda.

"Hahaha... Maafkan aku! Aku takut ada yang memata-matai kalian, makanya hanya seperti inilah jalan satu-satunya mengundangmu," jelas Mo Yan. "Ini istriku, Yiyi!" serunya sambil menatapku seraya mengenalkanku pada temannya.

"Nona Yi, salam kenal ya dariku pangeran kelabu dari negeri awan, Xing Nan," katanya sambil senyum manis memperkenalkan dirinya di hadapanku.

ini ilustrasi pangeran Xing Nan

"Salam hormatku pada pangeran Xing Nan," jawabku sambil memberi hormat padanya.

"Negeri awan apa sih? Jangan bercanda! Xing Nan ini pangeran dari wilayah tengah dan di sana tidak ada sebutan negeri awan," ujar Mo Yan dengan gaya tengilnya.

"Sebentar! Sebentar!" seru pangeran Xing Nan sambil menatapku. "Nnggg... Sepertinya kita pernah berjumpa sebelumnya di suatu tempat, tapi nona tidak mengenaliku," ucapnya seraya pernah bertemu denganku.

"Oh ya? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanyaku penasaran.

"Tentu saja! Aku yang menyelamatkanmu dan temanmu waktu itu dari papan reklame yang hampir mengenai kalian," lanjutnya lagi.

"Aha... pria bermasker hitam? Itu Anda?" tanyaku memastikan.

"Hahaha... ternyata nona ingat juga sekarang," katanya sambil tertawa kecil, sedangkan Mo Yan dan Ling Zhe menatap kami berdua dengan wajah terheran-heran.

"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Mo Yan dengan mimik tidak senang.

"Sabar, adikku yang tampan! Aku hanya pernah sekali menolongnya dan kami tidak pernah saling berkenalan seperti saat ini. Tapi.... sejujurnya aku sedang mencari tahu tentangnya semenjak kejadian itu karena dia waktu itu berpakaian pria. Hahahaha.... Dia sangat tampan, bahkan kau tidak setampannya. Hahahaha...." jelasnya sambil tertawa mengejek Mo Yan.

"Diamlah!" titahnya sambil membungkam mulut pangeran Xing Nan dengan sebuah bakpao.

"K...kau ini.." kata pangeran Xing Nan yang tidak terima diperlakukan seperti itu. "Kau ini sungguh tidak tahu berbalas budi. Jika bukan aku yang menolongmu, kau pasti tidak akan seenak ini sekarang."

"Kau!" seru Mo Yan yang ingin memukul pangeran Xing Nan, tapi keburu lari ke belakangku.

"Ooo... jadi pangeran Xing Nan yang telah menyembuhkan suamiku?" tanyaku memastikan.

"Tentu saja! Kalau bukan aku, siapa lagi yang bisa membantunya dengan sikapnya yang kurang ajar begini," jawabnya sambil mengolok-olok Mo Yan.

Aku hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka yang seperti tokoh kartun Tom and Jerry. "Saya ucapkan terima kasih atas bantuannya, pangeran Xing Nan," kataku sambil memberi hormat.

"Tidak usah sungkan, nona Yi. Aku juga menolongnya karena kasihan dengan statusmu nanti," ucapnya yang membuat mata Mo Yan makin melotot.

"Status apa? Jangan sembarangan bicara! Aku tidak akan biarkan dia meninggalkanku," tegas Mo Yan.

"Baiklah! Baiklah, tuan Mo Yan. Sekarang apa balasanmu?" tagihnya.

"Sebentar! Sebentar! Apa aku boleh mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi?" tanyaku penasaran tentang Mo Yan yang sudah kembali normal semalam.

"Begini ceritanya! Aku di beritahu Ling Zhe kalau Mo Yan dalam jeratan ilmu hitam. Selama perjalanan, aku sudah tahu kalau nona Liu Shi dari awal sudah ahli dengan ilmu hitamnya dan aku pun sudah tahu cara mengatasinya. Sesampainya di sebuah pesta pernikahan, ternyata Mo Yan sangat berbeda dari sebelumnya. Jika tidak segera di tolong, mungkin dia akan melupakanmu selamanya karena dia di jampi-jampi dengan ilmu pemikat yang mematikan. Jadi aku langsung meniup serulingku untuk melepaskannya dari jampi-jampi tersebut, tapi ya ada resiko sisanya sedikit yang harus dibantu oleh nona Yi dan mungkin sudah terobati sekarang," jelasnya panjang lebar dengan tatapannya yang menggoda Mo Yan.

Mendengar penjelasan pangeran Xing Nan, wajah kami berdua merona merah.

"Lalu?" tanyaku lagi yang belum puas dengan ceritanya.

"Lalu, nona Liu Shi yang tidak senang akhirnya bertarung dengan pangeran Xing Nan dengan ilmu mereka masing-masing. Sedangkan pangeran Yu Tian tidak dapat bertindak ceroboh untuk menjaga reputasinya di depan para tamu. Tapi pada akhirnya kemenangan berpihak pada kami," timpal Ling Zhe.

"Darimana kau bisa tahu aku ada di danau saat itu?" tanyaku mengarah ke Mo Yan.

"Nngg... Itu diberitahu oleh seseorang. Kalau tidak salah, dia menyebut namanya Jing Che," jawab Mo Yan.

"Ooo.. Jing Che! Sudah ku duga kalau dia yang memberitahumu," tebakku.

"Jadi kalian..." ucap Mo Yan yang belum selesai.

"Kami hanya berteman. Waktu itu, kami tidak sengaja berteman saat kamu kena jampi-jampi. Aku pun sempat mencari tahu tentang cara menyembuhkanmu lewat Jing Che, tapi dia bilang tidak semua orang yang dapat menyembuhkanmu," jelasku sebelum Mo Yan marah besar karena cemburu.

"Adikku, istrimu sangat perhatian sekali. Kau harus menjaganya dengan baik!" ujar pangeran Xing Nan sambil merangkul pundak Mo Yan.

"Tentu saja istriku sangat perhatian. Sampai-sampai... dia melayaniku dengan baik," goda Mo Yan di depan mereka berdua.

"Ekhmm..ekhmm..." dehem pangeran Xing Nan. "Kalian jangan bersikap menjijikkan di depanku seperti ini!" serunya dengan nada bercanda.

"Hahaha... baiklah kak. Maafkan adikmu ini!"

"Kakak adik?" tanyaku sambil menunjuk bolak-balik ke arah Mo Yan dan pangeran Xing Nan.

"Saudara angkat tepatnya," sahut Mo Yan sambil melirik ke arah pangeran Xing Nan dan di balas oleh senyum manis pangeran Xing Nan.

1
Ibuk'e Denia
aq mampir thor
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
Ini balas dendam nya kapan ya?
Bukan nya cpet2 slesaiin misi, emang ga mikir ninggalin suami n anak2 di dunia modern
ucan
bagus banget ceritanya thor
Virgi: terima kasih😻
total 1 replies
Sri Tati
Luar biasa
nuke
payah masa pake jampi2 segala
IndraAsya
next 💪💪💪😘😘😘
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘 😘😘
Natsuki
Wihhh keren "..... 😎
Rani Wardanan
setidaknya mereka diberikan keturunanlah..
Mio mio
semangat kak
Anifka Widha
bukan ngontrak say tapi ngekos
Anifka Widha
tuh kan apa kubilang jampi jampi alias pelet ikan
LilyArni
selir sampe 6 ckckckck.....
Ria Diana Santi
Boom like untuk mu Thor!

Makasih banyak ya buat support mu pada karya ku! ❤️🤗😘
Ria Diana Santi: Sama²...
total 2 replies
Indri Satria
thor semangat
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"Kaisar Rubah"
thanks 🦋🦋🦋
total 1 replies
Rusmina Hz
semangat Thor
Virgi: terima kasih🙏
total 1 replies
Rusmina Hz
ok lanjut
Rusmina Hz
semangat thor
Raina Yuni Apriani
aduhhhh peran nya bodoh banget sih udah tau selir itu jahat masih mau ngebantuin mana katanya mau bales demdam uhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!